semua wanita pasti menginginkan kebahagiaan menjalani rumah tangga nya
begitupun dengan rara, dia menikah dengan pujaan hatinya yang sudah berpacaran selama tiga tahun dan akhirnya Rio menikahinya pesta begitu ramai , namun sangat disayangkan di malam pertama nya rasa harus menjadi janda, dua memilih menjadi janda daripada harus mempertahankan runah tangga nya yang masih seumur satu hari itu, rasa tak sengaja menemukan suaminya sedang bersama seorang wanita dan berapa hancur seketika perasaan rara
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
RARA KEMBALI KECEWA
"ra,, sebenarnya aku.. " ucapan rita terpotong karna ponsel rara tiba tiba berbunyi
"bentar ya rit..!! " ucap rara akan mengangkat panggilan telepon
rita menatap punggung rara yang membelakanginya air matanya menetes nmun dengn cepat dia menghapusnya tak lm kemudian rara kembali
"maaf rit tadi jon nelpon"
Hati rita sedikit cemburu mendengar nya
"mau bilang apa tadi rit..? "
"gak apa apa kok"
"lah.. kok gitu sih rit.. kamu nggak anggap aku sahabat kamu ya"
"bukan gitu rit.. " dengan cepat rita memegang lengan rara
"yaudah.kalau gitu kamu bilang siapa ayahnya, aku nggak mau kamu menanggung sendiri rit. "
"aku gak tau ra, siapa ayahnya"
"haa.. maksud kamu gimana? "
"aku gak tau siapa ayahnya, aku pernah melakukan kesalahan, aku,, aku, aku pergi ke sebuah cafe dan coba coba minum gak taunya aku mabuk disana dan saat itu lah aku bertemu dengan seorang laki laki itu dan terjadilah sesuatu yng tak seharusnya terjadi"
"ya allah riiiit.. aduuh.. kalau kayak gini sih sedikit sulit rit.. gimna caranya kita minta dia bertanggung jawab, kamu kenal namnya gak, atau wajahnya" tanya rara
rita menggeleng
rara sedikit pusing dengan musibah yang menimpa sahabat nya itu
"kamu yang sabar ya, aku selalu ada untuk mu, semoga saja suatu hari nanti allah mempertemukan kalian dengan ayah anak ini" ucap rara sambil mengelus perut rita
"makasi ya ra" ucap rita namun jauh di dalam hatinya dia memaki dirinya
"yaudah... yuk kita pulang sudah sore " rita sedikit terkejut begitu stresnya dia sampai gk sadar kalau dia sudah seharian diluar,
satu minggu kemudian
"sayang.maaf ya aku gak bisa keluar jalan sama kamu, soalnya aku harus ke rumah rita! "
"kerumah rita., mau ngapain?? " tanya jon
"emmm.. rita lagi sakit. orangtuanya gak ada di rumahnya jadi aku sebagai sahabat gak tega biarin dia sendiri saat sedang sakit"
"rita sakit apa? "
"gak tau juga sayang. itu lah makanya aku mau kesana jenguk dia sekalian mau tau dia sakit apa. kalau parah aku akan anter dia ke rumah sakit, atau kita kesana bareng aja. kamu kan dokter kita jenguk dia sekalian periksa juga" mata jon melotot jantungnya berirama tak tentu
"yank.. yank... sayaaang" panggil rara ketika melihat expresi jon yang begitu panik
"kamu kok bengong sih"
"oh.. nggak apa apa.. "
"gimana.. kamu mau kan"
"aduh.. sayang.. kayaknya,, "
"aaaah.. kamu tega banget sih" rara pura pura ngambek
"yaudah yaudah. aku ikut".
"Naah gitu dong" rara tersenyum lalu berpamitan pada kedua orangtuanya
Saat di perjalanan jon banyk diam,
Saat sudah samping rara menggandeng lengan jon untuk masuk kerumah rita
saat sudah sampai di depan pintu kamar rita, rara berhenti
"aduh aku lupa bawaan ku mas kamu tunggu disini dulu ya aku turun ambil dulu"
"eee.. jangan.. biar aku aja" potong jon dengan cepat
"udah.. kamu tunggu disini aja atau kalau bisa kamu masuk aja duluan periksa rita, aku cuma sebentar kok" rara lalu turun dan kembali ke mobil untuk mengambil buah dan makanan lainnya yang dia beli tadi di jalan setelah memastikan tidak ada yang terlupa rara kembali masuk dan berjalan menaiki tangga menuju kamar rita, senyum mengembang diwajahnya namun saat akan sampai di depan pintu
"mas. ini anak kamu, aku hamil mas, kalau kamu gak percaya kamu bisa melakukan tes "
"dehggg" jantung rara seperti dihantam sesuatu sakitnya sangat luar biasa
"rit.. aku gak bisa menikahi kamu, aku gak cinta sama kamu, aku cinta sama rara dan aku gak mungkin nikahin kamu"
"aku hanya ingin anakku memiliki ayah. aku hnya ingin kamu nikahi setelah itu kamu mau pergi silahkan aku tidak akn memaksamu untuk tinggal "
"itu gak mungkin rit"
brakh.. rita dan jon menoleh bersamaan kearah pintu, dengan cepat jon melangkah keluar namun sudah terlambat, rara sudah keluar dari rumah tersebut