NovelToon NovelToon
Ketika Waktu Bisa Di Putar Kembali

Ketika Waktu Bisa Di Putar Kembali

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Spiritual / Romantis / Bullying dan Balas Dendam / Reinkarnasi / Fantasi Wanita
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: ROGUES POINEX

Angel mencintai Malvin dengan sepenuh hati. Sampai dia menghabiskan waktunya hanya untuk mendapatkan perhatian Malvin. Dia bahkan memaksa orang tuanya untuk menjodohkan mereka. Pernikahan yang dia impikan bisa berakhir bahagia nyatanya berakhir tragis.

Dia terbunuh di tangan Malvin dan sepupunya sendiri. Arwah nya keluar dari tubuh nya. Rahasia - rahasia yang tidak di ketahui perlahan terungkap. Bahkan dia melihat seseorang yang mencintainya dengan tulus padahal dulu dia menghina pria itu demi seorang Malvin.

---------

"Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu! Aku bersumpah jika aku akan membalas mereka semua. " --- Langit Al Ghassal.

"Jika aku di berikan kesempatan kedua, aku berjanji akan mencintaimu." --- Angelina Chloe Dominic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Setelah Kematian

Dalam keheningan malam yang di temani oleh suara Jangkrik, cahaya menarik tubuh Angel ke suatu tempat. Matanya masih terpejam mencoba mengatur nafas yang kian memburu. Saat dia merasa aura yang berbeda di sekitar nya matanya kembali terbuka dan Angel menatap sendu pada bangunan mewah yang berdiri kokoh di hadapan nya. Rumah nya, istananya, tempat dimana di dalam nya penuh kehangatan namun Angel yang dulu tidak pernah bersyukur dengan semua yang dia punya.

Saat usianya menginjak 13 Tahun, dunianya seolah berubah. Orang tuanya di sibukkan oleh pekerjaan mereka masing - masing mengabaikan dua orang anak yang membutuhkan kasih sayang. Jika saudara kembar nya bisa mengerti dan menerima maka berbeda dengan Angel yang melampiaskan kekecewaan dengan memberontak. Kedatangan saudara Ibunya di waktu yang salah menambah kesuraman dalam diri Angel.

Paman dan Bibinya yang mulai menghasut dengan menjelekkan kedua orang tuanya di belakang nya. Mengatakan bahwa mereka tidak peduli dan hanya mementingkan diri sendiri menambah kemurkaan seorang anak dalam diri Angel. Menjadikan Angel sebagai sosok boneka dan mesin ATM berjalan bagi keluarga Paman nya.

Jika dulu Angel masuk ke dalam rumah ini dengan wajah yang terkesan dingin. Sekarang dia melangkah masuk. Suara berdecit yang berasal dari gerbang saat terbuka menyambut kedatangan nya. Security yang berjaga menunduk hormat meski dalam hati bertanya-tanya dimana mobil Nona muda nya. Angel yang dulu berjalan dengan angkuh sedikit membungkuk dan menunjukkan senyum manis nya membuat semua pekerja yang ada disana membatu dengan keterkejutan mereka.

Nona muda yang selalu membentak dan marah - marah tidak jelas menunjukkan aura yang berbeda. Sedikit kalem tapi menyembunyikan alarm berbahaya yang bisa meledak kapan pun. Kaki panjang Angel semakin masuk ke dalam Mansion, pintu utama terbuka menyambut Angel dengan suasa yang sepi seperti yang dia duga.

Interior rumah yang sama seperti dulu dengan fasilitas dalam ruangan yang lengkap. Terdapat banyak guci antik yang berasal dari setiap negeri. Pajangan - pajangan yang tertempel di dinding seperti sebuah lukisan dan sebuah patung pahatan. Ruang tamu luas di rancang dengan megah di padukan dengan furnitur yang berkualitas tinggi dengan pencahayaan yang dramatis menambahkan kesan yang sangat kuat.

Langkah kaki Angel terhenti dengan mata berkaca - kaca. Ibunya yang meninggalkan 4 Tahun lalu karena sebuah kecelakaan kini berdiri dengan tegak di hadapan nya. Bola mata menatap lurus ke arah TV yang menyala menyiarkan sebuah saluran berita. Di tangan nya ada sebuah cemilan ringan yang menemani aktivitas santainya. Tanpa banyak kata, Angel berlari dan menghambur ke pelukan Ibunya.

Tubuh Aryani menegang dengan nafas tertahan. Dari samping nya sosok yang sangat dia sayangi sekarang sedang memeluk nya dengan tubuh bergetar.

"Mommy.. " suara Angel sangat lirih tapi masih bisa di tangkap oleh Aryani. "Aku kangen, "

Aryani masih terdiam dengan keterkejutan nya. Putrinya yang tidak pernah memeluk dirinya sejak usia 13 Tahun sekarang memeluk nya dengan di iringi isak tangis kecil.

Angel melepaskan pelukan nya, menatap lekat wajah Ibunya. "Mommy kenapa? Kok dari tadi diam?"

Aryani tersentak saat Angel menyentuh wajah nya dengan penuh kelembutan. Dia menggeleng kecil lalu tersenyum. "Tidak papa, Sayang! Mommy hanya sedikit terkejut tadi.. Kamu sudah pulang? Kok telat?"

Angel mengangguk kecil. "Sudah! Baru saja, tadi aku ada urusan sebentar. Mommy tumben ada di rumah, biasanya kerja?"

"Kebetulan hari ini pekerjaan Mommy tidak terlalu banyak makanya pulang lebih cepat. Semua baik - baik saja kan?" tanya Aryani, pasalnya dia merasa aneh dengan sikap Angel yang begitu lembut padanya hari ini.

Angel langsung mengangguk. "Baik - baik saja kok, emang aku kenapa? Nggak ada masalah kok, cuma hari ini aku merasa bahagia saja." Angel mengecup pipi Ibunya dan kembali memeluk wanita yang sudah melahirkan nya. Wanita yang pernah dia sia - siakan di kehidupan pertamanya.

Aryani terkekeh tapi di balik itu semua ada kelegaan tersirat. Putrinya telah kembali. "Syukurlah, Mommy bahagia banget.. Kamu pasti lapar kan. Mommy akan ambilkan makanan untuk kamu. "

Aryani akan beranjak tapi dengan cepat Angel menahan pergelangan tangan itu dan menarik Aryani agar kembali terduduk. Dengan cepat Angel kembali memeluk Ibunya dengan erat. Menumpahkan segala kerinduan yang bercampur dengan rasa bersalah. Dirinya yang menjadi anak durhaka dan pembangkang di masa lalu menatap kematian orang tuanya dengan datar. Tapi ada kerinduan yang tercurah di balik air mata yang tertahan.

"Nanti aja kita makan bareng - bareng, " Aryani membelai surai lembut sang putri. Sesekali mengecup puncak kepalanya dengan penuh cinta.

Sebuah suara membuat tubuh Angel kembali bergetar. Dia melepaskan pelukan nya pada sang Ibu dan sedikit memutar kepalanya. Air matanya kembali merebak saat sosok pria baruh bayah yang sedang ber telfonan dengan seseorang berjalan masuk. Angel bangkit dan berdiri sejadi - jadinya menabrak dada bidang sang Ayah.

Zayn terdiam dengan tubuh yang kaku, telfon genggam yang berada di tangan nya terjatuh terjun bebas membentur lantai. Suara seseorang pria yang menjadi Asisten nya di seberang sana mencoba berbicara lagi tapi tidak ada jawaban dari atasan nya hingga panggilan terputus.

"Daddy.. Angel kangen sama Daddy, " suara Angel terasa berat dengan sedikit isak tangis yang suaranya semakin naik.

Mata Zayn tertuju pada Aryani Istrinya seolah meminta penjelasan dan bertanya ada apa sebenarnya? Aryani yang mengerti arti tatapan Suaminya hanya menggeleng. Dia juga tidak tau apa yang terjadi. Dari arah lift sosok pria tampan berkulit putih bersih dengan kedua tangan di masukkan dalam saku keluar dan berjalan.

Tapi langkah nya terhenti dengan tubuh membatu saat melihat pemandangan yang membuat matanya melebar. Azam sang Kakak menatap tidak percaya. Adek nya yang selalu memberontak bahkan marah - marah tidak jelas sekarang sedang memeluk Ayah mereka dengan begitu manja. Sejak kapan hubungan mereka membaik? Bukankah Angel sangat membenci kedua orang tuanya? Tapi ini...

Angel bergelayut manja di lengan Zayn dengan kepala bersender. Dia menarik tangan Zayn mendekat ke Ibunya. Zayn hanya terdiam karena masih bingung dengan sikap putrinya yang berubah ini. Angel menatap Azam yang juga berdiri di sisi kiri lalu tersenyum.

"Kebetulan semua udah kumpul! Gimana kalo kita makan di luar?" tidak ada yang bersuara karena mereka masih loading dengan situasi saat ini. "Kok pada diam sih.. Mom, Dad, Bang.. Ayo!" suara Angel terdengar manja di telinga mereka.

Azam mendekat ke arah Ibunya dan berbisik lirih. "Mom.. Kita ke rumah sakit yuk, nggak bener nih anak. "

"Hust, adek kamu nggak gila, "

"Yang bilang dia gila siapa, aku curiga kalo dia lagi kerasukan. Masa iya nggak ada angin badai langsung ngajak kita jalan."

Aryani menatap putranya dan kembali pada wajah putrinya yang berbinar. "Ya udah kalo itu mau kamu, kita jalan - jalan.. Tapi Mommy, Daddy dan Abang ganti baju dulu ya, " dengan cepat Aryani menarik tangan Zayn dan Azam meninggalkan Angel di ruang tamu dengan bibir mencebik.

"Kok di tinggalin sih?"

BERSAMBUNG

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!