NovelToon NovelToon
Sang Pendiri Kekaisaran

Sang Pendiri Kekaisaran

Status: sedang berlangsung
Genre:Ahli Bela Diri Kuno / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: yogasurendra

Huang Xuan dengan kekuatannya mengguncang dunia memimpin pemberontakan kepada Dewa. Disaat menuju kemenangannya, hal aneh terjadi hingga membuatnya kalah yang kemudian terjatuh kembali ke alam manusia. Disaat kejatuhannya, alam manusia telah memiliki peradaban maju yang ditandai dengan berdirinya dinasti Xia yang merupakan mandat dari alam Dewa untuk manusia. Setiap pemimpinnya memiliki garis darah Dewa membuatnya menjadi penguasa sejati alam manusia. Huang Xuan yang membenci para Dewa memulai perjalanannya dengan menggulingkan Dinasti Xia sebelum dirinya kembali memberontak ke alam Dewa.


"Dengan pedang sebagai pena dan darah sebagai tinta, aku Huang Xuan menulis sejarah dengan cara berdarah-darah. Tidak takut kepada Dewa, Setan dan Iblis karena aku lah penguasa sesungguhnya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yogasurendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tanah Yang Dijanjikan

Adipati Agung Luo Tiancheng yang tengah duduk di ruang kerjanya kedatangan elang pembawa pesan dari kakak nya Raja Yinluo. Beranjak berdiri mengambil surat yang ada pada kaki elang tersebut, begitu membukanya membuat keterkejutan tak bisa disembunyikan dari balik wajah pucatnya.

"Hari itu telah tiba,"gumam Adipati Agung menghela nafas panjang.

"Zhaoren!"

"Menghadap Tuanku," balas Liang Zhaoren menundukkan kepalanya.

"Perintahkan untuk Beiyue menutup diri dan bersiaga ketat. Kita menunggu kedatangan Jendral Besar Xia bersama seluruh pasukannya," ucap Adipati Agung yang seketika membuat Liang Zhaoren terkejut.

"Tuanku, pangeran tengah dalam perjalanan menuju kemari,"balas Liang Zhaoren meningatkan junjungannya.

"Siapkan kuda ku, aku akan menjemputnya!" perintah Adipati Agung.

"Tapi... Tuan.." ucap Liang Zhaoren yang seketika ditentang oleh Adipati Agung hingga membuatnya segera melaksanakan perintah menyiapkan kuda junjungannya.

Adipati Agung ke luar dari ruang kerjanya dengan langkah tergesa-gesa melewati lorong demi lorong mengabaikan seluruh pelayan dan prajurit yang memberikannya hormat. Liang Zhaoren telah menyiapkan kuda di halaman kediaman menunggu junjungannya tiba. Ketika Adipati Agung datang. segera ia menaiki kuda putih miliknya melecutkan tali keluar dari kediamannya. Derap kaki kuda menggetarkan permukaan tanah meninggalkan jejak kaki kuda di tengah dinginnya udara Beiyue. Ia menuruni gunung melewati jalanan berliku ditengah badai salju yang selalu mendera wilayahnya. Wilayah Beiyue yang selalu bersalju sepanjang tahun dengan pusat pemerintahannya berada di cekungan yang dikelilingi oleh pegunungan utara membuatnya memiliki benteng alami. Gerbang kota ditutup dan penjagaan diperketat disetiap pos-pos pengamanan.

"Benteng terakhir adalah aku maka tidak boleh ada kegagalan sama sekali,"ucap Adipati Agung dengan wajah datarnya.

Kulitnya putih pucat memiliki rambut putih seperti seorang dewa yang tengah turun ke dunia tatkala jubah bulu miliknya berkibar oleh angin. Udara dingin tak membuatnya berhenti untuk beristirahat karena dia satu-satunya orang spesial yang terlahir dari klan Luo adik dari Raja Yinluo saat ini. Dia hanya bisa hidup ketika berada di tempat dingin membuatnya terpisah dari sauara-saudara lainnya menjadikannya Adipati Beiyue yang disegani dan penuh misteri.

Kereta kuda telah memasuki wilayah salju. Air sungai mengalir dengan ajaib meskipun suhunya begitu rendah. Luo Qingyao ke luar dari kereta kuda seketika penampilannya berubah sama seperti ayahnya membuat Huang Xuan terkejut.

"Kau seperti perempuan bahkan terlihat layaknya saudara kembar sepupumu,"celetuknya yang membuat ekspresi Luo Qingyao masam.

Luo Qingyin menahan tawa menggelengkan kepalanya tak habis pikir dengan celetukan Huang Xuan sedangkan Canghai memiringkan kepalanya kemudian menganggukkan kepalanya.

"Tuanku benar. Dia seperti ular betina berwarna putih," timpalnya yang membuat tawa Luo Qingyin tak lagi bisa dibendung.

"Sudah-sudah. Dia memang terlahir secara alami seperti itu begitu merasakan hawa dingin akan tetapi bisa beradaptasi di dunia luar berbeda dengan paman Tiancheng yang tidak bisa meninggalkan wilayah Beiyue sama sekali,"ucap Luo Qingyin membuat Huang Xuan mengerutkan keningnya penasaran.

"Kemarilah!"ucap Huang Xuan kepada Luo Qingyao yang berjalan mendekat ke arahnya.

Segera Huang Xuan menarik lengan Luo Qingyao kemudian menggunakan qi nya untuk menancapkan jarum akupuntur menarik benang qi merasakannya dengan cermat aliran qi yang dimiliki oleh Luo Qingyao.

"Jika bukan karena ibunya tak mungkin baginya untuk ke luar dari Beiyue. Dia memiliki aliran qi hangat sehingga membuatnya bisa ke luar dari tanah terkutuk ini. Namun, karena memiliki dua aliran energi yang bersebrangan membuat qi miliknya kacau. Dia bisa saja mati karena ketidakstabilan qi di dalam tubuhnya,"ucap Huang Xuan menjelaskan situasi yang dialami oleh Luo Qingyao.

"Apakah ada cara untuk menenangkan aliran qi yang saling bertabrakan itu?" balas Luo Qingyao penasaran.

"Tentu saja ada dan hanya kau sendiri yang bisa melakukannya. Caranya sederhana, belajar mengendalikan qi yang ada di tubuhnya memanfaatkannya sesuai apa yang kau inginkan,"jawab Huang Xuan.

"Aku belum pernah melihat istri dari paman Tiancheng,"ucap Luo Qingyin.

Suara gemuruh tiba-tiba terdengar membuat mereka mengerutkan kening melihat badai salju yang turun dari pegunungan.

"Kalian semua masuk ke dalam, badai salju akan datang,"teriak Luo Qingyao.

"Badai itu datang karena seseorang,"ucap Huang Xuan.

"Jangan-jangan...!!"balas Luo Qingyao terkejut memikirkan sesuatu.

"Paman Tiancheng!"seru Luo Qingyin melihat bayangan sosok berkuda ditengah badai yang kian mendekat ke arahnya.

"Dialah sang bintang utamanya,"celetuk Huang Xuan tatkala melihat Adipati Agung tengah berkuda dengan badai yang sedang memburunya dari belakang.

Kecepatannya begitu cepat tak lama kemudian ia sampai di tempat mereka berada. Badai salju kian mendekat membuat Adipati Agung berbalik badan mengepalkan tangannya seketika membelah badai melindungi kereta kuda dari ancaman hantaman badai salju.

"Salam paman"ucap Luo Qingyin.

Adipati Agung mengangukkan kepalanya membalasnya dengan senyuman. Pandangannya sekilas menatap Huang Xuan begitupun Canghai sebelum beralih kembali kepad Luo Qingyin.

"Aku yang akan mengawal kalian,"ucapnya diangguki oleh Luo Qingyin.

Kereta kuda kembali melaju diikuti oleh Adipati Agung yang mengendarai kuda di tengah hamparan salju dengan gagah beraninya. Luo Qingyin selalu kagum akan pamannya yang begitu perhatian kepadanya.

"Apakah senior tahu alasan Adipati Agung tidak bisa meninggalkan Beiyue?"tanya Luo Qingyin penasaran.

"Tidak tahu. Jika kau ingin maka bertanyalah secara langsung,"jawab Huang Xuan membuat Luo Qingyin memiliki ekspresi buruk.

"Baiklah..."balasnya singkat.

Hawa dingin kian menusuk disertai hembusan angin yang kian terasa kencang. Pegunungan utara membentang megah menjulang tinggi seperti benteng alami menciptakan fenomena indah. Jalanan berliku yang hanya satu kali muncul ketika seseorang terbiasa melewatinya membuat siapapun yang baru saja pertama kali datang kemungkinan besar tersesat. Suara gemuruh terdengar kembali membuat mereka yang ada di dalam kereta khawatir. Adipati Agung melecutkan tali kudanya menyalip kereta memimpin jalan di depan. Suara gemuruh terdengar kian keras dimana salju di puncak gunung turun.

Ledakan energi spiritual menggema seakan menghentikan waktu sejenak membelokkan seluruh badai salju yang mengarah kepada mereka. Huang Xuan yang berada di dalam kereta mengintip ke luar melihat Adipati Agung yang tampak tak begitu peduli dengan hawa dingin yang kian menusuk.

"Dia terlahir memang untuk hidup dimari,"ucap Huang Xuan.

"Maksudnya?" balas Luo Qingyin bingung.

Huang Xuan tak menjawab hanya diam membuat Luo Qingyin tak lagi memaksanya untuk berbicara. Dari kejauhan gerbang utama kota Hanjing tampak megah ketika terbuat dari bebatuan gunung secara alami menambah kesan misteri. Pintu batu menjulang tinggi perlahan-lahan terbuka dengan sendirinya ketika Adipati Agung berada dekat dengan gerbang kota. Luo Qingyin mengerutkan keningnya ketika di atas gerbang kota para prajurit seakan-akan berada dalam posisi waspada bersiap untuk berperang. Huang Xuan mengerutkan keningnya seakan-akan merasakan sesuatu keanehan yang meliputi kota Hanjing.

1
Nanik S
Huang Xuan lupa ingatan
Nanik S
Perang lagi
Nanik S
Ternyata Menyelamatkan Qingyun agar terhindar dr peoerangan
Nanik S
Kaisar ternyata licik juga
Nanik S
Naga perak pasti lenyap
Nanik S
Petikan senar hanya menghancurkan tombak 👍👍
Nanik S
Budak para dewa
Nanik S
Apakah Huang Xuan akan meninggalkan dunia Fana
Nanik S
Lanjuutkan
Nanik S
Huang Xuan .. menyesuaikan kondisi tubuhnya di alam yang baru
Nanik S
Hadir 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!