NovelToon NovelToon
Kepentok Deadline Atasan

Kepentok Deadline Atasan

Status: sedang berlangsung
Genre:Office Romance / Enemy to Lovers / Nikah Kontrak / Berondong / Kehidupan di Kantor / CEO
Popularitas:24.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rain (angg_rainy)

Di kantor, Cyan Liani (28 tahun) seorang atasan perempuan yang tegas, rapih, kaku, dan jutek. Netizen biasanya manggil pake julukan lain yang lebih variatif kayak; “Singa Ngamuk”, “Atasan Dingin” , “Ibu Galak”, dan “Perawan Tua”.

Sementara Magenta Kusuma (25 tahun) adalah anggota tim Cyan yang paling sering bikin suasana rapat jadi kacau. Pria ceroboh yang doyan ngeluarin celotehan humor, bikin seisi ruangan ketawa dan terhibur.

Hubungan mereka yang kayak dua kutub magnet itu nggak mungkin dimulai dari ketertarikan, melainkan dari kesialan-kesialan kecil yang mampir. Diskusi sering berakhir debat, sindiran dibalas sindiran, bertengkar adalah hal umum.

Kehidupan semerawut itu tambah parah ketika keluarga ngedorong Cyan ke pinggir jurang, antara dijodohkan atau memilih sendiri.

Terdesak dikejar deadline perjodohan. Cyan milih jalan yang paling nggak masuk akal. Yaitu nerima tawaran konyol Magenta yang selalu bertengkar tiap hari sama dia, untuk pura-pura jadi calon suaminya.

Cover Ilustrasi by ig rida_graphic

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rain (angg_rainy), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

“Syan,” panggil Magenta sangat lirih ketika Cyan mengangkat telepon. Cyan seketika terkesiap, tak biasanya ia mendengar nada suara itu.

“Iya, Gen? Kok tumben suaranya lemes banget kayak nggak makan dari bayi?” balas Cyan santai, berniat bergurau, tetapi kali ini Magenta tidak tertarik sama sekali.

Pria itu menghela napas panjang, lalu memejamkan mata sesaat.

“Mantan aku nge-chat barusan. Dia minta ketemuan,” ucapnya setelah dibiarkan menggantung beberapa detik. Hening menerpa keduanya, hanya terdengar deru napas yang saling memburu satu sama lain.

“Oh, ya? Mantan yang mana? Yang hampir bikin kamu nekat itu?” tanya Cyan menduga. Siapa lagi selain Vira yang membuat Genta tergila-gila hingga rela mengakhiri hidupnya sendiri.

“Iya,” balas Magenta singkat, tidak ada kata lanjutan. Cyan paham bahwa ini obrolan serius, hingga ia menurunkan nada suaranya satu oktaf.

“Jadi, kamu mau datang? Kamu udah janji sama aku besok mau gantiin kunciranku yang kamu putusin di ruang OB loh?!”

“Iya, makanya itu, aku nggak mau datang sendirian,” jawab Magenta cepat.

“Terus?”

“Temenin aku. Pura-pura jadi pacar aku.”

Cyan terdiam beberapa detik, wajahnya berubah merah padam. Hanya dianggap pura-pura, tetapi mengapa rasanya agak sakit? Padahal memang benar mereka sebatas sandiwara.

“Kamu serius?”

“Serius, Cyan. Dia harus tau kalau aku udah bahagia sama kamu. Aku nggak mau disangka pecundang atau cowok gak laku karena nungguin dia jadi janda,” balas Magenta.

“Cowok bodoh. Haus validasi banget deh,” kata Cyan mendengkus kesal.

“Tapi kamu mau, ‘kan? Please, demi aku kali ini.” Magenta memohon seperti anak kecil. Meski berjauhan, tetapi Cyan bisa menebak bagaimana ekspresi Magenta saat ini.

“Yaudah. Lokasinya di mana?”

“Kamu mau?” tanya Genta memastikan.

“Kalau nggak mau, kamu udah nangis dari tadi kali,” jawab Cyan ketus.

“Hehe.”

“Alamatnya kirim. Kita susun rencana aja dulu sebelum ke sana.”

“Siap, Bos!”

Keesokan harinya sesuai rencana, Magenta menjemput Cyan lebih dulu. Sehabis buka puasa di apartemen Cyan, mereka langsung berangkat ke lokasi yang ditentukan sebelumnya. Genta sempat gelisah sepanjang perjalanan. Ia mengingat-ingat lagi kejadian 2 tahun lalu yang hampir merenggut nyawanya.

“Dia itu selingkuh, tidur sama pilot terus diam-diam nikah. Aku curiga dia buru-buru kawin karena hamil duluan.”

“Hah?” Cyan menoleh cepat, matanya terbelalak.

“Iya. Dulu pun dia nguras duit aku, selingkuh, eh malah nikah sama selingkuhannya. Habis itu dia nge-chat seolah gak terjadi apa-apa,” sambung Magenta membuka luka lama.

“Kurang ajar banget.”

“Makanya aku butuh kamu.”

Cyan tidak menjawab. Pandangannya fokus ke kendaraan yang berhenti karena lampu merah. Mobil mereka pun ada di pojok jalan, jadi tidak terlalu kelihatan mata orang-orang.

Saat itulah Cyan memanfaatkan kesempatan. Ia mendekatkan wajahnya, lalu menciumi leher Magenta hingga berbekas merah.

“Syan …?” Ia tergugu syok, antara terkejut dan tidak menyangka.

Leher Genta terasa panas, tapi ia tak bisa menolak juga. Cukup lama Cyan bertahan di posisi itu, memejamkan mata saking menikmati setiap isapannya.

“Syan, kamu kenapa, sih? Tiba-tiba banget,” ucap Magenta memeriksa suhu tubuh Cyan.

“Simple. Biar mantan kamu tau kamu udah ada yang punya,” balas Cyan mendelik manja.

“Hah?”

“Tenang aja. Aku cuma ninggalin tanda.”

“Gila juga kamu, Syan.”

“Biar dramanya dapet, dong. Makin panas ‘kan makin greget.”

Tak bisa berkata-kata lagi, Magenta memilih diam sambil bergidik ngeri. Untuk pertama kali Cyan lebih dulu mengambil langkah dan baginya memang sedikit menakutkan.

***

Sesampainya di mall. Vira terlihat duduk menunggu di sana. Begitu melihat Genta datang dengan Cyan, sosok wanita tinggi, cantik, elegan, dan percaya diri itu, seketika wajah Vira berubah masam.

“Genta, kamu sama siapa?” tanya Vira gemetar. Melihat respon terkejut dari seorang Vira, Magenta langsung menggenggam tangan Cyan.

“Pacarku.”

Cyan tersenyum manis, matanya juga bermain manja. Seolah apa yang diucap Magenta benar-benar nyata.

“Pacar? Baru, ya?”

“Sudah lama,” jawab Cyan tenang.

“Ah, oke. Duduk dulu biar enak ngobrolnya.”

Cyan dan Magenta duduk bersebelahan, sedangkan Vira tentu saja sendiri di sana. Mereka saling berhadapan, sempat menatap satu sama lain. Sampai akhirnya Vira meneteskan air mata, mulai menangis sesenggukan mencari belas kasihan.

“Gen, hidup aku gak bahagia. Ternyata suami aku galak, kasar banget. Dia gak pernah sebaik kamu,” ucap Vira memulai obrolan. Genta dan Cyan diam menyimak.

“Tiap hari aku keinget kamu, Gen. Aku baru sadar kalau kamu itu baik banget dan selalu nurutin kata-kataku. Apa yang aku mau pasti kamu usahakan. Jujur nyesel banget ninggalin kamu, Gen,” sambungnya dengan mata berkaca-kaca.

“Wow. Lucu, ya, Vir? Pas Genta setia, kamu selingkuh. Pas dia udah bahagia, kamunya nyesel. Kenapa? Mau balikan lagi sama dia?” ujar Cyan dingin menusuk.

“Genta baik karena hatinya tulus, bukan buat diperas. Dan cewek kayak kamu nggak pantes dapetin ketulusan dia,” sambung Cyan menekan ego Vira. Seketika Vira mengusap air matanya kasar, memandang Cyan dari bawah ke atas.

“Ikut campur banget. Kata Raka kamu lebih tua, ya?” sindirnya.

“Iya, terus?”

“Lebih tinggi juga?” Vira menahan tawa.

“Terus?”

“Kelihatannya juga mapan. Kok mau sih sama cowok staff biasa kayak dia?”

“Aku nggak lihat laki-laki dari jabatannya. Aku juga punya harta sendiri. Kalau mau, aku juga bisa hidup tanpa cowok. Uangku lebih banyak dari Magenta,” balas Cyan menyandarkan dirinya di kursi. Magenta melirik kaget. Sepertinya ini udah offside keluar dari script.

“Tapi aku milih Genta bukan karena duit. Dia itu teman ngobrol, tempat pulang, pelengkap hidupku. Definisi rumah yang sesungguhnya. Soal uang? Itu bonus. Aku paham kalau Genta ingin, dia pasti mengusahakan tanpa diminta dan ya … aku mendapatkannya.”

Cyan mencondongkan tubuhnya, menatap Vira dalam.

“Vir, cowok baik itu langka. Kamu udah buang dia, dan sekarang Genta dalam perangkapku. Dia bisa masuk tapi dia nggak bisa keluar,” katanya lalu tersenyum evil dominan.

Genta dan Vira sama-sama terkejut, tapi berbeda isi pikiran masing-masing. Genta yang tidak menyangka kalimat itu keluar begitu saja tanpa perencanaan. Sedangkan Vira yang merasa dirinya benar-benar direndahkan.

“Aku sama Genta juga udah mau nikah,” tambah Cyan santai setelah tak mendapat respon selain wajah pucat dari Vira.

“Apa?!” Vira refleks berdiri, menatap nyalang.

“Iya. Doain aja. Dalam waktu dekat. Aku bakal undang kamu spesial,” balas Cyan. Air mata Vira jatuh lebih deras. Ia berbalik menatap Magenta yang bungkam menyimak sejak tadi. Menyerahkan segalanya pada Cyan.

“Gen, kamu tega banget.”

“Kamu yang tega ninggalin aku duluan, Vir. Peras duitku, selingkuh, dan nikah tanpa kabar. Sekarang siapa yang paling tega?” balas Genta akhirnya.

“Ya, rasakan aja karmamu itu, Vir. Karma akibat pengkhianatan dan sakit hati dari Genta. Nikmati rumah tanggamu yang kamu pilih itu,” celetuk Cyan senang.

“Diam kamu, Cyan! Kamu pasti memanipulasi Genta, ‘kan?!” tuduh Vira tanpa alasan. Cyan menaikkan sebelah alisnya, lalu terkekeh pelan.

Cyan mengengus kasar, matanya terpejam sebentar lalu menggaruk frustasi kepalanya. Mencoba tahan sabar namun gagal total. Sebenernya nggak gagal banget juga, Cyan berhasil nahan diri untuk nggak nonjok mbak gatel ini.

“Wah gila hebat….”

“….” Genta terdiam bingung.

“Kamu jangan sok…,” baru beberapa kata keluar, Cyan berani meng-cutoff cuapan nenek lampir itu.

“Anjir ya, emang dasar uler. Playing victim banget lu, babi. Heh Vira!”

“…” Vira diem. Cewek ini mulai melelehkan air mata buaya.

“Cantik juga enggak, muka lebih putih dari leher. Itu barang branded lo ga ada yang nyatu sama kulit. Tetep keliatan kayak barang KW.” Magenta sempat kaget umpatan itu keluar dari mulut Cyan.

Yups, singa hutan ini emang galak dan kasar, tapi mulut Cyan nggak pernah keluar kata kotor begitu. Magenta tersenyum miring, menyadari Cyan mulai mengeluarkan sisi lain dari dirinya. Cyan bangkit, lalu menggenggam tangan Magenta agar pergi dari sana.

“Tapi…”

“Udah cukup. See you di acara pernikahan kami.”

“Genta! Tunggu dulu! Aku belum selesai bicara!” teriak Vira dari kejauhan, tapi tak direspon apa-apa oleh keduanya.

“Cewek tai nggak tau malu.” Gumaman Cyan sukses membuat Magenta diam-diam menahan senyum. Ia tak menyangka akan dibela habis-habisan oleh Cyan.

Setelah keluar dari mall dan tiba di parkiran, barulah Cyan melepas tangan Genta. Seketika gerakan rangkul yang tadinya lengket kayak pakai lem aibon menjadi lenyap. Dua manusia ini kembali ke setelan pabrik.

“Udah selesai,” ucapnya dingin. Genta menoleh bingung, lagi-lagi memeriksa suhu tubuh Cyan di keningnya.

“Lah, kok berubah gitu? Tadi aja, rangkul sama peluknya lengket banget. Ah, jadi kesepian deh\~”

“Mulai sekarang jangan pernah ketemu sama manusia jelmaan dajjal itu lagi,” kata Cyan mencelos kesal.

“Syan? Kamu cemburu ya?” goda Magenta.

“Nggak.”

“Terus?”

“Orang kayak dia cuma bakal narik kamu mundur. Tarik ulur kamu, sengaja bikin kamu baper lagi. Terus kamu jatuh ke jebakannya lagi,” jelas Cyan tanpa menoleh sedikit pun. Langkah Genta terhenti tepat di depan mobil, kemudian nyengir kecil.

“Itu tandanya kamu cemburu.”

“AKU CUMA KESAL GENTA. Ya Tuhan, sabar Cyan, kendalikan diri lo, perawatan wajah untuk kerutan lumayan mahal.”

“Sekarang kamu malah ngomong sendiri.”

“…”

“Kamu lucu Syan.”

“…”

“Kamu… moody banget deh. Lucu. Gemes banget. Jadi pengen…”

“Kamu baru sadar? Setelah selama ini? Iya?!”

“Oh iya. Baru ingat juga. Kamu Gemini. Whoops sorry,” Magenta tersenyum mengejek.

“Bagi nomornya, Gen. Ada beberapa hal yang aku belom puas dan mau obrolin sama dia one by one. Kamu mau kasih kan, Magenta?”

Senyum horor itu lagi. Kasih, atau sebaiknya jangan ya?

1
Laila Sarifah
Cyan pegangan ke bahu Genta dh kayak tukang ojek aja, peluk di perut kek✌️🤣
Rivella
lucu bnget deh Cyan dan Magenta🤣🤣
Rivella
lucu bnget namanya😭😭🤭
Aleaa
masa yang begini ngga pakai perasaan sih wkwkwk
Wulandaey
Lha si arga mau jadiin cyan bini kedua👍 jelas2 genta aj deketin stgh matii... klo kaga dicium jg g bkal genta brhasil tu dket sma bosnya yg galak introvert ini
Aleaa
wkwk genta gentw, lift pun berpihak padamu
Aleaa
Astagaaa ini dua orang dewasa kek bocil jadinya ya
Laila Sarifah
Apa itu yg namanya Karma? Mana suami Vira ini suka jelalatan lagi pasti di atas pesawat dia melakukan hal-hal aneh dgn pramugarinya
Drezzlle
Magenta ini pria yang blak2 an ada plus minusnya. Minusnya nggak bisa bedain lagi serius dan nggak
ainnuriyati
yaah vira sgitu doang kekuatan lu, blm apa2 sh kena sikat cyan
Drezzlle
cubit ya Magenta ih, masih pura-pura bilang nggak suka setelah semua yang terjadi.
brilliani
musang /Angry/ tolongg ada musang birahiyy tlongg
brilliani
jurus ngeles dan denial nya sama kuat🤣
Sinchan Gabut
Astaga Vi ma Ar ini pasangan 🚩🚩

Masing2 ud ad pasangan masih aj ganggu Genta n Cyan hih 😤
Alessandro
astaga berbagi iler....
ada2 aja,, cyan.. blh jg ngga baper2 club. cm jwb,
"ngga biasa aja, ud prnh lbh dr itu" 🤭
Alessandro
bs pas.. ini mo puasa yakkk🤭
jd gk sabar war takjil 🔪
Miley
genta heh wkwkw🤣
Miley
sehat² wanita karir
Miley
ku tnggu cyan kasih paham si vira
Miley
matreee
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!