Xing Shenyuan, pangeran kesembilan Dinasti Bintang Agung, dikhianati oleh saudaranya sendiri. Tulang Surgawi miliknya dicabut, basis kultivasinya dihancurkan, dan dia dibuang ke Makam Leluhur yang terlarang untuk menjadi pelayan nisan seumur hidup. Di tengah keputusasaan, sebuah suara kuno bergema di jiwanya. Dengan sistem "Masuk Log" (Sign-In), setiap inci tanah pemakaman menjadi gudang harta karun ilahi.
"Masuk Log di Makam Kaisar Pertama, hadiah: Tubuh Kekacauan Primordial!"
"Masuk Log di Gundukan Pedang Dewa, hadiah: Niat Pedang Penghancur Cakrawala!"
Sepuluh ribu tahun berlalu dalam sekejap mata. Dunia luar telah berganti zaman, kekaisaran runtuh, dan dewa-dewa baru bermunculan , ketika musuh dari langit mencoba mengusik ketenangan makam leluhur nya, xing shenyuan bangkit dari debu hanya satu jentikan jari untuk meratakan seluruh galaksi
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuzuki chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12 lutut yang gemetar dan login di gerbang fajar
Kabut dingin menyelimuti Gerbang Utama Makam Bintang Agung. Matahari belum sepenuhnya terbit, namun udara di sekitar makam terasa berat, seolah gravitasi di tempat ini menolak hukum alam dunia luar.
Xing Shenyuan berdiri di balik bayangan pilar gerbang raksasa. Wajahnya tenang, namun di dalam tubuhnya, Inti Emas Kekacauan-nya berputar perlahan, memadatkan setiap tetes Qi menjadi esensi yang lebih berat dari merkuri. Ia tidak terburu-buru untuk naik ke ranah Jiwa Baru Lahir (Nascent Soul). Baginya, fondasi adalah segalanya. Sebuah gedung tinggi butuh pasak bumi yang dalam.
Di depan matanya, sebuah layar transparan berkedip pelan.
[Sistem Login Harian Makam Bintang]
[Lokasi: Gerbang Penyesalan (Area Luar)]
[Apakah Anda ingin melakukan Check-in hari ini?]
"Check-in," batin Shenyuan.
[Ding! Check-in berhasil.]
[Hadiah: "Bendera Formasi Penekan Gravitasi" (Sekali Pakai) dan "Pil Pemulihan Roh Tingkat Bumi".]
[Catatan: Bendera ini dapat meningkatkan tekanan gravitasi di area radius 100 meter hingga 30 kali lipat selama 5 menit.]
Shenyuan tersenyum tipis. "Sistem ini tahu apa yang kubutuhkan untuk pertunjukan hari ini."
Ia menyimpan bendera kecil berwarna hitam itu ke dalam cincin penyimpanannya. Ia tidak memiliki kultivasi setinggi langit seperti para leluhur tua, tapi di dalam wilayah makam ini, dengan bantuan sistem dan formasi, ia adalah predator puncak.
Kedatangan Sang Penguasa yang Jatuh
Suara langkah kaki yang menyeret terdengar dari kejauhan.
Di jalan setapak yang menanjak menuju makam, Kaisar Xing Tian berjalan kaki. Ia tidak mengenakan jubah naga emas kebesarannya, hanya jubah putih polos yang lusuh. Kakinya yang biasa dimanjakan sepatu sutra kini telanjang, berdarah karena tergores bebatuan tajam pegunungan.
Di belakangnya, para menteri dan jenderal mengikutinya dengan wajah pucat. Mereka membawa sebuah kotak kayu hitam—Segel Langit.
Su Yan berdiri sepuluh langkah di depan Shenyuan, bertindak sebagai wajah dari otoritas makam. Gaun putihnya berkibar, ekspresinya dingin laksana es abadi. Lin Xiaoyue berdiri di sisi lain, tangannya menggenggam gagang pedang, matanya waspada.
"Berhenti," suara Su Yan tidak keras, tapi mengandung Qi yang membuat rombongan itu membeku.
Kaisar Xing Tian mendongak. Wajahnya tampak sepuluh tahun lebih tua. Matanya mencari sosok putranya, namun yang ia lihat hanya kegelapan di dalam gerbang makam.
"Aku... aku datang untuk memenuhi janjiku," suara Kaisar parau.
"Di mana sopan santunmu, Xing Tian?" Su Yan menatap tajam. "Di hadapan Tuan Shenyuan dan para leluhur yang kau telantarkan, seorang pengkhianat tidak layak berdiri."
Kaisar gemetar. Harga dirinya sebagai penguasa benua memberontak, tapi rasa takut akan kekuatan misterius makam menahannya. Perlahan, lututnya menekuk.
Bruk.
Bunyi lutut yang menghantam tanah batu itu menggema, memukul hati para menteri yang melihatnya. Kaisar Bintang Agung, penguasa jutaan jiwa, kini berlutut di depan makam yang dulu ia anggap tempat sampah.
Intervensi: Pedang dari Langit
Tepat saat dahi Kaisar hendak menyentuh tanah, sebuah tekanan udara yang masif meledak dari langit.
"Tunggu! Jangan rendahkan martabat Kekaisaran!"
Sebuah suara menggelegar diikuti oleh seberkas cahaya pedang raksasa yang jatuh tepat di antara Kaisar dan gerbang makam.
Duar!
Debu beterbangan. Seorang pria tua dengan rambut putih panjang dan jubah biru melayang turun. Aura yang dipancarkannya sangat kuat, menekan dada semua orang yang berada di ranah Inti Emas ke bawah.
Itu adalah Leluhur Jian Chen dari Sekte Pedang Langit. Kultivasinya berada di Ranah Transformasi Roh (Soul Transformation) Tahap Awal. Bagi dunia luar, dia adalah dewa.
"Xing Tian, berdiri!" bentak Jian Chen. "Kau adalah wajah benua ini. Jika kau berlutut pada seorang bocah buangan yang hanya bermain trik di kuburan, di mana wajah kita?!"
Jian Chen menoleh ke arah gerbang makam, matanya memancarkan niat membunuh. "Keluar kau, Xing Shenyuan! Aku tahu kau di sana. Jangan bersembunyi di balik rok wanitamu!"
Su Yan terhuyung mundur akibat tekanan aura Jian Chen. Perbedaan ranah antara dia dan Jian Chen terlalu jauh. Xiaoyue mencoba maju dengan api feniksnya, namun api itu padam seketika oleh niat pedang Jian Chen.
"Mundur," sebuah suara tenang terdengar dari balik bayangan.
Xing Shenyuan melangkah keluar.
Ia tidak terbang. Ia berjalan selangkah demi selangkah. Tidak ada aura yang meledak-ledak darinya. Ia terlihat seperti manusia biasa, hanya saja di tangannya terdapat sebuah lentera kuno yang menyala redup.
"Kau..." Jian Chen menyipitkan mata. Ia memindai Shenyuan dengan Sense Spiritual-nya. "Hah! Hanya Puncak Inti Emas? Kau bahkan belum memadatkan Jiwa Baru Lahir? Dan kau berani mempermainkan Kaisar?!"
Shenyuan menatap Jian Chen dengan tatapan datar. "Ranah hanyalah wadah. Yang menentukan hidup dan mati adalah siapa yang memegang kendali atas tempat pijakanmu."
Jian Chen tertawa meremehkan. "Bicara besar! Mati!"
Jian Chen mengayunkan tangannya. Sebuah Qi pedang tak kasat mata meluncur ke leher Shenyuan dengan kecepatan suara.
Shenyuan tidak menghindar. Ia hanya menjentikkan jarinya.
[Sistem: Mengaktifkan Item "Bendera Formasi Penekan Gravitasi".]
Wuuung!
Sebuah bendera hitam kecil muncul dan menancap di tanah. Seketika, udara di sekitar Jian Chen menjadi seberat gunung. Serangan pedang Qi itu melambat drastis, hingga terlihat seperti gerakan lambat, dan akhirnya hancur berantakan karena tekanan gravitasi sebelum menyentuh Shenyuan.
"Apa?!" mata Jian Chen melotot. Tubuhnya yang melayang di udara tiba-tiba ditarik paksa ke tanah.
Brak!
Jian Chen jatuh tersungkur dengan posisi merangkak. Tulang-tulangnya berderit menahan beban 30 kali lipat gravitasi normal.
"Di makam ini," Shenyuan berjalan mendekat, suaranya tenang namun mengerikan, "Aku yang menentukan ke mana gravitasi menarik."
Shenyuan mengangkat Lentera Abadi. Cahaya ungu dari lentera itu menyinari Jian Chen, membakar Qi pelindung leluhur tua itu. Shenyuan tidak membunuhnya dengan satu pukulan—ia belum sekuat itu. Ia menggunakan strategi: menekan musuh dengan formasi, lalu mengikis pertahanannya perlahan.
"Kau... licik..." geram Jian Chen, berusaha bangkit.
"Ini bukan licik. Ini adalah persiapan," bisik Shenyuan. Ia menempelkan telapak tangannya di dahi Jian Chen. "Dan Qi Pedang-mu... akan menjadi nutrisi yang bagus untuk lenteraku."
Shenyuan mulai menyerap energi Jian Chen sedikit demi sedikit. Bukan untuk menaikkan ranahnya sendiri secara instan, melainkan untuk disimpan di dalam lentera sebagai cadangan energi.
Melihat leluhur terkuat mereka dilumpuhkan semudah itu, Kaisar Xing Tian kehilangan sisa keberaniannya. Ia membenturkan kepalanya ke tanah berkali-kali.
"Ampun! Ampuni hamba!"
Pengambilan Sumpah dan Segel
Shenyuan melepaskan Jian Chen yang kini lemas dan kehabisan tenaga. Ia tidak membunuhnya; mayat hidup lebih berguna daripada mayat mati. Ia menyegel kultivasi Jian Chen dengan teknik penyegel makam.
Shenyuan beralih ke ayahnya. Ia mengambil kotak kayu hitam itu. Di dalamnya terdapat stempel giok yang memancarkan cahaya keemasan redup.
"Segel Langit..." gumam Shenyuan. "Benda ini mengandung Takdir Kekaisaran. Tapi takdir itu sudah busuk."
Ia meremas segel itu. Bukan menghancurkannya, tapi menyerap benang emas takdir di dalamnya ke dalam tubuhnya. Shenyuan merasakan meridiannya menghangat. Fondasi Inti Emas-nya semakin padat, warnanya berubah dari emas menjadi ungu gelap.
Ia masih belum naik ranah. Ia menahan terobosan itu. Ia ingin Inti Emas-nya mencapai kesempurnaan mutlak—sebuah konsep legendaris yang disebut Inti Tanpa Cacat.
"Mulai hari ini," Shenyuan menatap para menteri. "Kekaisaran Bintang Agung berada di bawah pengawasan Makam. Su Yan akan menjadi perwakilanku di istana. Setiap keputusan militer harus melalui persetujuannya."
Para menteri bersujud, tidak berani membantah.
Momen Pemulihan: Di Balik Dinding Batu
Setelah mengusir rombongan kekaisaran dan memenjarakan Jian Chen di sel bawah tanah, Shenyuan kembali ke gubuk kayunya.
Begitu pintu tertutup, wajah tenangnya retak. Ia terbatuk, mengeluarkan sedikit darah hitam. Menggunakan Bendera Gravitasi dan menekan ahli Transformasi Roh dengan tubuh Inti Emas memberikan beban balik yang sangat besar pada organ dalamnya.
"Tuan!" Su Yan dan Xiaoyue segera mendekat dengan panik.
Shenyuan melambaikan tangan, memberi isyarat bahwa ia baik-baik saja. "Hanya sedikit guncangan internal. Fondasiku masih terlalu lemah untuk menahan kekuatan formasi tingkat tinggi terlalu lama."
Su Yan segera membantunya duduk di tempat tidur batu. Wajah cantiknya penuh kekhawatiran. "Biarkan saya memeriksa aliran Qi Anda, Tuan."
Su Yan duduk di belakang Shenyuan, menempelkan kedua telapak tangannya di punggung pria itu. Energi hijau lembut yang berbau herbal mengalir masuk, memperbaiki retakan halus di meridian Shenyuan.
Lin Xiaoyue duduk di depan Shenyuan, memegang tangan gurunya. "Guru, apa yang bisa aku lakukan? Apiku terlalu panas untuk penyembuhan."
Shenyuan tersenyum lemah, menatap murid kecilnya. "Apimu memang panas, Xiaoyue. Tapi kau bisa menggunakannya untuk menghangatkan Dantian-ku yang dingin akibat efek samping energi makam."
Xiaoyue mengangguk mantap. Ia menyalurkan api feniksnya dengan sangat hati-hati, setetes demi setetes, hanya cukup untuk menjaga suhu tubuh Shenyuan agar tidak membeku.
Di dalam gubuk yang sempit dan redup itu, ketiganya membentuk siklus energi yang intim. Shenyuan memejamkan mata, merasakan kelembutan energi kayu Su Yan di punggungnya dan kehangatan energi api Xiaoyue di tangannya.
Ini bukan kultivasi ganda yang penuh nafsu, melainkan penyelarasan jiwa yang murni. Dalam keheningan itu, hubungan mereka semakin dalam. Shenyuan menyadari bahwa kekuatannya tidak hanya berasal dari Sistem atau Makam, tapi juga dari dua wanita yang bersedia menjadi penopangnya saat ia lemah.
"Terima kasih," bisik Shenyuan setelah satu jam berlalu dan napasnya kembali teratur.
Su Yan menyandarkan kepalanya di bahu Shenyuan, peluh membasahi dahinya karena kelelahan menyalurkan energi. "Kami adalah milik Tuan. Rasa sakit Tuan adalah rasa sakit kami."
Shenyuan membuka matanya. Layar sistem kembali muncul di sudut pandangnya, kecil dan tidak mengganggu.
[Misi Selesai: Menegakkan Wibawa di Depan Kaisar.]
[Hadiah: Poin Pengalaman Makam +500. Membuka Akses ke "Perpustakaan Teknik Kuno" di Lantai Bawah Tanah 2.]
Shenyuan tersenyum tipis. Tidak ada kenaikan level instan. Hanya akses ke lebih banyak pengetahuan. Dan baginya, itu sudah cukup. Perjalanan menuju puncak masih panjang, dan ia akan mendakinya selangkah demi selangkah, dengan lentera di satu tangan dan orang-orang terkasih di tangan lainnya.