Meski sudah menikah, Nabila Rasmini tetap menjadi aktris ternama. Filmnya laku dan dia punya banyak fans. Namun tak ada yang tahu kalau Nabila ternyata memiliki suami toxic. Semuanya tambah rumit saat Nabila syuting film bersama aktor muda naik daun, Nathan Oktaviyan.
Syuting film dilakukan di Berlin selama satu bulan. Maka selama itu cinta terlarang Nabila dan Nathan terjalin. Adegan ciuman panas mereka menjadi alasan tumbuhnya api-api cinta yang menggebu.
"Semua orang bisa merasakan cemistry kita di depan kamera. Aku yakin kau pasti juga merasakannya." Nathan.
"Nath! Kau punya tunangan, dan aku punya suami. Ini salah!" Nabila.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 12 - Mabuk
Seketika keributan terjadi tepat ketika Nathan menonjok wajah pria berkepala pelontos. Pria itu jatuh terhuyung ke lantai. Dia terlalu mabuk dan kesulitan melawan.
"Dia sudah melecehkan pacarku! Aku akan laporkan ini ke polisi!" seru Nathan dengan bahasa Jerman yang fasih. Nabila bahkan sampai dibuat terkejut saat mendengarnya.
"Maafkan aku, Maaf... Jangan laporkan aku ke polisi," mohon pria berkepala pelontos.
"Kau--"
"Sudahlah, Nath! Ayo kita pergi!" potong Nabila sembari menyeret Nathan menjauh dari kerumunan. Nabila mengajak Nathan duduk dan memesankan segelas minuman ke bartender.
"Sudah kubilang kita minum saja," kata Nabila. Dia juga memesan bir pada bartender.
"Kau memangnya lagi kenapa, Kak? Pasti ada masalah yang dipikirin ya? Makanya lagi pengen minum-minum?" tukas Nathan.
Nabila menatap Nathan dalam. Dia hendak bicara, namun memilih diam.
"Apa ini berkaitan dengan sesuatu yang terjadi di hotel Arwana kemarin? Bolehkah aku tahu apa yang terjadi?" tanya Nathan.
"Kau sepertinya penasaran sekali dengan masalah pribadiku," komentar Nabila. Ia lagi-lagi menenggak segelas bir. Dirinya mulai diselimuti rasa mabuk.
"Aku hanya berusaha menghiburmu. Mungkin kalau aku tahu masalahnya, aku bisa bantu," sahut Nathan.
"Kau bisa membantu apa?" Nabila tertawa hambar.
"Setidaknya aku bisa membantumu melupakan masalah itu. Mungkin untuk sejenak." Nathan menatap lekat Nabila. Dia juga sudah minum cukup banyak karena ingin menemani Nabila.
"Benarkah? Lalu bisakah kau membantuku lepas dari seorang Lukman Bramantyo?" tantang Nabila.
"Kau ingin lepas dari suamimu?" Nathan memastikan.
Nabila tidak langsung menjawab, dan hanya tertawa kecil. "Aku sudah capek.... Capek banget! Mungkin semua orang menganggap hidupku sempurna. Padahal semuanya jauh dari itu. Aku menderita dan masalah utamanya adalah suamiku," racaunya.
"Apa kau sudah sering disakiti oleh suamimu?" tanya Nathan.
"Lahir dan batin. Aku bahkan tidak pernah merasa bergairah saat disentuh olehnya. Dia sangat kasar dan hanya bisa membuatku terluka..." Nabila memegangi dadanya yang terasa sesak. Minuman alkohol sudah membuatnya tidak menutupi lagi masalah pribadinya.
"Padahal aku sangat ingin merasa bergairah... Aku ingin merasakan nikmatnya bercinta. Tapi itu nggak pernah sekali pun aku rasakan. Hingga sampai saat ini, aku selalu merasa hambar dengan sentuhan apapun. Makanya aku sangat mudah melakukannya saat berakting. Hati dan tubuhku tak bisa merasakan apapun, sungguh..." ungkap Nabila panjang lebar.
Nathan menarik kursinya lebih dekat pada Nabila. Ia pegangi wajah perempuan tersebut. "Kau sudah memberitahuku rahasiamu. Terima kasih... Dan sekarang aku akan beritahu kau rahasiaku," ucapnya.
"Apa?" tanya Nabila.
"Aku selalu suka wanita yang lebih tua dariku," jawab Nathan sembari tersenyum tipis.
"Apa sekarang kau menggodaku?" tanggap Nabila. Jantungnya kembali berdetak kencang saat dekat dengan Nathan.
"Kau tidak tahu betapa sulitnya aku mencapai posisi ini. Sampai akhirnya aku benar-benar bisa menjadi lawan main seorang Nabila Rasmini di film dan dekat dengannya," tutur Nathan. Ia menatap Nabila lekat, sambil membelai rambut perempuan tersebut.
Nabila menenggak salivanya satu kali. Dia semakin dibuat berdebar-debar oleh pemuda di hadapannya sekarang. Nabila bahkan sampai tak bisa berkata-kata.
"Aku sudah lama menyukaimu, Kak... Aku jatuh cinta padamu saat melihatmu di televisi. Apa kau percaya itu?" ujar Nathan.
Nabila memecahkan tawa. Sengaja begitu untuk mencairkan suasana. "Kau pasti bercanda," tukasnya. Namun tawanya pudar saat melihat wajah serius Nathan.
"Aku serius. Banget..." ungkap Nathan. Tanpa diduga, dia mencium bibir Nabila.
Mata Nabila membulat sempurna. Dia tentu kaget. Meski agak mabuk, tapi dirinya masih sadar sepenuhnya.
billa dipenjara tidak papa menyelamatkan semua korban lukman gak akan lama nanti para saksi akan muncul sendiri.
modelan lukman kalau gak dead gak akan berhenti