Nara seorang gadis cantik terpaksa menikahi pria dengan gangguan mental demi melunasi hutang paman dan bibinya, akakah ia hidup bahagia dengan pernikahannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunga Alika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
Reyhan menceritakan semua tentang Rayan pada Nara, Reyhan bercerita tentang kehidupan masa lalunya dan juga awal mula dia seperti itu. Bagaimana hubungannya dengan Keysa dan juga dengan Rio, mereka bertiga sangatlah dekat. Namun pada akhirnya kedekatan mereka bertiga hancur karena sebuah hubungan yang tidak seharusnya.Dan setelah bicara panjang kali lebar tentang Rayan, kini sedikitnya Nara mengerti tentang perasaan Rayan. Bahwa sebenarnya Rayan adalah pria berhati lembut dan jika ia sudah mencintai seseorang maka ia akan mencintainya dengan segenap hati dan jiwa raganya.
"Sayang sekali ya, padahal Rayan itu tampan kaya dan baik, tapi kenapa Keysa malah mengkhianatinya. Atau memang pada dasarnya Keysa itu perempuan gatal yang haus garukan" ucap Nara geleng-geleng kepala.
Reyhan mengernyitkan heran dengan ucapan Nara yang terakhir karena terdengar sedikir aneh di telinga Reyhan
"Apa maksudmu haus garukan aku tidak mengerti, jika haus belaian aku sering mendengar tapi ini haus garukan sangat aneh " ucap Reyhan.
"Ahh kau terlihat pintar hanya dari casing saja, tapi kata seperti itu saja tidak mengerti " cibir Nara, Reyhan mulai gemas dengan istri sepupunya ini jika. ia bicara seperti petasan meledug saja terdengar menyebalkan.
"Bicaralah seperti manusia normal pada umumnya aku tidak mengerti...dasar makhluk setengah jadi" kesal Reyhan tapi melihat kekesalan Reyhan padanya sama sekali tidak membuatnya tersinggung. Hidup dengan penuh ocehan dari paman dan bibinya dulu membuat mentalnya sekuat baja.
"Oh ya ampun aku ini perempuan normal bukan makhluk setengah jadi, ya amsyong.... " ucap Nara sambil tertawa dan memperagakan cara bicara makhluk jadi-jadian yang membuat kaum laki-laki normal merinding di buatnya.
"Oh astaga, jika lama-lama dekat dengannya aku bisa jadi gila .Aku jadi ragu Rayan akan sembuh jika kau terus di sampingnya" Reyhan memijat kepalanya.
"Berhenti tertawa dasar menyebalkan " ucap Reyhan
"Baiklah, baiklah aku tidak akan tertawa lagi. Tapi aku bersyukur Rayan tidak jadi menikah dengan perempuan gatal itu" ucap Nara
"Ya aku juga bersyukur, dari dulu aku tidak pernah menyukai gadis itu" ucap Reyhan
"Ahh, sudahlah aku mau ke kamar dulu melihat Rayan takutnya dia bangun dan mencari Keysa palsunya ini" Nara bangun dari duduknya dan hendak pergi meninggalkan Reyhan.
"Tunggu dulu.... " ucap Reyhan
"Ada apa lagi...." tanya Nara
"Jika Rayan meminum obat kau juga harus meminumnya" ucap Reyhan.
"Kenapa? kenapa aku harus minum obat Rayan... ?"tanya Nara merasa heran.
"Karena kau gadis gila kau sadar itu... "
"Apa.... isshh awas kau ya, aku cekik kau nanti" balas Nara.
"Woaaahh aku takut...."jawab Reyhan pura-pura merinding, tanpa melihat lagi ke arah Reyhan Nara pergi meninggalkan ruangan itu.
"Aku percaya padamu gadis gila... "gumam Reyhan tersenyum.
*
*
*
Nara kembali ke kamar untuk melihat Rayan, dan ternyata Rayan tidak ada di tempat tidurnya." Kemana dia? "gumam Nara.
Nara mencari ke seluruh penjuru kamar namun Rayan tidak ada di sana.
"Di kamar mandi juga tidak ada... "
"Dari mana ?"tanya Rayan tiba-tiba ada di belakang Nara yang membuatnya terkejut.
"Rayan.... " panggil Nara
"Kau dari mana? "tanya Rayan
"Emm itu.... aku habis jalan-jalan. Iya aku habis jalan-jalan Rayan. Aku bosan makanya aku jalan-jalan" jawab Nara sambil tersenyum. Rayan menghampiri Nara dengan pandangan tidak bisa ia ungkapkan.
"Oh ya ampun aku takut.... " gumam Nara, Nara memundurkan langkah ke belakang secara perlahan.
"Tuhan lindungi aku....." teriaknya dalam hati ,Rayan semakin dekat pada Nara dan Nara semakin memundurkan langkahnya.
Saat Rayan sudah tepat di hadapannya Nara langsung menutup matanya. "Rayan jangan marah, jangan pukul aku" ucap Nara dengan tangan masih menutup wajahnya. Alih-alih memukul Rayan malah memeluk Nara dan mendekapnya dengan erat.
"Jangan pergi...." ucap Rayan sambil mendekap tubuh kecil Nara ke dalam pelukannya. Nara bernafas lega, ternyata Rayan tidak marah tapi dia mengkhawatirkan dirinya yang takut meninggalkannya.
"Aku tidak pergi Rayan, aku akan selalu bersamamu" ucap Nara membalas pelukan Rayan dan melingkarkan tangan kecilnya di pinggang Rayan.
"Jangan pergi, aku sangat mencintaimu Keysa.... " ucap Rayan membuat Nara berdecak sebal karena selalu saja memanggilnya Keysa. Mantan kekasihnya yang tidak berakhlak itu
"Huuhh... ingin sekali aku pentok kepala Rayan ini dengan dengan palu. Dasar menyebalkan..." gumam Nara
*
*
*
Dukungannya jangan lupa ya 😘😘 like sama Komennya sumbangin. Kasih mimin hadiah juga sama vote ya ❤❤❤
di novel ini sangat kocak... banyak menghibur....
semoga othor nya memberi jodoh Reyhan yang se gesrek Nara....🤲🤲🤲....
dari bab awal sampe bab di sini gak comend di krn kan nyimak dulu..