NovelToon NovelToon
Aku Menyerah!

Aku Menyerah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Pelakor jahat / Penyesalan Suami / CEO / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:11.1k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Ayra menjalani pernikahan yang tidak pernah benar-benar ia inginkan. Menikah karena perjodohan, ia berusaha menjalani perannya sebagai istri dengan sebaik mungkin. Dan kehamilan yang datang kemudian, justru membuatnya berusaha lebih kuat, meski pernikahan itu perlahan menunjukkan sisi gelapnya.

Saat mengetahui Rayyan mendua, Ayra tidak mendapat pembelaan apa pun. Suaminya justru lebih memilih wanita itu dibandingkan dirinya yang sedang mengandung. Tekanan batin yang berat membuat Ayra mengalami keguguran. Kehilangan anaknya menjadi pukulan terbesar dalam hidupnya.

Dikhianati, disudutkan, dan tidak lagi dihargai, Ayra akhirnya sampai pada titik lelah. Ia menyerah, bukan karena kalah, tetapi karena tak ingin menyia-nyiakan hidupnya untuk bertahan dalam hubungan toxic.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CEO Baru

Suasana di perusahaan multinasional ADW Group, terlihat lebih hidup dari biasanya. Banyak karyawan yang hilir mudik ke ruang aula serbaguna. Mereka tengah sibuk mempersiapkan kedatangan CEO baru yang akan menggantikan CEO lama yaitu Bapak Willy Adiwilaga.

​Ruangan serbaguna yang bisa memuat lebih dari seribu orang itu, telah disulap dengan ornamen penyambutan untuk CEO baru tersebut.

​Sebagian dari karyawan ADW Group pun sudah berkumpul di sana, duduk rapi di deretan kursi yang sudah disediakan. Termasuk Liztha, perwakilan dari departemen keuangan dan tentu saja Rayyan yang memiliki jabatan cukup penting di perusahaan itu, yaitu sebagai manajer keuangan.

​Wajah-wajah mereka terlihat penasaran pada sosok yang akan menjadi pimpinan mereka selanjutnya. Apakah akan sebijaksana Pak Willy, sejenius Pak Willy dalam mengatur strategi perusahaan atau sebaliknya.

​Kebisingan dari para karyawan yang tengah membicarakan topik tersebut, mendadak hening pada saat CEO mereka diikuti beberapa petinggi perusahaan dan seseorang yang baru kali ini mereka lihat, memasuki ruangan luas itu dengan langkah mantap dan penuh percaya diri.

​Pada saat mata mereka tertuju pada sosok Zavian Zovan yang berdiri di sisi atasan mereka, nyaris semua menahan napas. Terutama kaum perempuan. Betapa tidak, menurut mereka, sosok itu dianggap salah satu ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Meski memang kesempurnaan seutuhnya hanya milik Tuhan.

​"Ya Tuhan... dia siapa? Ganteng banget." Bisik salah satu karyawan perempuan pada temannya.

​"Apa dia yang akan menjadi CEO baru kita..." Bisik yang lainnya.

​"Wah auto nggak akan pernah bolos kerja."

​"Gue berharap jadi Cinderella di zaman ini."

​"Ahhh, nggak tahan gue, hot banget!"

​Dan masih banyak kasak-kusuk lain yang kesemuanya memuji fisik Zavian.

​Termasuk Liztha. Jiwanya sebagai wanita penggoda meronta-ronta. Di otaknya mulai merancang berbagai cara untuk menjerat pria tertampan dan terpenting di kantor mereka, meski belum diumumkan secara sah kalau pria itu memang akan menjadi pengganti Pak Willy.

​"Aku pasti akan bisa menarik perhatiannya." Bisik hati Liztha, penuh percaya diri.

​"Kalau aku sampai berhasil membuat dia terpesona padaku, siapa peduli dengan Rayyan? Sekalipun dia mau balikan sama istrinya, aku tidak peduli!" Liztha tergelak dalam hatinya. Serasa dia sudah berhasil menjerat Zavian dan akan menjadi nyonya CEO kelak.

​"Mohon perhatian semuanya..."

​Tiba-tiba terdengar suara MC dan membuat mulut-mulut yang tengah berkasak-kusuk itu, berhenti seketika. Pandangan mereka pun fokus ke depan.

​"Seperti yang sudah kita ketahui semua, bahwa Bapak Willy Adiwilaga yang menjabat sebagai CEO di perusahaan ini, akan pensiun. Dan tampuk kepemimpinan beliau, akan diserahkan pada salah satu putranya yang bernama Bapak Zavian Zovano Adiwilaga."

​Tanpa dikomando, tepuk tangan riuh pun menggema.

​"Baiklah, untuk mempersingkat waktu, kami persilahkan Bapak Zavian Zovano Adiwilaga untuk memberikan sambutan di tengah-tengah kita semua."

Zavian melangkah maju ke depan podium dengan gestur yang sangat tenang. Ia mengatur posisi mikrofon sejenak, lalu menatap ke seluruh penjuru ruangan. Tatapannya yang dingin namun tajam seolah mampu mengunci perhatian siapa pun yang melihatnya.

"Selamat pagi semuanya. Saya Zavian Zovano Adiwilaga," suaranya terdengar berat dan sangat berwibawa, menggema di seluruh sudut aula serbaguna.

"Adalah sebuah kehormatan bagi saya untuk melanjutkan dedikasi Bapak Willy di perusahaan ini. Namun, saya tidak datang ke sini untuk sekadar menggantikan posisi beliau, melainkan untuk membawa ADW Group melangkah jauh lebih tinggi lagi. Saya memiliki standar yang sangat tinggi dalam bekerja, dan saya yakin kalian adalah tim terbaik yang mampu mengimbangi standar tersebut. Saya lebih menyukai hasil nyata daripada sekadar kata-kata. Mari kita bekerja sama untuk masa depan perusahaan ini. Terima kasih."

Suasana hening sejenak, seolah semua orang terhipnotis oleh karisma pria itu, sebelum akhirnya tepuk tangan yang jauh lebih riuh kembali memenuhi ruangan. Zavian hanya mengangguk tipis, lalu turun dari podium dengan langkah yang tetap mantap.

Acara penyambutan itu pun resmi ditutup oleh MC. Pak Willy tampak merangkul pundak putra kebanggaannya itu. Lalu menyalami beberapa petinggi yang mendekat. Para karyawan mulai berdiri dari kursi mereka, namun pandangan mereka, terutama para wanita, masih tidak bisa lepas dari sosok Zavian yang mulai bergerak meninggalkan aula diikuti oleh asisten pribadinya.

Liztha masih terpaku di kursinya dengan jantung yang berdegup kencang. Ia memperhatikan setiap lekuk punggung Zavian yang dibalut setelan jas mahal itu sampai hilang di balik pintu besar aula. Baginya, pidato singkat tadi bukan hanya sekadar sambutan, tapi sebuah tantangan yang sangat menarik untuk ditaklukkan.

Pertemuan di aula itu berakhir dengan sejuta kekaguman yang tertinggal di benak setiap orang, sekaligus menjadi awal dari ambisi baru di dalam hati Liztha.

"Liztha! Apa yang kamu lihat?" Sebuah bentakan dengan nada kecemburuan yang pekat, menyadarkan Liztha datyi keterpesonaannya pada sosok Zavian.

Wanita itu menoleh dengan hati mendongkol. Tapi segera merubah air mukanya saat matanya beradu dengan mata Rayyan.

"Kamu ngagetin aja. Ya tentu saja aku melihat CEO baru kita. Memangnya kenapa?" Jawab Liztha berusaha santai. Dan diakhiri pertanyaan balik.

"Tapi kamu kelihatannya terpesona gitu sama dia?" Nada cemburu dan tatapan curiga itu masih membungkus raut wajah Rayyan. Liztha mendekat sambil tersenyum manja.

"Sepertinya ada yang cemburu, nih." Kerling Liztha.

"Nggak usah khawatir sayang, aku masih tetap milikmu. Siapapun dia, tak akan menggoyahkan perasaan mendalamku padamu." Rayunya dengan begitu lihay. Jemari lentiknya mencubit pelan pinggang Rayya. Tentu saja hati lelaki itu langsung berbunga-bunga.

"Ayo ah, kita kembali ke ruangan, sebelum ada yang menegur." Ajak Liztha dengan suara yang manja dan hal itu memang menjadi salah satu jurus untuk meredam emosi Rayyan jika dia sedang cemburu atau merasa curiga padanya.

Rayyan pun mengikuti langkah Liztha. Tapi ia tak pernah tahu jika wanita itu tengah menyusun strategi untuk mewujudkan ambisinya menjerat sang CEO baru.

***

Sementara itu di sebuah pasar tradisional, Ayra tengah asyik memilih-milih sayuran yang akan dibelinya. Ini adalah kali pertamanya ia keluar rumah setelah keguguran.

Setelah mendapatkan semua yang ia butuhkan, Ayra pun bermaksud untuk pulang.

Tapi saat sedang berjalan menuju arah gerbang keluar pasar, tiba-tiba ada beberapa orang berlarian sambil berteriak, "copet... copet... copet..."

Lari mereka sangat kencang dan tidak melihat kiri kanan. Hingga ada seorang wanita paruh baya berparas bule dan berhijab, jatuh tersungkur karena tertabrak salah seorang dari mereka. Belanjaan yang ada di tangannya pun ikut jatuh dan isinya berhamburan.

Melihat itu cepat-cepat Ayra menghampiri wanita itu dan menolongnya.

"Are you okay, Mrs?" Tanyanya dengan menggunakan bahasa Inggris seadanya. Karena melihat wanita itu berparas bule meski mengenakan hijab, maka dia pikir mungkin wanita itu tidak bisa berbahasa Indonesia.

Setelah berdiri kembali berkat bantuan Ayra, barulah wanita itu menjawab sambil tersenyum ramah.

"Saya baik-baik saja, Nak. Terima kasih sudah menolong saya."

Mendengar jawaban perempuan itu, wajah Ayra memerah malu dan mengulum senyum.

"Maaf, saya kira Ibu tidak paham bahasa Indonesia."

Wanita itu kembali tersenyum dan menatap wajah polos Ayra.

"Saya memang bukan asli Indonesia, bahkan tidak ada darah Indonesia sedikit pun yang mengalir di tubuh saya. Tapi suami saya asli Indonesia dan saya sudah lebih dari dua puluh tahun tinggal di sini."

Ayra manggut-manggut sambil mengucap, "oh..."

"Ini belanjaannya. Ibu sudah selesai berbelanja? Kenapa tidak ada yang menemani?"

Wanita paruh baya itu mengangguk sambil membetulkan jilbabnya.

"Kebetulan asisten rumah tangga yang biasa mengantar saya berbelanja sedang pulang kampung dan yang lainnya punya pekerjaan masing-masing. Akhirnya saya belanja sendirian. Saya pikir, saya masih kuat tapi ternyata tersenggol sedikit saja langsung tersungkur, hehehe..." Kekehnya setengah berkelakar. Ayra ikut terkekeh. Dia merasa tidak sungkan lagi karena sikap wanita ini yang ramah.

"Kalau begitu, mari saya antar ke parkiran. Ibu menggunakan kendaraan pribadi?"

Kembali wanita itu menatap Ayra. Ada rasa kagum dari sorot matanya pada Ayra yang menurut penilaiannya punya sikap yang tulus.

"Iya Nak..."

"Ayra.. nama saya Kinayra. Tapi orang-orang memanggil saya Ayra." Ayra tersenyum lucu. Wajahnya memang imut-imut dan menggemaskan. Rayyan saja yang matanya katarak. Tidak bisa membedakan emas asli dengan emas sepuhan.

Deg, jantung wanita yang tidak lain adalah Eugenia, ibunya Zavian itu, kaget. Tadi pagi Zavian sempat menyebut nama Ayra. Apakah orang yang sama? Tapi Eugenia refleks menggeleng, menurut pikirannya, ada banyak nama Ayra di bumi ini.

"Mari, Bu!"

Ayra membuyarkan lamunan Eugenia.

"Ayo, cucu saya juga menunggu sudah di mobil."

1
Tata Hayuningtyas
cerita nya pasti pergi ke toilet trs diculiklah...dibius lah....kaya ga ada yg lain gitu thor
Ma Em
Ayra kamu hrs percaya diri bersama Zavian jgn minder tunjukan aura dan pesonamu agar orang2 merasa kagum padamu dan tdk ada orang yg merendahkan mu .
Dini Yulianti
ayra kamu masih masa iddah mending jaga jarak dulu sama yg namanya laki laki bialng sama Zavian kalo mau jaga jarak sampe masa iddah selesai.
Brilliante Brillia: sudah slsai masa iddahnya kk🤭🙏
total 1 replies
Ma Em
Ayra jgn percaya kalau Marisa mendekatimu Ayra karena Marisa dekat dgn Ayra bkn bermaksud baik tapi mungkin ada yg akan Marisa lakukan pada Ayra , lbh baik jaga jarak jgn mau diajak untuk berteman takut nanti Marisa mencelakai atau mungkin jebak Ayra .
Erchapram
Bagus banget
kalea rizuky
sejauh ini bagus MC gk menye menye g lemah
Dede Dedeh
ulat keket mah gigih.......
Dewi Anjani
ayra perempuan yg tangguh ya,,keren
Yani
ayra jadi janda harus berkelas,jgn kayak si artis viral ,dijandakan suami malah jual diri Ama laki org,ga inget rasanya sakit diselingkuhin.tolong ya min,ayra biar bisa disandingin ama zavian yg ganteng+ CEO 🥰🥰
lanjut min ceritanya
aku
definisi cerdas bnr 👍👍👍
partini
lanjut
Brilliante Brillia
Assalamualaikum wrwb.

Tak terasa buku ini sudah hampir mencapai 20 bab. Terimakasih othor haturkan untuk para readers, semoga kedepannya novel ini akan lebih seru dan lebih diterima oleh penyuka cerita drama rumah tangga. Dan juga lebih banyak komen serta like 🙏
Yuk follow akun othor untuk bisa mengikuti cerita-cerita berikutnya yang akan launching dan tentu dengan cerita yang lebih seru lagi.
Dini Yulianti
semoga rumahnya kebakaran dan mobilnya di gondol maling
Ma Em
Semangat Ayra , semoga kamu dapatkan harta Gono gini yg Rayyan pertahankan dan menang dgn hasil yg memuaskan , hancurkan kesombongan Rayyan dan ibunya juga selingkuhan nya .
Brilliante Brillia: Doain ya🤭
total 1 replies
Ma Em
Semoga Ayra berjodoh dgn Zavian setelah cerai dgn Rayyan .
partini
wah ada bocil
Brilliante Brillia: bocilnya ganteng ky papanya 🤭
total 1 replies
partini
lebih cepat lebih baik
partini
mau menggatal lagi ni Kunti,so kita lihat MR CEO apa dia berkualitas atau Gampng kerayu Kunti
Brilliante Brillia
Bayangkan, bagaimana rasanya hamil di tengah pernikahan yang dingin?

Hanya karena alasan dijodohkan, Rayyan berhak berlaku semena-mena pada istrinya dan terang-terangan lebih memilih cinta lamanya?

Disakiti, diinjak-injak harga dirinya dan dibuang seolah Ayra adalah barang yang tidak berharga, membuat batin Ayra terguncang dan harus kehilangan bayinya.

Lalu apakah Ayra akan tahan dalam kubangan ketidak adilan yang dia terima?

Tentu saja tidak!

Tak akan ada yang tahan dalam satu hubungan toxic. Di balik kelembutannya, bagaimana Ayra bangkit dan melawan ketidak adilan yang ia terima?

Temukan jawabannya hanya di, "Aku Menyerah!"
Brilliante Brillia
Assalamualaikum, para readers yang berkesempatan singgah di cerita ini. terimakasih banyak. ini cerita pertama saya di apk NovelToon ini. semoga karya saya bisa diterima dengan baik. terimakasih🙏🫶
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!