NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#29

Malam di pinggiran Chicago terasa lebih mencekam bagi Issaura. Dengan napas yang memburu dan gaun satin yang sudah robek di bagian bawah, ia terus berlari menembus kegelapan. Di belakangnya, bayang-bayang pesuruh ibu tirinya seolah siap menerkam. Issaura tidak punya pilihan; menikah dengan pria tua bangka kolega bisnis ibu tirinya adalah kematian baginya, maka lari adalah satu-satunya jalan hidup.

"Non Issaura, lewat sini!" bisik Bi Minah, pembantu setia di rumahnya yang sudah menganggap Issaura seperti anak sendiri. Bi Minah menarik tangan Issaura masuk ke dalam sebuah gang sempit, menjauh dari sorot lampu mobil yang mengejar.

"Bi, aku tidak tahu harus ke mana. Mereka akan menemukanku," tangis Issaura pecah.

Bi Minah terdiam sejenak, otaknya berputar cepat. Ia teringat pada sahabat lamanya, Bi Sumi, yang bekerja sebagai kepala pelayan di sebuah penthouse paling dijaga ketat di seluruh Chicago—kediaman keluarga besar Lopez.

"Hanya ada satu tempat yang tidak berani disentuh oleh ibu tirimu, Non. Kediaman Tuan Zion Lopez. Kebetulan Bi Sumi bilang mereka sedang butuh pelayan tambahan untuk mengurus paviliun tamu karena Nyonya Cassie sedang sibuk dengan proyek besarnya. Kita akan menyembunyikan mu di sana sebagai pelayan magang," ujar Bi Minah mantap.

Dua jam kemudian, Issaura sudah berada di pintu belakang Mansion mewah tersebut. Bi Sumi, wanita paruh baya dengan seragam rapi, menatap Issaura dengan iba.

"Cantik sekali anak ini, Minah. Kau yakin dia mau bekerja kasar? Nyonya Cassie itu sangat teliti, dan Tuan Muda Logan... yah, kau tahu sendiri, dia pangeran es yang bisa membekukan siapa pun hanya dengan tatapan mata," bisik Bi Sumi.

"Tolonglah, Sumi. Ini masalah hidup dan mati," mohon Bi Minah.

Issaura mengangguk mantap, menghapus sisa air matanya. "Saya akan melakukan apa saja, Bibi. Mencuci, mengepel, apa pun. Tolong sembunyikan saya."

Akhirnya, Issaura diterima. Ia diberikan seragam pelayan berwarna abu-abu yang tertutup, rambut panjangnya diikat cepol rapi, dan kacamata berbingkai hitam besar dikenakan untuk menyamarkan kecantikannya yang mencolok.

Pagi harinya, suasana di kediaman Lopez tampak seperti biasa. Cassie sedang sibuk dengan tumpukan cetak biru di ruang kerjanya, sementara Zion baru saja selesai berolahraga.

Logan, sang pangeran es yang kini berusia 21 tahun, keluar dari kamarnya dengan wajah datar. Ia bersiap menuju kampus untuk menyelesaikan urusan tabrakan mobil kemarin. Saat ia melewati lorong menuju ruang makan, ia melihat sosok asing sedang berlutut membersihkan debu di sela-sela bingkai foto keluarga mereka.

Logan berhenti. Ia merasakan aura yang berbeda. Pelayan ini tidak seperti pelayan biasanya yang selalu menunduk ketakutan saat ia lewat. Pelayan ini tampak... gemetar, namun punggungnya tegak.

"Siapa kau? Aku belum pernah melihatmu," suara rendah Logan menggelegar di lorong yang sunyi itu.

Issaura tersentak. Jantungnya nyaris copot. Ia perlahan berdiri dan menunduk dalam-dalam, berusaha menyembunyikan wajahnya di balik kacamata besar itu. "S-saya pelayan baru, Tuan Muda. Nama saya... Issa."

Logan menyipitkan matanya. Ia melangkah maju, memperpendek jarak di antara mereka. Bau parfum mahal yang tertinggal di baju Issaura, meski sudah dicuci—tidak bisa membohongi indra penciuman tajam Logan. Pelayan tidak memakai parfum niche seperti ini.

"Issa?" Logan mengulangi nama itu dengan nada skeptis. "Sejak kapan pelayan di rumah ini memakai kacamata yang tidak pas dengan ukuran wajahnya?"

Issaura semakin menunduk. "Mata saya sedang sakit, Tuan Muda."

Tepat saat itu, Zion berjalan mendekat sambil merangkul bahu Cassie. "Logan, ada apa lagi? Kau mengintimidasi pelayan baru kita?"

Zion menatap Issaura sekilas, lalu beralih ke istrinya. "Lihat, Cass. Anakmu ini benar-benar tidak bisa bersikap ramah sedikit pun."

Cassie mendekati Issaura, menatapnya dengan lembut namun menyelidik. Sebagai wanita yang pernah lari dari masa lalu yang pahit di London, insting Cassie sangat kuat. Ia melihat tangan Issaura yang halus—tangan yang tidak pernah bekerja kasar.

"Bibi Sumi bilang kau dari desa di pinggiran kota," ucap Cassie pelan. "Bekerjalah dengan baik, Issa. Di rumah ini, selama kau jujur, kau akan aman. Tapi jika kau membawa masalah..."

"Saya tidak membawa masalah, Nyonya," potong Issaura cepat, suaranya sedikit bergetar. "Saya hanya ingin bekerja."

Zion tersenyum miring, ia menarik Cassie pergi. "Biarkan saja, Sayang. Logan akan mengawasinya. Dia kan polisi moral di rumah ini."

Setelah orang tuanya pergi, Logan tetap berdiri di sana, tidak beranjak. Ia menatap Issaura yang kembali berlutut melanjutkan pekerjaannya. Logan tahu ada sesuatu yang tidak beres. Gadis ini bukan pelayan. Cara dia bicara, cara dia bergerak, bahkan ketakutannya terasa seperti seseorang yang sedang diburu.

"Issa," panggil Logan lagi.

Issaura mendongak sedikit. "Ya, Tuan Muda?"

"Jangan mencoba berulah di rumah ini. Aku tidak peduli siapa kau atau apa yang kau sembunyikan. Tapi jika kau sampai membuat Mommy-ku stres, aku sendiri yang akan menyeret mu keluar," ucap Logan dingin, sebelum ia berbalik dan berjalan pergi dengan langkah angkuh.

Issaura menghela napas lega saat sosok Logan menghilang. Namun, ia tidak menyadari bahwa Logan tidak sepenuhnya pergi. Di ujung lorong, Logan mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan singkat kepada Cris, asisten ayahnya.

Logan: Cari tahu tentang gadis bernama Issa yang baru masuk hari ini. Periksa semua pelarian wanita dari keluarga kaya di Chicago dalam 24 jam terakhir. Ada bau 'bangsawan' yang mencoba bersembunyi di dapur kita.

Di dalam hatinya, Logan merasa ada permainan baru yang menarik. Ia yang selama ini benci melihat wanita dipermainkan, kini dihadapkan pada seorang gadis yang tampaknya sedang melarikan diri dari permainan kotor keluarganya sendiri.

Malam itu, di paviliun pelayan, Issaura duduk di tepi ranjang sempitnya. Ia menatap bulan dari jendela kecil, bertanya-tanya berapa lama ia bisa bertahan di istana es milik keluarga Lopez. Ia tidak tahu bahwa pria yang paling ia takuti di rumah itu, Logan, kini adalah satu-satunya orang yang mungkin bisa menyelamatkannya dari ibu tirinya—atau justru menjadi badai baru dalam hidupnya.

Sementara itu, di kamar utama, Zion memeluk Cassie. "Anak kita sepertinya menemukan mainan baru, Cass. Kau lihat cara dia menatap pelayan baru itu?"

Cassie tersenyum tipis, menyandarkan kepalanya di dada Zion. "Aku hanya berharap gadis itu bukan masalah besar, Zion. Tapi jika dia benar-benar melarikan diri karena dipaksa menikah... kau tahu Logan akan melakukan apa."

Zion tertawa rendah. "Ya. Dia akan menghancurkan siapa pun yang memaksa gadis itu. Darah Lopez-ku mengalir deras di nadinya."

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!