NovelToon NovelToon
DAO YIN: KEABADIAN YIN–YANG ABSOLUT

DAO YIN: KEABADIAN YIN–YANG ABSOLUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Budidaya dan Peningkatan / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Mr.Mounyenk

Di Benua Dao Yin, Kekaisaran Yin berdiri di tengah empat kekuatan besar yang menyimpan ambisi pengkhianatan.
Saat perang pecah dan kekaisaran runtuh, Chen Long—pangeran Utara berdarah naga dan keturunan kesatria kuno—kehilangan segalanya.
Diburu manusia, iblis, dan akhirnya langit itu sendiri, Chen Long menapaki jalur kultivasi terlarang Yin–Yang, sebuah kekuatan yang tak diakui surga. Bersama Putri Yin Sunxin, pewaris darah murni Dewi Bulan, ia membangun kembali tatanan dunia dari reruntuhan, menantang iblis, menghancurkan para pengkhianat, dan menghadapi hukuman alam dewa.
Ketika Yin dan Yang bertabrakan dalam satu tubuh, lahirlah seorang anomali—
penguasa baru yang akan menentukan apakah dunia layak diselamatkan,
atau harus dihancurkan demi keseimbangan sejati.

(Update setiap hari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Mounyenk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24 BATU YANG BERTAMBAH

Minggu berlalu tanpa ujian resmi, tanpa undangan politik, tanpa konfrontasi terbuka. Namun Chen Long tahu secara diam-diam, getaran di istana telah berubah. Bukan ketegangan yang menipis, melainkan… penyesuaian. Seolah dunia di sekitarnya sedang belajar cara baru untuk memperlakukannya.

Ia tidak mempedulikannya.

Atau lebih tepatnya, ia memilih untuk fokus pada satu hal: batu.

Bukan batu giok hitam yang Sunxin berikan karena itu sudah menjadi bagian dari tubuhnya, denyut Yin yang tidak lagi asing. Melainkan batu lain. Batu dari dasar sungai yang tidak stabil. Batu dari tepi jalan yang kasar. Batu dari taman willow yang… bergetar dengan frekuensi yang berbeda.

Setiap pagi, Chen Long menambahkan satu batu ke halaman belakang penginapan.

Bukan untuk mengangkat.

Bukan untuk membangun.

Melainkan untuk… berdiri.

Hari pertama, dua batu,satu untuk kaki kanan, satu untuk kaki kiri, dengan jarak yang tidak simetris.

Hari kedua, tiga batu bentuk segitiga yang tidak sama sisi, memaksa tubuh untuk menemukan pusat yang tidak di tengah.

Hari ketiga, empat batu, lima, enam…

Setiap batu memiliki "suara" sendiri. Yang satu dingin dan stabil, seperti Yin murni. Yang satu hangat dan gemetar, seperti Yang yang belum terkendali. Yang satu… kosong, seolah tidak memiliki resonansi apa pun, namun justru itu yang paling sulit,karena Chen Long harus menciptakan resonansinya sendiri di atasnya.

Pagi kesepuluh, ada sepuluh batu di halaman.

Chen Long berdiri di atasnya tetapi bukan dengan dua kaki, melainkan dengan satu kaki di satu batu, kaki lainnya di udara, tubuh berputar perlahan seolah menari dengan angin yang tidak terlihat.

Dua arus di dalamnya kini berputar tidak lagi hanya vertikal dari tulang belakang ke perut,melainkan juga horizontal, mengikuti arah putaran tubuhnya. Yin dan Yang membentuk spiral ganda, satu di dalam satu, berputar berlawanan arah namun tidak pernah bertemu.

Ini bukan teknik yang ia pelajari dari siapa pun.

Ini… penemuan.

Penemuan yang lahir dari kebutuhan,kebutuhan untuk menahan di atas batu yang tidak stabil, dengan cara yang tidak bisa diprediksi oleh hukum fisika biasa.

"Kau membuat labirin."

Suara itu datang dari belakang. Chen Long tidak terkejut karena ia sudah merasakan getaran langkah Xiao Feng sejak anak itu memasuki gerbang penginapan.

"Labirin?" tanya Chen Long, tetap berputar.

"Di halaman," jawab Xiao Feng, menunjuk batu-batu yang tersebar tidak beraturan. "Aku mencoba mengikutinya kemarin. Dari batu satu ke batu lainnya. Tidak bisa. Setiap kali aku pikir aku menemukan jalur, batu itu… bergerak."

Chen Long berhenti berputar, turun dari batu dengan gerakan yang terlihat jatuh namun mendarat lembut. "Batu tidak bergerak."

"Tapi..."

"Yang bergerak adalah kau."

Chen Long berlutut, menatap mata Xiao Feng setara. "Ketika kau berdiri di atas batu, kau membawa beratmu, emosimu, pikiranmu. Batu merespons. Tidak dengan bergerak secara fisik, melainkan dengan… bergetar. Dan jika kau tidak bisa membaca getaran itu, kau akan merasa seolah batu itu menjauh darimu."

Xiao Feng mengernyit. "Bagaimana cara membacanya?"

Chen Long mengambil satu batu kecil dari tanah—batu yang paling "kosong", yang tidak memiliki resonasi yang jelas. Ia meletakkannya di tangan Xiao Feng.

"Rasakan," katanya. "Bukan dengan tangan. Dengan… yang lain."

Xiao Feng menutup mata. Ia berdiri diam, batu di telapak tangan, wajahnya mengkerut oleh konsentrasi. Satu menit. Dua menit. Lima menit.

Lalu… sesuatu berubah.

Bukan di batu.

Melainkan di Xiao Feng.

Chen Long melihatnya sebuah getaran sangat halus, sangat kecil, yang bermula dari dada anak itu. Bukan Yin. Bukan Yang. Melainkan… sesuatu yang belum terbentuk. Sesuatu yang berpotensi menjadi Yin, atau Yang, atau keduanya, atau tidak satu pun.

"Kau merasakannya," kata Chen Long. Bukan pertanyaan.

Xiao Feng membuka mata, mata berbinar. "Sesuatu… berdenyut. Sangat kecil. Sangat jauh. Seolah…"

"Seolah ada sesuatu yang tidur," lanjut Chen Long, "dan baru saja terbangun."

Ia mengangguk puas. Ini lebih cepat dari yang ia duga. Xiao Feng memiliki bakat yang berbeda darinya bukan menahan, melainkan… merasakan. Sensitivitas yang bisa menjadi kekuatan, atau kelemahan, tergantung cara dilatih.

Sore itu, sesuatu yang tidak diundang datang ke halaman.

Bukan manusia.

Melainkan… hewan.

Seekor anjing liar dan kurus, bulunya menggumpal, matanya kuning dan waspada melangkah perlahan di antara batu-batu yang tersebar. Ia tidak mendekati Chen Long atau Xiao Feng. Melainkan… mengelilingi batu-batu itu, seolah mencari sesuatu.

Chen Long berdiri diam, tangan Xiao Feng menarik lengan bajunya dengan cemas.

Anjing itu berhenti di satu batu,batu yang paling hangat, yang memiliki resonansi Yang paling kuat. Ia mengendus-endus, lalu… menggonggong. Bukan gonggongan mengancam. Melainkan… panggilan. Seolah ia merasakan sesuatu yang tidak bisa dilihat, namun ingin didekati.

"Jangan bergerak," bisik Chen Long.

Anjing itu mulai menggaruk batu dengan cakar depannya. Bukan keras melainkan hanya garukan kecil, seolah mencoba membuka sesuatu. Batu itu bergeser sedikit, dan…

Getaran.

Bukan dari batu.

Melainkan dari tanah di bawahnya.

Chen Long merasakannya dengan jelas sesuatu yang tertidur di bawah halaman penginapan ini, sesuatu yang resonansi Yang dari batu itu… picu. Bukan iblis. Bukan makhluk berbahaya. Melainkan… benih. Benih Qi yang tertidur sejak lama, mungkin dari zaman pembangunan istana, mungkin dari sesuatu yang lebih tua.

Anjing itu berhenti menggaruk, menatap Chen Long dengan mata yang… mengenali. Seolah ia tahu bahwa manusia di depannya juga bisa merasakan apa yang ia rasakan.

Lalu ia pergi, melompat ke atas dinding dan menghilang ke jalanan, seolah tidak pernah ada.

Xiao Feng melepaskan lengan Chen Long. "Apa itu?"

"Penunjuk," jawab Chen Long, berjalan ke batu yang digaruk anjing itu. Ia berlutut, menempatkan telapak tangan di tanah di samping batu. Dingin. Normal. Namun di bawahnya, sangat dalam, ada… denyut. Sangat lambat, sangat tua, seolah detak jantung bumi itu sendiri.

"Ada sesuatu di bawah sini," katanya pelan.

"Apa?"

Chen Long menggeleng. "Aku tidak tahu. Tapi…" Ia menatap Xiao Feng, lalu menatap batu-batu yang tersebar di halaman. "Aku pikir aku tahu sekarang mengapa aku dipanggil ke istana ini. Bukan karena politik. Bukan karena kekuasaan."

Ia berdiri, menepuk tanah dari lututnya. "Tapi karena tempat ini… membutuhkan seseorang yang bisa merasakan apa yang tidak bisa dilihat."

Malam itu, Chen Long tidak tidur.

Ia duduk di tengah halaman, di antara sepuluh batu, dengan batu giok hitam di tangan dan tangan lainnya di tanah. Dua arus di tubuhnya berputar tidak lagi hanya untuk diri sendiri melainkan… menjalar. Sangat halus, sangat perlahan, ke dalam tanah. Mencari. Merasakan.

Dan ia menemukannya.

Bukan gua bawah tanah.

Bukan harta karun.

Melainkan… jaringan. Jaringan getaran yang sangat tua, yang menghubungkan setiap batu di istana ini, setiap pohon, setiap dinding. Seolah seluruh istana dibangun bukan hanya dengan batu dan kayu, melainkan dengan… resonansi.

Dan di pusat jaringan itu, ada kekosongan.

Bukan kekosongan kosong.

Melainkan kekosongan yang… menunggu.

Seolah ada tempat yang disiapkan untuk sesuatu yang belum datang. Atau seseorang yang belum tiba.

Chen Long membuka mata.

Bulan purnama di atasnya terlihat lebih terang dari biasanya atau mungkin hanya matanya yang kini bisa melihat lebih jelas. Ia mengerti sekarang. Perjalanannya di istana ini bukan kebetulan. Bukan hanya politik atau takdir.

Tapi juga… panggilan.

Panggilan dari sesuatu yang lebih tua dari kekaisaran, lebih tua dari Benua Dao Yin, yang menunggu seseorang dengan dua arus berputar di dalamnya untuk… mengisinya.

Di kejauhan, di balik dinding istana, lonceng kecil berbunyi sekali lagi.

Namun kali ini, Chen Long tidak hanya mendengarnya.

Ia juga merasakan getarannya sangat halus, sangat jauh menyatu dengan putaran Yin-Yang di dalamnya.

Seolah dunia sendiri mulai mengakui bahwa anomali ini… bukan lagi anomali.

Melainkan… kunci.

...BERSAMBUNG...

...****************...

1
🍾⃝ͩKᴜᷞᴢͧᴇᷠʏᷧᴇɴᴋ ᴠɪᴠɪᴀɴ🥑⃟ⰼ⃞☪
Ada kumpul-kumpul iblis dan anomali🤭
さくらゆい
keep up the good work
花より
I like kingdom-themed stories
🍾⃝ͩKᴜᷞᴢͧᴇᷠʏᷧᴇɴᴋ ᴠɪᴠɪᴀɴ🥑⃟ⰼ⃞☪
Kayu besi Utara dengan kayu Eboni beda kah? 🤔
ᴠͥɪͣᴘͫ ⛩️ ⃝𝕸𝖗.𝕸ཧཱོ࿐☯️: kayu besi atau di kenal dengan temusi atau temusu

berasal dari Eropa Selatan,asia barat daya dan timur, Amerika Tengah dan Utara
total 1 replies
🍾⃝ ᴀsͩᴍᷞᴀͧʀᷡᴀͣ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘѕ⍣⃝✰
jejak
🍾⃝ͩKᴜᷞᴢͧᴇᷠʏᷧᴇɴᴋ ᴠɪᴠɪᴀɴ🥑⃟ⰼ⃞☪
silakan dibaca😄
🍾⃝ͩֆᷞиͧσᷠωͣflower♕🆒
Semangat berkarya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!