Ini hanya karya fiksi.
Yalisa adalah siswi SMK yang kerap mendapat bullyan dari teman-teman sekelasnya, bullyan yang dia terima bukan sekedar ejekan tapi juga tindakan fisik.
Hanya Mei sahabat yang membelanya di dalam kelas.
Sekolah yang tahu akan masalah Yalisa juga tidak perduli, malah menutup-nutupinya agar tidak sampai di ketahui orang di luar sekolah.
Karena kemiskinanlah yang membuat Yalisa bungkam.
Perasaan Yalisa campur aduk, marah, emosi, benci,stres, pecundang, dan tak berarti membuat dirinya ingin mengakhiri hidupnya.
Apakah Yalisa akan mati begitu saja?
Atau rasa dendam dan benci akan menjadi cinta?
atau malah akan membawa pertumpahan darah?
Manakah yang akan terjadi?
ikuti terus alur cerita SAVE YALISA
Instagram : @Saya_muchu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reski Muchu Kissky, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab XII (Iri)
“Sudah sering bolos, sekalinya masuk sekolah malah membuli anak orang, dimana otak mu Riski!” Bentak pak Doni.
Riski menyunggingkan bibir kirinya ke atas, Pak Doni yang melihat menggelengkan kepala.
“Luar biasa ya kamu, orang tua kasih nasehat kamu malah meledek, kalau tidak suka di nasehati jadilah orang baik, enggak bisa bermanfaat untuk orang lain, setidaknya jangan mengusik,” ucap pak Doni.
“Iya yah,” jawab Riski.
“Kamu harus mencerna perkataan ayah, resapi, ayah juga sudah malas berurusan dengan sekolah kamu, banyak yang harus ayah bayar tiap bulan, biar nilai raport kamu bagus, 30 jt ayah bayar sebulan menalangi semuanya, denda bolos, denda laporan siswa yang kamu ganggu, biar kamu tetap bisa sekolah disana atau kamu mau pindah sekolah saja?”
Riski menggosok telinga kanannya, seolah kepanasan mendengar nasehat ayahnya, pak Doni yang sudah lepas kendali mengambil koran dari atas meja dan melemparnya ke wajah Riski.
“Aku enggak mau pindah sekolah yah, cape, cukup waktu SMP saja yang pindah-pindah, malas yah.” ucap Riski dengan ketus seraya menyingkirkan koran yang di lempar pak Doni dari wajahnya.
“Hah! Kalau tau cape, jangan bikin onar lagi di sekolah!” Hardik pak Doni.
“Kan bukan salah Riski yah!” Riski menyahut enteng perkataan ayahnya.
“Benar-benar harus di hajar kamu ya!”
Mata pak Doni kesana kemari sibuk mencari sesuatu.
“Jangan-jangan ayah mau pukul aku pake kayu lagi.” batin Riski
Tak lama, pak Doni menemukan barang yang ia cari, yang ternyata adalah handphone, Riski menarik nafas lega. Pak Doni menghubungi salah satu kontak yang ada di dalam handphone nya itu.
“Halo Rendy, tolong carikan guru agama yang paling bagus di antara yang bagus yang bisa datang setiap hari ke rumah, dan juga guru private mata pelajaran umum, saya akan bayar tinggi upahnya.” Pak doni.📱
“Buat apa pak guru-guru itu?” Rendy.📱
“Jangan banyak tanya kamu, cepat carikan saja, lalu bawa ke rumah!” Pak Doni. 📱
Ternyata yang di telepon pak Doni adalah Rendy asistennya, Riski sudah mempunyai firasat kuat kalau guru itu di khususkan untuknya.
“Kamu harus memperdalam ilmu agama mu dan juga pelajaran umum lainnya, ayah enggak mau selama sebulan otak mu tambah zonk.” titah pak Doni dengan tegas.
“Yah, masa iya Riski belajar di rumah, sendirian lagi, terlebih yang agama, Riski kan dulu udah sekolah Arab 3 tahun, di sekolah juga belajar sekali seminggu, enggak perlu, Riski belajar sendiri saja.”
Riski menggoyang-goyangkan tangannya.
“Disini ayah yang menentukan, kalau tidak suka silahkan minggat.” Pak Doni mendekat ke Riski dan mengarahkan jari telunjuknya ke wajah anaknya itu.
“Kamu harus bayar uang ayah yang 700 jt dengan ilmu pengetahuan, sebulan ini kamu akan memperdalam ilmu agama dan pelajaran lainnya, semuanya harus di pelajari, kalau dalam sebulan kamu tidak ada peningkatan dan guru- guru private mu tidak memberikan penilaian yang bagus, ayah akan tambah menjadi 1 tahun, kamu taukan pekerjaan ayah apa?”
Riski mengangguk dengan rasa takut, baru kali ini ayahnya mengeluarkan aura yang mencekam.
“Ayah, tidak akan membiarkan kamu menghancurkan segalanya, kita kaya dari hasil itu semua, polisi juga sudah sempat mencurigai kita, beruntung lolos, kamu faham enggak apa akibatnya kalau kita sampai ketahuan polisi?” ucap pak Doni
Riski mengangguk tanda mengerti, pak Doni mulai duduk di sebelah Riski.
“Ini juga salah ayah sih yang kurang perhatian sama kamu, sejak ibu mu meninggal kamu jadi anak yang teramat nakal, ayah harap ini terakhir kalinya ya, kalau mau bolos, bolos lah sesuka mu, tapi jangan sampai terlibat perkelahian lagi, ayah mohon.”
Pak Doni yang merasa sudah cukup menasehati Riski beranjak dari duduknya untuk berangkat kerja. Riski mulai memikirkan nasehat-nasehat ayahnya, hatinya sedikit pun tergugah.
“Apa sifat ku seketerlaluan itu?” Riski bertanya pada dirinya sendiri.
Semenjak hari itu Riski di didik keras oleh guru agamanya, hari-harinya di isi dengan belajar umum dan memperdalam ilmu agama, Riski tak dapat protes banyak karena semua adalah salahnya.
Dua minggu berlalu, setelah Riski usai belajar dia beranjak ke kamarnya, dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
“Gila, masih lebih baik belajar di sekolah, aku diskors malah lebih parah, seharian full belajar,” gumam Riski.
Saat akan memejamkan mata Handphone nya berbunyi, ada sebuah pesan masuk, Riski meraih handphone nya yang ada di sebelah kepalanya. Mata Riski melotot saat melihat pesan masuk dari Yovi.
“Huh... gila!” Riski tersenyum getir, karena isi pesan yang di kirim Yovi adalah sebuah rumah.
“Ini rumah baru si Babi, semua orang gosipin dia orang kaya baru, dia juga perawatan jadi lumayan cantik sekarang, nyebelin bangat kan?” Yovi. 📱
“Iya nyebelin, aku yang di hukum dia yang untung.” batin Riski
Setelah melihat pesan dari Yovi, Riski meletakkan kembali handphone nya di atas ranjang tanpa membalasnya.
Baru beberapa menit Riski meletakkan handphone nya, dia meraihnya kembali dan mulai membuka akun Instagramnya, Riski mencari nama Instagram Yalisa.
Setelah ketemu, Riski membuka unggahan photo teratas Yalisa, betapa terkejutnya Riski melihat wajah Yalisa yang sekarang.
“Cantik.” tanpa sadar Riski bergumam.
“Apa ini efek camera? Baru dua minggu aku tinggal masa jadi begini?” Riski terus memandangi photo Yalisa.
_________________________________________
“Wah, rumah kamu jadi bagus Lis.” ucap Mei dengan rasa bahagia yang duduk di atas kursi makan dengan meja persegi 4 di hadapan mereka.
“Iya alhamdulillah enggak nyangka ya, di balik musibah ada hikmahnya.” sahut Yalisa dengan menyodorkan coklat panas untuk Mei.
“Apa kita harus berterima kasih juga sama Riski? Hahaha.” Mei tertawa cengengesan.
“Boleh juga tuh ide kamu, nanti kita ucapin sama-sama,” jawab Yalisa.
“Hmmm, gimana kamu sama Leo?” Mei bertanya dengan penasaran.
“Gimana apanya, hehehe?” Yalisa tertawa kecil.
“Ya kelanjutan hubungan kalian? Kalian kan makin hari makin dekat.” Mei menggoda sahabatnya itu.
“Masih jalan di tempat sih, dia juga enggak kasih tahu aku lebih lanjut mau gimana,” ucap Yalisa.
“Ya ampun kalian berdua aneh bangat,” ujar Mei
“Malam ini mau menginap disini?” tanya Yalisa.
“Enggak bisa, orang tua ku pulang malam ini, jadi aku harus ada di rumah, jarang-jarangkan ketemu mereka berdua.” jawab Mei.
“Ohh gitu ya,” ucap Yalisa.
_______________________________________________
Pagi harinya, Yalisa yang telah tiba di sekolah memasuki kelasnya, baru saja ia di dalam kelas, Yovi dan teman-temannya yang lain menyindir Yalisa.
“Orang kaya baru datang nih!” ucap Yovi
“Iya Yov, berkat uang cuma-cuma dari Riski, dia kaya dadakan, rumah reotnya berubah jadi beton, ya... walau pun ukuran minimalis, tapi mending lah, dari pada gubuk kemarin,”
sindir Nuna.
Yalisa tidak menggubris sindiran Yovi dan Nuna itu.
“Dia juga sekarang berubah jadi cantik, perawatan habis dia di atas penderitaan orang lain, bayangin dapat 700 jt secara cuma-cuma, meras bangat enggak sih?” ucap Yovi
“kalian lihat sendiri si babi cuma memar dikit doang, minta uang damai sampai 700 jt.” timpal Nuna.
Mendengar mereka yang tidak mau berhenti menyindir, Yalisa menghampiri Yovi dan Nuna di kursinya.
“Kalian nyindir aku ya?” tanya Yalisa dengan raut wajah kesal.
“Hah? Nyindir kamu?” Yovi dengan posisi duduknya memelototi Yalisa.
“Kalau bukan aku siapa lagi?” ucap Yalisa.
“Kalau kamu emang kenapa?”
Yovi berdiri dari duduknya dan mendekatkan wajahnya ke wajah Yalisa, Yalisa kesal tapi tidak ingin berkelahi, dia memilih mengalah dan ingin pergi dari hadapan Yovi.
“Mau kemana?” tanya Yovi.
“Aku malas bertengkar Yov,” jawab Yalisa.
Saat Yalisa ingin membalik badannya, Yovi memegang erat pergelangan tangan Yalisa.
Bersambung...
HAI READERS YANG MANIS JANGAN LUPA UNTUK SELALU DUKUNG AUTHOR DENGAN KASIH LIKE, KOMEN, VOTE SERTA TEKAN FAVORIT TERIMAKASIH BANYAK ❤️
Instagram :@Saya_muchu
🐶🐭 🐱🐤 🐹🐷
🐼🐰 🐯🐱 🐭🐶
🐦🐨🐵🐻🐯 🐮🐵
🐧🐔 🐣🐮 🐵🐻
🐼🐷 🐭🐶 🐨🐰
mereka ber 3 sama2 terluka, tp yg paling terluka adalah yalisa dari part pertama sampai disini blum pernah mengalami bahagianya hidup.
leo=yalisa
jodoh tertukar menjadi
Riski=yalisa
leo=mei
ihhhh ngeriiiiii
apa karna dia melecehkan yalisa atau adakah masalah lain???