NovelToon NovelToon
Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Cintaku Nyangkut Di Surat Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: ewie_srt

"aku terima syaratmu, tapi terima juga syaratku, kael.."
mahiya melotot kesal,pria dingin itu hanya mengangguk datar.
"okeyyy..deal"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ewie_srt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Mahiya membantu mendorong troli yang sedang di pegang kael, dan memasukkan beberapa barang yang dianggapnya perlu.

"kak.." panggil mahiya berbisik pelan di telinga kael.

"aku ambil pembalut juga, nggak apa-apa yah?, sepertinya tamu bulananku datang nih, perutku mulai nggak nyaman"

Kael terbatuk, ia tersedak air ludahnya sendiri. Wajah pria tampan itu memerah sesaat,melirik gadis yang membisikinya tanpa rasa bersalah dan malu.

Mahiya nyengir memasukkan pembalut ke dalam troli, kael hanya tersenyum, nggak bisa berkata-kata. Nih gadis emang nggak ada jaim-jaimnya, mana dia dengan pedenya memasukkan pembalut ukuran jumbo lagi.

"ini belanja kita seminggu kak?"

Mata mahiya membelalak takjub, 2 plastik penuh ditangan kael dan 2 plastik penuh ditangannya.

Mahiya mengikuti langkah kael menuju mobilnya, wajahnya masih menatap kagum. Mahiya memang selalu ekpresif, dia nggak pernah malu menunjukkan perasaannya.

"kita singgah makan siang dulu yah?"

Kael mengarahkan mobilnya ke parkiran sebuah rumah makan lesehan, mahiya yang sedang ngantuk-ngantuk manja, tergeragap kaget.

Kepalanya manggut-manggut setuju, kebetulan mahiya emang udah kelaparan banget,begitu kael memarkirkan mobilnya, nggak pakai nunggu lama-lama, mahiya langsung turun begitu mobil kael berhenti.

Kael kembali menggelengkan kepalanya takjub, sumpah dia beneran takjub, seumur-umur kael belum pernah ketemu perempuan modelan kek mahiya, no jaim-jaim club.

Mahiya berdiri nggak sabar, menunggu kael yang berjalan lambat, dengan gemas mahiya menghela tangan kael, mengenggam jemari pria itu. Kael sedikit tersentak, belum sempat kael tersipu, mahiya sudah setengah menyeretnya.

"buruan kak, ntar kita nggak dapat tempat duduk"

Kael berjalan patuh, walau mahiya sedikit memaksanya, kael tetap berjalan tenang. Matanya coklatnya mengamati mahiya yang tersenyum cerah, karena mendapatkan tempat duduk.

"terlambat sedikit, kita harus cari rumah makan lain, kak"

"kamu mau pesan apa?" kael menyodorkan daftar menu ke mahiya yang sedang berceloteh riang, kael tak sadar tersenyum, menatap wajah mahiya yang terlihat ceria itu.

"samain aja kak, aku mah nggak pilih-pilih asal halal, semua aku doyan"

Kael menyerahkan pesanannya pada pelayan yang tak berkedip menatap mahiya, ia sampai berdehem menyadarkan pria muda itu dari keterpesonaannya.

Kael menatap jengkel, ketika pelayan itu tergeragap malu dan mengangguk sopan.

Kael ngedumel kesal, ada rasa jengah melihat pria itu tadi, yang sampai terpana menatap mahiya. Kalau nggak ingat etika kepengen rasanya kael menonjok mata pelayan itu tadi.

"kenapa kak?"

Kael menoleh, melihat wajah mahiya yang menatapnya keheranan.

'heummm pantesan juga tuh cowok terpana!' bisik kael dalam hati, lah dia aja yang tiap hari, tiap saat bersama gadis itu masih sering terpana ngelihat mahiya, apalagi pas mahiya menatap dengan mata indahnya yang mengerjab-erjab seperti saat ini.

"kak kael sakit perut?"

Kael menggeleng, otaknya rada ngelag. Sesaat tadi kael seperti kena hipnotis, blank. Seandainya saja gadis ini sadar, bahwa dia begitu memesona, kael yakin pasti mahiya akan menjadi gadis yang suka memporak porandakan hati banyak pria.

Mahiya, kepalanya celingukan. Menatap ke sekeliling dengan tatapan takjub, melihat begitu ramainya suasana makan siang di rumah makan itu.

"tahu nggak kak, aku nggak pernah berhasil makan siang di sini, selalu kehabisan tempat duduk" ujar mahiya santai, matanya yang masih celingukan tak melihat lawan bicaranya sama sekali.

"tiga kali pernah kemari dan selalu gagal"

"sama siapa kemari?" tanya kael asal, tangannya merapikan letak tempat bumbu yang sedikit bergeser.

Walau nada suara kael kesannya cuek, tapi jelas pria itu pengen tahu.

"kadang bareng gaby, kadang bareng eko"

"eko?"

Mata kael memicing penuh selidik,

"sepertinya seorang laki-laki"

"iya..." angguk mahiya, tiba-tiba gadis itu cekikikan sambil nutup mulutnya pakai tangan, takut tawanya menganggu orang lain.

"laki-laki jadi-jadian"

Kael tergelak, cara mahiya mengucapkannya dan cara gadis itu tertawa, bisa mengundang orang lain untuk ikut ketawa bersamanya.

Mahiya mulai mengunyah makanan yang baru dihidangkan pelayan pria yang terpesona tadi, tapi pria itu tak lagi berani memandangi mahiya, sebab mata kael sedang mengamatinya dengan tatapan setajam pisau cutter.

"sepertinya rumah makan ini harus mencari pelayan yang profesional" gumam kael kesal, dan mahiya yang tidak begitu mendengar, mendongak. Matanya memicing penuh tanya, menatap kael penasaran.

Kael menggeleng cepat dan tersenyum, menenangkan gadis yang sedang mengunyah makanannya dengan tenang itu.

"besok kamu ujian yah?" tanya kael, pria itu terlihat menyudahi makannya.

Tangannya meraih gelas air putih dan meneguknya, mahiya juga melakukan hal yang sama, sepertinya gadis itu juga sudah kenyang.

Mahiya bersendawa dengan keras, ia menutup mulutnya sambil celingukan. Bola mata kael membola sempurna, menatap gadis itu yang cengengesan, tak ada rasa malu di wajahnya. Kael menggeleng takjub, mahiya emang gadis yang luar biasa.

"jam berapa besok ke kampus?"

"biasa kak, jam 8 harus sudah sampai sana"

Kael mengangguk paham, garis senyum terlihat tipis di bibirnya.

"kalau begitu, besok kita bisa bareng, aku antar kamu ke kampus"

Mahiya mengangguk, senyum usil terlihat di bibirnya.

"biar semakin meyakinkan drama pernikahan bohongan kita ini yah kak?"

"mahi...!" tegur kael cepat, matanya sampai jelalatan, takut ada orang yang mendengar ucapan mahiya.

Mahiya yang sadar, reflek menutup mulutnya dengan kedua tangannya, matanya membesar kaget.

"maaf kak" pintanya lirih, wajah cantiknya merasa bersalah.

Kael menggeleng-geleng nggak habis pikir, nih gadis kalau ngomong kadang nggak mikir tempat, nggak mikir suasana, asal ngejeplak aja.

Sesaat tadi jantung kael hampir copot rasanya, gimana coba kalau tadi ada yang mengenal mereka, bisa berabe dia.

Bisa dipastikan jika ketahuan bahwa pernikahannya ini hanya pernikahan bohongan, kael bakalan dicoret dari daftar waris omanya yang eksentrik itu.

Tapi melihat wajah mahiya sekarang, wajah yang kelihatan merasa bersalah itu, tak tega rasanya kael. Demi menenangkan mahiya, kael tersenyum lembut.

"nggak apa-apa sayang!"

Mahiya kaget, kael juga. Padahal biasanya kael manggil mahiya sayang jika ada orang yang mengenali mereka, baik dari pihak kael ataupun pihak mahiya.

Wajah mereka berdua terlihat cengo, mahiya malah lebih seram, bulu kuduknya berdiri semua. Berasa kek ada setan yang lewat, mendadak keduanya terdiam tanpa kata dengan wajah salah tingkah.

"duhh kak, jangan gitu ah"

Celetuk mahiya memecah kecanggungan yang baru tercipta di antara mereka.

"kalau nggak ada siapa-siapa, kakak panggil mahi aja deh, jujur agak geli dengarnya"

Kael melengos jengah, rasa malu juga menguasainya saat ini. Entah kenapa bibirnya bisa kelepasan kek gitu, saat ini pengen rasanya kael menaboki mulutnya sendiri, mau taruh dimana coba mukanya sekarang, kan nggak mungkin di buang ke tempat sampah.

'hhhhhh, dasar mulut sialan'

Bersambung...

1
Rina Zulkifli
maratahon 22 part. mantul n seru ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!