Alexandria adalah seorang gadis berumur 30 tahun yang memiliki luka masa lalu. Rencana pesta pernikahannya gagal di hari H saat seorang wanita berbadan dua hasil perbuatan calon suaminya Mahesa datang.
Lima tahun berlalu sejak saat itu Alexa berusaha mengubur lukanya dengan menjadi pribadi yang dingin terhadap orang yang belum dekat terutama lawan jenis. Seorang workaholic dan mengisi hidup untuk mewujudkan isi bucket listnya.
Kehidupan baru Alexa terusik ketika dia harus menjadi mentor Devon putra bungsu pemilik Brahmana Corporation tempat dia dan Theo suami Arika sahabatnya bekerja. Devon pemuda berusia 22 tahun terkenal karena susah diatur, suka berfoya-foya dan tidak serius menyelesaikan kuliahnya.
Selain itu satu per satu masa lalu mulai menghampiri gadis itu kembali.
Apakah Alexa akan berjodoh dengan masa lalunya?
Ataukah dia menemukan kebahagian lain?
Apakah waktu bisa menyembuhkan luka hatinya?
Berisi lagu-lagu romantis yang sesuai dengan tema chapter.
IG:ayyona_18
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ayyona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 12 - Spy On You
Sudah lebih dari sebulan Devon tinggal di gedung apartemen yang sama dengan Alexa. Tapi Alexa belum menyadarinya dan Devon pun belum memberitahu mentornya itu karena ingin memberi kejutan. Lebih tepatnya Devon sengaja memata-matai Alexa.
Walau pun Ninda sempat menceritakan sedikit tentang Alexa dan Devon juga kadang-kadang mencuri dengar percakapan tim analyst tentang Alexa tapi rasa penasaran Devon masih besar. Dia bahkan sempat mengabadikan moment Alexa yang sedang berenang di kolam renang apartemen dari penthousenya yang memiliki pemandangan langsung ke sana dengan kamera super telephoto lens yang ia miliki.
Tak hanya sampai di situ, Devon juga pernah beberapa kali meminta toko makanan dan minuman di apartemen itu untuk mengirim kudapan atau minuman bahkan bunga dengan pesan bahwa kiriman itu dari tetangga baru ke apartemen Alexa. Devon berharap Alexa akan mencari tahu siapa tetangga baru yang dimaksud untuk sekedar berterima kasih atau berkenalan, tapi angan-angan Devon tidak terwujud.
Bahkan kudapan itu dibawa Alexa ke kantor dan memakannya di depan Devon tanpa eskpresi. Biasanya cewek-cewek bakal heboh bercerita ke teman-temannya jika ada secret admirer yang sedang mecoba mendekati dan mulai melebih-lebihkan cerita.
Tapi ini cewek langka banget nih, apakah saraf romantisnya sudah putus, pikir Devon.
Rasa penasaran Devon membuat tuan muda itu akhirnya mencoba menggiring Theo dengan halus agar bercerita tentang Alexa. Meski penasaran tapi Devon tidak mau juga di cap cowok kepo, gengsi dong secara bad boy kan ya.
Pada saat itu dia, Alexa, Dirga dan Theo menghadiri pertemuan tiga bulanan sektor properti. Setelah pertemuan selesai dilanjutkan dengan acara makan siang. Mereka duduk terpisah. Devon dengan Theo di meja bulat di sebelah kanan meja prasmanan sedang Alexa dan Dirga di sebelah kiri, posisi duduk mereka saling berhadapan tapi berjauhan.
Alexa dan Dirga terlihat sesekali tertawa sambil menikmati makan siang mereka. Bahkan Dirga mengakali Alexa dengan menambah sepotong lauk ke piringnya yang membuat Alexa memukulkan lengan Dirga yang disusul gelengan kepala Dirga berpura-pura tidak tahu dan kemudian mereka terlihat tertawa. Devon melihat tingkah mereka dari jauh.
“Sepertinya mereka cocok," ucap Devon sambil menyuap makanan ke mulutnya yang diikuti oleh tolehan mata Theo ke arah Devon.
Theo melihat ke mana arah mata Devon tertuju. Ketika menangkap apa yang dimaksud Devon, Theo tersenyum.
“Alexa dan Dirga? Mereka memang akrab tapi tidak lebih dari teman. Dirga sudah punya tunangan," balas Theo sambil tertawa.
“Alexa jones," lanjut Theo sambil terkekeh tidak menyangka dia akan menggunakan kosa kata kekinian itu. Kalau gadis itu mendengar pasti dia tak akan ditegur berhari-hari.
Devon pura-pura memasang raut muka tidak mengerti dengan mengerutkan alisnya. Melihat itu Theo tanpa sengaja mulai menceritakan tentang masa lalu Alexa secara garis besar. Tentang kegagalan rencana pernikahannya dengan Mahesa dan sikap Alexa yang sampai sekarang belum pernah memiliki hubungan khusus dengan lawan jenis.
Cerita masa lalu Alexa cukup membuat Devon menarik kesimpulan jika sikap dingin Alexa terhadap lawan jenis karena patah hati atau belum bisa melupakan mantan calon suaminya.
"Good leader, kenal tim luar dalam," ucap Devon dengan nada yang absurd.
Theo yang mendengar itu tak ingin Devon berpikir hal lain. Ia pun langsung meluruskan.
“Saya kenal Alexa sudah bertahun-tahun. Bahkan Arika istri saya sudah kenal dia dari bangku SMA. Kami juga dekat dengan kedua orang tua Alexa dan adik laki-lakinya. Saya sendiri sudah menggapnya seperti adik."
Theo terlihat seperti mengenang masa lalu.
“Keluarga Alexa ada di sini?” tanya Devon lebih lanjut.
“Alexa sebatang kara di Jakarta. Pak Agung dan Bu Marina sudah beberapa tahun ini tinggal di Kalimantan. Beliau dipindah tugaskan dari Sumatera. Sekarang menjabat kepala kebun di sebuah perkebunan kelapa sawit. Sedangkan Anthony si bungsu sedang kuliah di Jepang,” jawab Theo.
Devon hanya tersenyum datar mendengar semua informasi yang keluar dari mulut Theo. Dia tetap tak ingin menunjukan ketertarikannya dengan kehidupan gadis itu.
Perkacapan mereka terhenti ketika Dirga dan Alexa mengahampiri meja itu dan bergabung duduk di sana.