Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terjebak
Kedua pria berseragam itu diam tak berkutik. Tatapan Kiara membuat mereka seperti sedang terhipnotis. Sebuah getaran lain hadir begitu saja dihati mereka, seolah tak dapat menolak jika gadis yang berada dihadapan mereka benar, penuh pesona.
"Bapak siapa, ya? Kenapa.datang ke rumah saya?" tanyanya dengan begitu penuh pikat.
Setiap kata yang keluar dari bibirnya, membuat kedua pria itu seperti perintah yang harus dipatuhi. Bahkan membuat mereka tidak dapat membantah sedikitpun.
Salah satu petugas yang lebih tua usianya, mencoba memberanikan diri untuk bertanya. Meskipun didalam hatinya sangat gelisah.
Ia sempat memindai dua buah semangka berukuran besar milik Kiara yang terlihat membusung dan menggairahkan.
"Kami datang kemari atas perintah dari pimpinan untuk menyelidiki kasus Tarman yang sudah melakukan tindakan korupsi, dan kami menemukan aliran dana yang disalurkan ke rekening saudari Kiara," ia menjelaskan dengan sangat hati-hati sebab masih mencari jebakan yang tepat bagi gadis tersebut.
Kiara tercengang. Baginya ini sangat tak adil. Ia hanyalah wanita yang menjual jasa bagi Tarman, lalu mengapa harus terseret?
Kiara menarik nafasnya dengan berat. Lalu menatap keduanya.
"Silahkan masuk dulu, Pak. Kita bicarakan didalam saja. Tidak nyaman jika membahasnya didepan pintu." ajaknya pada kedua pria tersebut. Ia berbalik arah, lalu menatap melenggok dengan gerakan yang cukup menggoda.
Aroma melati kembali menguar, membuat keduanya harus menghirup lebih dalam.
Sebuah desiran hasrat tiba-tiba muncul dengan cepat didalam tubuh mereka, entah bagaimana bisa mereka terhipnotis begitu cepat dengan lekukan tubuh milik Kiara yang dianggap sangat indah.
Kiara duduk disofa, menyilangkan satu kakinya, hingga memperlihatkan bagian sensitifnya yang menonjol dengan daging tebal.
Kedua pria itu semakin gelisah. Apa yang dipertanyakan seolah hilang fokus.
"Bisa bapak jelaskan semuanya?" tanya Kiara, sembari menyibak rambutnya yang tergerai kedepan.
Salah seorang bernama Jhony, menelan salivanya, tenggorokannya terasa sangat kering, hingga harus ia basahi. Ia mulai angkat bicara, meski harus terlihat gugup.
"Apakah saudara Tarman benar mengirimkan sejumlah uang ke akun dompet digital anda?" tanya pria itu, setelah berusaha menahan gejolak yang ada.
Kiara menurunkan kakinya. Lalu melebarkannya dengan sengaja. Pakaiannya berupa lingerie yang cukup pendek diatas lutut dengan bahan satin berwana hitam, semakin memperlihatkan isi dalamnya.
"Ya, dia memberikannya karena meminta jasa saya untuk memuaskannya," jawab Kiara dengan nada manja.
Hal ini semakin membuat Jhony panas dingin. Setiap gerakan yang dilakukan Kiara, akan menebarkan aroma melati yang semakin kuat.
Sedangkan Rudi yang ikut bersamanya juga merasakan hal yang tak kalah kacau. Ia merasa jika rudal miliknya perlahan mulai naik.
Ditambah lagi dengan sikap Kiara yang sering membusungkan dadanya, membuat dua benda gunung kembar itu memancing mereka untuk berbuat lebih jauh.
"Kami akan menyita uang tersebut, sebab itu adalah dana desa yang ia selewengkan," Rudy angkat bicara, meskipun nafasnya tersengal, dan wajahnya memerah.
"Saya tidak tau itu uang darimana, yang jelas saya hany menerima sebagai imbalan untuk jasa yang sudah saya berikan. Jika bapak ingin menariknya, maka saya tentu akan menolaknya dan kalian harus menggantinya, sebab itu bukan urusan saya dia mendapatkan uang darimana,"
Kedua petugas KPK itu saling pandang. Mereka menganggap jika Kiara terlalu licik untuk diremehkan
"Kami sebagai petugas harus menariknya kembali, sebab itu adalah prosedurnya," Jhony bersikeras dengan keputusannya.
"Kalau saya tidak mau?" Kiara menantang keduanya.
"Kami tetap akan mengambil paksa," sahut Rudy dengan senyum yang tak kalah licik.
"Coba saja kalau bisa," sahut Kiara dengan santai. "Sebab uangnya sudah saya habiskan,"
"Tapi kami memegang nomor rekening lainnya, dan akmi akan menarik uang tersebut dengan paksa," Jhony menimpali.
"Kalau mau uang itu kembali, seharusnya paksa Tarmannya, kenapa ke saya? Saya tidak ingin terlibat dalam urusan Tarman."
"Kamu tetap terlibat, sebelum mengembalikan uangnya. Itu uang negara," Rudy ikut menekan Kiara.
Gadis itu merasa dipojokkan. Tetapi akalnya kembali bersinar. Ia meloloskan celana dalamnya, dan menyingkap lingirie nya hingga kepangkal pahanya.
"Dengar ya, Pak. Tarman sudah mencicipinya, dan jika ia sudah membayarnya. Jika bapak ingin memaksa saya mengembalikan uang tersebut, maka saya tidak akan pernah mau, saya juga korbannya!" Kiara menegaskan ucapannya, sembari mempertontonkan apemnya yang membuat keduanya keringat dingin.
Jhony yang sedari tadi sudah merah padam, tiba-tiba merasakan aliran darahnya terus berdesir, memaksa dirinya untuk lebih dekat dan merasakan hangatnya apem Kiara.
"Seistimewa apa apem milikmu, sampai Tarman rela membayar mahal?"
"Yang pastinya ada kualitas ada harga, apakah bapak ingin mencobanya? Selagi saya masih berbaik hati memberi harga diskon," Kiara mulai membalikkan situasinya.
Jhony dan Rudy seperti terhipnotis, dan hilang arah.
"Berapa harganya?" tanya Rudy yang sudah gelisah.
"Lima juta saja, itu harga diskon yang saya berikan," sahut Kiara, sembari terus menatap keduanya.
Entah perasaan apa yang datang dengan cepat, tak dapat membuat mereka mencegah dorongan yang terus hadir.
"Aku ingin mencobanya." ucap Rudy tanpa ragu.
"Tapi harus transfer dulu," Kiara mulai menguasai fikiran keduanya.
Tanpa ragu, Rudy mengeluarkan ponselnya, lalu membuka layarnya, dan mencari applikasi bank-ingnya.
"Sebutkan nomor rekeningmu," Rudy terlihat tak sabar.
Kiara dengan lancar menyebutkan nomor ponsel dompet digitalnya, lalu tersenyum puas saat melihat pria itu mulai mengetik.
Dengan sigap, Rudy memperlihatkan transaksi yang berhasil pada Kiara.
"Oh, bagus sekali. Saya akan melayani anda sekarang, ayo, ikut dengan saya ke kamar," Kiara beranjak bangkit, membuat Jhony yang masih diam mengamati keduanya memasuki kamar dengan saling berangkulan.
Jhony merasa bingung sendiri. Mengapa mereka justru terjebak dalam perangkap yang tak dapat ia mengerti.
Rudy dan Kiara sudah berada didalam kamar, dan sialnya, mereka sengaja membuka pintu kamar, dan memperlihatkan adegan panas saat Rudy sudah membenamkan kepalanya di Apem Kiara.
Melihat hal itu, Jhony panas dingin, gelisah, dan tidak menentu. Ia beranjak bangkit, menghampiri kamar, lalu berdiri mematung melihat Rudy yang sibuk sekali saat ini.
Sedangkan Kiara sengaja menciptakan suara-suara yang terdengar manja dan bergelora.
Hingga akhirnya keduanya mencapai puncak kenikmatannya.
Rudy tersenyum sumringah. Lalu terkapar disisi Kiara. "Saya mau lagi,"
"Kalau begitu bayar lagi," Kiara membenahi ikatan rambutnya yang berantakan.
Rudy tersenyum smirk. "Aku akan membayarnya, asalkan kau mau melayaniku lagi."
Jhony tercengang. Ia merasa ini sangat sangat gila.
"Harganya aku tingkatkan, menjadi lima puluh juta," jawab Kiara dengan santai.
"Tak masalah, saya sudah merasa ketagihan, milikmu berbeda, dan ini tidak dapat saya bayangkan bagaimana rasanya," Rudy mulai merasa hatinya panas, ada sesuatu yang mengganjal dihatinya, dan seolah mengikatnya.
Jhony yang mendengarkan obrolan mereka mulai gelisah. Ia merasa bingung, bagaimana mungkin rekannya itu sanggup mengeluarkan uang sebanyak itu? Seperti apa rasanya?"
"Rud, emang seperti apa rasanya? Kenapa kamu sanggup mengeluarkan uang lima puluh juta hanya untuk itu saja?" tanya Jhony dengan rasa penasaran yang cukup kuat.
"Coba aja, Jhon, kalau gak percaya," Rudy memejamkan kedua matanya, masih menikmati sisa pencapaiannya.
Jhony seolah terpengaruh, dan dorongan ingin mencobanya begitu kuat. Ia ingin tahu, apakah benar jika rasa apem milik Kiara berbeda dari yang lainnya.
"Saya ingin coba," akhirnya Jhony tergoyahkan juga hatinya ingin mencoba milik gadis tersebut.
"Untuk harga awal, sepertu biasa, lima juta saja, kalau ingin nambah naik jadi lima puluh juta," sahut Kiara dengan santai.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃