Serah Spencer adalah seorang Ratu yang terkhianati oleh tunangannya sendiri, Raja Louis dari kerajaan Mathilda.
Awalnya ia mengira dengan status pertunangannya akan membawa ketenangan juga kedamaian untuk rakyat dan kerajaannya di Regina yang sedang menjadi wilayah perebutan. Namun, setelah mengetahui rencana Louis yang licik, Serah memutuskan untuk tak tinggal diam.
Dia akan membalas Louis dan berdiri sendiri demi kerajaannya. Namun, sebelum itu ia harus lolos dari genggaman Louis.
Apakah Serah akan berhasil kembali ke kerajaannya sendiri yang sedang menjadi wilayah konflik antar Raja Louis dan Raja Grenseal? Sementara kedua Raja itu mulai jatuh cinta kepada Serah.
Apa yang akan dilakukannya nanti untuk melawan Louis sekaligus melindungi kekuasaannya sebagai Negeri yang bebas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Poporing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 33 : Rencana pesta dan jebakan kedua
Hari itu Serah menunda semua jadwal rutinitasnya termasuk latihan pedang bersama Glen, meskipun ia ingin sekali untuk segera mengejar ketertinggalannya, karena waktu tak akan menunggu. Dia tidak pernah tau kapan Louis akan menjalankan aksinya.
"Yang mulia." Beatrice muncul di ambang pintu sambil membawa sebuah buku di tangan.
"Masuklah," balas Serah mempersilahkan wanita itu ke dalam.
"Saya membawa buku yang bisa anda pelajari untuk ketentuan setiap acara pesta di istana Mathilda." Beatrice membungkuk sedikit lalu menyerahkan buku itu ke hadapan Serah.
"Terimakasih, Lady Beatrice...." Serah tersenyum dan mulai membuka buku tersebut, lalu membaca isinya.
"Bila ada yang kurang anda mengerti, tanyakan saja kepada saya," ucap wanita itu yang masih setia berdiri, menanti kalau-kalau Serah merasa bingung.
"Tak ada, aku akan membaca semuanya terlebih dahulu dan akan memanggilmu kalau ada yang tidak aku pahami," ujar Serah dengan dahi berkerut sambil membaca isi tulisan pada buku itu dengan teliti, "sekarang pergilah," imbuhnya dengan fokus masih tertuju ke buku.
"Baik, Yang mulia." Beatrice pun bergegas meninggalkan ruangan, tak ingin mengganggu konsentrasi sang Ratu.
Serah mulai duduk dan memusatkan pikiran untuk membaca. Sekilas tidak ada yang aneh sampai ia menemukan ketentuan dekorasi ruangan pada malam hari yang harus menggunakan tirai tipis berwarna hijau. Bukankah warna itu akan bertabrakan dengan cahaya lampu yang redup kekuningan.
Selain itu semua makanan yang tercatat sebagai menu semuanya seperti makanan berat yang tidak cocok untuk dikonsumsi selama pesta dansa. Semua orang pasti akan memilih makanan yang lebih ringan dan mudah untuk dibawa sambil berdiri.
Dia mau menipu ku dengan catatan palsu ini rupanya...?
Serah menutup buku itu kembali dengan sedikit kesal. Louis sepertinya ingin menjatuhkan kredibilitas Serah sebagai seorang Ratu di hadapan publik Mathilda agar dirinya bisa dicemooh.
"Kita lihat, siapa yang akan menanggung malu pada akhirnya...," ujarnya dengan sedikit geram dan meremas kepalan tangan.
Kemudian ia pun berjalan keluar, sepertinya hendak menemui seseorang.
.
.
Di sisi lain Brigatte ternyata menyelinap keluar menuju ke halaman belakang istana diam-diam. Wanita itu tampak waspada dengan gerak mencurigakan. Ia terlalu fokus melirik ke belakang hingga tak menyadari ada seseorang yang langsung menyergapnya dari belakang.
Brigatte tersentak saat ada sebuah tangan kekar menutup mulut dan menarik tubuhnya ke balik tembok istana. Ketika tangan itu terlepas, Brigatte langsung menarik napas dan hendak berteriak, namun aksinya terhenti saat menatap pria di hadapannya.
"Tuan Stoic? Anda membuat ku terkejut!" Ucapnya sambil memegang dada dengan perasaan berdebar, antara takut juga senang.
"Maafkan saya, Lady Brigatte," balas pria itu sambil memberi salam hormat yang dalam kepada Brigatte.
"Maafmu aku terima." Brigatte langsung merasa tersanjung dan tersenyum.
"Ternyata anda lebih cantik dari yang kulihat kemarin...," ucap pria itu sembari membelai lembut pipi kanan Brigatte.
Tanpa terasa jarak di antara keduanya semakin terkikis membuat wajah satu sama lain menjadi lebih dekat. Tapi sebelum adegan yang lebih terjadi, Brigatte dengan cepat menarik diri.
"A-aku rasa belum bisa melakukannya secepat ini, Tuan Stoic. Aku baru mengenal anda," ucapnya tiba-tiba dan langsung memalingkan tubuhnya memunggungi pria yang ia kagumi dan berada dalam mimpinya semalaman.
"Itu adalah hal yang wajar bagi anda, tak masalah." Stoic dengan santai membalas. Pria itu sepertinya tidak keberatan dengan keraguan sikap Brigatte terhadapnya.
"Ah, Tuan Stoic." Brigatte kembali membalikkan tubuhnya lagi menghadap ke arah pria itu. "Pegang ini, dan temui aku besok malam." Ia menyerahkan sebuah surat undangan khusus ke tangan Stoic.
"Dengan senang hati, my Lady." Senyum pria itu mengembang lebar.
"Aku harus cepat pergi, permisi Tuan Stoic." Brigatte sedikit membungkuk kepada pria itu dan memberikannya sedikit lirikan mata, lalu berlalu pergi.
Stoic memandang punggung wanita pujaannya dengan hati gembira dan menyimpan surat itu langsung ke sebuah tas kecil pada pinggangnya lalu beranjak pergi dari halaman belakang istana.
.
.
Di sisi lain Serah pergi menemui Cristine yang sedang berkumpul dengan para gadis lain kecuali Helena dan Brigatte yang tak ada pada tempatnya. Mereka terlihat seperti sedang membicarakan sesuatu hal penting, entah apa, tapi reaksi Cristine menunjukkan raut kekhawatiran.
Begitu masuk ke dalam ruangan, semua gadis langsung terkejut dan pembicaraan terhenti seketika.
"Ya-Yang mulia Serah!" Ucap mereka kompak sambil membungkuk dan gugup.
"Ada apa dengan mereka?" Serah mendapati adanya ketegangan secara halus di dalam ruangan.
"Lady Cristine, apa kau bisa ikut denganku hari ini untuk berbelanja di kota?" Ucapnya yang langsung terfokus pada Cristine.
"Iya, Yang mulia," jawab kepala lady waiting itu tanpa membantah.
"Bagus, aku tunggu kau di ruangan ku, dan yang lain bisa mengerjakan tugasnya seperti biasa," balas Serah dengan cepat, lalu setelahnya ia kembali beranjak pergi.
Gadis-gadis saling pandang tampak memikirkan sesuatu.
"Lady Cristine, ini kesempatan anda untuk bicara pada Putri Serah mengenai Helena," ucap Rose memberi saran.
"Benar, ini sudah tak bisa didiamkan, Putri Serah harus tau kebenaran," timpal Anastasia tampak gemas.
"Ya, aku akan bicara pada Putri setelah di luar istana," balas Cristine yang tampaknya setuju dengan pendapat para gadis. "Sudah, aku mau langsung menemui Putri Serah. Kalian bersiaplah," sambungnya sambil menepuk pundak Anastasia, lalu ia pun berjalan meninggalkan ruangan untuk ke kamar Serah.
Namun ketika di ambang pintu Cristine berpapasan dengan Brigatte yang baru datang.
"Ah, Lady Cristine," ucap Brigatte sedikit gugup.
"Cepat bergabung dengan yang lain." Cristine tak banyak komentar lalu terus berjalan.
Brigatte hanya memandangi Cristine dari belakang. Wajah wanita itu begitu serius, langkahnya pun lebih cepat dari biasa. Lalu, Brigatte berjalan masuk ke dalam ruangan para gadis dan berlari kecil sambil tersenyum dengan wajah yang sangat cerah.
"Kau terlihat sangat senang, ada kabar baik apa?" Tanya Patricia langsung menggoda.
"Tidak, biasa aja...," balas Brigatte sambil menyembunyikan rona pada pipinya.
"Ah, aku tau kau habis memberikan undangan pada pemburu itu 'kan?" Anastasia langsung melirik jahil. Tentu saja dia tau apa yang dilakukan oleh sahabat dekatnya.
"Kalian ini, jangan menggodaku! Itu hanya pertemuan formal." Tampaknya dia masih mengelak.
"Tapi, kau menyukainya 'kan?" Sambar Rose terang-terangan.
Gadis-gadis itu pun langsung tertawa bersama.
Hal ini sangat kontras dengan apa yang terjadi di dalam ruangan kamar Serah.
"Kau yakin?" Satu kalimat itu terlontar dari bibir Serah yang terlihat serius setelah mendengar pengakuan dari Cristine.
"Saya tak mungkin berani lancang, Yang mulia. Saya melihatnya sendiri, kalau Raja Louis dan Lady Helena berpelukan dan berciuman di lorong istana," balas Cristine dengan mantap tanpa keraguan.
"Bagus sekarang ada saksinya langsung, tinggal menambah bara api maka semua akan terbakar cepat salam sekejap...."
orang serah udah nunjuk christie 😂😂
noh helena jd anjing yang patuh inget tuh 🤭
bau2nya author mau comblangin kalian soalnya.