Yang Chen berjalan di jalan yang penuh dengan bahaya dan lautan darah. meski jalan yang ia lalui penuh dengan bahaya yang bisa sewaktu-waktu merenggut nyawanya namun ia tetap teguh menghadapinya. hal ini dilakukan untuk menjadi kuat demi melindungi apa yang berharga baginya.
" aku akan menghancurkan siapapun yang berani merenggut hal-hal yang berharga bagiku, bahkan dewa sekalipun tidak akan luput dari kemarahanku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.O.B, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 32. tekad yang diuji
Suara itu segera membangunkan semua orang dan langsung bertindak waspada menatap pria paruh baya itu.
Semua orang bertindak waspada, kecuali Yan Yi yang tampak tidak biasa saja, seakan ia telah tahu kalau akan ada orang disana.
Pria paruh baya itu terlihat tampan dengan rambut pirangnya, ia memiliki tubuh yang kokoh dan bugar, serta mengeluarkan aura yang agung yang membuat orang takut bertindak tidak sopan didepannya.
Namun terlihat tubuhnya sedikit transparan yang membuat mereka sadar kalau sosok pria itu hanyalah roh.
" Tuan muda Yan Yi siapa pria paruh baya itu? Apakah dia adalah penjaga makam ini?" ucap Guo liang dengan nada hormat.
Kekuatan yang ditunjukkan oleh Yan Yi mengejutkannya, walaupun Yan Yi terlihat lebih muda darinya tapi kultivasinya berada diatas dirinya.
Yan Yi juga berasal dari latar belakang yang besar, untuk itu ia ingin mencoba berhubungan baik dengannya.
Tapi Yan Yi mengabaikan pertanyaan Guo Liang dan langsung berkata pada pria penjaga makam itu, " aku ingin mengklaim warisan yang ada disini."
Tindakan Yan Yi yang mengabaikannya membuat Guo Liang merasa malu sekaligus kesal namun ia tidak memperlihatkan hal itu karena tidak ingin menyinggung Yan Yi.
" Untuk mengklaim warisan kami, kalian harus melalui ujian terlebih dahulu."
" Akan ada tiga ujian yang berbeda, setiap kali kalian menyelesaikan ujian, maka kalian akan mendapatkan hadiah. Ujian pertama akan menguji tekad kalian, kedua akan menguji keberuntungan, dan ketiga sekaligus terakhir akan menguji bakat kalian."
" Ujian ini tidak akan memaksa siapapun, kalian bebas memilih berpatisipasi atau tidak, jadi silahkan putuskan sendiri."
" Bagi yang tidak ingin ikut ujian, silahkan menunggu disini. Sedangkan untuk yang mau ikut ujian, ayo masuk kedalam sini." Begitu pria itu menjentikkan jarinya, sebuah lubang terbentuk dengan cepat yang melayang di udara.
Bentuknya sama persis dengan lubang hitam yang membawa mereka kemari pertama kali.
Semua orang tanpa ragu mulai masuk kedalam lubang yang dibuat oleh pria penjaga makam.
Mendengar warisan yang seperti berasal dari tokoh yang kuat yang menciptakan dunia yang terisolasi dari dunia luar, tentu semua orang sangat bersemangat untuk mendapatkannya.
Satu persatu orang masuk ke dalam lubang itu sebelum akhirnya giliran Yang Chen, begitu melihat Yang Chen, mata pria itu langsung tertuju ke mata kanan Yang Chen.
Pria itu terlihat bingung sesaat sebelum akhirnya ia tersenyum kecil dan kemudian mengalihkan pandangannya.
" Apakah ia tersenyum padaku tadi?" Tanya Yang Chen dalam hatinya.
Ia dibuat bingung dan penasaran kenapa pria itu tersenyum padanya, tapi ia memutuskan untuk tidak bertanya dan masuk kedalam lubang.
Begitu mereka keluar dari lubang, mereka segera tiba di ruangan dimana ada kolam namun didalam kolam itu bukan berisikan air melainkan lava panas yang menggeliat.
Pria penjaga makam muncul di sana dan berkata, " ujian pertama akan mengharuskan kalian berendam di kolam lava ini selama satu jam penuh, ujiannya cukup mudah bukan." Ucapnya sambil tersenyum kecil.
" Saat ujian berlangsung, kalian tidak bisa menggunakan kultivasi kalian karena diruangan ini memiliki penghalang yang membuat kultivasi kalian terkunci."
" Kalian juga tidak bisa menggunakan teknik bela diri apapun untuk bisa membantu kalian menahan panas dari lava itu. Dengan begitu kalian hanya bisa menggunakan tubuh kalian dan tekad kalian untuk bisa menahan rasa panas yang membakar."
" Ujiannya memang terlihat mudah, tapi berendam di dalam lava ini jelas akan membunuh kita dalam sekejap." Ucap Jian Tian yang merasa tidak bisa melewati ujian ini.
Orang disekitarnya juga mengangguk setuju, jelas mereka mengkhawatirkan keselamatan mereka.
" Kalian tidak perlu khawatir, lava ini tidak akan membunuh kalian. Awalnya lava ini tidak terasa sakit tapi perlahan-lahan rasa panas akan muncul dan akan bertambah panas seiring berjalannya waktu."
" Jika kalian tidak tahan akan panasnya, maka kalian bisa keluar dari sana, Begitu kalian keluar dari kolam, rasa panas dan luka bakar yang kalian derita saat memasuki kolam akan langsung menghilang jadi kalian tidak perlu khawatir."
" Tapi tindakan itu akan membuat kalian gagal diujian ini sehingga kalian tidak bisa lagi mengikuti ujian kedua."
" Sekarang putuskan, akan tetap berpartisipasi atau mundur disini." Ucap pria penjaga makam.
Semua orang saling melirik satu sama lain karena ragu dengan perkataan pria itu, mereka tidak ingin menjadi yang pertama kali masuk kedalam kolam lava yang menggeliat.
Berbeda dengan orang lain yang terlihat ragu, Yan Yi dengan percaya diri langsung berjalan dan masuk kedalam kolam lava dan tampak tidak apa-apa serta tidak kesakitan dari panas lava itu.
Dua anak buah dari Yan Yi juga akhirnya masuk kedalam kolam, dan mereka juga tambak tidak merasakan apapun.
Akhirnya Ye Tingyun juga masuk kedalam kolam, diikuti Guan Zhen dan lainnya termasuk Yang Chen.
Dan benar saja, kolam lava yang tampak sangat panas sampai bisa melelahkan besi tapi faktanya tidak terasa panas sedikitpun.
Seolah-olah itu bukan lava tapi air biasa.
Akhirnya semua orang masuk ke dalam kolam lava, pria penjaga makam kemudian tersenyum dan berkata, " kalau begitu ujian pertama dimulai sekarang."
Sepuluh menit pertama, lava mulai terasa hangat, tapi menit kedua puluh rasa panas mulai terasa hingga membuat wajah mereka berkerut dan berkeringat karena menahan panas.
Diwaktu itu masih belum ada yang menyerah, tapi dimenit ke tiga puluh, panas sudah membuat tubuh melepuh karena terbakar.
Lima orang langsung keluar dari kolam karena tidak tahan akan panasnya, begitu mereka keluar dari kolam, rasa panas langsung menghilang dan luka bakar mereka juga ikut menghilang, seperti yang telah dikatakan pria penjaga makam sebelumnya, kalau luka mereka akan sembuh seketika setelah keluar dari kolam.
Menit ke empat puluh, langsung mengeliminasi separuh dari mereka karena tidak tahan akan panasnya yang meningkat. Tubuh mereka memerah akibat luka bakar yang diderita mereka. Tapi begitu mereka keluar kolam segera luka mereka sembuh seketika lagi.
Menit ke lima puluh rasa panas meningkat tajam sampai membuat tubuh mereka menghitam akibatnya.
Terlihat semua orang sudah sangat menderita, rasa panas mulai masuk kedalam tubuh mereka dan berusaha melelehkan tulang mereka, dan kesadaran mereka mulai terasa kabur.
Seorang pria hanya bisa berteriak menyerah karena ia sendiri tidak bisa lagi mengerakkan tubuhnya.
Pria penjaga makam segera menjentikkan jarinya dan orang yang menyerah langsung dikirim keluar dari sana, disini juga Xi Kun ikut menyerah karena tidak tahan lagi.
Perlahan-lahan kesadaran mereka mereka mulai menghilang tapi mereka masih tidak ingin menyerah, termaksud Yang Chen yang juga masih keras kepala tidak menyerah walaupun tubuhnya sendiri sudah menghitam dan dagingnya tubuhnya terasa terkelupas.
Akhirnya mereka berhasil bertahan setelah satu jam, " selamat kalian berhasil menyelesaikan ujian pertama."
Yang Chen dan lainnya langsung dibuat keluar dari kolam hanya dengan jentikan jari pria penjaga makam.
Begitu mereka keluar dari kolam, tubuh mereka yang tadinya rusak parah akibat panas, segera beregenerasi seperti sebelum mereka masuk kedalam kolam lava.
Tubuh mereka telah kembali seperti semula, tapi mereka sudah tidak sadarkan diri.