NovelToon NovelToon
Pilihan Terakhir

Pilihan Terakhir

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: empat semanggi

Alya, wanita cantik yang sudah lelah dengan kisah kehidupannya, mencoba untuk membuka hatinya kembali untuk seorang pria yang dijodohkan oleh bos di kantornya. Ia berharap itu yang menjadi cinta terakhirnya. Namun, siapa sangka ternyata pria itu menyimpan sebuah masa lalu yang membuat Alya, kembali berpikir apakah ia harus hidup tanpa cinta untuk selamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon empat semanggi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sedikit kecelakaan

persiapan pernikahan Raka dan Alya telah sembilan puluh lima persen. lima persen kendalanya ada pada ibu tiri Alya.

bu Melny meminta mahar pernikahan yang cukup fantastis membuat Alya kesal pada wanita itu. sebenarnya Raka dan keluarganya sanggup untuk memenuhi mahar pernikahan yang di minta oleh bu Melny, tapi Alya menolaknya.

Alya tahu, wanita itu sengaja meminta mahar mahal, agar bisa membayar hutang-hutang mereka dan sisanya untuk gaya hidup mereka. Alya juga yakin ayahnya jatuh miskin karena ulah wanita itu bersama kedua anaknya.

persiapan Alya untuk pergi ke luar kota juga hampir selesai, namun Raka menginginkan pernikahan terlebih dahulu, sebelum Alya pergi menjalankan proyek itu, agar ada alasan untuk dirinya membantu Alya secara langsung.

"aku, dan ibu nggak masalah Aal, jika harus memenuhi mahar itu" jelas Raka.

"yaa aku tahu, ka. aku yang masalah, karena udah terlalu merepotkan kalian" jawab Alya.

"enggak,, enggak sama sekali. kamu nggak pernah ngerepotin aku, ibu, atau siapapun itu" ucap Raka lagi.

kedua insan itu sedang berada di sebuah Cafe yang cukup jauh dari perusahaan. Raka meminta bertemu Alya, karena ingin menyampaikan hal itu.

"kamu, nggak mau nikah yaa sama aku?" akhirnya kata-kata itu keluar juga dari mulut Raka.

"maksud kamu, Ka?" tanya Alya tak mengerti.

"kenapa kamu nggak setuju aja dengan mahar itu, lagian itu juga suatu kewajiban sebagai pihak laki-laki, jadi ku rasa sah-sah aja. mengapa harus mempersulit itu?" jelas Raka.

Alya menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan.

"kamu nggak ngerti apa yang aku rasa, Ka. aku nggak mau kamu di manfaatin oleh bu Melny" ucap Alya.

"aku nggak masalah dengan hal itu, aku siap di manfaatin sama mereka, asal kamu jadi milikku" ucap Raka lagi.

Alya terdiam mendengar penuturan Raka. ia tahu perasaan Raka, tapi Alya tak suka kebaikan pria itu dimanfaatkan oleh bu Melny dan anak-anaknya.

"hmm, baiklah aku memikirkannya" ucap Alya pada akhirnya.

Raka hanya menghembuskan nafas panjang mendengar ucapan Alya.

"baiklah, aku tunggu jawabannya dalam minggu ini" ucap ucap Raka pada akhirnya.

"terima kasih, ka" ucap Alya.

"hm,,ayo aku antar kembali ke kantor" ajak Raka.

Raka dan Alya baru saja beranjak dari duduknya namun sebuah teriakan, membuat keduanya serempak menoleh ke sumber suara.

"Rakaaaa,,!!"

Raka mengusap wajahnya kasar saat melihat Dave yang sudah menatap tajam ke arahnya. sedang Alya, wanita itu sedikit bingung melihat interaksi kedua pria itu.

"jadi ini, calon isteri mu?" selidik Dave setelah mendekati kedua orang itu.

lagi dan lagi, Raka menghembuskan nafas kasar mendengar pertanyaan Dave.

"yaa,, ini calon isteriku, Alya " ucap Raka pada Dave.

"Aal, ini asistenku" ucap Raka pada Alya dengan lembut.

Dave melongo mendengar nada ucapan pria itu. padanya terdengar kasar, sedangkan pada Alya sangat lembut.

"haii,,aku Dave" Dave mengulurkan tangannya pada Alya

"Alya," jawab Alya. wanita itu akan menyambut uluran tangan Dave, namun dengan cepat di cegat oleh Raka. dan akhirnya Raka'lah yang mengulurkan tangannya pada Dave.

"aishh" kesal Dave. Dave menatap tajam Raka. namun dengan cepat ia merubah raut wajahnya saat melihat Alya.

Alya tersenyum melihat tingkah kedua pria itu. dari tingkah keduanya saja, Alya sudah bisa menebak, hubungan Raka dan Dave bukan hanya sekedar asisten dan bos melainkan sudah seperti saudara.

^^^^

Alya pulang sedikit terlambat malam ini, karena ia harus menyelesaikan beberapa laporannya untuk diserahkan pada bu Rany besok sebagai salah satu syarat untuk proyek yang akan ia kerjakan.

Alya menarik nafas dalam dan menghembuskannya secara perlahan. pukul sepuluh kurang lima menit. suasana kota Deo di malam hari sangatlah ramai, membuat Alya sedikit tenang.Hal itu membuat ia tak takut jika harus pulang malam.

kota Deo, akan semakin ramai pada saat malam hari.

wanita cantik itu mengambil ponselnya untuk memesan taksi online karena Raka tak bisa menjemputnya malam ini. Raka juga sedang mengerjakan beberapa laporannya bersama Dave.

Alya sedang mengotak-atik bendah pipih itu saat sebuah mobil sedan hitam berhenti di depannya. jika Alya teliti, ia akan tahu mobil itulah yang mengikutinya hingga ke rumahnya, dan hampir menabraknya waktu itu.

"heii,,ayook ku antar pulang" suara seorang wanita terdengar dari dalam mobil.

Alya memajukan sedikit tubuhnya untuk melihat pemilik suara itu.

"Clara,,?" gumam Alya.

"ayo, ku antar kau pulang" tawar Clara lagi.

"aku nggak bakalan ngapa-ngapain kamu kok" ucap Clara lagi, saat melihat Alya yang tampak berpikir.

"hmm, baiklah" ucap Alya pada akhirnya. setelah dipikir-pikir tak masalah jika ia menumpang pada Clara, lagipula tak mungkin Clara akan macam-macam padanya.

Clara melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

"kapan kau akan menikah?" tanya Clara basa-basi.

"minggu depan" jawab Alya asal.

Clara tertawa sumbang mendengar ucapan Alya.

"baguslah, ternyata calon suamimu rela melakukan apapun untukmu" ucap Clara.

"berhenti memanfaatkan Raka. aku nggak akan tinggal diam, jika kau dan ibumu memanfaatkannya" ucap Alya.

"Alya, Alyaa,,nggak usah sok polos deh, aku tahu maksud kamu menikahi pria itu" ucap Clara lagi.

"baguslah jika kau tahu, jadi aku nggak perlu menjelaskan lagi padamu" balas Alya.

"ini bukan arah ke rumahku" ucap Alya tiba-tiba saat menyadarinya.

"hmm, aku hanya ingin membawamu ke suatu tempat" balas Clara santai. Alya terdiam mendengar ucapan Clara.

tak berapa lama kemudian, Alya dengan cepat mendorong tubuh Clara, dan berusaha untuk memutar setir mobil.

"heii, apa yang kau lakukan Alya" teriak Clara panik.

"hentikan mobilnya sekarang!!!" ucap Alya.

Clara terkekeh mendengar ucapan Alya."nggak akan semudah itu" ucap Clara seolah-olah menantang Alya.

Alya tak tinggal diam dan berusaha untuk menguasai setir mobil, begitu pun juga dengan Clara yang tak tinggal diam. akhirnya mobil itu berjalan zig-zag, beruntungnya karena tak ada kendaraan lain yang lewat selain mobil itu.

Alya memukul kepala Clara dengan tas' nya membuat wanita kehilangan konsentrasinya.

"sialan kau Alya" umpat Clara sambil memegang keningnya.

"kau pikir, kau bisa melawanku?" ucap Clara, dan kembali menjambak rambut Alya.

Alya tak tinggal diam, kali ini bukan tas'nya melainkan dengan cepat ia mengambil heels' nya dan langsung memukulkan pada kening Clara.

"ohh,,sialan" pekik Clara dan dengan cepat menginjak rem mobil. mobil itu berhenti dengan tiba-tiba. Clara memegang keningnya yang sudah tampak berdarah itu.

tanpa membuang waktu, Alya beralih tempat, ia duduk di atas Clara dan dengan cepat mencekik leher wanita itu.

"kau pikir aku selemah itu? jangan samakan diriku yang sekarang dengan yang dulu"

Clara tak bisa membalas, karena selain kepalanya yang terasa sakit, ia juga sudah mulai kehabisan nafas.

drttt,,drttt,,drttt.

ponsel Alya bergetar, Alya dengan cepat meraih ponselnya dan menjawab panggilan itu, yang ternyata dari Raka.

"Rakaaa,,tolong aku.,,," ucap Alya cepat, suaranya terdengar bergetar membuat Raka begitu panik.

"aku mau dibunuh!!!" teriak Alya lagi

"ada apa Aal,,apa yang terjadi?" tanya Raka khawatir.

"dimana kau sekarang, Aal" tanya Raka lagi.

"jangan matikan ponselmu, dan tunggu aku" ucap Raka pada akhirnya, karena Alya tak menjawabnya.

Alya tersenyum miring, melihat raut wajah Clara yang seolah tak percaya ia bisa melakukan hal itu. Alya sengaja menyalakan speaker ponselnya agar Clara mendengar percakapannya dengan Raka.

"kau lihat,,aku akan membuatmu di penjara malam ini" ucap Alya.

"kau gila Alya, dasar licik" umpat Clara.

"aku nggak licik Clara, aku hanya terlalu cerdik" balas Alya sambil tersenyum miring.

tanpa diduga Clara, Alya dengan keras memukul kepalanya pada setir mobil. tak lama kemudian cairan kental berwarna merah perlahan mulai mengalir.

Clara yang masih lemah, hanya bisa pasrah dengan perbuatan Alya. ia tak menyangka Alya akan melakukan hal itu.

Alya yang terlihat polos, dan mudah ditindas itu ternyata sudah berubah.

Clara dengan cepat keluar dari dalam mobilnya, berusaha untuk kabur, saat mendengar bunyi sirene dari mobil polisi. Ternyata Raka tak datang sendirian melainkan bersama polisi.

melihat hal itu, Alya dengan cepat memeriksa kaca mobil itu, ia mengambil kartu memori yang ada didekat spion tengah dan memasukan kedalam mulutnya.

Alya membuka pintu mobil, ia hampir saja jatuh tersungkur di jalan, karena kepalanya sedikit pusing, beruntungnya Raka dengan cepat berjalan ke arahnya, dan langsung memeluknya.

"kau baik-baik saja?" tanya Raka, dan Alya hanya menganggukan kepalanya.

"a,,aku takut sekali" ucap Alya.

"tenanglah, ada aku disini" Ucap Raka, dan kembali mempererat pelukannya

"dimana Clara?" Alya kembali bertanya.

"dia sudah dibawa polisi" jawab Raka, sambil membersihkan wajah Alya yang sudah berlumuran darah.

"apa aku juga akan di penjara? aku memukulnya, karena dia menyerang ku lebih dulu" ucap Alya.

"tenang aja, kamu nggak akan dipenjara. aku sudah menghubungi Dave, dan dia yang akan mengurus semuanya. sebaiknya, kita ke rumah sakit dulu, dan obati lukamu" ucap Raka.

"hmm, baiklah" jawab Alya lemah. Raka kemudian menggendong Alya, membawanya ke dalam mobilnya. Raka lalu membawa Alya ke rumah sakit terdekat.

"aku ingin ke toilet sebentar, aku sedikit mual" ucap Alya setelah tiba di rumah sakit.

Raka menjaga Alya di luar. sedang didalam toilet, Alya dengan cepat menggigit kartu memori yang sejak tadi dimulutnya, setelah itu ia mengeluarkannya dan membuangnya ke dalam kloset. Alya menyalakan air, dan tersenyum puas saat kartu memori itu tenggelam dalam kloset itu dan tak terlihat.

"jangan main-main denganku, Clara" batin Alya, dan kembali tersenyum puas.

1
Uthie
Lagiiiiii👍👍👍👍👍
Uthie
enaknya si nenek lampir itu di apain yaaa😡😡
Indah Lestari
luar biasa...semakin penasaran..up yg byk Thor hehehe
Uthie
ternyata Bu Rany mengorbankan Alya pada nenek tukang marah itu 😡
Uthie
Semoga segera pindah dehhhh.. dan harusnya Kakek didiik tuhhh istri peyotnya tukang marah2 itu 😡
Uthie
lagiii yg banyak 🙏🙏🙏🤗
Uthie
Dasar nenek-nenek peyot tukang marah2 😡
biar cepet koit tuhhhh marah-marah melulu 😤
Uthie
semoga langgeng terus 👍👍👍🤗
Uthie
Sukkkkaaa BANGETTT....
lanjuuttttt 💪💪💪🤩🤩
Uthie
Sukkkkaaa 👍👍👍👍👍
semoga langgeng dan harmonis terus rumah tangga nya 👍👍🤗🤗🤗
Uthie
lanjutttt 💪
Uthie
Semoga dikemudian hari Cinta Raka pada Alya tetap sama yaaa🤗
gak tergoda yg lain, atau menyakiti hati Alya 👍👍🤗
Uthie
Harusnya jangan dimaafkan 😡
en green
sekretaris punya tugas untuk menangani proyek?
Uthie
Berbahagialah selalu 👍🤗🤗
Uthie
Sukkkaaaa bangett... lanjutttt terusssss😆😆😆💪
Uthie
romansa cinta yg bikin baper
Uthie
Sukkkkaaa 💞💞
Uthie
Semoga banyak yg Like 👍👍👍👍
Uthie
Menarik 👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!