NovelToon NovelToon
Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Sangkar Emas Mafia Lumpuh Arogan

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Mafia
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: ingflora

Setelah patah hati dimanfaatkan teman sendiri, Alana Aisyah Kartika dikejutkan dengan tawaran yang datang dari presdir tempatnya bekerja, Hawari. Pria itu menawari Lana menikah dengan anak satu-satunya, Alfian Abdul Razman yang lumpuh akibat kecelakaan. Masalahnya, Fian yang tampan itu sudah menikah dengan Lynda La Lune yang lebih memilih sibuk berkarier sebagai model internasional ketimbang mengurus suaminya.

Hawari menawari Lana nikah kontrak selama 1 tahun dengan imbalan uang 1 milyar agar bisa mengurus Fian. Fian awalnya menolak, tapi ketika mengetahui istrinya selingkuh, pria itu menjadikan Lana sebagai alat balas dendam. Lana pun terpaksa menikah karena selain takut kehilangan pekerjaan, adiknya butuh biaya untuk kuliah.

Namun, kenyataan lain datang menghadang. Fian ternyata bukan anak kandung Hawari melainkan anak seorang mafia Itali yang menghilang sejak bayi.

Mampukah Lana bertahan dengan pria galak, angkuh, dan selalu otoriter ini? Lalu, bagaimana nasib mereka ketika kelu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ingflora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12. Nona Green

Ia sendiri sekarang mati-matian berusaha untuk tidak jatuh cinta pada pria ini. Kadang ia terhanyut pada reaksi Fian yang butuh dirinya tapi kadang juga ia berusaha menyadarkan diri sendiri saat Fian mulai galak padanya. Ia tidak tahu, seberapa lama ia sanggup bertahan dengan situasi yang menyulitkan seperti ini.

Dulu pria itu bosnya yang selalu ia hindari sekaligus ia idolakan, dan itu tidak berubah hingga mereka menikah. Yang Lana takutkan, tiba-tiba hatinya benar-benar jatuh cinta dan tak sanggup lagi berpisah dari pria ini.

Namun, segala sesuatu bila ada awal, pasti ada akhirnya. Ia tak tahu akhir yang seperti apa yang akan ia rasakan saat akan berpisah dengan sang suami. Yang pasti, ia berusaha menikmati saat-saat indah ini bersama walau pun takkan bisa selamanya.

***

"Mas lagi apa?" Lana melihat suaminya seperti menahan sesuatu selagi berjemur di bawah sinar matahari di taman belakang. Kulitnya pun kini sedikit coklat sejak mulai berjemur tapi itu tidak mengurangi ketampanannya. Malah membuat ketampanan pria itu berubah dalam wujud lain. Tampan dengan warna kulit sedikit coklat.

"Eh?" Pria itu menoleh. "Aku sedang berusaha mengangkat kakiku tapi sangat susah. Padahal semalam sempat bisa diangkat sedikit."

Lana kaget dan tersenyum. "Oh, itu sebabnya ngantuk pagi-pagi? Aku pikir kenapa Mas tiba-tiba ngantuk pagi. Biasanya 'kan semangat banget ingin sarapan."

"Iya, tapi kok sekarang susah ya, ngangkat kaki. Gak bergerak sama sekali," tanya Fian bingung.

"Mungkin lebih mudah kalau dilakukan sambil berbaring."

Fian berpikir sejenak. "Mungkin juga ya. Ayo, kita ke kamar! Aku ingin latihan lagi."

Lana senang pria itu bersemangat untuk latihan. "Aku panggil Hadi dulu ya."

"Tapi jangan bantu aku ya. Aku mau coba sendiri."

"Iya-iya." Lana yang bangkit, tersenyum lebar.

"Kamu hanya perlu tungguin aku."

Di kamar, Fian kembali dibaringkan. Karena tidak boleh membantu, Lana malah sibuk sendiri melakukan perawatan pada wajah karena ia sempat membeli peralatan make up dan perawatan wajah untuk di rumah saat pergi dengan Fian ke mal waktu itu. Penampilannya juga membaik karena memakai pakaian rumah yang sesuai untuk standar wanita istri seorang CEO.

Fian hanya melihat saja, istrinya sibuk merawat wajah sementara ia tengah berusaha berlatih yang ia bisa. Setelah memulas wajah dan membersihkannya dengan beberapa produk kecantikan, Lana memasang kertas masker basah di wajah dan berbaring di samping suaminya. Selagi suaminya berusaha, ia malah ketiduran.

"Lana."

Wanita itu kembali terbangun saat Fian menepuk-nepuk bahunya. "Apa?" Ia mengucek-ngucek mata dan menyadari masker kertasnya jatuh. "Eh?"

Fian hanya tersenyum melihat wajah Lana yang kian bersih. Ia bisa melihat wajah lembut dan polos wanita itu lebih dekat. "Aku lapar. Tolong mintakan orang dapur buatkan sesuatu untukku."

Lana melirik jam di dinding, masih jam 11. "Tanggung, Mas. Apa mau makan roti bakar atau potongan buah menjelang makan siang?"

"Kenapa tidak makan siang saja? Kalo makan itu, dijamin pas makan siang, aku masih kenyang."

"Ya sudah, aku minta pembantu untuk siapin makan siang lebih cepat, ya." Lana menyibak selimut dan turun dari ranjang.

Setengah jam kemudian, keduanya sudah di meja makan menikmati makan siang. Fian terlihat lahap makan sedang Lana perhatiannya tertuju pada suaminya yang begitu semangat makan.

"Nanti aku minta dibuatkan piza ya. Bilang sama orang dapur," sahut Fian yang sibuk mengunyah.

"Tapi masalahnya, tukang masak kita sedang cuti, Mas. Masa Mas lupa?"

Pria itu berhenti mengunyah dan menoleh pada istrinya. "Oya? Aku lupa ... Ah, tidak apa-apa. Aku lagi ingin piza, nanti biar aku pesan sendiri."

"Via online?" tanya Lana.

"Iya." Benar saja. Setelah makan siang, Fian memesan piza dengan ukuran lumayan besar dua kotak.

Lana pun takjub melihatnya. "Mas, makan semua, ini?"

"Ya sama kamu, lah ...."

"Aku gak bisa ngabisin sebanyak ini, Mas ...," jawab Lana dengan wajah polos.

Fian tertawa. "Siapa yang nyuruh kamu ngabisin? Orang maksudku makannya sama kamu, kok ...."

"Oh." Lana jadi malu sendiri. "Tapi aku masih kenyang, Mas."

"Ya, nanti saja. Aku juga mau latihan dulu."

"Mas gak capek latihan terus?"

"Kalo capek 'kan tinggal istirahat. Aku tidak punya kegiatan lain. Kakiku sekarang sudah mulai bisa diangkat walau sebentar."

"Jangan diforsir, Mas. Nanti malah sakit." Lana mengungkap kekhawatirannya.

"Enggak kok. Malah aku merasa makin sehat." Fian merentangkan tangannya dan memutar-mutar bahu ke depan dan ke belakang.

"Ya, udah." Lana meletakkan kotak piza di meja dekat sofa dan bergerak ke pintu.

"Kamu mau ke mana?"

"Mmh? Aku takut ganggu Mas latihan, jadi aku keluar saja."

"Eh, gak boleh!"

Lana berhenti dan menoleh. "Kenapa?"

"Kalau aku butuh apa-apa, bagaimana?"

"Eh ...." Lana tampak bingung.

"Kamu tidak bisa pergi. Kamu harus tungguin aku. Aku tidak mau ditunggui Hadi di sini." Protes pria itu.

"Oh, ya udah." Lana berbalik arah sambil garuk-garuk kepala. "Tapi aku di sofa aja ya."

"Terserah aja, asal kamu tidak pergi."

"Iya." Lana pun mendatangi sofa kembali. Kali ini ia naik dan tengkurap sambil mengangkat kepala dan membuka ponsel. Kakinya ditekuk ke atas sambil sesekali digerakkan santai. Sepertinya kegiatan Lana mulai ringan sejak kaki Fian mulai membaik. Kembali ia menunggui sampai tertidur di sofa.

***

Di suatu tempat di Amerika, tengah malam.

"Hei, berhenti!" sahut seorang pria dengan bahasa Inggris dalam pakaian sekuriti.

Seseorang berpakaian ninja berwarna hitam tengah berlari dikejar oleh beberapa orang termasuk sekuriti itu. Lorong itu punya banyak cabang hingga suatu ketika, sang ninja berbelok ke kanan dan terus berlari.

"Hei!"

"Kita harus berpencar! Jangan biarkan dia menuju ke arah jendela," ujar temannya.

"Ok," imbuh yang lain.

Ninja itu malah membuka sebuah pintu dan masuk ke dalamnya. Ia membuka penutup kepala dan menggeleng-gelengkan kepala hingga rambutnya yang hitam kecoklatan terurai jatuh dan menutup punggungnya. Kemudian ia melepas pakaian dan menggantinya dengan pakaian yang ada di dalam tas. Rok panjang katun krem dengan kemeja putih tangan panjang, ditutup dengan cardigan berwarna kuning. Ia menata rambut hitam bergelombangnya dengan digelung ke atas. Lalu ia meletakkan ganggang kacamata di sela kedua telinga. Dengan cepat ia memasukkan pakaian ninja itu ke dalam tas, meresletingnya lalu menyandang di bahu. Ia membuka pintu.

"Ah, nona Green. Apa nona melihat seseorang berpakaian ninja tadi lewat sini?" tanya seorang pria yang tampak kebingungan melihat sekeliling.

"Ninja?" Wanita itu terkejut dan ingin tertawa. "Apa kamu baru bangun tidur?"

"Tapi ini benar ada ninja, nona Green."

"Iya, tadi menerobos masuk ruang penyimpanan lukisan. Ada satu lukisan yang dicuri. Sekarang tinggal bingkainya saja," kata sekuriti yang datang kemudian.

"Waduh. Ini harus dilaporkan pimpinan." Wanita itu tampak panik, membetulkan letak kacamata lalu mengeluarkan ponselnya.

Sekuriti itu nampak ketakutan. "Eh, tapi aku rasa, orang itu masih ada di dalam gedung, nona. Biar kami cari dulu. Nona Green mau pulang 'kan? Kenapa nona selalu telat sampai malam begini sih, nona. Ini berbahaya, apalagi bagi perempuan yang pulang sendirian."

"Eh, ini aku juga buat kepentingan musium. Aku harus mengecek prasasti baru yang ditemukan arkeolog Yunani. Aku juga harus mengecek usia dan membersihkannya dengan hati-hati jadi tidak bisa buru-buru."

Bersambung ....

1
Siti Zaid
Lynda ternyata sangat egois..semoga Fian segera menceraikan lynda dan hidup aman dgn Làna dan anak mereka...🤗
Siti Zaid
Author..lanjut semangat terus nulisnya..ceritanya makin lama makin seru nih👍👍👍
Baby_Miracles: makasih
total 1 replies
Rahma Inayah
kasian Linda skrg di kacangin oleh Fian dl saat Fian lumpuh km sibuk dgn dunia km sendri skrg km seolah olah merasa kesepian .knp GK ktman aja SM brondong km
Siti Zaid
Fian jgn jadi bodoh lagi mahu percaya saja pada lynda yg ternyata hanya berpura2..padahal perangai lynda sama mcm mak lampir🤭
Rahma Inayah
🤣Linda mau Berubah ber hijab mn mkn biasa pakai baju yg terbuka tiba2
mau pakai baju terruutp
Rahma Inayah
lnda semasa JD istri Fian ada kah km mengurus kebutuhan suami mu or nemani mkn GK kan yg ada km si bukd gh dr mu sendri dan dunia mu bahkan bersama selingkhmu
Siti Zaid
Lynda sedar diri dikit kamu..jgn harap Fian akan sama seperri dulu lg..bukan kamu satu2 nya wanita dalam hidup nya sekarang..ada Lana dan bayi yg bakal lahir...
erviana erastus
lana bego lu iya in aza trs pergi yg jauh yaela pergi pake acara utang uang Kantor ya ketauan dong ... siap2 fian tau kamu hamil 🤭🤣
Siti Zaid
Sudah saat nya Linda dibuang jauh2 dari Fian dan Lana...kalau boleh dibuang saja kelaut biar dimakan hiu..bisa2 nya suami terlantar kelumpuhan..linda malah kabur selingkuh😠
Rahma Inayah
pas.di bwknkerumh sakit kathauaj deh klu Lana hamil yg mn dgn Linda istri pertma blm hamil .pastinya Fian akan tmbh syg PD Lana
Rahma Inayah
pilin plan kamu Fian GK bisa peka dgn hati Lana .misi bals dendam mu gagal total hanya dgn rayuan maut Lindy yg maunya km di ajad beradu peluh sedang dia diluar sn SDH berbagi peluh dgn lelaki lain
Rarik Srihastuty
masih aja mau nidurin si Lynda yg bekas orang, plin plan sekali
Siti Zaid
Benci betul pada Fian..memang dasar lelaki tidak sedar dari..perempuan selingkuh yang dipilihnya..padahal perempuan itu sudah selingkuh dan tinggal dia saat dirinya tidak bisa berjalan😠...
Wiwi Sukaesih
Fian pling plan.baru tau kn gmn arasnayi dtnggalim.pemyesalan dtg terlalu Fian
Rahma Inayah
tokcer juga Fian SPT nya Lana hamil pasti Fian akan senang dan cnt nya PD Lana TDK lagi utk bals dendam tp cnt nya tulus
ros
ceritanya menarik 👍
erviana erastus
yes hamidun ... tp istri pertama nya apa kabar
Rarik Srihastuty
Kayaknya Fian dan Lana junior otw
Siti Zaid
Penasaran dengan kisah hidup Fian..
Rahma Inayah
mknkah Adrian tu ayah kandung Fian ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!