NovelToon NovelToon
Menantu Cenayang

Menantu Cenayang

Status: sedang berlangsung
Genre:Slice of Life / Action / Harem
Popularitas:2.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sean Sensei

🔖 SINOPSIS :

Selama tiga tahun pernikahan nya, Satya dianggap sebagai sampah di mata keluarga besar nya. Sebagai pemuda lulusan universitas kecil di pedesaan tanpa koneksi, ia hanya menjadi suami yang mengurus dapur selagi istri nya mengejar karier. Puncak nya, Satya diceraikan secara sepihak dan diusir hanya dengan membawa satu koper pakaian.

​Tepat satu bulan setelah perceraian nya, badai besar menghantam; dunia mulai diguncang oleh Krisis Moneter 1997. Di tengah keterpurukan ekonomi yang mencekik dan status-nya yang luntang-lantung, sebuah warisan yang tertidur dalam darah nya tiba-tiba terbangun.

Satya menyadari bahwa ia adalah keturunan terakhir dari garis darah cenayang peramal legendaris. Ia mendapatkan kemampuan khusus: hanya dengan menatap wajah seseorang, ia bisa melihat masa depan, rahasia kelam, hingga peruntungan finansial yang akan datang.

🍁----------------🍁----------------🍁----------------🍁----------------🍁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sean Sensei, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22 | Diplomasi di Atas Ranjang

...----------------🍁----------------🍁----------------...

Angin New York di bulan November menusuk hingga ke tulang, namun di dalam penthouse eksklusif St. Regis, udara terasa panas karena ketegangan yang bisa memicu ledakan. Aku berdiri di depan cermin besar, merapikan gaun silk slip berwarna zamrud yang memeluk lekuk tubuh ku seperti kulit kedua. Di leher ku, berlian seberat sepuluh karat berkilau, namun itu bukan apa-apa dibandingkan dengan beban yang kurasakan di dada ku.

"New York bukan Shanghai," gumam ku sambil memulas lipstik merah darah yang tajam. "Di sini, nama keluarga Wang hanyalah catatan kaki di majalah Forbes. Jika Satya ingin menghancurkan The Sovereign, dia butuh lebih dari sekadar penglihatan masa depan. Dia butuh bahan bakar. Dia butuh emas hitam. Dan kunci untuk itu ada di tangan wanita pirang yang sebentar lagi akan mengetuk pintu ini."

Aku melirik Satya yang sedang duduk di sofa kulit, membelakangi jendela yang menampilkan lampu-lampu Manhattan. Dia hanya mengenakan kemeja putih tanpa dasi, kancing atas nya terbuka, memperlihatkan sedikit garis-garis emas yang masih samar di dada nya. Dia tampak seperti predator yang sedang beristirahat, tenang, namun mematikan.

"Kau tampak gelisah, Meiling," suara Satya memecah kesunyian. Dia tidak menoleh, namun aku tahu kekuatan nya bisa melihat pantulan ku di kaca jendela.

"Aku tidak gelisah, Satya. Aku hanya... berhati-hati," jawab ku sambil berbalik. "Savannah Sterling bukan sekadar ahli waris minyak Texas. Dia adalah hiu berpakaian kasmir. Dia sudah menelan tiga perusahaan pesaing nya tahun ini sendirian."

"Dan dia menginginkan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang," Satya bergumam, akhirnya berdiri dan berjalan ke arah ku. Dia meletakkan tangan nya di pinggang ku, menarik ku mendekat. "Dia menginginkan akses ke Imperial Network. Dia ingin tahu masa depan sebelum bursa saham dibuka."

"Dan dia menginginkanmu, Satya," bisik ku, tangan ku merayap ke bahu nya yang lebar. "Aku bisa melihat nya dari cara dia membalas email koordinasi ku. Wanita seperti Savannah tidak hanya bernegosiasi dengan angka. Dia bernegosiasi dengan gairah."

DOK! DOK!

Pintu terbuka, dan Savannah Sterling melangkah masuk. Dia adalah definisi dari kecantikan Texas yang liar: rambut pirang platinum yang tertata sempurna, mata biru sedingin es, dan gaun merah menyala yang sangat provokatif. Dia tidak membawa pengawal. Dia hanya membawa sebuah koper kecil berbahan kulit buaya.

"Jadi, ini dia sang Naga dari Timur yang legendaris," Savannah berkata dengan aksen selatan yang kental namun elegan. Dia mengabaikan kehadiran ku sepenuh nya dan langsung menatap Satya. "Kau jauh lebih menarik daripada yang diberitakan CNN, Tuan Samantha."

"Nona Sterling," Satya mengangguk tipis. "Selamat datang di wilayah netral."

"Wilayah netral?" Savannah tertawa, suara yang terdengar seperti denting gelas kristal. Dia melepas jubah bulu nya, membiarkan nya jatuh ke lantai begitu saja, memperlihatkan punggung nya yang terbuka lebar. "Di New York, tidak ada yang netral. Hanya ada siapa yang memiliki siapa."

Dia berjalan mendekati meja bundar kecil yang sudah ku siapkan dengan botol wiski tertua yang bisa ditemukan di Manhattan. Savannah duduk di kursi, menyilangkan kaki nya yang jenjang, dan menatapku dengan tatapan meremehkan.

"Nona Wang, terima kasih sudah mengatur pertemuan ini. Kau sekretaris yang sangat efisien," sindir nya dengan senyum tipis.

Darah ku mendidih. "Aku adalah mitra strategis nya, Savannah. Dan pemilik sah dari separuh aset yang ingin kau bicarakan malam ini."

"Mitra?" Savannah menuangkan wiski tanpa menunggu di tawarkan. "Di Texas, kami menyebut wanita seperti mu sebagai hiasan. Tapi tidak apa-apa. Mari kita bicara bisnis. Satya, aku punya kontrol atas tiga puluh persen produksi minyak mentah di Teluk Meksiko. The Sovereign mencoba menekan ku untuk menaikkan harga agar industri Tiongkok mu kolaps. Aku bisa menolak mereka... jika kau memberi ku alasan yang cukup kuat."

Satya duduk di antara kami. Atmosfer ruangan berubah seketika. Aku bisa merasakan kekuatan yang mulai menguar dari tubuh nya.

"Alasan apa yang kau cari, Savannah?" tanya Satya.

Savannah mencondongkan tubuh nya ke depan, hingga aroma parfum Oud mahalnya memenuhi indra penciuman kami. Dia meletakkan tangan nya di atas tangan Satya. "Aku lelah dengan pria-pria tua di London yang menganggap dunia ini papan catur mereka. Aku ingin bergabung dengan pemenang baru. Aku ingin kau... menjamin bahwa keluarga Sterling akan tetap berkuasa saat The Sovereign runtuh. Dan sebagai ganti nya, kau akan mendapatkan suplai energi tanpa batas untuk Samantha Holdings."

Aku melihat jari-jari Savannah mulai mengusap pergelangan tangan Satya. Amarahku hampir meledak, namun aku menahan nya. Ini adalah diplomasi. Diplomasi yang kotor.

"Satya tidak memberikan jaminan secara cuma-cuma," sela ku, suara ku sedingin es. "Kau meminta perlindungan Kami. Itu berarti kau harus menyerahkan kontrol logistik mu kepada kami."

Savannah menatap ku tajam. "Aku sedang bicara dengan nya, bukan dengan sekertaris nya."

"Cukup," suara Satya rendah, namun mengandung otoritas yang membuat lampu di ruangan itu berkedip sesaat. Kedua mata nya menyala. Pola emas itu berputar, dan Savannah tersentak, melepaskan tangan nya dari Satya seolah baru saja tersengat listrik.

"Savannah," kata Satya, mata nya menatap langsung ke dalam jiwa wanita pirang itu. "Kau tidak datang ke sini untuk minyak. Kau datang ke sini karena kau tahu dalam tiga bulan, The Sovereign akan mengkudeta ayah mu dan mengambil alih sumur-sumur mu. Kau sedang tenggelam, dan kau mencoba menarik ku agar kau bisa bernapas."

Wajah Savannah yang tadi nya angkuh mendadak pucat. "Bagaimana kau... bagaimana kau bisa tahu rencana internal mereka?"

"Aku tidak butuh rencana mereka. Aku melihat garis nasib mu yang mulai membusuk," Satya berdiri, berjalan mengelilingi Savannah seperti predator yang sedang memeriksa buruan nya. "Meiling benar. Kau butuh perlindungan. Tapi syarat nya bukan hanya logistik. Aku ingin kesetiaan mutlak. Dan di dunia ini, kesetiaan hanya bisa dijamin dengan sesuatu yang permanen."

Satya berhenti di belakang Savannah, meletakkan tangan nya di bahu wanita itu. Savannah gemetar, namun bukan karena takut, ia gemetar karena gairah yang bercampur dengan teror. Kekuatan Satya memiliki efek magnetis yang tidak bisa ditolak oleh wanita mana pun.

"Meiling," Satya memanggil ku.

Aku berdiri, mendekat ke arah mereka. "Ya, Satya?"

"Nona Sterling butuh pengingat tentang siapa yang memegang kendali di sini," Satya berkata pelan. Dia menarik Savannah agar berdiri, lalu dengan gerakan cepat, dia menarik ku juga ke dalam dekapan nya.

Kini kami bertiga berdiri sangat dekat. Nafas Savannah yang memburu bersentuhan dengan kulit leher ku. Aku bisa melihat kebencian di mata nya, namun juga ada pemujaan yang dalam terhadap pria yang sedang memegang kami berdua.

"Kalian berdua adalah aset berharga ku," bisik Satya. Suara nya terdengar seperti seorang ramalan. "Satu mewakili timur, satu mewakili barat. Jika kalian bisa bekerja sama, dunia ini akan berlutut. Tapi jika kalian bertarung untuk perhatian ku, kalian hanya akan menghancurkan satu sama lain."

"Aku tidak akan berbagi, Satya," desis ku, tangan ku mencengkeram kemeja nya.

Savannah tertawa kecil, meskipun mata nya masih berkaca-kaca karena tekanan mental dari kekuatan nya. "Oh, Sayang... di dunia ini, berbagi adalah cara untuk bertahan hidup. Aku tidak keberatan menjadi yang kedua, asalkan aku tetap berada di meja pemenang."

Savannah tiba-tiba mencium pipi Satya, lalu menatap ku dengan senyum penuh kemenangan. "Dia adalah penguasa, Meiling. Dan penguasa tidak pernah puas hanya dengan satu mutiara."

Ketegangan nya berpindah dari meja negosiasi ke arah yang jauh lebih intim. Satya mematikan lampu utama dengan satu lambaian tangan, menyisakan hanya cahaya kota New York yang masuk melalui jendela.

"Aku membenci nya," gumam ku dalam hati saat merasakan tangan Satya yang kuat menarik kami berdua menuju sofa luas itu. "Aku membenci Savannah karena dia memiliki apa yang dibutuhkan Satya. Tapi aku lebih takut kehilangan Satya daripada harus berbagi dengan nya. Jika diplomasi ini harus diselesaikan di atas ranjang ini, maka aku akan memastikan bahwa aku lah yang memegang tali kekang terakhir."

Malam itu, di tengah hutan beton Manhattan, aliansi paling kuat dalam sejarah energi dunia ditandatangani bukan dengan tinta, melainkan dengan keringat dan janji-janji yang dibisikkan di tengah gairah yang mencekam. Savannah menyerahkan sumur minyak nya, dan aku menyerahkan sedikit dari ego ku.

Namun di mata Satya, aku melihat sesuatu yang lebih menakutkan. Dia tidak tampak seperti pria yang sedang menikmati kemenangan seksual. Dia tampak seperti seorang ahli strategi yang baru saja menempatkan dua pion penting di atas papan catur global.

Fajar menyingsing di atas New York.

Savannah sudah pergi, meninggalkan dokumen kontrak yang sudah ditandatangani di atas meja wiski. Aku duduk di tepi tempat tidur, menatap Satya yang sedang mengenakan kembali kemeja nya.

"Apakah itu sepadan?" tanya ku, suara ku sedikit serak.

Satya berhenti mengancingkan lengan baju nya. Dia menatap ku melalui cermin. "Minyak Texas sekarang mengalir ke pabrik-pabrik kita di Shanghai dengan harga setengah pasar. The Sovereign baru saja kehilangan sumber bahan bakar utama mereka di Amerika Utara. Kau yang mengatur nya, Meiling. Kau seharusnya bangga."

"Aku melakukan tugas diplomatik ku," kata ku, mencoba terdengar kuat.

Satya berjalan mendekat, mencium kening ku dengan lembut. "Kau adalah ratu ku, Meiling. Savannah hanyalah sebuah alat. Jangan pernah lupakan itu."

Namun, saat dia berbalik untuk mengambil ponsel nya, aku melihat garis emas di dada nya sedikit melebar. Kekuatan nya tumbuh seiring dengan bertambah nya wilayah kekuasaan nya.

"Dia semakin kuat," pikir ku dengan ngeri. "Dan setiap kali dia menang, dia semakin jauh dari pria yang ku cintai. Aku telah memberi nya dunia, tapi aku takut aku sedang kehilangan sukma nya."

Aku bangkit dan mulai berpakaian. Perang di New York baru saja dimulai, dan meja negosiasi berikutnya mungkin akan menuntut harga yang jauh lebih mahal daripada sekadar harga diri.

...----------------🍁----------------🍁----------------...

1
LOL #555
Wihh,ini mereka bakal jadi pasangan atau cuman rekan kerja biasa
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
jadi, kekuatan mata super itu diketahui banyak orang yang Thor?
Serena Khanza
wuih wang meiling pocecip 🤭 biasanya kan cowok yang pocecip ya 🫣
Panda
cukup oke cuma wang itu terlalu telling dan kebanyakan narasi emosi dibanding "show" emosi
Syh.Mutiara
waduh gak cukup tuh untuk hidup dalam seminggu
LOL #555
emas murni sama jam tangan ? 200k? pengen ditendang ni bapak satu
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
kelazzz cuyyy, ijin copas 🤭
Hunk
Keren banget bagian ini. Ketegangan dan urgensinya kerasa nyata, apalagi saat keputusan ekstrem seperti jual Yuan dan pakai leverage besar langsung dieksekusi. Dialognya tegas dan punya power, bikin karakter MC terasa dominan dan berani ambil risiko.👍
Serena Khanza
wow adegan nya panas thor
Hunk
/Applaud/Aww terlalu dekat🤭
Serena Khanza
tinggi bener 88 lantai ya buset 😭
Alexanderia
ceritanya bagus 👍👍
Syh.Mutiara
benar jugaa ya🤔 Dunia ini akan berubah seiring waktu
LOL #555
Satrya ,kalau udah kaya di Shanghai sana , ingat ya ,aku adikmu 🤣
LOL #555
Berarti nanti anak Satya fak bakal bisa cenayang ya?
Serena Khanza
siapa nih🤔 si meiling ya
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
karakter es selalu menjadi karakter favorit aku 💪
LOL #555
Wow ,bisa nerawang kayak dukun 🤣
LOL #555
Wow ,udah didukung segitunya malah direndahin? Dasar kacang lupa kulit!
Syh.Mutiara
gilir ada cowok tulus kek gitu malah digituin ya, memang mau jenis kelaminnya apa. kalo terlalu tulus akhirnya gak bagus biasanya. gak dihargain gitu.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!