NovelToon NovelToon
Rebirth Of The Duke'S Daughter

Rebirth Of The Duke'S Daughter

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Petualangan / Tamat
Popularitas:2.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Pelangizigzag

Putri bodoh yang satu ini berubah total dalam waktu semalam! Setelah ini dia bertekad untuk membalaskan semua rasa sakitnya satu-persatu. Lalu ditakdirkan hidup sebagai permaisuri? oh, tidak masalah karena ada pria tampan berkuasa yang akan membantunya sampai akhir.

NO PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangizigzag, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Who Is He?

Mikayla sudah siap dengan gaun pesta serta dandanan yang rapi sekaligus menawan. Menurut Duke Stanley, kali ini sebaiknya mereka berempat pergi bersama-sama dalam sebuah kereta formal berukuran besar dan mewah dengan enam ekor kuda yang menarik kereta tersebut. Duke Stanley dan Lady Azaleah duduk bersisian, sedangkan di seberang mereka, Mikayla duduk bersama Rosella.

Well, sebenarnya Rosella sangatlah keberatan saat Mikayla duduk disampingnya. Selama ini Duke Stanley tak pernah sekalipun mengajak Mikayla untuk pergi bersama, tapi hari ini? Rosella ingin sekali mengutuk gadis disampingnya. Mereka biasanya hanya pergi bertiga. Ya, bertiga. Dan Mikayla akan berada kastil seharian penuh, namun sekali lagi, gadis itu tak pernah mengeluh.

"Sejak tadi ku perhatikan wajahmu selalu ditekuk. Apa ada yang mengganggumu, Rosella?"

Rosella tersentak kaget. Ia tak menyangka kalau Duke Stanley memerhatikan interaksinya dengan Mikayla. "Tidak ada apa-apa, Ayah," ucapnya disertai senyuman palsu, "Apa masih jauh lagi?"

Duke Stanley menatap ke luar jendela kereta. "Sebentar lagi kita akan sampai. Kau sepertinya terburu-buru sekali. Siapa yang ingin kau temui di pesta nanti?"

"B-bukan apa-apa." Rosella melirik ke arah Mikayla untuk mencari topik pembicaraan yang baru. "Kakak sejak tadi diam saja. Memikirkan apa?" tanya Rosella seolah-olah mereka berdua sudah akrab.

Menoleh pun tidak, Mikayla hanya menatap pepohonan yang dilalui dengan datar. Daun-daun yang berguguran jelas lebih menarik dibandingkan ketiga keluarganya ini. "Tidak ada."

Duchess Azaleah menggeleng. Mikayla, perempuan berkulit pucat dengan manik se-biru air pantai nan jernih serta surai keperakannya, dari segi fisik, jelas Mikayla tak mewarisi apapun darinya. Duchess Azaleah memiliki rambut kecoklatan yang sekarang diwarisi oleh Rosella. Tentu saja mereka tak ada kemiripan, karena Mikayla itu sebenarnya—

"Kita sudah sampai."

Lamunan Duchess Azaleah buyar. Setelah Duke Stanley turun dari kereta dan mengulurkan tangannya untuk Duchess, wanita itu menyambutnya dengan senang hati. Rosella pun sudah turun di pintu yang lain hingga tersisa Mikayla saja yang berada di dalam kereta.

"Biarkan saya yang menjemput calon putri mahkota."

Mereka berempat menoleh ke arah sumber suara. Di sana Putra mahkota berdiri dengan gagahnya. Kali ini ia memakai pakaian formal kerajaan Armovin yang bercorak biru.

"Ah, putra mahkota." Duke Stanley membungkukan sedikit badannya dengan hormat. "Saya sebagai Ayah dari calon putri mahkota merasa terhormat."

Danial lantas menghampiri Mikayla. Lelaki itu mengulurkan tangannya sementara Mikayla masih betah berdiam diri dalam keretanya. Awalnya, gadis itu menatap telapak tangan putra mahkota tanpa minat, namun setelah melirik ekspresi Duke Stanley yang sedikit menekannya, terpaksa ia harus menerima uluran tangan Danial dengan berat hati.

Danial mencium punggung tangan pasangannya. "Hari ini Anda sangat menawan."

Apa katanya, menawan? Mikayla ingin tertawa karena penuturan tersebut. Pangeran yang satu ini ... hanya mencintai dirinya karena kecantikan. Sedangkan dirinya yang dulu? Jangankan memuji barang sedikit, Putra mahkota malah ingin membunuhnya.

"Acara sebentar lagi akan dimulai. Mari kita ke Balairung istana," ajak Putra mahkota dengan begitu sopannya. Duke Stanley berdampingan dengan Duchess Azaleah, lalu Putra mahkota berdampingan dengan Mikayla. Sedangkan Rosella berjalan sendirian karena dirinya belum pernah mengikuti debutante.

"Bagaimana perjalanan Anda kemari?" ujar Putra Mahkota berbasa-basi.

Mikayla menatap lurus ke depan. "Seperti biasa. Jalan yang menanjak juga pohon-pohon besar selalu menemani perjalanan kami."

Putra Mahkota terkekeh. "Saya akan menjamin kehidupan Anda tak akan monoton lagi setelah Anda menikahi saya."

Mikayla tersenyum miring. "Bukankah istana ini juga sama membosankan nya?" Mikayla mengedarkan pandangan saat pintu ganda balairung istana di buka lebar, menampilkan suasana ruangan yang ramai dengan bisikan lembut para bangsawan disertai iringan musik yang mengalun merdu. Jangan lupakan para penari yang sudah memamerkan lekukan tubuhnya kepada para penonton. "Kalau saya sudah menikah dengan Putra mahkota, pasti kebebasan untuk keluar istana semakin sulit."

Putra mahkota menggeram. "Selepas kita menikah, saya akan mengajak Anda untuk berbulan madu di daratan Domania."

"Saya rasa itu cuma janji." Mikayla tersenyum tipis saat berpapasan dengan Bangsawan lain. "Bukannya daratan Domania terkenal dengan hawa dingin yang mampu meremukkan tulang manusia biasa. Memangnya Anda sanggup untuk bertahan di sana walau sehari?"

Putra mahkota tersentak kaget. "Dari mana Anda tahu hal itu? Pihak kerajaan tak pernah mengatakannya pada publik." Sadar dengan ucapannya yang terlewat benar, putra mahkota berdehem canggung. "Maksud saya, dari mana Anda mendapatkan berita seperti itu?"

Mikayla tampak berbicara tanpa ekspresi. "Apakah penting di mana saya mendapatkan berita yang sengaja ditutup-tutupi seperti itu?" Mikayla menatap Raja dan Ratu yang duduk di kursi singgasana mewahnya. "Lebih baik kita menyapa Raja dan Ratu."

Mereka mendekat. Namun bukan raja dan ratu lah yang menjadi pusat perhatian Mikayla kali ini. Tapi pria yang duduk angkuh di sebuah kursi yang lebih letaknya lebih tinggi dibandingkan Raja Peterson sendiri. Pria yang sejak tadi menjadi perhatian banyak nona bangsawan muda yang berbisik malu di sudut ruangan yang lain, namun satu yang Mikayla rasakan, pria itu selalu memerhatikan gerak-geriknya bahkan saat pertama kali memasuki balairung.

Tatapannya tak bisa Mikayla deskripsikan, tajam juga aura tak menyenangkan bergabung menjadi satu.

Tapi manik biru Mikayla membola saat ia tersadar, itu ... pria dengan surai emas berkilau, manik sedalam samudera-nya bahkan mampu melumpuhkan kekuatan lawan bicara. Pakaiannya dipenuhi oleh berbagai atribut mewah nan berat. Menambah kesan kekuasaan padanya, disertai mahkota yang jauh dari kata sederhana. Tetapi jelas saja, dilihat sekilas pun orang-orang akan tahu jika pria yang duduk di sana jauh lebih muda daripada Raja Peterson dan Ratu Lunia.

"Siapa yang berani duduk di sana?" tanya Mikayla tanpa mengalihkan pandangannya. Takjub sekaligus familiar.

"Kecilkan suara Anda, bisa-bisa kita berdua akan dihukum sekarang juga." Putra mahkota melirik sekilas gadis di sampingnya. "Itu Kaisar Javier. Setelah ratusan tahun akhirnya ia bisa menghadiri acara di tempat kita. Jadi acara kali ini bisa dibilang sangatlah istimewa, Anda juga harus menjaga sikap, mengerti?"

"K-kaisar Javier?"

Danial mengangguk, "Benar, beliau penguasa lima benua yang berpusat di Eroshvent. Salah satu benua itu adalah Armovin sendiri."

Mikayla terbelalak. Jantungnya berdegup kencang disertai desiran darah yang begitu cepat. Semua informasi yang disampaikan oleh Danial seolah tak di proses begitu saja. Dia buntu. Sampai-sampai ia sempat meragukan ucapan Danial jika ia tak melihat kejadian di depan mata kepalanya sendiri.

Raja Peterson membungkuk hormat pada pria muda itu.

Kaisar Javier katanya? Tapi Mikayla mengenal pria itu dengan nama Aidenloz!

1
Murni Murniati
kampret ini lama lama minta dikubur ini, apa tak sadar dia siapa, ini anak dewa dewi dia budak,apa tak sadar dia
Murni Murniati
kan dia udah dikasih dua kebebasan keinginan ini, jd kapan diminta
🌿wing2bo_27
Luar biasa
>AY<
cerita nya rumit, harus mengulang kata"nya supaya paham.
Ayu Mestari
Luar biasa
Yati Haryati
ceritanya terburu buru bgt min
Ayu Sari Murni
manggilnya adiden aja Thor susah q bacanya
ana azizah
bertele2
Hikam Sairi
baca
Dede Mila
/Proud//Joyful//Joyful//Joyful/
Inesya Qinan s
Luar biasa
Inesya Qinan s
Lumayan
Asmi Pandansari
aku mampir
Murni Dewita
sama2 penasaran kita mikayla/Grin/
Murni Dewita
mampir
Dang Antie
Luar biasa
♤avcdssi
suka banget sama cerita, tapi epsonya sedikit heheh
Riska Mustikasari
putri tidur butuh make up baca dimana kak... kok ga ada aku cari
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Querido🦋
yakin ingin menghukum tahta tertinggi diatas raja hm?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!