NovelToon NovelToon
TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

TOXIC REALESENSIF - Lingkungan Yang Buruk

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying di Tempat Kerja / Dendam Kesumat / Bapak rumah tangga
Popularitas:967
Nilai: 5
Nama Author: Coretan Hitam.Id

Semua akan hadir jika kita sedang memiliki harta benda, Rumah yang mewah , harta dimana mana, semua akan di anggap KELUARGA jika kita punya segalanya, Tapi coba lihat jika kita sedang tidak punya apa apa, jangankan di anggap keluarga di tanya kabar pun tidak akan pernah, Uang yang berbicara, uang yang membuat lingkungan keluarga menjadi Cemara dalam cerita ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Coretan Hitam.Id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mati Tapi Hidup

Aktifitas senam aerobix terus berjalan selama kurang lebih satu minggu an, Tapi yang tadinya Lesi sering di ajak ngobrol sama ibu ibu muda atau pun seusia nya, tapi akhir akhir ini mereka seperti menjauh dari Lesi, Bahkan ketika Lesi menghampiri mereka, mereka yang tadinya asik bercanda dan tertawa tiba tiba senyap kala Lesi datang.

"Loh udah kayak Jangkrik ke injek aja, tiba tiba banget sunyi " Batin Lesi ketika menyadarkan ada yang berbeda saat dia bergabung disana, Tentu disana ada Bi Semi dan jiga anak tetangga belakang rumah.

Lantaran suasana tidak nyaman bagi Lesi, jadi Lesi memutuskan untuk Pergi menjauh dan memilih sendiri saja. Entah salah dia apa sampai mereka seperti risih dengan nya.

Senam sore hari ini berjalan lancar, tidak ada aturan dan gangguan seperti di awal, karena mereka semua sudah hapal dengan gerakan nya, jadi tidak ada yang protes lagi.

Lesi pulang ke rumah dengan Ratna , karena ibu Arumi tidak bisa ikut senam , ibu Arumi sedang berkunjung ke Uwa nya kala itu.

" Mereka kenapa sih mbak, aku deketin malah stop ketawanya, Aneh " Adu Lesi kepada Ratna disaat jalan pulang ke rumah.

" Gatau ya Les, Eh tapi ya kemarin waktu Voly kan kamu gak ikut ya, Bu Semi sama Teman teman nya tadi ngomongin kamu loh " ujar Ratna. karena bukan hanya Senam saja yang ada tapi juga di adakan Voli Ball, tapi untuk itu Lesi tidak pernah ikutan.

" Ngomongin apaan , emang aku punya salah sama mereka ?" Timbal Lesi tidak terima.

" aku cuma denger aja sih ya, katanya kamu posting video waktu kita senam ke sosmed kamu ya ?," seketika Lesi mengangguk . " Nah karena itu katanya mereka di cengcengin di sekolahan anak mereka pas mereka anter anaknya" Lanjut Ratna.

" Lah cuma gitu doank emang kenapa emang nya , Kan mereka sendiri yang bilang, RT kita ini harus lebih Eksis dari RT sebelah, kok malah gak terima misalkan ada yang Notice " Cerocos Lesi.

" Entah lah, Bu Semi juga bilang katanya udahlah senam nya gak di lanjutin lagi, malu katanya gara gara kamu upload upload Saat lagi senam " Tutur Ratna.

" Ya ampun, Ya silakan aja toh gak rugi senamnya gak ada juga, tadinya juga gak ada, suruh siapa di adaan, lagian kan muka ku doank loh yang ke sorog kamera ponsel aku, Pada Ge-er banget manusia " Emosi Lesi mendidih kala mendengar cerita dari Ratna.

" iya ya, Pada bawel banget mereka, Kemarin masalah Uang Kas, uang Kas Lima ratus perak aja pada ribut banget ya orang orang sinih, Aku cape ngelatih malah kaga di kasih minum setetes pun, untung aku bawa tambler " Keluh Ratna.

"Iya lah bubar bubar juga syukur dah , Ribet " Ungkap Lesi dan mereka melanjutkan jalan nya karena hari sudah semakin gelap.

Lesi sesudah sampai di rumah langsung mandi dan ganti pakaian , setelah itu ia Rebahan di kasur sambil scrol scrol sosmed nya, dan menghapus beberapa video sewaktu iya senam .

" Sok anti kamera banget " dumelnya saat menghapus video tersebut.

"Palingan nih Senam kaga bakalan lama, Orang orangnya pada Toxic begitu, banyak aturan " Lanjutnya lagi, Ia belom bisa membuang rasa kesalnya. kenapa mereka gak mengomentari langsung kepada dirinya saja , kenapa harus di belakang nya.

Saat itu juga sayup sayup Lesi mendengar dari ruang tamu, terdengar suara orang menangis nangis, dan suara bu Arumi juga, Sontak Lesi yang sedang istirahat langsung beranjak bangun dan keluar kamar, niat menghampiri sumber suara.

Terlihat disana ada Bi Dewa yang sedang menangis sesegukan dan ada Bu Arumi juga di sampingnya yang sedang menenangkan Bi Dewi, Lesi yang terbangong sedari tadi, langsung bergabung dan menanyakan apa yang sedang terjadi terhadap Bi Dewi.

" Om mu itu, Udah kecanduan Ju*i Online Les," Jelas ibu, dan tangisan Bi Dewi semakin kencang.

" Kok bisa, udah lama memangnya bi ?" Tanya Lesi penasaran dan sedikit kesal.

Bi Dewi mengangguk, " udah, itu motor yang di beli juga hasil itu, tapi motornya sekarang di curi orang waktu om mu mancing " Tutur Bi Dewi dengan tersenggal senggal karena menangis.

" Ya ampun " Lesi kaget saat mendengar ucapan Bi Dewi.

" Bibi gatau lagi harus gimana, mana hutang dimana mana, Om mu juga gak ada niatan buat Kerja, Kerjaan nya main ponsel sama marah marah kalo gak diturutin kalo dia mau main lagi " Lanjut Bi Dewi.

" Jadi kalian rela berhutang demi itu ?" tanya Bu Arumi.

" iya, soalnya kalo gak begitu , aku gak punya pegangan Mbak, terus kalo gak di turutin Suamiku marah marah ke aku Mbak aku binggung " Tutur Bi Dewi.

Lesi tidak menyangka bahwa om nya itu sudah kecanduan Jud*l, dia fikir motor yang di beli cash kemarin itu beneran hasil warisan, ternyata itu adalah hasil menang Jud*l. mungkin karena mendapatkan nya secara tidak hallal, dan juga berbohong, jadi hilang di curi maling, dan bi Dewi lebih rela tidak makan dari pada di marahin habis habis oleh om Lusman karena tidak di carikan uang untuk Ju*i.

Lesi hanya bisa menyimak saja, karena dia binggung harus berkomentar seperti apa, terkadang orang yang kecanduan susah untuk di nasehatin.

saat mereka sedang mendengar keluhan Bi Dewi, tiba tiba Om Lusman datang tanpa permisi.

" Kamu disini ternyata ?" Ucap Om Lusman kepada Bi Dewi yang sedang menangis, dari mimik mukanya dia seperti marah, dan mencoba menarik lengan Bi Dewi. tapi sang empunya melepaskan genggaman om Lusman.

" aku gak mau pulang, aku malu sama tetangga, aku di tagih terus, aku malu Pak " tutur Bi Dewi.

yang membuat kaget Om Lusman dengan entengnya bilang, " Ya kalo kamu malu, bayarin donk, kan kamu yang minjem nya juga " Ucapnya.

membuat Lesi yang tadinya diam saja, kini mendidih dan mengomeli om nya itu. " Heh, Itu utang kamu ya, Kan Bibi ngutang karena Om yang suruh buat Ju*i kenapa malah nyalahin Bibi ?" Tegasnya.

Om Lusman tidak mengubris ucapan Lesi dia tetap mencoba menarik Bi Dewi untuk pulang.

" Lusman, Kenapa kamu egois hah, Kenapa kamu seperti ini sekarang, kamana kamu yang gila kerja ?, katanya kalo kamu rujuk dengan Dewi, kamu bakalan jadi lebih baik, nyatanya apa ?, Pantas mertua mu ogah melihat wajahmu Lusman, " Amarah Bu Arumi pun juga memuncak.

Om Lusman memang pernah bercerai dengan Bi Dewi, Dan mereka pun sudah di Karunia'i anak perempuan, umurnya beda dua tahun dari Lesi, Tapi anaknya ini di urus oleh Ibu dan bapak Bi Dewi, karena perceraian itu,dan mereka bercerai pun di karena tuntutan dari orang tua bi Dewi, sewaktu awal mereka menikah Om Lusman masih menjadi pedagang asongan pinggir jalan, Dan mungkin Kedua orang tua bi Dewi tidak mau jika anaknya Menikah dengan pedagang asongan, jadilah bi Dewi di suruh meminta cerai oleh kedua orangtuanya dan mereka juga yang mengurus kepengadilan, Om Lusman yang belom siap bercerai, dan masih ada rasa cinta kepada Bi Dewi, karena memang sebelomnya tidak terjadi apa apa dalam hubungan mereka, hanya karena ekonomi , mengingat om Lusman pedagang asongan, dan jarang mendapatkan uang. Tapi setelah delapan tahun mereka bercerai, Om Lusman menjadi lebih giat kerja, Dia juga sudah memiliki tempat usaha di mana mana , Dan bahkan dia setiap pulang ke kampung tidak pernah lupa untuk membelikan ibu serta Bu Arumi dan juga Bi Semi sebuah Emas untuk pegangan mereka, Dan mengajaknya belanja belanja, Om Lusman orangnya sangat Royal, tidak bisa jika melihat orang kesusahan, Teman teman nya juga banyak yang ia bantu ketika sedang di titik terendah, entah itu bangkrut, Om Lusman memberikan nya modal, dan dia juga tidak berharap di ganti.

Om Lusman sudah bisa membeli tanah dan bahan bahan bangunan untuk membangun rumah di tanah tersebut, Tapi Bi Dewi datang kembali dengan anak perempuan mereka yang dulu masih duduk di bangku SMP, Bi Dewi bilang bahwa anaknya sering di ejek tidak punya bapak, karena sejak SD tidak pernah di antarkan oleh Sang bapak , Maka pada saat itu juga Bi Dewi meminta Rujuk kepada om Lusman demi anak mereka, yang terus di tanyakan keberadaan bapaknya oleh teman dan guru di sekolahnya.

tak lama mereka pun rujuk, tapi entah kenapa setelah mereka Rujuk , om Lusman bisa di bilang Bangkrut secara perlahan, hasil dari tempat usahanya selalu nombok ke modal, alhasil om Lusman jarang mendapatkan uang, bahan bangunan yang dia beli sewaktu menduda, Mereka jual untuk biaya hidup mereka, Dan tanah yang dulu di beli juga, di jual untuk biaya menikah anak nya, Karena anaknya susah di suruh prihatin, pengen yang mewah dan megah dekorasi pernikahan nya, dia bilang Gengsi karena teman teman nya pasti bakalan mengolok ngolok dia, Alhasil tersisa rumah peninggalan ibu nya om Lusman saja yang mereka tinggali, tapi kini mereka di ancam suruh pindah karena rumah itu sudah di sita bank, mereka nunggak sudah tujuh bulan.

Om Lusman sekarang seperti Ma*i batin nya, Semangatnya juga sudah luntur, mungkin dia fikir jika dia rujuk kembali dia bakalan lebih maju dan membuktikan jika dia sudah berubah, tapi ternyata malah kembali ke Nol lagi. hubungan dengan mertuanya pun kurang baik, Mertuanya pun jika menyuruh Bi Dewi menginap disana, mereka bilang " Lusman gak ikut juga gak apa apa , kamu saja ", seperti mereka risih jika Om Lusman ikut .

Bu Arumi menangis di depan Lusman yang sudah terduduk lemas, " Kamu kenapa seperti ini, mana Lusman yang dulu, Yang kamu bilang ke Mbak, jika Lusman akan bahagiakan keluarga, mana Lusman ?" Tutur ibu dengan tersedu sedu.

om Lusman tidak memberikan jawaban apa apa , dia hanya menduduk, dan mendengarkan apa yang keluar dari bibir mbaknya, yang bisa di bilang pengganti ibunya.

" Kamu lihat, Semi dan Aryo, menjauh bukan karena gak mau punya keluarga kayak kamu, Tapi mereka kecewa sama kamu, yang hidup tapi seperti Ma*i, tidak ada tujuan lagi di hidupmu " Tegas Bu Arumi.

" Aku gak tau mbak, Kenapa aku seperti ini, Aku gak mungkin bangkrut karena Ju*i itu mbak " Belanya, dia masih menyangkal jika bukan Ju*i menyebab dia bangkrut.

" kenapa kamu bisa bilang bukan dari sana ?" Tanya ibu.

" ya karena Ju*i menguntungkan Mbak, ketika aku gak ada uang, tiba tiba aku di kasih Jakpot dua puluh lima juta, jadinya aku belikan motor itu, tapi karena di maling aja "jelasnya dengan mimik muka yang terlihat tenang.

" Coba kalo aku pinjam ke mbak , Ke Semi atau ke Mas Aryo, Gak mungkin kan aku di kasih segitu, jangan kan segitu, di kasih pun tidak mumgkin " Lanjutnya.

Bu Arumi kepalang kesal, dia melayangkan telapak tangan nya ke arah pipi Lusman.

PLAKKKK....

Dengan napas yang memburu, Bu Arumi menahan amarahnya, Lesi yang melihat tindakan Ibunya segera menjauhan bu Arumi dengan Om Lusman saat itu juga.

" KAMU GAK TAU MALU YA, KEMARIN SEBELUM KALIAN BELI MOTOR ITU, KALIAN PINJAM UANG KESIAPA HAH ?, AKU, MAS MU, DAN PONAKAN MU , RELA MAKAN MIE INSTAN SATU DI BAGI TIGA, KARENA UANGNYA DI PAKE OLEH KAMU, Ternyata kamu pake uang itu buat Ju*i " Emosi Bu Arumi, dengan menjerit jerit, memarahi Lusman yang hanya diam saja, Tidak ada ekpresi dan merasa bersalah.

" PERGI KAMU, PERGIII " usir Bu Arumi, dengan menunjuk ke arah pintu utama , menyuruh kedua pasangan hilang arah ini pulang.

" Pergi kalian, Sebelum ibu bertindak lebih kasar " Seru Lesi yang ikutan emosi , tapi sengaja dia tahan karena dia tidak mungkin ikutan menghakimi Lusman.

Dewi dan Lusman pergi dan meninggalkan rumah Bu Arumi.

Bu Arumi mencoba menormalkan napasnya yang sesak dan eneg, Lesi membawakan air minum yang hangat untuk menenangkan bu Arumi yang sudah terduduk lemas di sopa.

" di minum dulu Bu " UcaP Lesi sambil meminumkan Air hangat ke Bu Arumi.

" ya allah, Bu, Lusman kenapa seperti itu Bu, Untung ibu sudah tidak ada, Jika masih ada aku gak tega lihat Ibu menangis Karena menasehati Lusman " keluh Bu Arumi, sambil menyebut sang Ibu yang sudah lama berpulang ke maha pencipta.

" Sabar ya bu, Om Lusman lagi kecanduan, memang jika orang kecanduan Kayak orang lagi jatuh cinta, Meski di sakiti beberapa kali pun, susah di bilangin. pasti balik lagi " Tutur Lesi.

Hati Lesi sakit sekali, Dia baru kali ini melihat ibu nya semarah ini, Ibunya tidak pernah marah kepadanya atau ke bapak sekali pun, ibu kebanyakan ngedumel saja jika dia sedang kesal, tidak pernah se marah ini, sampai Lesi kewalahan menahan nya.

Lesi memeluk ibunya , Mereka menangis bersama.

" Kenapa ya bu, Setelah tidak ada Nenek dari ibu, semua berubah, Sodara sodara ibu juga bukan hanya menjauh dari Om Lusman, Tapi juga ke kita, padahal kita gak pernah menyusahkan Bi Semi dan Om Aryo" Keluh Lesi dalam pelukan Ibunya.

" Mangkanya kamu harus bisa jadi anak yang baik ya, Sebelum menikah harus bisa mengangkat drajat orang tua, Ya setidak nya bisa bikin ibu dan bapak gak di pandang sebelah mata lagi sama sodara ibu " Nasehat Ibu Arumi, seraya mengelus rambut Lesi yang terurai. Wangi blueberry tercium saat bu Arumi mengecup Puncak kepala Lesi.

" Maafin bapak dan ibu ya, gak bisa ngasih kamu warisan, sejak kecil kamu di bawa susah terus sama ibu dan bapak, Sampai saat ini " Ujar Bu Arumi, Lesi yang sudah terlepas dari pelukan ibunya, Kini hanya bisa menatap mata Yang sudah mulai buta warna, dan sudah mulai jelas jika jarak jauh.

" aku tau bu, Aku juga gak minta apa apa dari ibu dan bapak, aku hanya minta ibu dan bapak hidup lebih lama lagi, dan menemenin aku serta keluarga kecilku kelak bu, Karena kalo gak ada ibu dan bapak, aku sama siapa bu " Keluh Lesi, dengan susah payah ia menahan air mata yang memaksa ingin keluar.

" Maaf ya ibu juga gagal, harusnya kamu punya kakak, tapi karena dulu ibu gak tau apa apa, karena menikah masih belia, ibu gagal melahirkan anak pertama ibu, jika saja ibu berhasil melahirkan dia, mungkin kamu punya teman selain ibu dan bapak " Jelas Bu Arumi menceritakan kisah kelam nya dulu, yang gagal menjadi seorang ibu, karena sebuah kecelakaan saat dia hamil anak pertama.

" Tapi, jika takdir tuhan harus seperti ini kita gak bisa melawan bu, Mungkin kalo anak pertama ibu berhasil lahir dan hidup sampai sekarang, mungkin aku yang gak ada bu " Tutur Lesi.

Jarang sekali Lesi dan ibunya menukar cerita, mengungkapkan isi hati mereka seperti ini, meski radanya sesak di dada karena menahan tangisan yang akan merusak suasana , tapi Lesi rasanya lega sekali , Karena selama ini teman curhat nya hanyalah ibu nya, Dia sejak sekolah dasar tidak punya teman ngobrol bahkan teman main, Semua teman teman nya menjauhinya karena dia anak yang cukup kurang pintar, dan melihat keadaan orang tuanya juga , Lesi sering di kucilkan jika dia mendapatkan nilai yang cukup bagus, Pasti teman teman sekelasnya akan menyoraki dia , bahwa dia menyontek ke teman sebangkunya.

dan bukan hanya itu, sewaktu Lesi masih sekolah, dia sering sakit sakitan, dan dalam satu bulan dia bisa sekolah hanya tujuh kali dalam sebulan , Karena fisiknya yang lemah, dia juga jarang ikut upacara di hari senin, jarang ikut olahraga juga, Karena itu juga teman teman nya tidak mau berteman dengan Lesi, menganggap Lesi adalah hama jika di dekati. Jadi Lesi sampai sekarang pun tidak memiliki Teman , Teman nya hanyalah Ibu dan bapak nya saja, Karena itu juga dia tidak pd jika bersosialisasi dengan orang orang di RT nya, tapi jika Lesi sudah dekat dengan orang, dia akan menjadi Lesi yang asik, dan seru jika di ajak ngobrol.

Bahkan Lesi sendiri pun tidak menyangka jika Panji akan menyukainya, sampai mengajak nya bertunangan, Karena mengingat Fisik Lesi yang tidak langsing sepeeti idaman para pria kebanyakan, Lesi selalu merasa tidak percaya diri jika berjalan bersama Panji, Tapi Panji selalu memujinya, jika Lesi cantik di mata nya.

* Semoga semua laki laki di dunia ini, tidak menganggap wanita nya sebagai beban, dan tidak mengucilkan fisik nya.

1
Lanaiq
relate banget nih sama kehidupan nyata
Coretan Hitam.Id: iya emang ini ngambil dari kisah nyata , yang pernah aku dengar ☺
total 1 replies
Dilo
sekalian toh😭
Coretan Hitam.Id: kit ati sih kalo iya huhu
total 1 replies
Dilo
yaelah dibeliin pecel lele doang bangga😔
Coretan Hitam.Id: berasa sang ratu kali 🤣🤣
total 1 replies
Dilo
yaampun...😭
Lilyyanaa
ga yakin sih…
Lilyyanaa
ah pilih kasihhh
Lilyyanaa
alhamdulillah..
Lilyyanaa
ngedip bntr uda 3bln aja
Coretan Hitam.Id: wkwkwk 🤣🤣
total 1 replies
Lilyyanaa
halo kak aku mampirr😍😍😍
Coretan Hitam.Id: Wahh makasihh 😍😍
total 1 replies
gempi
g
Chici👑👑
udah like,favorite, komen
Coretan Hitam.Id: Wah terimakasih kaka 😍👍
total 1 replies
Chici👑👑
Mampir nih kak..mampir juga yuk kak di novel ku judulnya GADIS POLOS UNTUK DOKTER KULKAS
Coretan Hitam.Id
Terimakasih sudah membaca, jangab lupa tinggalkan jejak ☺👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!