mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 7 memperhatikan
Hari menjelang sore,
Saatnya Xyra pulang dan akan kembali besok.
Ia sudah selesai menyiapkan segala sesuatu yang di butuhkan nyonya Laura selepas ia tinggal pulang nanti.
Xyra baru saja akan bersiap keluar dari kamar dan hendak membuka pintu ketika tiba tiba pintu kamar sang majikan telah terbuka lebih dulu dari luar.
Xyra sangat kaget hingga ia terlonjak dan reflek mundur beberapa langkah ke belakang.
Sesosok tubuh tinggi menjulang dengan raut wajah dingin dan tatapan tajamnya nampak berdiri di ambang pintu.
Tatapan seseorang itu seolah siap menghujam Xyra hingga ke ulu hati.
Melihat siapa yang datang, Xyra sontak menundukkan kepalanya.
Bryan yang ternyata adalah orang yang membuka pintu menatap Xyra penuh selidik.
" kenapa kau seterkejut itu melihatku di sini......?! "
tanya Bryan dengan nada suara dingin dan tatapan mata yang penuh selidik.
" maaf tuan muda...tidak apa apa...saya hanya kaget " jawab Xyra agak terbata.
" benarkah ?! Atau jangan jangan kau sedang menyembunyikan sesuatu dari kamar ini ?! " ucap Bryan lagi.
Sontak ucapan Bryan itu membuat Xyra mendongak dan menatap Bryan.
Mata keduanya bertemu,
Degh...
Jantung Bryan tiba tiba terasa berdetak kencang ketika netranya menelisik wajah Xyra yang terlihat jelas di matanya kini.
Menatap wajah wanita yang menjadi perawat sang nenek dalam kondisi seperti ini entah kenapa ia merasakan ada yang berdesir di dalam dadanya.
Mata bulat Xyra yang nampak jernih dan terang terpampang jelas di matanya.
Bibir tipis dan mungil namun sedikit berisi dan semerah cerry nampak terukir indah.
Hidung mancung wanita itu yang nampak ramping dan sesuai porsi.
Bryan di buat tak bisa berpaling dari wajah itu....
Sementara Xyra..
" tidak tuan muda...saya tidak berani " jawab Xyra kemudian sambil menggelengkan kepalanya mencoba menolak prasangka buruk cucu majikannya itu kepadanya.
" sebaiknya kau memang harus tidak berani melakukan itu...
Karena jika tidak maka kau akan berurusan denganku... "
jawab Bryan kemudian masih dengan nada dingin dan tatapan tajamnya.
Xyra kembali menundukkan kepalanya yang tadi tanpa sadar telah berani mendongak.
Baru ia sadari kini jika ia tengah tremor. Keringat dingin terasa membasahi keningnya.
Tubuhnya gemetaran tak jelas.
" saya tidak berani tuan muda..." jawab Xyra kemudian mengulang kata katanya.
Sungguh saat ini ketakutan tengah mencekam jiwanya.
Aura laki laki di hadapannya itu sungguh membuatnya tak berkutik.
Jantungnya seolah berhenti berdetak dan darahnya seolah berhenti mengalir.
" di mana nenekku ?! " tanya Bryan kemudian.
" maaf tuan muda...nyonya besar ada di halaman samping bersama madam Liana " jawab Xyra semakin menundukkan kepalanya ketika ia sadar, Bryan tengah menatapnya sejak tadi.
" jika nenekku tidak ada bersamamu, kenapa kau berani berada di dalam kamar ini hemmm ?! "
" maaf...
tapi saya sedang menyiapkan peralatan yang mungkin nyonya butuhkan saat saya sudah pulang nanti " jawab Xyra jujur.
" pulang ?! " cicit Bryan
" ya tuan muda...sudah waktunya saya pulang "
Bryan menatap ke arah jam dinding yang menempel di dinding kamar sang nenek dan saat ini sedang menunjuk angka lima.
" kau pulang di jam lima sore ?! " tanya Bryan kemudian
" ya tuan muda..." jawab Xyra.
Bryan terdiam sejenak sebelum akhirnya ia memutar tubuhnya dan melangkah meninggalkan kamar itu begitu saja.
Sepeninggal Bryan,
Tubuh Xyra tiba tiba terasa lunglai dan tanpa sadar terhuyung dan kemudian jatuh ke lantai.
Sungguh ia merasa ketakutan bukan main berada sedekat itu dengan cucu sang majikan.
Sementara itu,
Setelah keluar dari kamar sang nenek, Bryan langsung melangkah mencari sang nenek.
Sejak pagi setelah sarapan ia langsung masuk ke dalam ruang kerjanya di vila itu dan memimpin rapat secara firtual dengan semua jajaran dewan direksi di perusahaan yang ia pimpin.
Ia akan segera memproduksi produk baru dan akan langsung ia lempar ke pasaran.
Karena itu ia sempat melihat apalagi menemani sang nenek sejak tadi pagi.
Kaki panjang Bryan melangkah lebar menuju tempat yang tadi Xyra sebutkan.
Tak lama...ia melihat sang nenek memang berada di sana bersama salah satu orang kepercayaannya.
Bryan mendekat, memeluk pundak sang nenek kemudian mencium pucuk kepala wanita tua itu sebelum akhirnya ia ikut duduk di sana.
" selamat sore tuan muda..." sapa wanita baya berwajah Tionghoa sama seperti dirinya menyapanya.
" hemmm....selamat sore madam...apa kabar ?! lama tidak bertemu " jawab Bryan.
" seperti yang anda lihat tuan muda...saya bertambah tua..." jawab madam Liana sambil tersenyum tipis dan menatap sejenak kepada Bryan.
Anak laki laki kecil yang dulu sering ia lihat membuat ulah di manapun ia sedang berada...kini telah berubah menjadi sosok pria dewasa dengam ketampanan yang luar biasa.
Tapi sayang...
Ada yang hilang di wajah tampan itu bagi madam Liana.
Yakni wajah ceria dan senyum riang Bryan yang tak lagi pernah ia lihat seperti dulu semenjak perselingkuhan sang papa terbongkar dan di tambah lagi kematian sang mama.
Nyonya Zoey.
Madam Liana menghela nafas pelan mengingat hal itu.
Mengingat hari di mana cahaya satu satunya keluarga ini akhirnya padam.
Ya...
Bryan kecil adalah cahaya dan penghibur setiap orang yang berada di keluarga Yu.
Tapi semua itu kini hanya tinggal kenangan.
Karena yang ada kini hanya sosok sedingin gunung es dan datar seperti karang di lautan.
Ia bahkan mendengar kabar buruk dan rumor yang menyebar tentang sang tuan muda yang katanya adalah penyuka sesama jenis.
" aku tak melihatmu sejak kemaren madam ?! " tanya Bryan dengan wajah dinginnya.
" maaf tuan muda tidak bisa menyambut anda, ada sedikit masalah administrasi di GRIS....
Nyonya besar mengirim saya ke sana " jawab madam Liana.
GRIS adalah satu satunya perusahaan terbesar milik keluarga Yu yang memproduksi air minum dalam kemasan yang masih di pegang langsung oleh nyonya Laura melalui orang orang kepercayaannya.
Berbeda dengan beberapa perusahaan lain yang juga berada di bawah bendera keluarga Yu yang rata rata keluarga Yu hanya memegang saham sebesar 50 sampai 60% saja dan itu adalah atas nama keluarga Yu seperti Nikolas papi Bryan, Zoey mendiang sang mama Bryan, mendiang tuan Yu sendiri dan nyonya Laura juga Bryan sendiri.
Maka di GRIS...
saham mayoritas terbesar dari perusahaan itu sebesar 85% dimiliki secara pribadi oleh nyonya Laura secara individu.
Nyonya Laura enggan melepas perusahaan itu apalagai kepada Nikolas sang putra karena ia merasa tidak percaya dengan putranya itu.
Sementara itu Bryan pun ia anggap belum cukup mampu untuk menggenggam GRIS sendiri.
Menurut nyonya Laura...
Bryan masih butuh banyak belajar untuk bisa memegang GRIS.
Itulah sebabnya kenapa ia membiarkan cucu satu satunya itu memimpin perusahaan mereka yang masih berskala kecil di Kanada dalam satu tahun belakangan ini.
GRIS adalah perusahaan pertama yang ia miliki dulu bersama sang suami.
GRIS adalah bukti kerja keras dan hasil keringatnya bersama sang suami.
" ada masalah apa ?! " tanya Bryan lagi.
" biasa....
terjadi mar'ap kecil tentang keuangan, tapi jangan khawatir tuan muda...
kami sudah menyelesaikannya " jawab madam Liana.
" bersiaplah Bryan...dua atau tiga tahun lagi nenek akan menyerahkan GRIS kepadamu " ucap nyonya Laura kepada sang cucu setelah ia terdiam sejak tadi.
Bryan menoleh menatap sang nenek.
" bukankah papi menginginkan GRIS ?! " tanya Bryan.
" tak akan pernah ku berikan GRIS kepada papimu selama ia masih menjadi boneka wanita ular itu...
GRIS adalah sejarah pertama keberhasilan kakek dan nenek dulu.
Gris adalah kenangan terbesar nenek dan kakek..
Selama aku hidup...
tak akan aku biarkan siapapun menghancurkannya.
Jadi...
nenek berharap.....kau akan tetap membuat bendera GRIS tetap berkibar meski nanti nenek telah tiada..." ucap nyonya Laura bernada penuh pesan sambil menatap Bryan dalam.
Sungguh ia menggantung asa yang begitu besar kepada sosok sang cucu di hadapannya itu kini.
" jangan bicara seperti itu nek..." ucap Bryan lirih.
" segala sesuatunya memang harus kita pikirkan sejak awal Bryan...
Kita hanya manusia biasa....suatu hari nanti semua dari kita pasti akan mati.
Saat ini kaulah satu satunya harapan terbesar nenek.
Dan sama seperti nenek yang menggantungkan harapan besar nenek di pundakmu..
Kau juga harus mendapatkan seseorang yang bisa kau harapkan pundaknya di kemudian hari " ucap nyonya Laura.
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.