NovelToon NovelToon
Suami Rahasiaku Cowok Tengil

Suami Rahasiaku Cowok Tengil

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / BTS / Pernikahan Kilat / Nikahmuda / Diam-Diam Cinta / Cintapertama
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: yuningsih titin

Langit Sterling, remaja Jakarta yang bermasalah akibat balap liar, dikirim ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Yogyakarta untuk dibina. Usaha kaburnya justru berujung petaka ketika ia tertangkap di asrama putri bersama Senja Ardhani, putri Kyai Danardi, hingga dipaksa menikah demi menjaga kehormatan pesantren.
Pernikahan itu harus dirahasiakan karena mereka masih bersekolah di SMA yang sama. Di sekolah, Langit dan Senja berpura-pura menjadi musuh, sementara di pesantren Langit berjuang hidup sebagai santri di bawah pengawasan mertuanya, sambil menjaga rapat identitasnya sebagai suami rahasia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuningsih titin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji diantara jarak

Abah tersenyum bijak, melirik putrinya yang mendadak terhenti kegiatannya. "Pendidikan itu amanah. Senja pun masih harus menyelesaikan sekolahnya di sini. Dia masih kelas sepuluh, jalannya masih panjang untuk bisa menyusulmu. Kalian harus belajar tentang jarak."

Tak lama kemudian, ponsel Abah berdering. Beliau bangkit berdiri. "Tunggu sebentar, Abah harus menerima telepon penting dari pengurus pusat di ruang kerja. Senja, buatkan teh hangat untuk suamimu."

Begitu pintu ruang kerja Abah tertutup rapat, suasana ruang tamu yang kaku itu mendadak mencair. Langit tidak menunggu sedetik pun. Ia langsung berdiri dan menghampiri Senja yang sedang berdiri mematung di depan rak buku.

Tanpa berkata-kata, Langit langsung melingkarkan lengannya di pinggang Senja dari belakang, memeluknya sangat erat. Ia membenamkan wajahnya di bahu Senja, menghirup dalam-dalam aroma kerudung istrinya yang sangat ia rindukan selama dua minggu ini.

"Mas Langit... nanti Abah keluar," bisik Senja panik, namun ia tidak menolak. Tangannya justru balas menggenggam lengan Langit yang melingkar di perutnya.

"Biarin, Ja. Sebentar saja. Saya bisa gila kalau cuma bisa lihat kamu dari jauh," suara Langit terdengar serak dan penuh perasaan.

"Dua minggu, Ja. Dua minggu saya cuma bisa peluk buku-buku tebal itu sambil bayangin wajah kamu."

Senja berbalik di dalam pelukan Langit, menatap mata suaminya yang tampak lelah namun penuh cinta.

"Aku juga kangen banget, Lang. Tapi aku sedih... sebulan lagi kamu pergi jauh. Aku masih harus di sini, masih harus sekolah dua tahun lagi."

Langit menangkup wajah Senja dengan kedua tangannya, ibu jarinya mengusap pipi Senja dengan lembut.

"Dua tahun itu nggak akan lama, Sayang. Saya akan pulang setiap liburan semester. Dan selama saya di sana, saya mau kamu janji untuk tetap jadi Senja yang hebat di kelas sepuluh ini. Fokus belajar, jaga diri baik-baik buat saya."

Langit mendekatkan wajahnya, memberikan ciuman yang sangat dalam dan lama di kening Senja, lalu turun ke hidungnya.

"Saya belajar mati-matian kemarin itu buat buktiin ke Abah kalau saya pantas bawa nama keluarga ini ke luar negeri. Dan saya mau kamu bangga punya suami kayak saya."

Senja tersenyum dengan mata berkaca-kaca, ia memeluk leher Langit dan berjinjit sedikit untuk membisikkan sesuatu. "Aku selalu bangga sama kamu, Langit. Selamanya."

Langit baru saja hendak mencuri ciuman di bibir Senja untuk melepas tuntas rindunya, ketika terdengar suara gagang pintu ruang kerja Abah diputar. Dengan gerakan secepat kilat, Langit kembali duduk di sofa dengan wajah paling formal yang bisa ia buat, sementara Senja sibuk mengelap rak buku yang sebenarnya sudah bersih mengkilap.

Senja berjalan pelan keluar dari ruang tamu dengan wajah yang masih memerah, membawa nampan berisi teh hangat yang baru saja ia buat. Saat melewati Langit, mata mereka sempat bertemu sesaat—sebuah tatapan yang sarat akan kerinduan dan janji. Langit terus menatap punggung Senja sampai sosok istrinya itu menghilang di balik pintu koridor menuju kamar dalam.

Kini, di ruang tamu yang luas itu, hanya tersisa Langit dan Abah Danardi. Suasana mendadak menjadi sangat serius dan privat.

Abah meletakkan kacamata bacanya, lalu menatap Langit dengan pandangan yang sangat dalam, seolah sedang membaca isi hati menantunya.

"Langit," panggil Abah dengan suara baritonnya yang tenang.

"Inggih, Abah?" jawab Langit sambil membetulkan posisi duduknya, sedikit tegang.

Abah Danardi tersenyum tipis, sebuah senyuman yang jarang beliau tunjukkan. "Abah melihat perubahan besar dalam dirimu sejak kembali dari Bali. Kamu lebih fokus, lebih tenang, dan binar matamu berbeda saat menatap Senja."

Abah terdiam sejenak, lalu memberikan pertanyaan yang membuat jantung Langit hampir copot. "Katakan sejujurnya pada Abah... apakah kamu dan Senja sudah menjadi suami istri sepenuhnya?"

Langit tertegun. Ia tidak menyangka Abah akan bertanya sejelas itu. Namun, sebagai laki-laki, ia tahu tidak ada gunanya berbohong di depan sang Kyai.

Langit menundukkan kepala sejenak, lalu mengangguk pelan dengan penuh takzim.

"Sudah, Abah. Saat kami berlibur di Bali kemarin," jawab Langit jujur, suaranya mantap meskipun ia merasa sangat canggung.

Mendengar pengakuan itu, Abah Danardi justru menghela napas lega. Beliau tersenyum lebar dan mengangguk-angguk kecil.

"Alhamdulillah... bagus sekali, Langit. Abah senang mendengarnya. Jujur, Abah sempat khawatir kamu merasa terpaksa dengan perjodohan ini.

Tapi sekarang Abah tenang, karena kamu sudah benar-benar mencintai dan menghargai anak Abah sebagai istrimu."

Langit terkejut melihat reaksi Abah yang begitu mendukung dan hangat. Rasa takutnya seketika sirna.

"Karena sebulan lagi kamu akan pergi jauh ke Australia, dan Abah tahu betapa beratnya berpisah," lanjut Abah sambil bangkit berdiri, "Malam ini, kamu tidak perlu kembali ke asrama. Tidurlah di sini, di rumah ini bersama Senja. Gunakan waktu yang singkat ini untuk saling menguatkan."

Mata Langit membelalak tidak percaya. "A-apa benar, Abah? Saya diperbolehkan tidur di sini?"

"Tentu saja. Kamu suaminya," jawab Abah sambil menepuk bahu Langit.

Tanpa membuang waktu, Langit langsung meraih tangan Abah Danardi dan menciumnya dengan sangat takzim dan lama.

"Terima kasih banyak, Abah... Terima kasih atas kepercayaannya. Langit janji akan menjaga Senja dengan segenap jiwa Langit."

Abah hanya tertawa kecil melihat kegembiraan menantunya. "Sudah, sana masuk. Senja pasti sudah menunggumu."

Langit hampir saja berlari menuju kamar dalam. Begitu ia membuka pintu kamar Senja, ia melihat istrinya sedang duduk di tepi tempat tidur, tampak terkejut melihat Langit masuk membawa bantal dan selimutnya dari asrama (yang tadi sempat diambilkan oleh santri atas perintah Abah).

"Langit? Kok kamu masuk sini?" tanya Senja bingung.

Langit langsung menutup pintu dan menguncinya rapat-rapat. Ia melemparkan bantalnya ke kasur dan langsung menghambur memeluk Senja, menjatuhkan tubuh mereka berdua ke atas ranjang yang empuk.

"Malam ini saya milik kamu sepenuhnya, Ja. Abah yang izinin," bisik Langit sambil menghujani wajah Senja dengan ciuman gemas, membuat Senja tertawa bahagia di tengah rasa terkejutnya.

Lampu kamar yang temaram menciptakan suasana yang begitu hangat dan intim. Setelah sekian lama harus mengendap-endap seperti pencuri, malam ini Langit merasa menjadi pria paling beruntung di dunia. Ia bisa memeluk Senja tanpa perlu takut pada suara langkah kaki Kang Santri atau dinginnya dahan pohon.

Langit menarik selimut hingga menutupi dada mereka berdua. Ia memposisikan lengan kokohnya sebagai bantal untuk Senja, membiarkan istrinya itu meringkuk nyaman di dalam dekapan dadanya. Aroma rambut Senja yang baru saja dicuci terasa begitu menenangkan, membuat segala rasa lelah ujian sekolah menguap begitu saja.

"Masih nggak percaya ya, Ja? Kita tidur di rumah Abah, dan Abah sendiri yang kasih izin," bisik Langit sambil memainkan jemari lentik Senja.

Senja mendongak, menatap dagu Langit yang mulai ditumbuhi bulu-bulu halus tipis. "Aku juga kaget, Lang. Tadi pas Abah bilang kamu bakal menginap di sini, jantungku mau copot. Aku kira kamu mau dimarahin."

Langit terkekeh pelan, ia menunduk dan mengecup kening Senja dengan sangat lama. "Abah tahu kalau menantunya ini sudah jatuh cinta mati-matian sama anaknya. Abah juga tahu kalau kita sudah... ya, kamu tahu sendiri."

Wajah Senja kembali merona merah. Ia menyembunyikan wajahnya di dada Langit, menghirup aroma maskulin suaminya yang sangat ia rindukan. "Tapi... sebulan lagi kamu benar-benar pergi ke Australia, kan?" tanya Senja dengan nada yang tiba-tiba melirih.

Langit menghentikan permainannya pada jemari Senja. Ia mengeratkan pelukannya, seolah ingin menyatukan tubuh mereka agar tidak terpisahkan oleh jarak. "Iya, Sayang. Tapi dengerin saya. Melbourne itu jauh, tapi hati saya tetap di Yogyakarta, di kamar ini, sama kamu."

Langit mengangkat wajah Senja agar menatap matanya. "Dua tahun kamu sekolah di sini, saya akan kirim surat setiap minggu. Saya akan telepon kamu lewat jalur rahasia yang nanti saya siapkan. Dan setiap libur semester, saya janji akan pulang hanya untuk kamu."

"Janji?" bisik Senja.

"Janji sayang. Bahkan kalau bisa, saya mau bawa kamu bawa ke Melbourne," goda Langit yang berhasil memancing tawa kecil Senja.

Langit mulai melancarkan gombalan mautnya untuk mencairkan suasana sedih.

"Kamu tahu nggak, kenapa saya belajar giat banget kemarin? Supaya nanti kalau di Australia ada bule cantik yang deketin, saya bisa bilang: 'Sorry, my wife at home is a daughter of a Kyai, she’s much more beautiful and she’s the only one who has my heart.'"

Senja mencubit perut Langit dengan gemas. "Bisa saja alasannya! Pokoknya awas ya kalau di sana macam-macam."

"Nggak akan, Ja. Jangankan macam-macam, kepikiran pun nggak sempat karena otak saya sudah penuh sama kamu," balas Langit seraya mendekatkan wajahnya.

1
kalea rizuky
senja np di buat bloon bgt sih heran
kalea rizuky
senja aja goblok
Siti Amyati
lanjut kak
Siti Amyati
kasihan ujian nya kok senja di lecehin gitu smoga langit ngga lansung ambil keputusan yg bikin berpisah tpi bisa buktiin siapa dalang semuanya
Kurman
👍👍👍
Julidarwati
BHSnya baku x dan g eris sebut nm thor
yuningsih titin: makasih koreksinya dan komentar nya
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
yuningsih titin: siap👍
total 1 replies
yuningsih titin
makasih masukannya kak
ndah_rmdhani0510
Senja yng di gombalin, kok aku yang meleleh🤭
Bulan Benderang
bahasanya masih sedikit kaku kak,🙏🙏
Ai Nurlaela Jm
Karyamu luar biasa kereen Thor, lanjutkan💪
rinn
semangat thor
yuningsih titin: makasih kak
total 1 replies
Dri Andri
lanjut kan berkarya tetap semangat
Dri Andri
lanjutkan thour
Dri Andri
awwsshh ceritanya bikin.... 😁😁😁😁
yuningsih titin
ngga kuat deh langit sama senja romantis banget
ndah_rmdhani0510
Benci apa benci Langit? Ntar kamu bucin lho ama Senja🤭
yuningsih titin
cie.. malam pertama senja dan langit😍
yuningsih titin
duh bahagianya yang mau bulan madu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!