seorang gadis belia yang harus menjalani kehidupan dengan berbagai ujian yang berat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mia Putry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 16
Hari yang di nanti pun tiba. Nadila begitu semangat untuk bekerja. Jhon juga sudah siap untuk mengantarkan Nadila ke tempat yang di tuju. Disana sudah ada mami Masayu dan juga papi Wirya serta Ardhana. Namun Ardhana Hanya melihat dari jauh. Takut Nadila akan marah jika bertemu dengannya.
" Ayo Jhon. Dila sudah tidak sabar lagi untuk berangkat. " Ucap Nadila antusias.
" Oke. Hati hati Dila . Jangan lari lari. Nadila lagi hamil lho. " Ucap jhon. Melihat Nadila begitu semangat Jhon hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah laku Nadila.
' dasar bocil. Kalau seandainya Nadila tidak hamil mungkin sekarang dia masih sekolah ' monolog Jhon dalam hati.
" Oh iya Jhon , Dila lupa. Dila terlalu semangat untuk bekerja. Jadi lupa kalau ada Dede bayi di sini. " Ucapnya sambil mengelus perutnya yang mulai buncit.
Kehamilan Nadila sudah masuk bulan ke tiga .
Nadila dan Jhon pun masuk dalam mobil lalu mereka berangkat.
Sementara di tempat mami Masayu. Mami Masayu tidak sabar menunggu Nadila. Masayu sudah menyiapkan beberapa barang yang akan di berikan kepada Nadila. Sehingga Wirya mengingat kan istri nya agar jangan terlalu berlebihan.
" Jangan terlalu berlebihan mami. Nanti Nadila curiga . Bisa bisa rencana kita Untuk menikah kan dengan Ardhana gagal. " Ucap Wirya mengingat kan istri nya.
" Mami sudah tidak sabar papi. Mami sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan Nadila. Heheheh" ucap Masayu sambil cengengesan
" Papi juga begitu mami. Tapi kita harus mendekati Nadila pelan pelan. Agar dia merasa nyaman dan bisa menerima semua itu dengan baik." Ucap Wirya sambil mengelus tangan istrinya dengan lembut.
" Baiklah papi mami ikut saja. "
" Oh iya kalian semua harus berpura pura menjadi karyawan disini. Dan perlakukan Nadila dengan baik. Jangan buat dia jadi canggung. Paham !!! " ucap Wirya pada anak buahnya yang menyamar sebagai pegawai toko tersebut.
" Baik bos." Jawab mereka bersamaan
" Bagus. Dan semua omset di toko ini nanti akan jadi milik Nadila tapi itu akan di berikan secara berkala. "
" Baiklah papi itu lebih baik. Kasian calon cucu mami " ucap Masayu sambil menunduk . Karena merasa sedih akan hidup Nadila.
"Kita akan memberikan yang terbaik untuk Nadila mami , tenang saja . Papi akan melakukan yang terbaik untuk Nadila." Ucapnya lagi
" Tuan Jhon dan Nadila sudah dekat. Apa yang harus kami lakukan.?" Tanya salah satu anak buah Wirya.
"Lakukan seperti rencana kita"
" Baik tuan."
Tak lama kemudian terdengar suara mobil yang dikendarai oleh Nadila dan Jhon. Mereka masuk di halaman toko. Toko pakaian yang di beri nama toko pakaian "Ardilla fashion."
Nadila yang melihat itu meresa aneh tapi Nadila tidak ambil pusing . Asal dia dapat kerja . Jadi Nadila cuek bebek tak perduli.
Didalam toko Masayu bersiap untuk mewawancarai Nadila. .
Setelah Nadila dan Jhon masuk ke dalam toko Ardilla tersebut kagum. Bukan hanya Nadila yang kagum tapi Jhon juga .
' tuan dan nyonya besar memang luar biasa. Sudah menyiapkan ini begitu sempurna' ucap Jhon dalam hati sambil terus melihat lihat dalam toko.
" Selamat datang. Jhon ini orang yang kamu maksud mau kerja disini?" Tanya Masayu basa basi sambil memperhatikan Nadila diam diam.
'cantik' ucapnya sambil tersenyum tipis kearah Nadila.
" Iya nyonya ,ini adalah teman saya . " Ucap jhon menjelaskan.
" Oke. Mulai hari ini dia boleh bekerja. Dia akan menjadi kasir. Dan semua karyawan yang bekerja disini untuk membantu nya. " Ucap Masayu
" Terimakasih nyonya. Sudah mau mempekerjakan saya disini. Saya kaan bekerja dengan baik. " Ucap Nadila sambil menyalami tangan Masayu Lalu mencium tangan mami Masayu dangan takzim
" Sopan sekali. Cocok jadi mantu ku . ," Masayu kagum dengan kepribadian Nadila yang begitu sopan dan lembut.
" Oh iya papi ini yang akan berkerja ditoko ini. Namanya Nadila. " Ucap Masayu sambil menarik tangan suaminya agar dekat dengan Nadila.
" Oh iya, kalau begitu Nadila sudah tau kan tugas nya apa. Nadila nanti akan dapat jatah makan siang dan malam
Dan nanti kalau pulang akan diantarkan oleh Jhon. Begitu juga akan datang kesini untuk kerja. Jhon juga yang akan menjemput Nadila. " Ucap Wirya sambil menatap Nadila dengan penuh kasih sayang.
Nadila dan Jhon pun menjawab bersama.
" Baik tua " ucap mereka kompak.
" Bagus. Kalau begitu saya pamit dulu. Masih banyak pekerjaan yang menantikan kehadiran saya di kantor. " Wirya terus melangkah keluar dari toko
' cantik. Tidak salah saya menerima kamu jadi menantu di rumahku. Pasti akan semakin rame nanti. ' monolog Wirya dalam hati sambil senyum senyum sendiri.
Sementara Masayu terus menerus mengajak Nadila berbincang. Tanpa sadar sudah hampir siang.
Sedangkan Ardhana hanya melihat dari jauh.
" Maafkan saya Nadila . Karena diriku kamu harus jauh dari keluarga yang begitu menyayangi kamu" ucap Ardhana sambil terus memandang Nadila dari jauh.
*****************
Di rumah Yasmin.
" Bagaimana. Kamu sudah dapat kabar dimana gadis sialan itu?"
" Belum bos. Menurut kabar yang saya dengar gadis itu di usir dari kampung halaman nya. Karena hamil tanpa suami. "
" Kamu tau kemana anak itu pergi. ?"
" Tidak bos. Bahkan pamannya tidak tau dia ada dimana. "
" Kemana anak itu. Semoga saja dia sudah mati. "
" Yah sudah . Terus mencari keberadaan Nadila, cari sampai dapat. Hidup dan mati. Pahammm!!!!!?!"
Klik.
Wanita itu tidak dan tidak bukan adalah Inggrid. Dia baru saja menerima telpon dari anak buahnya yang di tugaskan mencari keberadaan Nadila. Namun nihil. Karena Nadila tidak memberi tahu kepada siapa pun waktu dia meninggalkan kampung halaman nya.
Sementara itu diluar . tepatnya di depan pintu ada yang mendengar ucapan Inggrit. Bahkan dia juga merekam nya. Lalu dia mengirim pesan pada seseorang yang menyuruhnya untuk memata matai Inggrid.
Yah dia adalah ibu kandung Inggyrit. Secara diam-diam Yasmin menyelidiki keterlibatan Inggrit dalam kecelakaan yang terjadi pada mereka sepuluh tahun yang lalu.
*************
Di rumah paman Restu. ,
" Bagaimana ayah. ? Sudah mendapatkan kabar dari Nadila. " Ucap Santy pada suaminya.
" Belum Bu, Nadila belum menghubungi paman. Mungkin Nadila sudah bekerja. Ibu kan tau Nadila sekarang lagi hamil dan Nadila tidak mau jadi beban bagi keluarga , itulah sebabnya Nadila tidak sempat menghubungi kita. " Hibur Restu pada istri nya
". Iya ayah. Kita doakan saja semoga Nadila baik baik saja. "
""""""""
Di Toko Ardilla. Masayu berpamitan kepada Nadila
" Oh iya Nadila saya masih ada urusan penting. Semoga Nadila suka. Dan jangan terlalu lelah. Kalau Nadila butuh apa apa tinggal kasi tau anak buah suami saya. " Ucap Masayu sebelum pergi dari toko itu.
Nadila begitu bahagia dengan pekerjaan nya Hinga dia lupa pada Jhon. Sementara Jhon melihat Nadila begitu menikmati pekerjaannya hanya bisa senyum senyum sendiri .
Dan Nadila pun bersyukur atas apa yang di dapat kan hari ini. Dalam hati Nadila tak henti hentinya menangis haru
" Bosnya baik sekali. Semoga saya betah kerja disini . Lihat nak. Begitu banyak orang baik yang menolong kita" ucap Nadila dalam hati sambil tersenyum kecil dan mengelus perutnya yang mulai buncit
Oke guys,,, novel nya sudah masuk ke bab 16.. Semoga bisa menghibur para pembaca setia ku,,, love sekebon toge yah.. 😀😀😀😀😀
jangan lupa tinggalkan jejak,, dan terus mendukung author, ... Happy reading guys