NovelToon NovelToon
Hatimu Milik Siapa?

Hatimu Milik Siapa?

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Penyesalan Suami / Selingkuh
Popularitas:19k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

​Tiga tahun menikah, Tania hanya menjadi bayangan di rumahnya sendiri. Baginya, Rey adalah semesta, tapi bagi Rey, Tania hanyalah 'obat penawar' saat hatinya hancur ditinggal masa lalu.

Tania sudah memberikan segalanya, sampai dia sadar—di hati suaminya, tetap ada nama wanita lain yang tak sanggup dilepaskan.

​Saat Tania berhenti peduli dan berpapasan tanpa lagi menatap mata suaminya, Rey baru merasakan dingin yang sesungguhnya.

"Apakah mencintai harus sesakit ini? Jika kau cinta, mengapa tak menahannya, Rey?"

Terinspirasi dari lagu Arvian Dwi(Hatimu Milik Dia)

Dukung Authir yaa,,like,komen,gift hehehe

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 12: Cahaya yang Tak Lagi Milikmu

Pagi itu, kantor agensi desain interior tempat Tania bekerja tampak lebih cerah. Mungkin karena sang pemilik meja di sudut ruangan itu tak lagi memakai riasan pucat untuk menutupi matanya yang sembab. Tania datang dengan blazer berwarna biru elektrik, rambutnya yang biasa di kuncir asal kini digerai indah dengan gelombang yang rapi.

​"Wow... Tania?" Maya sampai hampir tersedak es kopinya saat melihat sahabatnya masuk. "Ini beneran Tania yang kemarin nangis di mobil Adrian?"

​Tania tersenyum, kali ini senyumnya sampai ke mata. "Aku baru sadar, May. Menangis buat orang yang nggak menghargai kita itu cuma buang-buang energi. Aku lebih butuh energi buat urus surat cerai."

​"Itu baru sahabatku!" Maya bertepuk tangan. "Ngomong-ngomong, Adrian sudah di depan. Dia bilang mau antar kamu ke pengadilan buat serahin berkas tambahan."

​Tania mengangguk. Ia merasa jauh lebih ringan. Seolah beban seberat gunung yang selama tiga tahun ini ia pikul di pundaknya telah luruh begitu saja saat ia melangkah keluar dari rumah Rey malam itu.

​Sementara itu, di kediaman Rey, suasana justru terasa seperti zona perang yang dingin.

​Rey terbangun karena suara gaduh di dapur. Dengan harapan yang masih tersisa, ia berlari ke bawah. Tapi, pemandangan yang ia dapati justru membuatnya menghela napas panjang. Bianca sedang mencoba memasak, tapi dapur itu sekarang berantakan dengan tepung yang tumpah dan bau gosong yang menyengat.

​"Rey! Lihat, aku mau bikin pancake tapi malah begini. Mesin masaknya aneh banget!" keluh Bianca sambil melemparkan sudip ke atas meja.

Rey menatap meja makan itu. Meja yang biasanya selalu bersih mengkilap dengan vas bunga segar, kini penuh dengan sampah kemasan makanan instan dan piring kotor dari semalam. Bianca sama sekali tidak menyentuh cucian piring itu.

​"Tinggalin aja, Bi. Biar nanti pembantu yang datang bersihin," ucap Rey pendek. Ia merasa seleranya hilang.

​"Ih, kok kamu gitu sih? Harusnya kamu bantuin aku dong! Aku kan baru pertama kali coba masak buat kamu," Bianca merengut, mulai mengeluarkan jurus manja yang biasanya berhasil meluluhkan Rey.

​Dulu, Rey akan merasa Bianca sangat menggemaskan dengan kepolosannya. Tapi sekarang, saat ia melihat Bianca yang egois, ia justru teringat Tania. Tania yang meski sedang sakit demam, tetap bangun pagi-pagi sekali untuk memastikan kopi Rey sudah siap di meja tanpa mengeluh sedikit pun.

​"Aku berangkat kantor sekarang," kata Rey sambil meraih tasnya.

​"Loh, sarapan aku gimana?"

​"Pesan sendiri, Bianca. Aku bukan pelayan kamu."

​Rey melangkah keluar, menutup pintu depan dengan dentuman yang cukup keras. Ia merasa rumahnya bukan lagi tempat untuk pulang, melainkan tempat yang membuatnya sesak napas.

​Rey memacu mobilnya, tapi tujuannya bukan ke kantor. Ia melaju menuju kantor Tania. Egonya memberontak. Ia harus bicara dengan Tania. Ia harus memberitahu Tania bahwa dirinya sudah mengusir Bianca (setidaknya di dalam hatinya, meski fisiknya masih ada di sana).

Saat mobilnya sampai di depan gedung kantor Tania, Rey melihat pemandangan yang membuat tangannya mencengkeram kemudi hingga kukunya memutih.

​Tania sedang berjalan keluar gedung, tertawa lepas bersama Adrian. Adrian sedang memegang tas Tania di satu tangan, sementara tangan lainnya berada di punggung Tania, menjaganya agar tetap aman saat mereka menyeberang jalan. Tania tampak begitu... bahagia. Sesuatu yang tidak pernah Rey berikan selama tiga tahun pernikahan mereka.

​Rey segera keluar dari mobil. "Tania!"

​Langkah Tania dan Adrian terhenti. Tania menoleh, dan saat ia melihat Rey, ekspresi bahagianya langsung hilang, berganti dengan raut wajah datar yang sangat formal.

​"Ada apa lagi, Rey?" tanya Tania dingin.

​"Aku mau bicara. Berdua saja. Tolong," suara Rey terdengar memohon, mengabaikan kehadiran Adrian di sana.

​Adrian ingin maju, tapi Tania menahan lengannya. "Nggak apa-apa, Yan. Kamu tunggu di mobil sebentar ya?"

​"Kalau ada apa-apa, panggil aku, Tan," ucap Adrian sambil memberikan tatapan peringatan pada Rey sebelum menjauh.

​Kini tinggal Rey dan Tania di pinggir trotoar yang ramai.

​"Aku sudah lihat dokumen cerainya, Tan. Kamu nggak serius, kan? Kita bisa bicarakan ini baik-baik. Bianca... dia cuma sementara di sana," Rey mencoba meraih tangan Tania.

​Tania menarik tangannya dengan cepat. "Aku sangat serius, Rey. Malah, aku menyesal kenapa nggak aku lakukan dari dulu."

​"Tapi kenapa? Apa karena laki-laki itu?" Rey menunjuk ke arah mobil Adrian. "Kamu baru pergi dua malam dan kamu sudah punya penggantinya? Kamu se-murah itu?"

​Plak!

​Satu tamparan mendarat keras di pipi Rey. Suara tamparan itu cukup keras hingga beberapa orang yang lewat menoleh. Rey terpaku, memegang pipinya yang mulai memanas.

​"Jangan pernah sebut aku murah, Rey. Yang murah itu kamu. Kamu yang memberikan cintamu pada siapa saja yang datang menangis padamu, tapi kamu kikir pada istrimu sendiri," ucap Tania dengan suara yang tenang tapi bergetar karena amarah.

​"Tania, aku—"

​"Dengerin aku, Rey," potong Tania. "Selama tiga tahun, aku sudah kasih semua yang aku punya. Waktuku, perhatianku, bahkan mimpiku aku kubur buat jadi istri yang baik buat kamu. Dan apa yang aku dapet? Kamu bahkan nggak tahu kapan ulang tahunku. Kamu nggak tahu makanan favoritku. Kamu cuma tahu aku ada di rumah buat nyiapin semua keperluan kamu."

​Tania mengambil napas dalam. "Sekarang, aku mau hidup buat diriku sendiri. Bukan buat kamu, bukan buat Mama kamu, bukan buat siapa pun. Surat cerai itu bukan ancaman, Rey. Itu adalah surat kebebasanku."

​Tania berbalik, berjalan menuju mobil Adrian tanpa menoleh lagi.

​Rey berdiri mematung di pinggir jalan. Ia melihat Tania masuk ke mobil Adrian. Ia melihat Adrian mengusap sisa air mata di sudut mata Tania dengan jempolnya—sebuah gerakan yang sangat lembut, sangat menghargai.

​Mobil itu melaju pergi, meninggalkan Rey di tengah keramaian Jakarta yang berisik. Rey merasakan lututnya lemas. Ia baru sadar, selama ini dirinya pikir ia adalah pusat dunia Tania. Dia pikir Tania tidak akan bisa hidup tanpa fasilitas darinya.

​Tapi Rey salah. Tania bisa hidup tanpa hartanya. Tapi Rey... Rey baru sadar ia tidak bisa hidup tanpa "nyawa" yang ditiupkan Tania di dalam rumahnya.

Rey merogoh sakunya, mengeluarkan cincin pernikahan Tania yang ia simpan. Ia menatap cincin itu dengan air mata yang mulai jatuh.

​Sampai hilang baru kau mengerti artinya menghargai...

​Kini, lirik lagu itu bukan lagi sekadar lagu yang lewat di radio. Itu adalah narasi hidupnya. Dia baru saja kehilangan satu-satunya wanita yang mencintainya tanpa syarat, demi seorang wanita yang hanya mencintainya saat sedang butuh perlindungan.

1
@Yayang ♡ Risa
Rey kamu dan Bianca sama sama dapat karmanya
🧡⃟ɢᴏᷫɴᷤтєɴɢ ƈιʅιƙ¹ᴸ
wkwkwk Bianca dibully habis"nya, mulutnya tajem juga itu narapidana
🧡⃟ᴀғᷫғᷤαη∂нι⁵ᴸ
dia ga hanya mendukungmu tapi dia melihat kamu dengan bakatmu juga🤭
🧡⃟ʏᴇ ʜͫᴀᷲᴏʀᴀɴ⁴
Adrian perhatian banget, cowo idaman
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🧡⃟ᴢʜᴇͫɴᷲɢ ʜᴜɪ³𖤍ᴹᴿ᭄
skrng Tania lebih bersinar iya
ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆ᴍᴜᴍᴜ
cie Tania dilamar Adrian ini🤭
🥑⃟🧡⃟ᴡᴀͫɴᷲɢ ʏɪ ʟᴇɪ⁸
karma emang datang begitu cepat
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🧡⃟ᴍᴜᴍᴜ⁷
mulai dari awal lagi rey, harus semangat
❤️⃟Wᵃfᴄͫᴇᷰɢͫɪᷰʟ ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ☘𝓡𝓳
karma sedang kalian alami, semoga kalian sadar iya
🧡𑇙ᴄнᷟєᷲηɢ тιαη χιαηɢ⁶
ga selamanya kita selalu diatas
𐘎ʜⷩᴀⷪɴᷜ ͥʏⷥᴜᴛᴏɴɢ
sabar iya
𝐀⃝🥀мυмυ
rey rey kamu harus sabar iya
Yayang Lop3♡ Risa
Bianca kamu taubat kesalahan kamu besar banget
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🧡⃟ᴢʜᴀͫɴᷲɢ ᴊɪᴊᴜɴ²◌ᷟ⑅⃝ͩ●
semoga kamu bisa belajar dari tania iya bianca
❤️⃟Wᵃfᴍᷟᴀᷰxᷟɪᷰᴀᴏʏᴜ
maun kasian tapi itu karna buat kalian yg jahat ke tania
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻᴢͫʜᷰᴀᷟɴᷴɢ ᴛɪɴɢ ʀᴜɪ
Kasian ibunya rey sakit"an tapi mau gmn dia dlu ga membela tania
☘𝓡𝓳 мυмυ
kalian berdua harus smaa" belajar berubah lebih baik lagi dan bertaubat
ѕ⍣⃝✰ѕнєη нᷟαᷴσᷟηᷴαη
uhuy adrian romantis sekali🤭
❀ ⃟⃟ˢᵏ ωᷟυᷴ уᷟυᷴ нαηɢ
cie adrian selalu ada buat tania🤭
@Yayang Risa Saling 💖❣️💗💕💞
Bianca kamu sudah sadar belum kalau kamu dulu menyakiti Tania
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!