NovelToon NovelToon
Xiao Nan: Kebangkitan Godfather Sang Raja Dunia Bawah

Xiao Nan: Kebangkitan Godfather Sang Raja Dunia Bawah

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Mafia / Reinkarnasi / Kelahiran kembali menjadi kuat
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: King Nan

Xiao Nan pernah menjadi Godfather paling ditakuti di Bumi, membangun kerajaan kriminal sebelum tewas akibat pengkhianatan orang terdekat. Namun kematian bukan akhir. Jiwanya bereinkarnasi ke dunia kultivasi di Pulau Matahari Abadi, bangkit sebagai penguasa bayangan sebelum kembali dikhianati dan dijatuhkan ke Pulau Bulan Surga.

Di sana ia terlahir sebagai tuan muda Keluarga Xiao. Ibunya dibunuh, bakat Akar Naga dirampas ayahnya sendiri, dan ia dibuang ke Reruntuhan Dewa dan Iblis. Di neraka itulah Xiao Nan bangkit. Ia mewarisi Sutra Bayangan Naga dan Tulang Naga Dewa, memadukan insting mafia dengan hukum kultivasi. Bersama entitas misterius Finn, ia membentuk Fraksi Shadow Dragon, menghancurkan Keluarga Xiao dari dalam. Namanya mengguncang dunia dan menyeretnya ke Turnamen Jalan Langit Sepuluh Ribu Ras.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon King Nan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chap 20 - HUKUM JALANAN KOTA TERBUANG

Kota Terbuang Sepuluh Ribu Ras adalah sarang Perampok yang dibalut kemewahan pasar gelap. Di sini, jalanannya sempit dan berbau amis, diterangi oleh lampion-lampion merah redup yang terbuat dari kulit binatang. Xiao Nan berjalan di depan dengan jubah hitamnya yang berkibar pelan, sementara Yue Niang, Xiao Ruoxi, dan Finn yang bersembunyi di dalam tudung jubah Xiao Nan mengikuti dengan waspada.

"Tunggu," Xiao Nan tiba-tiba berhenti di sebuah persimpangan menuju distrik Menara Tanpa Nama. Mata tajamnya menangkap pergerakan di balik bayangan bangunan tua. Tiga detik kemudian, dari gang gang gelap di sisi kiri dan kanan, muncul sekelompok orang dengan penampilan yang mengintimidasi.

Mereka adalah campuran dari ras Manusia buangan dan ras Binatang. Pemimpin mereka adalah seorang pria bertubuh raksasa dengan kepala babi hutan, membawa gada berduri yang masih berlumuran darah segar.

"Hoho, lihat apa yang kita temukan di sini," si Babi Hutan mendengus, air liurnya menetes ke tanah. "Seorang tuan muda sombong dengan dua wanita cantik. Hei, Nak! Di Kota Terbuang, kau harus membayar `pajak napas` jika ingin lewat."

"Pajak napas?" Xiao Nan mengangkat alisnya, suaranya tetap tenang tanpa riak ketakutan sedikit pun. "Dua wanita itu untuk kami, dan semua barang di kantong penyimpananmu adalah milik kami!" seru salah satu preman manusia yang memegang belati beracun. "Atau kau ingin kami membedah perutmu di sini?"

Yue Niang sudah bersiap mencabut pedangnya, namun Xiao Nan mengangkat tangannya, memberi isyarat agar ia tetap diam.

"Taktik Mafia nomor dua belas," Xiao Nan berbicara dengan nada dingin yang membuat udara di sekitarnya terasa membeku. "Jika seekor anjing menggonggong padamu, jangan balas menggonggong. Patahkan saja lehernya agar ia tahu siapa tuannya."

"Lancang! Matilah kau!" Si Babi Hutan meraung, mengayunkan gada berdurinya dengan kekuatan ranah Pembentukan Tulang Tingkat Rendah. Angin yang dihasilkan ayunan itu cukup untuk meratakan dinding bata.

Zingss...

Xiao Nan tidak menggunakan Fragmen Waktu. Ia ingin menguji kekuatan fisiknya yang baru saja ditempa setahun penuh di ruang meditasi. Dengan gerakan yang sangat minimalis, Xiao Nan melangkah maju tepat ke arah serangan. Alih-alih menghindar, ia menangkap batang gada berduri itu dengan tangan kirinya yang kini telah dialiri energi Tulang Naga Surgawi.

BUUM!

Tanah di bawah kaki Xiao Nan retak, namun tubuhnya tidak bergeming sedikit pun. Tangan hitamnya mencengkeram besi gada itu hingga melesap ke dalam. "Apa?!" Mata si Babi Hutan membelalak. Ia mencoba menarik senjatanya, namun terasa seolah-olah gadanya telah tertanam di gunung batu.

"Kau bicara tentang pajak?" Xiao Nan menyeringai, matanya berkilat dengan aura hitam. "Sekarang, aku yang akan menagih pajak darimu. Pajaknya adalah... nyawamu."

Xiao Nan melepaskan pukulan tangan kanan yang terkonsentrasi. Tinju Bayangan Naga menghantam tepat di dada si Babi Hutan.

KRAK!

Zirah tebal dan tulang rusuk raksasa itu hancur seketika. Tubuh seberat dua ratus kilogram itu terlempar ke belakang, menghantam tembok bangunan hingga runtuh, dan tewas sebelum sempat berteriak.

Melihat pemimpin mereka tewas dalam satu serangan sederhana, para preman lainnya gemetar. Namun, nafsu membunuh mereka mengalahkan akal sehat. "Serang dia bersama-sama!"

Xiao Nan bergerak seperti bayangan di antara kerumunan. Setiap gerakannya efisien dan mematikan. Ia tidak membuang energi setiap serangan mengincar titik saraf, tenggorokan, atau jantung.

Sret!! Belati Jurang Langit memotong leher preman pertama.

Brak! Tendangan Xiao Nan menghancurkan tempurung lutut preman kedua.

Dalam waktu kurang dari satu menit, jalanan yang tadinya bising dengan gertakan kini dipenuhi oleh erangan dan jasad yang bergelimpangan. Xiao Nan berdiri di tengah tengah mereka, menyeka sedikit noda darah di pipinya dengan sapu tangan putih yang ia ambil dari saku preman yang mati.

"Bos, ada satu yang masih hidup," ular Yue Niang sambil menunjuk preman manusia yang tadi paling banyak bicara. Ia kini bersimpuh di tanah, celananya basah karena ketakutan. Xiao Nan berjalan menghampirinya, lalu menginjak tangan preman itu dengan tenang. "Siapa yang mengirim kalian? Jangan katakan ini hanya kebetulan. Kalian tahu arah tujuanku."

"Aa.. ampun, Tuan! Kami... kami disuruh oleh orang-orang dari Sekte Arwah Gelap! Mereka bilang ada mangsa besar yang membawa harta dari Lembah Ratapan Arwah..."

Xiao Nan menyipitkan mata. Ternyata Sekte Arwah Gelap memiliki jaringan mata mata di Kota Terbuang. Ini berarti mereka sudah tahu ia selamat. "Bagus," Xiao Nan melepaskan injakannya. "Pergilah. Katakan pada tuanmu, Lord Shadow sudah tiba. Dan katakan pada mereka untuk menyiapkan peti mati lebih banyak di pelelangan nanti."

Preman itu lari terbirit-birit tanpa berani menoleh.

Xiao Nan berbalik ke arah Yue Niang dan Ruoxi. "Sepertinya kerahasiaan kita sudah berakhir. Tapi itu tidak masalah. Di dunia bawah, ketakutan adalah alat negosiasi yang lebih baik daripada diplomasi."

"Nan ge, kau semakin mengerikan," Ruoxi bergumam, namun ada rasa aman yang ia rasakan saat berada di belakang punggung Xiao Nan. "Ayo," ajak Xiao Nan sambil menatap Menara Tanpa Nama yang menjulang tinggi di depan mereka. "Lelang akan segera dimulai. Dan aku ingin melihat wajah Xiao Han saat aku merampas semua yang ia inginkan."

Dengan langkah mantap, sang Godfather baru dari Pulau Bulan Surga itu melangkah menuju pusat badai, siap untuk mengacaukan tatanan dunia persilatan.

1
Pecinta Gratisan
lagi thor updatenya💞
Pecinta Gratisan
no komen thor yg penting gak hiatus thor
Pecinta Gratisan
ok thor semangat updatenya sampai tamat thor⚡🔨
Pecinta Gratisan
mantap💞 thor cerita nya💞
hahaahaha
Luar biasa
Andi Heryadi
jgn cm buat diri sendiri,bikin juga anak buahnya tambah kuat
Andi Heryadi
ganti panggilan bos dgn tuan muda thor
Andi Heryadi
keren....terus bertambah kuat Xiao nan
Andi Heryadi
semoga gak berhenti ditengah jalan Thor, ceritanya lumayan bagus
I'm Alone❄️: insyaallah nggk berhenti ditengah jalan, saya usahain selesai Sampek season 3
total 1 replies
Andi Heryadi
bantai jgn ksh ampun ....
Andi Heryadi
mantap thor
Andi Heryadi
ttp semangat thor
Andi Heryadi
masih menyimak thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!