NovelToon NovelToon
Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Malam Yang Tak Terlupakan Dengan Pak Presiden

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Violetta Gloretha

"Jawab jujur pertanyaan saya, apa kamu orang yang tidur dikamar hotel saya?" tanya Kaivandra Sanzio Artamevia.

Seana Xaviera Levannia menatap mata pria berbahaya itu, sebelum akhirnya perlahan&amp melangkah mundur. "B-bukan saya kok Pak--"

..

Kaivandra Sanzio Artamevia, seorang pria yang paling dikenal di kota ini. Di pria kejam dan haus darah dengan kecenderungan menggunakan metode brutal, dan tidak menusiawi. Tidak ada wanita yang berani mendambakannya, meskipun Zio diberkahi dengan penampilan yang tampan.

Tanpa diduga, seorang wanita berhasil tidur dengannya ketika dia sedang dalam keadaan mabuk! Ketika Zio mengacak-acak seluruh dunia hanya untuk mencari wanita misterius itu, dia baru menyadari bahwa tubuh sekretarisnya semakin berisi.

Apakah kebenaran yang selama ini ditutup rapat-rapat, akan terbongkar lewat kecurigaan Zio?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Violetta Gloretha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

6

Suasana tiba-tiba berubah menjadi hening. Mata gelap Sanzio berkilau dingin ketika dia menatap Seana yang sangat gugup dalam keheningan total.  Dalam diamnya itu, Sanzio mencoba untuk memastikan seberapa jujur Seana saat ini.

Seana juga menatap Sanzio dengan perasaan cemas dan was-was. Sementara telapak tangannya basah karena keringat. Seana merasa seperti dirinya bisa gila kapan saja. Diam-diam, Seana berharap agar Velia tidak mengiriminya pesan lagi.

Tepat ketika Seana berpikir, hal ini akan segera berakhir dengan catatan Sanzio mempercayainya. Pria itu tiba-tiba buka suara dengan nada dingin. "Selama libur kantor, pekerjaan apa yang kamu lakukan?."

"Saya membuat kerajinan dari tanah liat, Pak. Itu saya lakukan juga sebagai hobi pada awalnya." Jawab Seana.

"Kerajinan seperti apa itu?."

"Membentuk sesuatu yang kita inginkan dari tanah liat, Pak. Lalu hasilnya bisa dijual kalau memang ada peminatnya." Jawab Seana. "Pekerjaan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan pekerjaan saya sebagai asisten bapak, dan saya tahu kalau peraturan perusahaan tidak memperbolehkan karyawannya bekerja ditempat lain. Tapi saya memulai itu karena hobi, Pak." Imbuh Seana, dia kemudian mengamati dengan hati-hati bagaimana respon Sanzio, dan menyadari bahwa dirinya sama sekali tidak bisa membaca ekspresi pria itu. Seana tidak tahu apakah dirinya akan selamat atau tidak setelah ini.

Sanzio meliriknya dengan dingin, lalu menghisap rokoknya. "Bukankah perusahan sudah membayar gaji kamu dengan cukup?." Tanyanya.

"Betul, Pak. Dan sama seperti penjelasan saya barusan kalau saya melakukan pekerjaan itu murni karena hobi." Jawab Seana dengan jujur.

Setelah merasakan udara dingin terpancar dari Sanzio, Seana kembali menundukkan kepala, berharap Sanzio mau memaklumi nya dan percaya dengan alasannya. "Kalau bapak tidak mengizinkan, saya akan berjanji untuk tidak melakukan pekerjaan itu lagi."

Selama program orientasi karyawan baru, departemen SDM telah menjelaskan dengan tegas bahwa tidak ada karyawan yang diperbolehkan memiliki pekerjaan sampingan di tempat lain. Mungkin itu karena mereka khawatir karyawan tersebut akan bekerja untuk pesaing perusahaan.

Seana hampir merasa yakin bahwa Sanzio akan memberikan surat keterangan atas pengakuannya, tetapi nyatanya pria itu tidak melakukannya. "Baik, kalau begitu, kamu boleh pergi sekarang." Kata Sanzio kemudian.

Seana menatap pria itu dengan raut wajah bingung. Apa Sanzio mengizinkannya memiliki pekerjaan sampingan itu? Atau apa?

Tetapi Sanzio kini sibuk mengetik sesuatu di laptopnya, dan mengabaikan Seana yang kebingungan.

Seana tidak berani tinggal lebih lama didalam ruang kerja Sanzio, dia segera mengambil ponselnya dan langsung pergi, melarikan diri. Wanita itu berlari sampai langkahnya terhenti didepan lift, lalu mengusap dadanya untuk menenangkan jantungnya yang berdebar kencang. Mengingat, dia hampir mati ketakutan beberapa saat yang lalu.

Seandainya Sanzio menindaklanjuti pertanyaannya dan menanyakan tentang kejadian malam itu, mungkin saja Seana yang tidak pandai berbohong akan menyerah saja dan langsung menceritakan yang sebenarnya pada Sanzio, tanpa memikirkan lagi apa konsekuensi yang akan di terimanya.

Setelah tenang, Seana masuk kedalam lift. Ia turun dan berniat untuk langsung pulang. Tetapi begitu lift terbuka, dia melihat Velia yang berdiri tak jauh dari meja resepsionis dan sedang memainkan ponselnya.

Seana buru-buru menghampirinya dengan raut wajahnya yang masih pucat.

Velia yang menyadari kehadiran Seana, mengangkat pandangannya dari ponselnya dan beranjak dari tempat duduknya. "Ini nih, yang gue tungguin dari tadi. Kemana aja lo, baru nongol? Janjinya cuma sebentar, eh ternyata lama banget." Kata Velia, yang langsung menceramahi Seana. Dia meraih tangan Seana dan mengangkat tangannya yang lain untuk memanggil taksi yang lewat. "Lo sibuk banget ya tadi? Sampe berkali-kali gue chat, lo ngga balas atau dibaca? Katanya cuma setengah jam. Gue capek nungguin lo dari tadi, chat panjang-panjang juga sia-sia." Keluhnya, sembari masuk kedalam mobil setelah Seana.

Seana masih terdiam, dan bibir tampak pucat. Velia dengan iseng sengaja mencubit lengan Seana. "Lo sakit, ya? Kok muka lo pucet banget?."

"Aku baik-baik aja kok." Seru Seana. "Aku ngga tahu kenapa, tapi akhir-akhir ini semua orang selalu nanya Seana kamu sakit ya? Kok pucet banget? Apa semua orang ngga bisa liat dengan teliti?." Tanya Seana dengan perasaan yang kesal.

Jelas, wanita muda itu dalam keadaan yang baik-baik saja. Namun hanya mengalami ketakutan yang luar biasa akhir-akhir ini.

"Trus ada apa dong? Kok muka lo keliatan pucet?." Tanya Velia.

"Aku ketakutan, Velia!."

Velia menghela napas. "Ada masalah apa lagi sih, Seana? Apa yang udah bikin lo ketakutan?." Velia menatap sahabatnya dengan tatapan terheran-heran.

Yang Velia ketahui, Seana hanya dipanggil ke kantor di hari liburnya untuk melakukan beberapa perubahan pada isi surat kontrak. Apa yang mungkin bisa membuatnya begitu takut? Velia langsung menyadari apa yang mungkin terjadi. Dan raut wajahnya langsung berubah. "Apa jangan-jangan Pak Zio udah tau semuanya, ya?".

Wajah Seana langsung berlinang air mata setelah mendengarnya. Melihat Seana, hati Velia terasa mencekam. "Dia ngga tau, kan?."

Seana menggelengkan kepalanya. "Ngga, tapi dia baca semua chat yang kamu kirim!."

Velia terdiam. Kilasan pesan yang ia kirimkan kepada Seana muncul di benaknya. Selain desakan nya yang terus-terusan memaksa Seana cepat pulang, Velia juga menyertakan beberapa pertanyaan yang seharusnya menjadi rahasia untuk mereka berdua.

Semuanya langsung menjadi sunyi. Hanya ada suara mobil yang melaju di jalan yang terdengar.

Raut wajah Velia juga pucat. "Terus gimana? Lo bisa bikin alasan, kan supaya Pak Zio ngga curiga sama lo lagi?."

Wajah Seana membeku. Air mata kembali menggenang di matanya. "Dia keliatan santai banget. Tapi sebenarnya dia lagi nyariin perempuan yang tidur sama dia, di malam itu." kata Seana dengan terbata-bata.

Hal itu membuat Velia juga merasa sangat gelisah. Seana menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca. "Bisa ngga kamu lain kali nelfon aku aja, kalau kamu lagi perlu sesuatu dan waktunya ketika aku lagi kerja?."

Ya, Velia tidak bisa lagi mengirimi Seana pesan. Karena isi pesan-pesannya taksi sudah mengungkapkan terlalu banyak. Jika hal seperti itu terjadi beberapa kali lagi, Seana mungkin akan berakhir di tiang gantungan.

Velia mengangguk, setuju. "Lo jangan khawatir. Gue ngga akan pernah nge-chat lo lagi." Dia juga tidak punya nyali untuk melakukannya lagi.

Namun yang masih belum mereka ketahui, apakah ceo dingin itu sudah berhasil mengungkapkan kebenaran tersebut atau tidak.

"Pak sopir, nanti belok aja ke komplek apartemen cempaka ya. Kita ngga jadi pergi ke mall." Pinta Velia.

"Oke deh, mbak."

TAMBAHAN: Kalau kalian suka sama ceritanya, jangan lupa tulis komentar dan ulasan kalian tentang buku ini, ya.

Berikan penilaian dan dukungan kamu!!

1
Yessi Kalila
Melani dalam bahaya.... ngga tau siapa Seana sekarang .... seenaknya nyuruh2
Yessi Kalila
wkwk.... lugu banget sih Seana... 🤣🤣🤣
Lisna
lanjutt thorr...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!