Blurb:
Ketika seorang ibu pengganti meninggal tragis saat melahirkan putranya, Jasper Jones, sang CEO miliuner itu mencari ibu susu untuk putranya.
Di tengah seleksi, muncul Chloe Miller—yang ternyata merupakan sahabat dari sang ibu pengganti.
Chloe adalah seniman muralis dari Brooklyn, berjiwa bebas dan penuh warna, dan dengan sadar ingin menyusui putra sang sahabat meskipun dia belum pernah punya anak.
Dia menawarkan untuk menyusui anak yang bukan darah dagingnya, melalui induced lactation, untuk menyelamatkan bayi sang sahabat yang lahir prematur.
Kontrak itu akhirnya disepakati. Chloe hanya ingin membantu, Jasper hanya ingin yang terbaik untuk putranya.
Namun, setiap cairan susu yang diberikan Chloe bukan hanya berisi nutrisi, tapi juga kelembutan yang tak pernah dikenal bayi itu.
Dan setiap aturan ketat Jasper perlahan luluh oleh tawa Chloe, oleh caranya mengajarinya mengganti popok sambil menari, oleh cara dia melihat putranya bukan sebagai penerus bisnis, tetapi sebagai sinar kecil yang perlu dicintai.
Perasaan mulai terjalin, lebih kuat dari kontrak yang telah disepakati. Tetes demi tetes, Chloe tak hanya memberi kehidupan pada bayi itu, tapi juga mencairkan es di hati Jasper.
Namun, bisakah hubungan yang dibangun dari formula duka dan susu yang diinduksi, bertahan di dunia nyata yang penuh dengan perbedaan kelas dan masa lalu yang kelam?
THE MILK CONTRACT: Sebuah kisah tentang pengorbanan yang tak terduga, ikatan yang kuat, dan cinta yang tumbuh.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pemakaman
Suasana pagi itu begitu kelam dan serasi dengan kesedihan yang menyelimuti tanah pemakaman.
Angin menerpa pelan, memprovokasi kelopak mawar putih yang tadi ditaburkan di atas dua peti mati yang berdampingan—dan besarnya sama.
Lily dan Brandon. Pergi bersama, seperti dalam hidup mereka yang penuh cinta, sehidup semati.
Chloe berdiri di deretan paling depan, tubuhnya sedikit menggigil di balik pakaian hitam sederhana.
Tangannya menggenggam erat sehelai saputangan yang sudah lembap karena air matanya.
Dia masih tak bisa percaya. Lily, yang energik, yang selalu penuh semangat, yang matanya selalu berbinar saat membicarakan masa depan dengan Brandon, sekarang terbaring diam di dalam kotak kayu itu.
“Selamat jalan, Lily,” bisiknya lirih saat peti-peti itu mulai diturunkan ke dalam liang lahat. Hatinya seperti ikut terkubur bersama.
Dia melemparkan sekuntum mawar putih, bunga favorit Lily yang katanya nanti akan menjadi buket pernikahannya dengan Brandon.
*
*
Setelah upacara selesai, pelukan dan ucapan belasungkawa dari teman-teman lain terasa hampa.
Chloe hanya bisa mengangguk, matanya tampak kosong. Ada satu alasan yang membuatnya tetap berdiri saat hatinya sangat sedih, yaitu Jonas.
Begitu pemakaman mulai bubar, Chloe berbalik dan berjalan cepat menuju mobilnya. Hatinya berdebar kencang, bukan lagi karena duka, tetapi karena dia akan memulai pekerjaan barunya, menyusui Jonas.
Dia harus pergi ke rumah sakit. Sekarang.
*
*
Chloe akhirnya tiba di rumah sakit. Dengan cepat, Chloe melewati koridor rumah dengan langkah cepat. Dia langsung menuju NICU, di mana Jonas berada.
Melalui kaca besar yang memisahkannya dari ruangan itu, matanya langsung menemukan Jonas.
Sebuah inkubator kecil di pojok. Di dalamnya, seorang bayi mungil terbungkus selimut biru muda, tidur dengan tenang.
Tabung-tabung kecil dan monitor terpasang di tubuhnya. Jonas. Nama itu terukir di papan kecil di sisi inkubator.
Jonas, bayi yang lahir dari rahim Lily, melalui program ibu pengganti untuk Jasper Jones. Kehidupan yang merupakan hadiah terakhir Lily.
Chloe menempelkan tangannya di kaca yang dingin, air matanya mengalir lagi. Sebuah rasa ingin melindungi begitu dalam. “Aku di sini, Baby Jonas,” bisiknya pada bayi di balik kaca. “Mommy di sini.”
Chloe teringat ketika selalu mengajak bicara Jonas saat masih ada di dalam kandungan Lily. Dia dan Lily sepakat untuk menjadi mommy untuk Baby X, nama yang dulu mereka berikan sebelum Jasper menamainya Jonas.
Meskipun tadinya mereka akan berpisah dengan Jonas karena bayi itu sepenuhnya milik Jasper, tapi mereka memiliki ikatan yang kuat dengan Jonas.
Takdir berkata lain, ternyata Chloe benar-benar akan menjadi ibu Jonas meskipun untuk sementara.
Chloe hampir tidak menyadari waktu berlalu. Lalu Chloe mendengar perawat memanggilnya.
“Nona, sudah siap? Akan dimulai sekarang,” kata perawat.
“Ya, aku siap,” jawab Chloe dengan yakin. “Apakah stimulasi yang diberikan bisa lebih cepat dari biasanya? Aku ingin segera bisa memberikan ASI pada Baby Jonas.”
“Tergantung hormon dan seberapa banyak stimulsi yang kau lakukan. Paling cepat dua minggu,” jawab perawat sambil berjalan.
“Apakah Tuan Jasper sudah mengetahui hal ini?”
“Ya, dia sudah diberitahu, jadi untuk sementara bayinya akan diberi susu dari bank ASI. Tapi tetap kau yang memberikannya secara manual karena harus ada ikatan antara ibu susu dan bayi. Itu akan membuat ASI-mu cepat keluar. Skin to skin, itu prosesnya.”
Chloe mengangguk mengerti, kemarin dia sudah diberitahu oleh perawat tahapannya dalam induksi laktasi. Dan dia siap melakukan proses panjang itu.
*
*
Dulu aja gengsi mengakui perasaan cintanya pada Chloe😄
Dan skrg Jasper Chloe sudah punya 3 Anak lelaki😊
Tinggal menunggu kisah Jonas versi dewasa kak Zarin 🙏