Perjalan cinta seorang Elsa yang sangat rumit, berawal dari dendam orang tua angkatnya, Elsa yang harus jadi umpan untuk membalas dendam kepada keluarga Ayu, Elsa di paksa untuk mendekati anak Ayu dan di paksa pura pura mencintai anak Ayu yang bernama Leo, tapi sayang Elsa terjebak dengan cinta palsunya, ia benar benar mencintai Leo, di saat hari pernikahan Elsa dengan Leo, Elsa di paksa pergi meninggalkan Leo, hal itu membuat Leo marah dan membenci Elsa, tapi mereka di pertemukan kembali di saat Leo sudah menikah dan Elsa melamar kerja jadi pembantu di rumah Leo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yunia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 12
Mawar mengadu kepada Fikri tentang Elsa yang mengabaikannya.
"Fik, kamu kasih pelajaran si Elsa! dia sudah berani melawan Mama,"
"Kenapa dengan anak itu? Apa yang ia katakan kepada Mama?" tanya Fikri. Ia ingin tau duduk permasalahannya, karena tidak biasanya Elsa mau melawan mereka.
"Tadi saat Mama bicara dia meninggalkan Mama, tidak biasanya dia seperti itu, karena itu kamu kasih dia pelajaran! biar tidak semakin berani."
"Mungkin Elsa lagi capek Ma."
"Kamu itu, dikasih tau tidak mau dengerin." lalu Mawar pergi meninggalkan Fikri karena kesal Fikri tidak menuruti permintaannya.
**
Keluarga Milly baru saja sampai, Leo menahan nafas saat melihat orang tua Melly, Leo segera menyalami bapak yang datang, Leo belum tau bapak itu siapanya Melly.
"Kamu orang yang mengabari kemarin?" tanya Faisal sambil memperhatikan Leo.
"Iya, Pak." jawab Leo. Lalu Faisal menghampiri anaknya yang belum sadar. Faisal mengelus kepala anaknya yang tertutup hijab, lalu ia mencium kening anaknya.
Leo semakin merasa bersalah melihat kesedihan Faisal.
"Kalau mau pulang silahkan! Biar bapak yang menjaga anak Bapak." kata Faisal.
"Saya hari ini tidak masuk kerja, saya di sini saka menemani Bapak." jawab Leo, Leo merasa heran dengan sikap ayahnya Melly, diluar dugaannya. ia pikir Faisal akan memarahinya. Tapi Faisal tidak sedikitpun bertanya ataupun marah.
"Kenapa bapak itu tidak bertanya bagaimana kejadiannya atau marah dan minta pertanggungjawaban dariku?" kata Leo dalam hati.
"Kalau begitu, Bapak minta tolong jaga sebentar Melly! Bapak mau keruangan Dokter."
"Iya, Pak." jawab Leo. Lalu Faisal pergi keruangan Dokter yang menangani anaknya. Sedangkan Leo duduk dikursi dekat Melly. Tiba tiba Melly menjerit.
"Tiiidaakk!
Leo terkejut melihat Melly menjerit. lalu Leo menghampiri.
"Kamu kenapa?"
Melly diam, ia memperhatikan Leo, ia juga memperhatikan tempatnya saat ini.
"Dimana aku? Apa aku sudah disurga?" tanya Melly. Ia menduga ia sudah mati mengingat ia ditabrak mobil.
"Kamu di rumah sakit."
"Siapa kamu?"
"Saya Leo."
Melly bisa bernafas lega setelah tau kalau dia belum meninggal. Ia tidak bisa bayangkan bagaimana kalau ia meninggal, pasti ayahnya sangat sedih ditinggal sendiri. Melly dan ayahnya hanya hidup berdua, ibunya sudah meninggal saat ia baru lahir.
"Kamu haus?" tanya Leo. Melly menggelengkan kepalanya.
"Ya sudah, aku duduk di kursi itu, kalau kamu perlu sesuatu panggil aku!" ujar Leo. Kembali Melly menganggukkan kepalanya. Melly merasa sungkan kepada Leo, karena ia tidak mengenal Leo, dalam hati ia bertanya tanya siapa Leo itu dan kenapa Leo menjaganya. sedangkan Leo kembali duduk di tempatnya tadi.
Faisal masuk keruangan anaknya dengan wajah sendu. Faisal sangat sedih setelah tau anaknya tidak bisa berjalan. Setelah ia masuk ia melihat anaknya sudah sadar, Faisal menghampiri anaknya.
"Syukurlah akhirnya kamu sadar Nak," kata pak Faisal.
"Ayah disini?" tanya Melly. Ia heran melihat ayahnya berada satu tempat dengannya, satunya ayahnya di kampung.
"Iya, Nak, Nak Leo menghubungi ayah dan mengabari kalau kamu barada dirumah sakit, karena merasa khawatir dengan keadaanmu ayah ke sini."
"Aku mau kekamar mandi sebentar." kata Melly. Lalu ia mencoba menggerakkan kakinya tapi tidak bisa, ia coba berulang kali tetap tidak bisa.
"Kenapa kakiku tidak bisa aku gerakkan Ayah?" tanya Melly.
"Kamu yang sadar ya Nak, untuk sementara kakimu tidak bisa berjalan."
"Tidak mungkin Ayah, Ayah pasti bohong." Melly menolak kenyataan kalau kakinya lumpuh.
"Kamu harus ikhlas Nak! apa yang terjadi denganmu saat ini adalah kehendak Allah, tidak baik kalau kita mengeluh." kata pak Faisal menasehati anaknya.
"Tapi bagaimana dengan kuliahku Ayah? Kalau aku tidak bisa berjalan hiks..hiks..hiks."kata Melly sambil menangis pilu.
"kamu tenangkan pikiranmu! Nanti kita pikirkan bagaimana jalan keluarnya, agar kamu bisa kuliah seperti biasa."
Leo bersujud di kaki pak Faisal, ia sangat merasa bersalah setelah mendengar pembicaraan mereka, apalagi melihat Melly yang begitu sedih setelah tau ia tidak bisa berjalan.
"Maafkan aku Pak! karena kesalahanku anak bapak tidak bisa berjalan." kata Leo. Ia menyesali kecerobohannya, sehingga membuat orang lain tidak bisa berjalan.
"Kamu bangun Nak! tidak baik seperti itu, semua yang terjadi atas kehendak Allah, karena itu bapak tidak menyalahkan siapa-siapa, bapak berusaha ikhlas menerima semua cobaan ini." kata Faisal bijak.
Mendengar perkataan ayah Melly Leo semakin sedih, ia segera memeluk Faisal.
"Bapak orang baik yang pernah aku kenal, aku beruntung bertemu dengan Bapak, aku janji akan membiayai pengobatan Melly sampai ia bisa berjalan."
**
Hari ini Elsa kembali pergi mencari pekerjaan, ia coba bertanya kesana kemari, namun tidak ada yang memberikannya pekerjaan. Karena sudah lelah, Elsa duduk di teras rumah orang mengistirahatkan dirinya. Tiba tiba ada yang menyapanya.
"Cari siapa Dik?" tanya pemilik rumah. Elsa buru buru bangun dari duduknya.
"Maaf Bu, saya numpang duduk di sini!" kata Elsa. Ia memberitahu agar pemilik rumah tidak marah.
"Saya pikir kamu ada perlu dengan saya, ya sudah silahkan duduk! kamu orang yang beru pindah itu ya? Soalnya saya baru lihat kamu." tanya pemilik rumah yang bernama bu Miftah.
"Iya, Bu."
"Kenalkan nama saya Bu Miftah, namamu siapa?" tanya bu Miftah ramah.
"Mana saya Elsa Bu."
"Nama yang cantik, secantik orangnya."
"Ibu bisa saja bercandanya."
"Ibu tidak bercanda, ibu serius, kamu habis dari mana?" tanya bu Miftah. Ia heran melihat Elsa seperti kelelahan.
"Habis cari kerja Bu, tapi belum dapat."
"Emang kamu mau kerja apa?" tanya Bu Miftah.
"Apa saja Bu, asalkan halal."
"Kamu mau kerja di rumah ibu? bantu ibu bersih bersih rumah." kata bu Miftah menawarkan.
"Mau Bu." jawab Elsa dengan cepat.
"Ya sudah, mulai besok pagi kamu sudah bisa kerja!" kata bu Miftah.
"Iya, Bu." jawab Elsa dengan hati gembira.
Elsa pulang dengan hati gembira karena ia sudah dapat pekerjaan.
"Kamu sudah dapat kerja?" tanya Mawar setelah Elsa masuk rumah.
"Sudah Nek, kerja bersih bersih di rumah bu Miftah." jawab Elsa.
"Ya sudah, untuk sementara kerja pembantu juga tidak apa-apa, tapi kamu tanya tanya kerja juga ketempat yang lain! kalau ada kerjaan yang lebih besar gajinya untuk apa kerja gaji sedikit." kata Mawar.
"Iya, Nek." jawab Elsa. Lalu Elsa pergi ke kamarnya menganti bajunya, setelah itu ia membereskan rumah seperti biasa.
Setelah semua pekerjaan Elsa selesai ia beristirahat, di dalam kamar Elsa merebahkan badannya, lalu ia membuka ponsel barunya dan melihat foto Leo, tangannya terulur menyentuh foto Leo.
"Aku merindukanmu Kak." gumam Elsa sambil memejamkan matanya, tidak terasa air matanya mengalir menahan rasa rindunya kepada Leo.
padahal PP y Elsa adalah PP sambung Elsa
kesian nasib mu Elsa, seperti y sulit mendapatkan jodoh dirimu Elsa
ingat leo km dah Puy anak & istri 🤭
yakinlah klo yg km ambil adalah jodoh yg terbaik untukmu