NovelToon NovelToon
Penjelajah Ghaib [Perkumpulan Pawang Ghaib] ~ [SEASON 2]

Penjelajah Ghaib [Perkumpulan Pawang Ghaib] ~ [SEASON 2]

Status: tamat
Genre:Horor / Matabatin / Misteri / Tumbal / Hantu / Kumpulan Cerita Horror / Tamat
Popularitas:61.2k
Nilai: 5
Nama Author: Stanalise

Setelah dokumentasi ekspedisi mereka melesat ke permukaan dan menjadi perbincangan dunia, nama "Gautama Family" bukan lagi sekadar nama keluarga biasa.

Mereka kini menjadi tujuan akhir bagi mereka yang sukmanya tersesat di tempat-tempat yang tidak bisa dijangkau oleh akal manusia.

Kelahiran Arka Kumitir Gautama, bayi yang lahir tepat di ambang batas kematian semalam, membawa aura baru sekaligus beban yang lebih berat bagi keluarga ini.

Namun, di balik kebahagiaan itu, sebuah panggilan pahit datang dari benua lain. Ada raga-raga yang terbaring kaku; tubuh mereka masih di sini, namun sukma mereka telah didekap habis oleh kegelapan alam sebelah.

.Kalian akan kembali mendengar suara teriakan, tangisan, dan jeritan dari sudut-sudut bumi yang paling sunyi. Ekspedisi ini akan terus berjalan hingga waktu memaksa mereka untuk berhenti.


[Saya sarankan baca Season 1, supaya lebih mengenal kemampuan dan karakter keluarga Gautama]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Stanalise, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 028 : Bersembunyi Di Antara Kabut (Setengah Hati Yang Terdaur Ulang)

Mobil Aldo berhenti dengan rem yang berdecit halus di halaman kantor Suara Khatulistiwa.

Gedung berlantai tiga itu tampak mencekam; sunyi, gelap, dan hanya menyisakan aroma kematian yang belum tuntas.

Satu per satu anggota rombongan keluar dari mobil. Udara malam kota yang biasanya gerah, kali ini terasa sedingin es yang menusuk pori-pori.

Jam menunjukkan tepat pukul sembilan malam. Di jam ini, aktivitas kantor sudah mati total. Satpam penjaga yang seharusnya berpatroli kemungkinan besar sedang tertidur lelap di pos gerbang belakang—tipikal "makan gaji buta" karena merasa tidak ada pencuri yang cukup gila untuk masuk ke gedung yang baru saja memakan korban.

Beruntung, Aldo adalah penyiar kepercayaan atasannya; ia memegang kunci akses cadangan karena jam siarannya yang sering kali menembus dini hari.

Begitu mereka turun, Barend dan Albert sudah berdiri gagah di kiri dan kanan rombongan. Disusul oleh Melissa, Anako, dan Gelanda yang muncul dari balik kegelapan mobil dengan wajah serius.

 Mereka di sini berperan sebagai informan bagi Rachel yang memantau dari kejauhan. Hanya keluarga Gautama, Melissa, dan Mas Suhu yang menyadari keberadaan mereka, sementara Aldo, Peterson, serta dua kameramen, Pram dan Teguh, hanya bisa merapatkan jaket karena merasa hawa di sekitar mereka mendadak menjadi sangat padat dan tidak nyaman.

"Kunci pintunya, Do. Jangan sampai ada yang keluar masuk selain kita," bisik Cak Dika.

Selangkah demi selangkah, kaki mereka mulai masuk ke dalam. Suasana lobi sangat pengap.

Pram dan Teguh segera menyiapkan kamera dengan lampu tambahan. Meski mereka tidak bisa melihat apa yang dilihat para indigo, lensa kamera terkadang menangkap orb putih yang melesat cepat di depan mereka.

 Mereka menyusuri tiap lekuk ruangan menuju lantai atas, tempat di mana Gani ditemukan tewas dalam kondisi wajah terkelupas.

Saat tiba di lorong yang menuju ke arah ruangan Gani, suasana berubah drastis. Sorot cahaya lampu neon yang tadinya tenang mendadak kelap-kelip tak stabil.

 Tek... tek... tek... Bunyinya seperti sirkuit yang terbakar.

Cak Dika segera maju paling depan, memasang badan bak perisai untuk seluruh adik sepupunya.

Dengan bibir merapalkan mantra Kejawen kuno, ia mengambil wejangan yang dibawakan oleh Ibunda Rachel tadi. Garam kasar dan air doa ia siramkan ke lantai lorong.

Tiba ketika gemercik air itu menyentuh lantai...

DUUUMMM!

DUUUMMM!

Bunyi dentuman berat itu mengguncang dinding lorong, seolah ada raksasa yang menghentak lantai dari bawah.

"Hah!" pekik Bella dan Marsya bersamaan tatkala melihat seluruh aliran listrik di gedung itu mendadak padam total. Kegelapan pekat menyapa, membutakan indra mereka seketika.

"Tenang! Jangan ada yang pencar! Peterson, senter!" teriak Mas Suhu yang insting indigonya mulai menangkap adanya pergerakan di plafon.

Peterson segera menghidupkan senter ponselnya, diikuti oleh Aldo, Pram, dan Teguh. Cahaya senter itu membelah kegelapan, menyorot lurus ke arah pintu ruangan Gani yang terbuka sendiri.

 Begitu mereka masuk lebih jauh ke dalam ruangan yang masih menyisakan bau amis darah itu, cahaya senter mereka menangkap sosok yang sangat menjijikkan.

Di sana, ia menempel di atap bagaikan seekor cicak raksasa. Tubuhnya kurus panjang dengan sendi-sendi yang tampak terkilir.

 Kepalanya terbalik dengan lidah yang menjulur panjang hingga menyentuh meja siaran. Sosok itu tak memiliki wajah; hanya ada lubang mulut besar yang menganga penuh amarah dan kegilaan.

"Jangan ganggu aku, bocah!" ucapnya setengah mengeram, suaranya pecah dan beradu dengan frekuensi statis yang memekakkan telinga para indigo di sana.

"Wah, nantang ini demit!" seru Cak Dika panas. Ia mengeluarkan sebuah botol kaca yang sudah dirajah khusus untuk memenjarakan entitas.

Melihat Cak Dika mulai kewalahan menghadapi perlawanan energi dari setan itu, Mas Suhu segera mengambil inisiatif. Ia menepuk bahu Aldo yang tampak gemetar di sampingnya.

"Ayo, semuanya! Aldo, Pram, Peterson, Teguh... kalian memang nggak bisa lihat, tapi kalian harus bantu dengan doa! Jangan biarkan pikiran kalian kosong. Fokus!" perintah Mas Suhu tegas.

"Mas, aku baca doa apa? Aku cuma hafal doa selamat!" bisik Pram sambil tetap berusaha menstabilkan kamera di pundaknya meskipun tangannya gemetar hebat.

"Baca apa aja yang kamu hafal, Pram! Doa nabi Yunus boleh, Ayat Kursi boleh. Kalau kepepet banget doa makan juga nggak apa-apa, yang penting niatnya buat nendang ini setan, bukan ngajak dia mukbang!" sahut Mas Suhu dengan nada bicara yang masih sempat-sempatnya jenaka meski suasananya sedang tegang luar biasa.

"Sing bener toh, Mas! Masa setan diajak mukbang!" protes Marsya di tengah ketakutannya, membuat suasana sedikit cair namun tetap waspada.

Cak Dika mulai memutar energinya, mencoba menarik paksa setan "cicak" itu untuk masuk ke dalam botol.

Namun, entitas itu sangat licik. Ia memekik nyaring, mengeluarkan gelombang frekuensi yang membuat telinga Aldo dan Peterson berdenging hingga nyaris pingsan.

 Sebelum Cak Dika berhasil menyegelnya, sosok itu melesat kabur menembus dinding, menghilang ke dalam pekatnya alam sebelah.

Di rumah tua, Rachel yang sedari tadi terpejam di kursi rodanya tiba-tiba tersenyum meremehkan.

 "Halah, kabur... Wedi jebule!"

(Takut ternyata), bisiknya tanpa sedikit pun membuka mata. Adio yang menjaganya hanya terdiam, ia tahu Rachel sedang "bekerja".

Rachel menyadari jika entitas jahat ini dibiarkan berkeliaran di alam sebelah, ia akan kembali lagi mencari korban baru yang sedang putus asa.

 Ia memilih untuk membantu timnya melalui Astral Projection. Rachel melepas sukmanya, membiarkan tubuh fisiknya tetap terduduk kaku sementara jiwanya melesat masuk ke alam orang mati yang berwarna kelabu dan sunyi.

Di alam itu, Rachel tidak lagi lumpuh. Ia berdiri tegak, merenggangkan kakinya, dan berjalan dengan langkah mantap. Ia mulai mencari keberadaan entitas biadab itu.

Cukup lama ia menelusuri lorong-lorong ghaib yang berbau busuk, hingga akhirnya ia melihat sosok "cicak" itu sedang bersembunyi di balik tiang pemancar ghaib gedung tersebut.

Tanpa basa-basi, Rachel berlari kencang dan langsung menjambak rambut ghaib sosok itu dari belakang hingga kepalanya mendongak paksa.

"Hah, ketemu koen!" (Hah, ketemu kamu!) tutur Rachel galak, menjambak rambut sosok itu hingga si setan memekik kaget.

Sosok itu melotot ke arah Rachel dengan mulut yang megap-megap.

 "Gadis kurang ajar! Berani-beraninya kau menyentuhku!"

"Sopo sing kurang ajar? Koe ki demit biadab! Sering ngiseni kupinge wong nganggo omongan bosok!" ujar Rachel.

 (Siapa yang kurang ajar? Kamu itu setan biadab! Sering ngisi kuping orang pakai omongan busuk) maki Rachel sambil terus menjambak dan menyeret entitas itu di alam astral.

"Mereka yang ingin mengakhiri hidupnya! Aku hanya memberi dorongan!" bela setan itu dengan suara parau.

"Halah, cangkemu! Dorongan dengkulmu! Wong lagi susah kok malah dikongkon mati. Ayo melu aku!"

(Halah, mulutmu! Dorongan lututmu! Orang lagi susah malah disuruh mati. Ayo ikut aku!)

 Rachel membalas dengan sebuah jitakan keras di kepala botak setan itu yang terasa kenyal menjijikkan.

Pertengkaran itu berlanjut dengan makian-makian jenaka khas Rachel di alam ghaib.

 Ia tidak membiarkan setan itu lepas. Dengan kekuatan batinnya yang luar biasa, Rachel menyeret entitas tersebut menuju gerbang kekuasaan yang lebih tinggi.

 Ia membawanya menghadap ke bawah kuasa Nyai Ratu untuk diadili karena telah dengan lancang mencampuri urusan umur manusia. Malam itu entitas jahat itu menjadi sepenuhnya tahanan Nyai Ratu dan Pasukannya di Alam Sebelah.

Di dunia nyata, Adio hanya bisa menatap tubuh Rachel yang mendadak dingin. Napasnya sangat tipis, hampir tak terasa, pertanda bahwa sukmanya sedang berada jauh di Alam Sebelah sana. Hening merayap di ruang tengah rumah tua itu, hanya suara jangkrik yang terdengar dari luar.

Tiba-tiba, ponsel di saku celana Adio bergetar. Ia merogohnya dengan perlahan, mengira itu adalah kabar dari Cak Dika atau Aldo. Namun, matanya membelalak tatkala melihat sebuah nama yang sudah bertahun-tahun tenggelam dalam memorinya muncul di layar.

Sarah.

Jantung Adio berdegup kencang. Sarah adalah sahabat baiknya, seorang gadis yang pernah berbagi hari-hari melelahkan saat mereka masih menjadi residen bersama.

Keduanya sempat menjalin asmara singkat—sebuah kisah manis yang dipenuhi aroma rumah sakit dan kopi dingin.

Namun, hubungan itu kandas ketika Sarah memilih pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studinya, sementara Adio tetap di sini membangun karirnya.

Adio perlahan membuka pesan itu.

"Hai, Adio. Aku sudah kembali ke Indonesia. Aku baru saja memasukkan lamaran ke rumah sakit milikmu. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan secara langsung... Bisakah kita bertemu?"

Adio terpaku. Di satu sisi, ada Rachel—wanita yang kini menjadi pusat semestanya, yang sedang bertaruh nyawa di alam ghaib tepat di depannya.

Di sisi lain, Sarah muncul membawa potongan masa lalu yang belum sempat ia selesaikan. Pesan itu seketika menjadi dilema besar bagi Adio.

1
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸🥑⃟ RY
semoga Rahel bisa menyelamatkan Arka
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸🥑⃟ RY
Semoga Rahel bisa mengalahkan keempat iblis
Ela Jutek
jujur berat cerita ini end
Ela Jutek: emm ya
total 2 replies
Safitri Agus
terimakasih Thor,🙏🥰
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: /Awkward/ Kembali kasih ya kak, beberapa bulan lagi, launching novel baru judulnya cermin. Aku harap, kakak hadir di sana ya kak 😍 Terima kasih banyak, buat segala support nya selama ini
total 1 replies
Nyai Aksara 👩‍🦯
Terus pas 10 tahun lagi nanti gimana itu ya? Arka yang membebaskan apa gimana tuh?
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: /Shy/ Tungguin novel cermin ya kak, otw digarap ini sesuai permintaan... Pokoknya aku ucapin banyak2 makasih buat kakak juga karena udah sabar dan nungguin novel2 ku.
total 1 replies
Nyai Aksara 👩‍🦯
Ah, si Aldo bodoh, sok kuat sih
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: kutuk kak, kutuk dia kak, 🤣🤣🤣
total 1 replies
Kristiana Subekti
hufff,,,,, tegangnya,,,,,😮‍💨😮‍💨
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: /Hey/ gass kak, bakalan ada plot twist, dan bakalan kejawab semua di novel Cermin. Tungguin yaa kak, makasih banget udah setia dan selalu ada
total 1 replies
Nano Karang indah
ayo thourrr semangat💪💪
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: iya akak 🤣 ya gini kak kalau authornya update 1 tahun sekali. Pembacanya kabur. sabar ya kak
total 1 replies
Ela Jutek
uhuyy akan ada adu mekanik yg wow nih
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸🥑⃟ RY
semoga Rahel segera menemukan nya
Safitri Agus
apakah Rachel akan pensiun?
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: 🚴 Kita akan saksikan sama-sama ya kak, perjalanan si Gautama ini
total 1 replies
Ela Jutek
di balik kamu bisa jalan lagi aku malah kuatir Hel, semoga gak terjadi apa-apa ya
Ela Jutek: menyebalkan emang
total 4 replies
Kristiana Subekti
akhirnya setelah bolak-balik dtengokin,,,,,,up jg/Drool//Kiss/
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: jangan lupa kasih jempolan cinta nya ya kakak 😍 uwahhh sayang bangettt deh
total 2 replies
Ela Jutek
hem sampe lupa jalan ceritanya
Ela Jutek: nah itu lebih baik takut banget lah
total 10 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Akhirnya/Cry/ayo up lagi/Determined/
☠️⃝🖌️Deep ⃟🌴: ada satu itu soalnya yang baru 🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ehhh... Apa-apaan itu/Curse/
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Aihhh jadi terhura aku🤧 aku juga lindu lho😘
total 2 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
sesak aku Thor... sesayang itu ibu sama anaknya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
The Gautama's terjebak di hutan Aokigahara, entah apa yang akan mereka hadapi selanjutnya
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Berasa kena jump scare ya Marsya 😂
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘreedha
☠️⃝🖌️M⃤
Mabora.... mabok ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!