NovelToon NovelToon
Anak Kembar Sang Milyarder

Anak Kembar Sang Milyarder

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil
Popularitas:4.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ika Dw

"Kau benar-benar anak tidak tahu diuntung! Bisa-bisanya kau mengandung anak yang tak jelas siapa ayah biologisnya. Sejak saat ini kau bukan lagi bagian dari keluarga ini! Pergilah dari kehidupan kami!"

Liana Adelia, harus menelan kepahitan saat diusir oleh keluarganya sendiri. Ia tak menyangka kecerobohannya satu malam bisa mendatangkan petaka bagi dirinya sendiri. Tak ingin aibnya diketahui oleh masyarakat luas, pihak keluarga dengan tega langsung mengusirnya.

Bagaimana kehidupan Liana setelah terusir dari rumah? Mungkinkah dia masih bisa bertahan hidup dengan segala kekurangannya?

Yuk simak kisahnya hanya tersedia di Noveltoon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Dw, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Rencana Resign

"Loh! Ini kalian dapat jajan darimana? Kok banyak banget?" tanya Liana.

Sepulang dari kantor Liana mendapati banyak plastik Snack berserakan di lantai rumahnya. Ia yakin dua anaknya yang berulah, makan jajan dan buang sampah sembarangan.

"Mommy, tadi kami dikasih uang sama Om buat jajan. Ini tadi kami habis beli jajan, uangnya masih sisa banyak."

Liana mengerutkan keningnya. "Maksudnya Om siapa? Om Dion kah?" tanya Liana. Selain Dion siapa lagi yang diakui anak-anaknya sebagai Om. Meskipun cintanya bertepuk sebelah tangan, Dion tetap memberikan perhatian terhadap mereka. Memang Dion sudah  menikah dan tak memberinya fasilitas rumah yang layak buat mereka, tapi perharinya tetap tercurah dengan baik.

"Bukan Om Dion yang datang, tapi Om rese yang nggak kami kenal namanya," jawab Kenzo.

"Om rese? Jadi selain Om Dion kalian mengenal orang lain dan menganggapnya sebagai Om kalian?"

Liana mulai cemas. Dia hanya takut anaknya bakalan mendapatkan masalah dengan datangnya orang asing yang diakui anaknya sebagai om mereka.

"Mommy kan sudah bilang sama kalian, jangan berteman dengan orang asing. Kalau misalnya orang itu memiliki niatan buruk terhadap kalian bagaimana? Mommy jarang ada buat menemani kalian, jadi jangan mudah tergiur sama iming-iming uang pemberian orang yang nggak kalian kenal," nasehat Liana.

"Iya mom, kami mengerti. Tapi masalahnya Om itu cukup baik, kok. Tadi kami diantar pulang, katanya khawatir kalau ada orang jahat bawa kami pergi. Kemarin juga gitu, Om itu nyelamatin kami. Kalau nggak ada om itu kami sudah dibawa penculik," cerocos Kenzie.

Kenzo mendelik memelototi kembarannya. Sudah dinasehati berkali-kali agar jangan sampai bercerita pada ibunya mengenai penculikan itu tapi tak dihiraukan. Ia hanya tidak ingin ibunya khawatir dan tak bisa bekerja dengan tenang.

"Penculikan? Apa maksud kalian? Siapa yang diculik?" tanya Liana.

"Tidak ada kok mom! Kami baik-baik saja. Kenzie aja yang suka ngelantur. Mana ada penculikan, Zie! Kau itu bikin mommy khawatir aja!"

Kenzie salah tingkah sudah ceroboh mengadu pada ibunya. "Maaf mom, aku salah ngomong. Tidak ada penculikan di sini. Aku tadi cuma ~~

"Cuma nggak mau jujur, begitu?"

Dia bocah  itu diam dengan wajahnya menunduk. "Maaf mom!"

"Sekarang jelasin sama mommy. Apa maksud ucapanmu tadi, Kenzie? Apa maksud dari penculikan yang kau katakan tadi? Siapa yang hendak diculik? Tolong jangan bohongi mommy! Mommy akan  sangat marah kalau kalian nggak pernah jujur. Mommy ini berjuang sendirian buat masa depan kalian. Masa kalian tega mau bohongi mommy?"

Liana yakin ada yang tengah disembunyikan oleh anak-anaknya. Melihat gelagat Kenzo dan kegelisahan Kenzie tentu mengundang perasaan yang cemas dan juga gelisah tak menentu.

"Mommy, kami minta maaf ya? Sebenarnya kemarin kami hendak diculik. Kami diseret dan hendak dimasukkan ke dalam mobil berwarna putih. Kami berteriak minta tolong. Untungnya ada Om Om yang lewat dan membantu menyelamatkan kami. Kalau tidak ada Om Om itu mungkin kami sudah dibawa kabur oleh penjahat itu."

"Ya ampun...! Kenapa kalian baru bilang sekarang? Kalau kejadiannya sejak kemarin kenapa mommy nggak dikasih tahu? Kalau sudah begini bagaimana coba? Mommy kan kerjanya jadi nggak tenang! Besok mommy mau resign aja, biar bisa antar jemput kalian ke sekolah."

"Resign itu apa mom?" tanya Kenzie dengan muka polosnya.

"Resign itu berhenti kerja sayang. Besok mommy minta izin untuk berhenti bekerja agar bisa merawat kalian. Jika mommy nggak kerja kan bisa antar jemput kalian ke sekolah?"

Dengan cepat si kembar menyahut. "Tidak usah mom! Kami bisa menjaga diri dengan baik. Mommy nggak perlu khawatir. Mommy kalau berhenti bekerja, terus kita makan apa? Terus sekolahnya gimana?"

"Tapi keselamatan kalian jauh lebih penting sayang?"

Liana sedih dan juga bingung untuk memberikan keputusan yang tepat. Memang benar, jika sampai ia berhenti bekerja, bagaimana dengan hidupnya? Siapa yang akan memenuhi kebutuhan hidupnya? Bagaimana dengan sekolah si kembar. Belum lagi bayar kontrakan. Meskipun Dion selama ini sudah banyak membantu tapi ia tak ingin bergantung padanya terus menerus. Dion memiliki kehidupan sendiri, apalagi dia juga sudah memiliki istri, tentu istrinya bakalan salah paham dan marah padanya.

"Mommy tenang aja. Kami janji akan menjaga diri dengan baik. Kejadian itu tidak akan terulang lagi."

Drett... Drett...

Suara getaran handphone yang ada di dalam tas sangatlah mengganggu. Liana mengambilnya dan melihat nomor tak dikenal tengah menghubunginya.

"Ini nomer siapa ya?" Ia bergumam dengan mengamati nomer tersebut.

"Angkat saja mom, kali aja penting," nasehat Kenzie.

"Tapi kalau misalnya orang jahat gimana? Abaikan saja mom! Nanti kalau ujung-ujungnya mommy ditipu kan nggak lucu!"

Liana ragu untuk mengangkatnya. Ia juga berpikir sama dengan Kenzo, takut ada modus penipuan.

"Yaudah deh, biarin aja. Atau diblokir aja ya?"

"Aku setuju! Blokir aja mom!"

Kenzie geleng-geleng kepala. Ia berpikir tak semua orang memiliki niatan buruk terhadap keluarganya. Bisa jadi orang tersebut memiliki kepentingan, bahkan bisa mendatangkan rezeki untuk keluarganya.

"Mommy yakin mau memblokirnya? Apa nggak nyesel setelah memblokirnya? Tidak semua orang memiliki niatan buruk loh mom! Siapa tahu saja itu orang yang hendak mengirimkan rezeki buat kita. Apa salahnya kalau diangkat dulu. Nanti kalau ujung-ujungnya mencurigakan mommy bisa langsung memblokirnya."

"Iya juga sih. Yaudah deh, kalau gitu mommy coba angkat dulu."

Ragu-ragu Liana memutuskan untuk mengangkatnya. ("Halo!")

("Kenapa lama sekali bukanya?")

("Maaf..., ini dengan siapa?")

("Penculik!")

("Hah?")

("Kamu itu bener-bener ya nona Liana?! Bisa-bisanya nggak mengenali suara saya!")

Liana terdiam dengan mengingat-ingat suara itu. Suaranya memang terdengar begitu familiar di telinganya, namun ia tak begitu mengingatnya.

("Apakah ini orang kantor? Maaf..., Saya nggak begitu mengenali nama anda.")

("Saya Reynan! Atasan kamu di kantor!")

Liana mendelik. ("Hah! Apa? Pak Reynan?") Seketika tubuhnya gemetaran. Ia tidak pernah memberikan nomer telponnya pada teman-temannya di kantor, apalagi bosnya, tapi Reynan mendapatkan nomernya dari siapa?

("Maaf pak, saya pikir anda siapa! Soalnya saya nggak ngasih nomer saya sama bapak. Kalau boleh tahu bapak mendapatkan nomer saya dari mana?")

("Apakah itu penting? Sekarang saya minta kamu kirim WhatsApp, biar bisa ngobrol dengan enak.")

Bukannya mendapatkan jawaban tapi ia malah dimintai WhatsAppnya. Haruskah ia berikan?

("Kenapa nggak ngomong! Ayo berikan nomer WA-mu!")

Tak ada alasan untuk menolaknya, Liana pun hanya bisa pasrah menuruti keinginannya. ("Ba—baiklah. Saya akan kirimkan pak.")

Liana langsung memberikan nomer wa-nya. Sebenarnya ia tak rela memberikan nomer ke sembarang orang, tapi ia juga  tidak bisa menolak permintaan bosnya.

("Oh ya nona Liana, bagaimana dengan tawaran saya kemarin? Apa kamu sudah memikirkannya?")

1
Evi Lusiana
reinan bosmu itu,ayah dr anak²mu ana
tia
dobel up thor
tia
udah gk sabar siapa ayah dari si kembar
tia
lanjut thor jgn digantung 🤭
tia
lanjut thor
Ika Dw: oke...
total 1 replies
tia
ada kemungkinan liana tidur dgn rey,,, semangat thor
tia
lanjut thor
Ika Dw: siap👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!