Nazifah Elyana, gadis berusia 19 tahun yang harus menerima takdirnya yaitu menjadi istri kedua setelah dinodai oleh majikannya sendiri.
Apakah akan ada cinta setelah pernikahannya? Bagaimana perjalanan cinta Nazifah yang terpaksa menjadi simpanan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terpana?
Siang ini, Adam kedatangan tamu, tamu itu adalah David. David menanyakan keadaan Nazifah pada Adam.
Setelah berpikir, David merasa kasihan pada gadis polos itu yang ia tuduh hanya sok polos.
David mengatakan niatnya pada Adam yang ingin meminta maaf padanya secara langsung.
"Enggak perlu! Lagian dia udah baik-baik aja! Dia juga enggak tau soal taruhan itu," kata Adam seraya bangun dari duduknya, ia pindah ke sofa ikut duduk bersama dengan David.
Adam juga mengambilkan minuman dingin dari lemari esnya yang berada di ruangan tersebut.
"Lamborghini gue! Jangan lupa!" kata Adam kemudian dan David pun tersedak minuman yang Adam siapkan.
"Gue kira lo ikhlas!" jawab David seraya meletakkan botol minuman itu kembali ke meja.
"Gue menang! Lo lihat sendiri ada bekas darah kan!"
"Bisa jadi itu darah dari tangan Nazifah!" kilah David, ia ingin mengelak kebenarannya.
"Gue tau, lo sebenernya udah tau! Jangan pura-pura!"
"Hehe." David pun tersenyum menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Setelah itu, David memberikan kunci mobilnya pada Adam dan Adam tersenyum puas.
Setelah berbincang, David pun pergi dari kantor Adam dan di perjalanan ia melihat Nazifah yang membawa belanjaan begitu banyak sedang berdiri di tepi jalan.
Nazifah berbelanja untuk Vita.
David yang berada di taksi itu segera meminta untuk menepi lalu David turun menghampiri Nazifah.
Nazifah terkejut saat melihat David, ia sedikit mengingat siapa David dan sekarang ingat betul kalau David adalah teman Adam di apartemen malam itu.
Nazifah mencoba menghindari dan David berusaha menawarkan bantuan.
"Enggak perlu!" kata Nazifah, ia yakin kalau David dan Adam adalah komplotan dan memang merencanakan sesuatu padanya di malam itu dan itu membuat Nazifah membenci David.
Tetapi, David tidak menyerah, ia meminta maaf pada Nazifah dan terus mengikutinya.
"Iya... iya, saya maafin, tapi tolong berhenti mengikuti saya!" kata Nazifah seraya mengambil kembali belanjaan yang ada di tangan David.
Setelah mendapatkan kata maaf, David pun memberikan kembali belanjaan itu dan David mengantarkan Nazifah sampai pulang ke rumah Adam.
Di dalam taksi, David yang dilarang menemui Nazifah itu pun diam-diam mengambil gambar lalu mengirimnya pada Adam. Walau wajah Nazifah tidak terlihat jelas tetapi Adam dapat mengenalinya.
"Sial bener si David! Jangan coba-coba dia sentuh Zifah!" geram Adam. Pria itu tidak ingin Nazifah menjadi salah satu koleksi David.
Adam pun membalas pesan David dengan ancaman.
"Jangan berani-beraninya lo sentuh dia!"
"Sabar, men! Lagian lo juga udah ada Vita. Bukannya lo dukung gue buat cari bini?" tanya David dan Adam pun merasa kesal. Ia beranggapan kalau David akan mengincar Zifah sebagai calon istrinya.
Ia tidak ingin Zifah terkontaminasi oleh David yang suka celup sana dan sini.
"Dia bekas gue! Ingat itu!" balas Adam seolah mengingatkan.
"Enggak masalah, gue udah biasa pakai barang bekas! Lagian ini jelas bekas siapa," jawab David dan Adam beranggapan kalau David memang sudah benar-benar gila.
Adam pun menggelengkan kepala mendapati sahabatnya yang gila itu.
"Balik sana lo ke LN! Bokap, nyokap lo pasti nangis anaknya ngilangin lamborghini!"
"Mereka kaya, enggak akan kehilangan uang segitu!" Setelah itu David tidak membalas lagi pesan Adam. Ia memilih untuk membantu Nazifah membawakan barang belanjaannya.
"Makasih," ucap Zifah yang sudah dibantu oleh David bahkan David juga yang membayar biaya taksi.
"Next, gue datang lagi!" kata David dan Zifah tidak menunjukkan ekspresi apapun.
****
Rima dan gengnya menyewa sebuah ruangan VVIP di restoran mewah untuk acaranya dan saat Rima pergi ke toilet, di sana dirinya bertemu dengan Rina, si perempuan perebut suami orang.
"Oh, sekarang pelakor merajalela, berkeliaran, mungkin wajahnya sudah dipoles sana dan sini seolah bisa menutupi kebusukan hatinya!" sindir Rima seraya memperhatikan make up dirinya di cermin wastafel.
"Aku sangat cantik, terlebih lagi aku bisa menjaga perasaannya, sehingga suami kita, eh... mantan suami kamu lebih memilih aku," jawab Sabrina seraya kembali mengoleskan lipstik merah di bibirnya.
Kalau tidak ingat tempat, mungkin Rima sudah mencabik-cabik wanita itu, tetapi, Rima berpikir untuk apa melakukan itu, toh Adli adalah masa lalu yang harus ia buang, Rima memilih untuk fokus hidup bersama dengan anaknya yang telah dibutakan cinta Vita. Rima juga ingin menjaga reputasinya.
Rima tidak menanggapi ucapan Sabrina dan sekarang, Sabrina kembali menghampiri Adli di meja makan bersama kliennya.
Setelah kepergian Sabrina, Rima memperhatikan wajahnya dan terlihat sudah ada kerutan di bawah mata, ia pun pamit pada teman-temannya melalui chat di grupnya.
Rima segera meluncur ke salon untuk perawatan.
"Dasar tidak tau diuntung! Dia hanyalah gelandang tanpa aku!" geram Rima pada Adli.
Rima sangat membencinya karena Adli seolah kacang lupa kulit. Anak dari sopir ayahnya yang ia sukai dan ayahnya kuliahkan itu berkhianat setelah sukses.
"Bajingan!" teriak Rima yang sudah duduk di bangku penumpang dan sopir pribadinya itu tidak heran lagi dengan Rima yang selalu marah-marah sendiri.
Dan itulah penyebab Rima tidak menyukai orang miskin, baginya semua orang miskin adalah sama, akan lupa dengan kebaikan orang yang telah menolong dan mengangkat derajat nya.
****
Sepulang bekerja, dua istri Adam menyambutnya di pintu utama, Vita dan Zifah sama-sama mengulurkan tangan untuk meminta tas kerja Adam.
Dan Vita menatap Zifah. Seolah mengerti maksud dari tatapan itu Zifah mengatakan kalau itu tugasnya selama menjadi asisten Adam.
"Baiklah!" jawab Vita seraya mengambil tas Adam lalu memberikannya pada Zifah.
Sementara Adam, ia ingin sekali memarahi Nazifah yang sudah berani keluar rumah tanpa seijinnya. Tetapi Adam akan memarahi Nazifah di kamar, hanya kamar itulah yang menjadi saksi bisu atas hubungan keduanya.
Adam segera masuk dan kali ini terlihat sangat penat. Adam memilih untuk mandi di kamarnya, di sana juga lah Zifah sudah menyiapkan semuanya.
Adam melihat orang-orang salon itu mengerti kalau Vita akan melakukan perawatan dan pasti akan memakan waktu yang lama, Adam pun mengambil kesempatan ini untuk berbicara dengan Nazifah.
Setelah Vita masuk ke kamarnya, Adam memerintahkan Nazifah untuk ikut dengannya.
"Ada apa, Tuan. Semua sudah saya siapkan seperti biasa!"
"Kamu lupa? Hanya boleh menjawab iya setiap dari perkataan saya?"
"Baik, Tuan." Zifah pun mengikuti Adam di belakangnya.
Sesampainya di kamar, Adam menanyakan kemana hari ini Nazifah pergi.
"Saya pergi ke mall, disuruh belanja sama Nyonya Vita," jawab Nazifah yang berdiri di tengah kamar Adam dan Adam melonggarkan dasinya, melepaskan jasnya dan melemparkan pada Nazifah yang berdiri di depannya, Nazifah pun dengan sigap menangkap.
Tetapi, pandangan Zifah masih selalu menunduk dan Adam pun mengangkat dagu istri sirinya itu.
"Lihat saya kalau sedang berbicara!"
Zifah pun menatap wajah tampan Adam tanpa berkedip. Apakah Zifah mulai terpana dengan ketampanan Adam?
Bersambung.
Like dan komen, jangan lupa difavoritkan juga, ya. Dukungan kalian adalah semangat ku, yuk dukung karya ini dengan vote gratis/giftnya, terimakasih banyak bagi yang sudah mendukung ☺
Maafkeun typo yang bertebaran ✌✌
lagian..nazifah jg hamil...
sukses
semangat
mksh
Di tunggu karya² bucin selanjutnya🥰
Semangat mbk Mal😍😍