NovelToon NovelToon
Quantum Xuan

Quantum Xuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Transmigrasi
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Aditya Jetli

Dia Xuan Huan. seorang pejuang tingkat sembilan. Programmer sekaligus hacker yang sangat ditakuti. Banyak lawan yang sudah ditaklukkan, bahkan ada yang berkeinginan untuk menjalin kerja sama.

Proyek terakhir yang Ia kerjakan, adalah proyek kecerdasan buatan, yang bisa menjelajahi alam semesta. Penuh dengan kode kode rumit dan mencengangkan.

Quantum Xuan, itulah nama programnya. Tapi karena program itu dia harus mati, dan jiwanya ditempatkan pada tubuh seorang gadis lemah 12 tahun ke belakang, yang juga mati karena penganiayaan. Lalu bisakan tubuh dengan jiwa Xuan membalas dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aditya Jetli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Pelajaran pertama

Lebih dari tujuh orang terkapar di lantai, termasuk siswa laki laki yang mengatakan menarik tadi.

Mereka semua menggeliat geli sekaligus liar. Seperti sedang melakukan aksi pantomim tapi terkesan vulgar. Semua dalaman mereka terlihat. Surya yang melihat itu dibuat silau.

Lalu dengan emosi tinggi dia berkata. "Apa yang kalian lakukan. Kenapa melakukan itu? Bangun, dan jelaskan padaku apa yang melandasinya?" ujarnya.

Namun delapan orang itu tidak memperdulikan. Mereka malah semakin liar, berebut mendekati tubuh Raka, seperti ingin menuntut kepuasan darinya.

"Kurang ajar! Apa kalian tidak dengar?" teriaknya lagi semakin emosi.

Lalu menuju ke tempat Raka, dimana saat itu, tubuhnya sedang dikerubuti oleh empat orang siswa perempuan. Tiga orang sisanya menari, menangis dan tertawa.

Sejurus kemudian, guru Surya sudah memisahkan kelimanya. Namun mereka tetap belum sadar. Masih tetap melakukan perbuatan yang memalukan.

Salah seorang diantara tujuh orang itu mendekati Surya, dan memeluk tubuhnya dari belakang.

"Pak Surya....?"

"Lepaskan! Apa yang kau lakukan? Sadar, aku ini gurumu orang tuamu. Jangan bersikap kurang ajar!" reaksinya.

"Katakan dengan jujur! Apa yang telah terjadi sebelumnya? Kenapa mereka melakukan itu?" tanyanya lagi. Tapi tidak mendapat jawaban.

Semua terdiam, termasuk Nindya dan Kirana. Mereka pura pura tidak tahu dan berprilaku seperti yang lainnya.

"Quan?'

[Siap tuan]

"Apa kau sudah merekamnya?"

[Sudah tuan. Bahkan sedang menyiarkannya di platform milik mereka. dan sekarang sedang viral. Banyak wartawan juga pegiat media sosial yang sedang menuju ke sini, termasuk para badjingan itu]

"Badjingan...?"

[Ya, Tau sama tau saja tuan]

"Oh..?"

Satu setengah jam kemudian. Sekolah yang semula tenang mendadak kacau. Banyak wartawan juga pegiat media sosial yang datang, untuk mengkonfirmasi kejadian yang memalukan tersebut, sekaligus ingin melihat bagaimana rupa asli para pelakunya.

Tapi sayangnya, delapan orang pelaku itu sudah diamankan, termasuk Raka.

Saat ini mereka sedang diintrogasi oleh orang tuanya masing masing, bahkan ada yang lebam kena pukul, serta diancam tidak boleh melakukan itu lagi. Jika melakukan, maka mereka akan dikeluarkan dari silsilah keluarga.

Sementara Xuan Huan, atau Nindya sang pelaku, saat ini sedang duduk santai dengan Kirana, mengambil tempat di sudut taman, jauh dari kerusuhan itu. Sedangkan para wartawan juga yang lainnya, saat ini sedang mendengarkan penjelasan dari kepala sekolah, ketua yayasan dan guru yang melihat langsung kejadian tersebut.

Hasilnya adalah, adanya campur tangan setan. Kalau tidak bagaimana mungkin mereka tidak sadar saat mereka menari erotis. menangis, mencakar, memeluk begulingan di lantai dan lain sebagainya.

Jadi untuk sementara, kasus yang sempat viral tersebut mereka lupakan. Tidak boleh lagi diposting ulang, dan yang sudah terlanjur ditonton harus dihapus Sedangkan akun media sosial milik mereka harus diblokir.

Satu hari kemudian. Proses belajar mengajar berjalan seperti biasanya. Namun peristiwa semalam masih lekat di ingatan.

Kelas IPA sebelas juga demikian. Namun kali ini tujuh orang yang biasa membuli sudah tidak ada. Mereka diskor selama satu minggu. Tapi tetap harus mengikuti pelajaran secara daring. Alasannya, itu pembelajaran buat mereka.

Sementara itu di bagian lain, tepatnya di bagian Raka. Api dendam masih menyala terang. karena Ia tak terima dipermalukan seperti itu. Dendam kesumat tentu yang melandasinya.

"Aku mau kalian membantuku. Balaskan dendam ku juga dendam mereka. Walau tujuan utama tetap untukku!" ujar Raka pada sekelompok preman, yang keberadaannya sehari hari sangat meresahkan.

"Itu gampang tuan, asal bayarannya cukup memadai?"

"Masalah itu kau jangan khawatir. Saat ini aku sudah membawanya, tapi baru setengahnya."

"Tidak masalah. Dalam satu jam, kau pasti sudah mendengar hasilnya."

"Bagus! Ini orangnya. Buat ia babak belur tapi jangan dibunuh, karena aku ingin melihat Ia memohon saat aku berada di atas tubuhnya." respon Raka, sambil memperlihatkan poto Nindya dan Kirana.

"Kau tenang saja. karena kami juga akan meminta bagian!"

"Beres! Kerjakan sekarang!"

"Siap!" jawab mereka serempak. Lalu melangkah pergi. Seperti sudah yakin bakalan menang.

Sementara itu di tempat lain. Saat ini Nindya sedang berbincang dengan Quantum Xuan, dimana dominasi tetap berada di tangannya.

"Aku mau kau giring mereka ke sebuah tanah lapang, sepi dan jauh dari pemukiman penduduk, agar mudah untuk ku memberi pelajaran pada mereka!"

"Khusus untuk Raka, buat Ia hadir juga, agar aku senang memberi pelajaran juga padanya. Kali ini dia tidak akan aku lepaskan."

"Terkhusus untuk tujuh gadis bebal itu, culik mereka dari rumah, dan hadirkan bersama dengan yang lainnya. Paham!?"

[Siap, laksanakan dan paham tuan!]

"Ya, pergilah. Aku akan bersiap siap"

"Eh, tunggu! Apa kau tau bagaimana caranya agar kekuatan ku bertambah, karena aku merasakan di luaran sana banyak orang yang lebih kuat dariku. Jadi aku harus lebih kuat dari mereka." tanya Nindya.

[Ingin kuat itu mudah tuan. Bentuk dulu tubuh tuan yang lemah itu, dan buat menjadi tubuh setengah abadi, tubuh spiritual, agar kekuatan tuan bisa kembali]

"Caranya...?"

[Ikut gym, lari pagi, push up, sit up serta full up dan lain sebagainya. Quan yakin itu akan sangat membantu]

"Heh, itu mah biasa. Maksudku cara instan dan saat ini juga. langsung kuat dan siap diisi kekuatan."

[Makan pil ini. Quan jamin tubuh tuan akan berubah, dan beberapa menit kemudian kekuatan tuan akan bertambah]

"Secepat itu?"

[Ya, Oleh karena itu cobalah. dan jangan banyak tanya]

"Ha...???"

Setengah jam kemudian. "Kenapa tidak terjadi apa apa. Aku merasakan tubuhmu masih seperti biasa, tidak ada fluktuasi energi atau semacamnya. Apa kau membohongi ku Ji Quan?"

[Tidak tuan, tunggu saja]

"Tunggu sampai kapan. Aku sudah tidak sabar untuk memberi mereka pelajaran, karena inilah kesempatannya."

[Yang sabar tuan. Badas boleh tapi tidak boleh kelewatan. Orang juga punya keinginan untuk hidup, jadi jangan sembarangan membunuh]

"Masalah itu aku tau. Namun mereka benar benar sudah kelewatan. Membunuh seperti meremas kerupuk saja. Aku harus membalaskan dendam tubuh gadis ini, agar mereka juga merasakan, bagaimana sakitnya dibuli!?" balas Xuan Huan.

[Itu....?]

"Aaarrrggghhhkk!"

Baru saja Quan ingin menjelaskan, teriakan kesakitan keluar dari mulut Nindya, dan terus berlangsung sampai beberapa lama.

Tubuhnya mulai dibentuk ulang. Tidak gemuk tidak kurus tapi proporsional.

Jika bergerak, melompat, terbang, menendang, memukul dan lain sebagainya, maka hal tersebut akan dengan mudah dilakukan.

Tak lama setelah itu, energi kuat, panas bercampur dingin menerjang setiap inci meredian nya. Berputar liar dan membentuk ulang inti sejati, membuat kekuatannya bertambah.

Semula berada di pejuang atau petarung level tiga, kini telah berubah menjadi petarung level lima.

Mungkin di daerah ini, kekuatan tersebut sudah termasuk tingkat tinggi, karena Nindya tahu jarang sekali petarung yang memiliki kekuatan spritual sepertinya.

Jika memiliki pun itu hanya tenaga dalam. Sedangkan dia tenaga spiritual. Sangat berbeda dalam penerapannya.

Jadi menurut persepsinya, orang orang sekarang sumber kekuatannya mungkin hanya berdasarkan kekuatan tubuhnya saja, tidak dibarengi dengan kekuatan spritual.

Jadi dia merasa sangat yakin bisa mengalahkan para preman itu dengan mudah.

1
azka aldric Pratama
saking bagusnya,gk bisa komen apa2👏👏👏👏
azka aldric Pratama
hadir moga bagus
irawan muhdi
lanjut thor 👍
Lely Riza U
ceritanya sangat menarik👍
Bambang Widono
mantab lanjut Thor👍🙏🙏🙏💯💯💯💯💯👍👍👍👍👍🙏🙏🙏🙏
Aditya Jetli: Terima kasih Kak. Baru kali ini buat Novel yang MC nya Perempuan. Dukung terus ya kak. biar tambah semangat
total 1 replies
Aditya Jetli
Tinggalkan jejak setelah membaca ya. walau hanya like saja. Itu sudah jauh lebih baik dari tidak sama sekali. Ditunggu kebaikannya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!