NovelToon NovelToon
NALA

NALA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Dunia Masa Depan / Penyelamat
Popularitas:7.2k
Nilai: 5
Nama Author: Saqila nur sasih

Nala memiliki saudari kembar—Arsha. Wajah yang sama, darah yang sama, tetapi nasib yang berbanding terbalik. Arsha hidup dalam kemewahan, dilindungi nama besar dan kekuasaan. Sementara Nala tumbuh dalam kesederhanaan, tanpa nama keluarga yang bisa dibanggakan. Dua sisi cermin yang tak pernah benar-benar dipertemukan.

Dan kini, ayah mereka meminta Nala menjadi bayangan.

Menggantikan Arsha dalam sebuah perjodohan strategis demi mempertahankan aliansi dan kekuasaan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saqila nur sasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Prolog

“Kadang hidup tak harus terus menerus menuruti ego, tetapi juga untuk bertahan hidup dengan mengikuti arus kemanapun membawa”

***

10 TAHUN SEBELUMNYA

Di sebuah desa seorang anak perempuan dipaksakan untuk tumbuh sebagai orang dewasa karena dia harus memikul beban yang berat karena kematian kedua orang tuanya, saat itu ia berusia lima belas tahun dikala orang tuanya meninggal dunia karena kecelakan akibat tanah longsor yang terjadi di desanya. Kejadiannya begitu cepat terjadi, bahkan jasad kedua orang tuanya tak ditemukan.

Kala itu, Hujan turun sejak subuh, rapat dan tanpa jeda, seperti tirai abu-abu yang ditarik perlahan menutup desa kecil di kaki gunung itu. Tanah kebun menjadi lembek, daun-daun kopi menunduk menahan beban air, dan kabut turun lebih rendah dari biasanya seolah gunung sedang menahan napas. Berkebun di lereng gunung adalah pekerjaan yang mereka kenal sejak lama. Ayah selalu berkata, tanah ini baik, asal dijaga dan dihormati. Ibu mengangguk, menambahkan bahwa alam akan memberi selama manusia tahu batasnya.

Kedua orang tuanya tengah berkebun di kaki gunung, yang jaraknya lumayan jauh dari pemukinan, Longsor terjadi di kebun, di kaki gunung. Tanah yang jenuh oleh hujan runtuh tanpa peringatan. Ayah dan Ibu berada tepat di jalur longsoran. Tidak ada waktu berlari. Tidak ada kesempatan menghindar. Sebelum kejadian naas tersebut, sang adik pagi itu berangkat sekolah lebih dulu. Usianya sebelas tahun, kelas lima SD. Ia sempat melambai dari depan rumah, membawa payung kecil yang gagangnya patah di satu sisi. ia ingat betul senyum sanga adik, senyum yang selalu membuatnya merasa ada alasan untuk pulang lebih cepat.

Dia hanya bisa pasrah dan menyalahkan keadaan, bahkan terus-menerus memberikan pertanyaan pada alam semesta kenapa hidupnya harus seperti ini. Hingga perlahan dia berusaha bangkit untuk sang adik mengikhlaskan semua yang terjadi  dengan trauma yang masih teringat jelas di ingatanya.

10 TAHUN SETELAHNYA

Seorang anak perempuan itu kini tumbuh dewasa, dengan paras yang cantik, mata coklat, rambut hitam sebahu. Walaupun ia tak mengenakan riasan kecantikannya sudah terpancar dengan tinggi umunya Wanita indonesia. Namanya Nala, satu kata yang menggambarkan karakter seorang perempuan yang teguh dan kuat disegala kondisi.

Kejadian 10 tahun yang lalu masih sangat jelas diingatannya, setelah sang adik menyelesaikan sekolah dasarnya dan dia juga menyelesaikan sekolah menengah pertama mereka berdua di bawa oleh kerabat jauh sang ibu ke ibu kota. Sari namanya, Nala pikir setelah dibawa oleh kerabat jauh ibunya. Ia pikir hidup yang akan di jalaninya akan berangsur membaik tapi malah semakin buruk. Nala dan juga adiknya yaitu Niskala sama sekali tidak diperbolehkan untuk melanjutkan sekolah mereka dengan alasan tak ada biaya.

“Daripada sekolah buang-buang uang mending kalian cari duit buat tante” ujarnya pada mereka berdua. Setiap kali Nala meminta untuk di daftarkan sekolah Sari selalu menjawabnya dengan alasan tersebut. Bahkan tidak sekali dua kali menyuruh Kala panggilan adik Nala untuk berjualan tisu dilampu merah.

“NALA------NALA” panggil seorang perempuan dengan nada yang sedikit berteriak menyadarkan Nala dari lamunan. Deby namanya dia rekan kerja Nala saat ini, Nala bekerja sebagai barista di sebuah café yang buka dimalam hari.

“maaf deb, kenapa?”

“malah ngelamun, buatin stroberi mactha satu”

“okee deb”

Nala menyiapkan pesanan tersebut, dengan sangat cekatan dia sudah bekerja hampir satu tahun di café tersebut. Saat siang hari dia bekerja sebagai penjaga toko minimarket, setelah itu dia kembali bekerja tanpa henti di sebuah warnet sebagai juru masak mie dan juga makanan yang lainnya. Menjelang malam pada pukul 8 dia beralih profesi sebagai barista café di dekat kontrakannya.

Entah berapa banyak energi yang dimiliki Nala, semua itu ia lakukan agar sang adik Kala bisa terus bersekolah apalagi saat ini mereka berdua hidup di ibu kota yang keras. Dan juga melanjutkan impiannya yang terkubur karena dia tidak bisa bersekolah lagi setelah dibawa pindah oleh Sari, mereka berdua akhirnya kabur dari rumah Sari dengan bekal uang yang dimiliki Nala dari penjualan tisu dan juga kerja yang tidak di ketahui oleh Sari. Saat ini mereka mengontrak di pelosok ibu kota yang harganya sangat murah.

“ ini ya deb” Nala menyodorkan segelas stroberi mactha pada Deby seorang kasir di café tersebut. Deby meneriaki nama pelanggan yang memesan minuman tersebut sedangkan Nala ia sejenak duduk di kursi untuk sekedar menarik nafas.

“nih makan” deby menyodorkan roti yang ada di etalase café.

“lo minta gue makan ini? Gila lo ya nanti gue suruh ganti rugi lagi”

“yeee, udah gue bayar cepet makan”

“beneran?”

“Nala, beneran lah. kalo engga cepetan lo makan gue suruh ganti nih”

“makasih deby”

Nala seraya memakan roti pemberian dari Deby. Nala memakannya dengan sangat lahap, disisi lain Deby memperhatikannya dengan senyum yang mengembang di bibir melihat Nala makan. Bisa dibilang deby itu teman dekatnya Nala, semua kesusahan Nala dia tahu semuanya.

“pelan-pelan nala” ujar deby yang saat itu tengah melayani pembayaran pembeli mendengar Nala yang tersedak, Nala segera melahap semua rotinya karena banyak minuman yang harus dia buat. Tak perlu ditanya darimana keahlian Nala yang bisa membuat kopi tersebut darimana, karena perempuan seperti Nala itu hal yang mudah karena awalnya dia hanya sebagai pembersih di café tersebut hingga sesekali bertanya pada barista sebelumnya. Akhirnya Nala bisa dan kesempatan untuk menjadi barista datang dikala barista sebelumnya resign. Otomatis sang owner tahu atas rekomendasi barista sebelumnya mengangkat Nala menjadi seorang barista.

Jam sudah menunjukkan waktu tengah malam café semakin ramai, bahkan hingga saat ini energi Nala masih terlihat sangat full, Deby yang sedari tadi terus bergerutu dan tersenyum disaat ada pelanggan dengan wajah yang ditekuk terus menggelengkan kepala saat melihat Nala yang sama sekali tidak ada tanda-tanda kelelahan.

“huaaa” Deby duduk dilantai meluruskan kakinya dengan badan yang bersandar di rak. Dia terus memperhatikan Nala yang masih terus tersenyum pada pelanggan terakhir. Nala melihat ke arahnya dan tersenyum

“ stress lu la”

“ kenapa lagi deb?”

“lo terbuat dari apa sih badannya? Pagi kerja diminimarket, sore di warnet, malem disini. Jangan-jangan lu power ranger pink ya?”

Nala tersenyum mendengar perkataan Deby yang saat itu ia tengah membersihkan tumpahan air di dekat mesin kopi.

“ya mau gimana lagi, gue harus penuhin semua kebutuhan adik gue, kebutuhan sehari-hari dan  pendidikannya. Gue gak mau dia merasakan apa yang gue rasain”

“gue sih kalo jadi ade lo bangga banget la”

“gue sih ogah ya punya adik kaya lo” jawab Nala bercanda pada Deby.

“emangnya lo gak mau punya adik yang cantik dan imut kaya gue ini?” Deby bertingkah layaknya seorang idol yang sedangk menunjukan aegyo.

“gak sorry”

Malam semakin larut satu persatu para pelanggan sudah meninggalkan café, Nala dan juga Deby perlahan menutup café dengan membagi tugasnya masing-masing hingga jam menunjukkan pukul 2 malam café dengan sempurna tertutup dengan rapih.

“Gila banyak banget pelanggan yang ke café hari ini” Ucap Deby sembari menghembuskan nafas berat dengan tangan yang menulak pinggang.

“bersyukur deb”

“iyaa nalaaa, ya udah gue pulang ya jangan kangen ya” Jawab Deby mengambil helmnya diloker kemudian berjalan ke arah motor kendaraan yang setiap hari ia gunakan. Nala hanya menganggukan kepala dan tersenyum pada deby kemudian ia berjalan meninggalkan café untuk pulang ke tempat untuk ia beristirahat.

1
Aysah Meta
Nyesek juga Lim..Jadi km,Mencintai laki² dengan tulus tapi gak pernah di balas.
Tinggalin ajj lah dia untuk sementara waktu,biarkan arka sibuk meratapi masa lalu cintanya dengan arsha.Dr pada km capek cuma jadi Penenang hati arka,dan bukan pemenang hatinya.
Qilass: soon ya kak tungguin aja
total 3 replies
Chalimah Kuchiki
kalo ada pras bakal bisiki ke telinga bos nya "sepertinya anda cemburu" 🤭
Qilass: emang gak peka orangnya wkwkwk
total 1 replies
Qilass
kak yuk bisa yuk baca Dari awal aku udah singgung dikit tentang Nala, Arsha Dan arkana ini 😄
Chalimah Kuchiki
tolong selamatkan nala erlic😭
Qilass: bakal dateng gak ya?
total 1 replies
Aysah Meta
Apa karena Arkana bapaknya Arsya nyembunyiin dia di luar negeri..hingga akhirnya Nalanyh di jadikan tumbal..Part-nya mulai terbuka satu persatu ini weyy..Makin seru.
Chalimah Kuchiki
jangan sakiti nala yaa kasian
Chalimah Kuchiki
iiihhh kenapa nanya2 cinta pria kulkas ini🤭
Qilass
stay tune kak banyak surprise 😄
Chalimah Kuchiki
udah tau.. terus nanti gimana nasib pertunangan kalian..
Chalimah Kuchiki
iya🫣.. ga ada yg lebih menakutkan dari ga punya uang, kesulitan keungan menyedihkan.
Chalimah Kuchiki: hooh apapun dijalanin yg penting ada uangnya, kepepet kan nala jatohnya. badai nya bnyk. 😭
total 2 replies
Aysah Meta
Nasib mu Nala..Nala
ibarat hidup segan mati tak mampu
Bapak yg gak adil,dapat calon tunangan modelan gitu lagi..wes apes

mudahan happy ya laa..sesuai ingin mu.Tenang dan gak perlu drama
Chalimah Kuchiki
sabar ya
Chalimah Kuchiki
haha singkat bgt, 🤣
Chalimah Kuchiki
jadi ya kencan kalian.. udah nala pendiam bukan ciwi menye2.. tapi suka aku, nah erlic galak dingin. jadi ga sabar pdkt nya gmn 🤭
Qilass
poor Nala peluk jauh 👐
falea sezi
nala kok kasian bgt sih thor
Qilass: tunggu episode selanjutnya kak🤭
total 1 replies
falea sezi
q like deh
Chalimah Kuchiki
kok nala kasihan kali... ga ada yg sayang nala denga tulus selain adiknya 😭, calon tunangannya juga galak dingin 🫣
Qilass
gengs yuk di like dong like ya
Chalimah Kuchiki
apa bakal ketahuan 🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!