NovelToon NovelToon
Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Dipaksa Menikah Dengan Tuan Muda Lumpuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Menjual Anak Perempuan untuk Melunasi Hutang / CEO / Orang Disabilitas
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sagitarius28

"Besok kamu harus menikah dengan putra dari keluarga He! Pokoknya Papa tidak mau tahu, setuju atau tidak kamu tetap harus menikah dengannya." Zhu Guan

"Tidak! Lian tidak mau Pa. Sampai kapanpun Lian tidak mau menikah dengan lelaki lumpuh itu. Lebih baik Yiyue saja yang Papa nikahkan dengan lelaki itu, jangan aku Pa!" Zhu Lian

"Kenapa harus aku? Bukankah kakak yang harus menikah, tapi kenapa semua orang menumbalkanku untuk menggantikannya?" Zhu Yiyue

Seorang pengusaha yang sedang terlilit hutang, tak ada opsi lain selain menuruti keinginan keluarga He yang merupakan keluarga konglomerat. Dengan teganya dia menumbalkan salah satu putrinya sebagai penebus hutangnya. Tanpa memikirkan perasaan putrinya, dia justru mendorong putrinya ke sebuah jurang keputusasaan.

Mampukah Yiyue menerima takdirnya sebagai alat penebus hutang? Menikah dengan seorang lelaki yang tak dia kenal, terlebih lelaki itu adalah Tuan Muda lumpuh yang terkenal sangat dingin seperti kulkas tujuh pintu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DMDTML 22

"Kau masak apa?" tanya Qiaoyan yang baru saja datang bersama Fan Zhi, dimana asistennya itu yang mendorong kursi roda milik Qiaoyan.

Ya, tadi Qiaoyan meminta Fan Zhi untuk diantar ke lantai bawah, beralasan karena ingin melihat pemandangan sekitar villa. Namun faktanya, belum juga dia keluar dari villa tiba-tiba Qiaoyan meminta Fan Zhi untuk mengantarkannya ke dapur. Pasalnya sedari tadi, tampak Qiaoyan begitu gusar karena tak melihat keberadaan sang istri usai dirinya diantar ke kamar dan berpamitan untuk ke bawah sebentar. Sudah hampir empat jam lebih istrinya belum juga masuk.

Padahal bisa saja dirinya menghubungi Fan Zhi menanyakan keberadaan istri kecilnya itu. Namun, karena gengsi yanng setinggi langit membuatnya tak mau jika ada orang yang tahu bahwa dia mengkhawatirkan istri kecilnya itu.

Saat ini, Qiaoyan berharap jika sang istri ada di dapur, yang memang Qiaoyan tahu bagaimana kebiasaan istri kecilnya itu. Dan sekarang dia hanya ingin memastikan saja agar dia merasa lega setelah melihat wajah cantik istrinya.

Qiaoyan begitu yakin jika istri kecilnya tengah sibuk untuk menyiapkan makan malam, mengingat hari sudah petang. Namun, tetap saja ada rasa gusar yang masih menggelitik hatinya karena sedari tadi Qiaoyan sama sekali tak melihat keberadaan istri kecilnya itu. Hingga akhirnya dia beralasan seperti itu pada sang asisten, alhasil dia tak jadi keluar villa. Yang ada dia malah berbelok ke arah dapur dan benar saja kedua netranya menangkap sosok istri yang dia cari sedang menyiapkan makanan di ruang makan.

Entah kenapa mendadak dirinya tak bisa jauh dari istri kecilnya itu. Seketika ada rasa takut yang menyeruak ke dalam tubuhnya, takut jika tiba-tiba sang istri pergi meninggalkannya. Lelaki itu tak ingin mengulang kembali hal yang sama, merasakan sakit yang begitu menyayat hatinya.

"Eh Tuan, kenapa kau kesini?" Yiyue terkejut melihat kedatangan suami kulkasnya yang tiba-tiba muncul di ruang makan.

Tampak Yiyue langsung kikuk melihat tatapan tajam suami kulkasnya. Susah payah Yiyue menelan salivanya, gadis cantik itu begitu yakin jika saat ini suaminya itu sedang murka. Dirinya pun tak tahu apa yang membuat suaminya seperti itu, tiba-tiba wajahnya memerah seperti api yang siap meledak kapan pun.

Sedangkan Qiaoyan mengepalkan tangannya, dia kesal karena telah dibuat panik oleh istri kecilnya itu. Pikiran nya sudah berlarian jika Yiyue akan pergi meninggalkannya dari villa mewah miliknya dan tidak ingin mau lagi mengurusnya.

Tanpa lama Yiyue meletakkan piring di atas meja makan. Lalu menghampiri sang suami yang masih membuang muka. Terlihat jelas jika raut wajah suaminya yang begitu kesal dan juga marah.

"Tuan ...," panggil Yiyue. Namun, tetap saja Qiaoyan masih bergeming di tempatnya dengan membuang muka.

"Tuan, apa kau baik-baik saja, hm?" Kembali Yiyue bertanya pada suami kulkasnya itu yang masih tak meresponnya.

Yiyue mendengus kesal. "Tuan, sayangku, suami tampanku ... apakah kau marah padaku?"

SERR ....

Seketika tubuh besar Qiaoyan berdesir hebat mendengar panggilan yang meluncur dari bibir seksi istrinya. Jujur awalnya dia tak percaya bahkan menganggap jika dirinya salah dengar. Tapi, kembali dia mendengar istri kecilnya melontarkan panggilan yang sama padanya. Namun kali ini cukup membuat hatinya berbunga-bunga dan dia baru sadar jika semua ini nyata bukan sekedar ilusi.

Dalam sekejap emosi Qiaoyan pun mereda, entah kemana hilangnya emosi itu. Bahkan tanpa sadar, lelaki itu menggigit bibir bawahnya menahan senyum. Susah payah dia sembunyikan ekspresinya dari istri kecilnya itu karena dia tak ingin jika seseorang melihatnya.

"Tuan ...," panggil Yiyue lagi dengan nada selembut mungkin.

Kini posisi Yiyue sedang berjongkok di depan sang suami. Sorot matanya menatap wajah suaminya yang masih memalingkan suaminya.

GREP!

Secepat kilat Qiaoyan memeluk tubuh Yiyue dengan erat. Sedangkan Yiyue terkejut bukan kepalang, mendadak matanya membulat sempurna melihat reaksi sang suami yang tiba-tiba memeluknya

"Tuan kenapa? Apa ada seseorang yang menyakitimu, hm?" Yiyue berkerut alis melihat sang suami yang masih memeluknya dengan erat.

"Jangan bergerak! Biarkan aku memelukmu sebentar," pinta Qiaoyan yang masih melingkarkan tangan besarnya di tubuh mungil istrinya.

Di sisi lain, Yiyue terdiam membiarkan suaminya memeluknya dengan erat. Sumpah demi apapun Qiaoyan sangat takut jika istrinya ini pergi meninggalkannya. Lelaki itu tak ingin jika hal yang sama terulang kembali menimpanya. Sungguh rasanya begitu sakit, sakit tak berdarah yang telah menyayat hatinya.

Dengan penuh keberanian, Yiyue membalas pelukan suaminya. Tangan mungil itu mengelus lembut punggung Qiaoyan.

"Aku pikir kau akan pergi meninggalkanku?" lirih Qiaoyan yang masih setia memeluk tubuh mungil istrinya.

Perlahan, Yiyue mengurai pelukan suaminya yang begitu hangat. Kedua nentranya menatap pada sang suami yang terlihat khawatir. "Cieeee yang khawatir?" ledek Yiyue yang menampilkan sederet gigi putihnya itu.

Qiaoyan yang awalnya ingin menangis karena panik, kini dia menjadi kesal bukan main. Jika saja bukan istrinya pasti sudah dipastikan gadis itu akan dia tenggelamkan ke dasar laut. Benar-benar menjengkelkan bagi Qiaoyan yang telah dilanda rasa khawatir hingg ke ubun-ubun.

"S- siapa yang khawatir?" kilah Qiaoyan membuang muka ke arah lain, berusaha menyembunyikan rona wajah Qiaoyan dari sang istri.

"Oh kirain khawatir," sahut Yiyue yang belum peka.

Mendengar itu, sungguh membuat Qiaoyan semakin kesal. Dia sendiri juga bingung kenapa dia sekarang seperti anak kecil yang suka ngambek tidak jelas? Benar-benar aneh.

"Baiklah Tuan, ayo kita makan." Segera mungkin Yiyue beranjak dari tempatnya.

"Tuan Fan Zhi, sebaiknya kau juga ikut makan bersama kami disini," seru Yiyue menoleh sekilas ke arah asisten suaminya. Kemudian dia mengambil piring, mengisinya dengan nasi dan lauk untuk suami kulkasnya.

Saat Fan Zhi hendak bicara, secepat kilat Qiaoyan memotongnya.

"Dia masih banyak kerjaan, biarkan saja dia makan sendiri nanti. Lebih baik kita makan sekarang, ayo aku sudah lapar." Tampak Qiaoyan yang begitu kesal dengan istrinya saat menawari Fan Zhi untuk makan bersama dengannya. Tentu saja Qiaoyan tidak ingin jika ada satu orang pun yang mengganggu waktunya bersama sang istri yang telah membuatnya candu.

Fan Zhi mengangguk membenarkan ucapan atasannya itu. "Benar Nona, saya masih ada pekerjaan yang harus saya selesaikan. Lebih baik anda makan berdua saja sama Tuan Muda, saya permisi dulu Nona, Tuan ...." Lelaki muda itu sedikit menundukkan badan sebelum dia berlalu meninggalkan ruangan mewah itu yang sedikit pengap untuknya.

Bagaimana tidak? Sedari tadi Fan Zhi tahu betul jika Tuan Mudanya sedang cemburu dimana istrinya yang telah menawarinya untuk makan satu meja bersama mereka. Fan Zhi sendiri tahu jika atasannya itu hanya ingin makan berdua dengan istri kecilnya dan tidak ingin jika orang lain yang mengganggu makan malamnya.

"Oh begitu." Yiyue hanya ber oh ria saja menanggapi ucapan asisten suaminya itu.

"Ya sudah, nanti ambil saja makanan yang aku masak tadi di dapur. Disana masih ada beberapa dan lumayan cukup untukmu." Lanjutnya tanpa tahu jika ada seseorang yang tengah terbakar hatinya.

"Terima kasih Nona. Tuan, Nona saya permisi dulu." Ucapnya yang langsug melenggang pergi dari ruangan itu.

"Ayo dimakan Tuan?" Yiyue menyodorkan sebuah piring yang sudah terisi makanan pada suaminya, sebelum akhirnya dia mengambil piring untuk dirinya makan.

Yiyue meletakkan piringnya yang sudah terisi oleh nasi dan lauk. "Kau kenapa Tuan, apa kau tidak menyukainya?" tanya Yiyue berkerut alis melihat sang suami yang masih terdiam tanpa menyentuh makanan yang dia siapkan.

"Aku tidak lapar," jawab Qiaoyan ketus. Seketika raut wajah yang ceria tadi berganti dengan mendung yang bergelantung di wajah suaminya.

"Tuan, kenapa kau tidak makan?" tanya Yiyue lagi. Kini posisinya berjongkok di hadapan sang suami yang duduk di atas kursi roda.

.

.

.

🥕Bersambung🥕

1
Kaizy celine
Lanjutttt😍😍
Kaizy celine
Nah gtu dongg 😍👍👍👍 panggilan sayang lebih enak didengar
Kaizy celine
😍😍😍😍😍😍
Kaizy celine
Ohhhh co cweett🥺🥺 tpi miris banget ya smoga happy ending
Yul Kin
ayo dong ungkapkan perasaan mu, ganti atuh panggilannya jgn tuan... 💪😄
Yul Kin
aku sampe nangis, terharu banget
Rara Kayla
jadi ikutan mewek🥺😢😭
Kaizy celine
Hem rasanya pengen pilih dokter aja, tapi lihat qioyan kasihan🥺
Kaizy celine
Naahhh ternyata dia cinta duluan tapi gengsi😍👍
Kaizy celine
Waduh siapaaa tuhhhh😍😍😍
Rara Kayla
nah loooh... kan...
Rara Kayla
waaaah.... ini nih bakal tantrum tuh si bayi gede😁
Rara Kayla
suamimu ngambek, awas tantrum loh🤣
Rara Kayla
yaela, pelit amat kau Bos! 🤣
Kaizy celine
Naah gtu dong🤣😍👍👍
Kaizy celine
Lanjutt thorrr tanggung thorr
Rara Kayla
fix bukan anaknya nih...
Rara Kayla
yuuuk gas lagi Thor babnya, semangat.. semangaat Thor😁
Rara Kayla
Bapak yg aneh bin kucluk, itu si Qiaoyan anak apa bukan sih? tega amat ma anak sendiri
Rara Kayla
Si mulut pedas😁, makan tuh, sakit hati kan lu. hahahahahaha...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!