NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Menaklukkan Hati Tetangga Cuek

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Karena Taruhan / BTS / Keluarga / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Tinta Kuning

Demi menjalankan sebuah misi penting, Dinda rela melakukan apa saja untuk mendekati tetangga barunya yang super cuek dan dingin.

Tapi setelah dia mendapatkan yang ia inginkan dan berhenti mengejar lelaki itu, lelaki itulah yang berbalik mendekatinya.

Dan ternyata ada rahasia besar di antara keduanya.

jangan lupa like dan komen 💛

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tinta Kuning, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Duabelas

“Makasih ya, Pak.” ucapku sopan kepada satpam yang mengantarkanku ke ruangan Kim Taehyung kw.

Aku menatap ruangan yang di depannya masih beberapa pasien lagi yang menunggu, persis seperti ucapannya tempo hari, bahwa semua pasiennya laki-laki.

“Spesialis Andrologi?” Aku bergumam membaca papan nama di depan pintu ruangan itu. Aku mencari tahu dari internet spesialis yang diambil Mas dokter, “Pantas saja dia bilang tidak menerima pasien perempuan.” lanjutku saat mengetahuinya.

“Hai?” Sapa seseorang yang berdiri di sampingku. Aku langsung menoleh. “Pacarnya dokter Aydan ‘kan?” sambungnya.

“Kak Jonie ‘kan?” balasku. Tentu saja Aku masih mengingatnya.

Dia mengangguk senang, “Mau antar bekal dokter Aydan ya?” tanyanya, Aku yakin dia sudah melihat tas bekal yang Aku bawa.

“Iya Kak, mas Aydanku ada?” Aku bertanya. Aku tahu dia tertegun dengan ucapanku. Dan Aku memang sengaja, biar dia ada bahan ejekan untuk Kim Taehyung kw.

“Ada, kebetulan saya mau ke ruangannya juga, kita tunggu pasiennya selesai semua aja ya? Biar dia punya waktu lebih banyak untuk menemani kamu.” kata lelaki itu.

Ah dia pengertian sekali.

Aku mengangguk cepat untuk ajakannya, lagipula hanya tinggal satu pasien lagi. Kami berdua memilih menunggu di kursi tunggu.

“Kamu kerja di mana?” tanya lelaki itu.

“Pengacara, Kak.”

Dia mengangguk-ngangguk, “Pengacara yang itu ‘kan?”

“Tepat sekali, yang banyak acara!” jawabku membuatnya tertawa.

“Sangat tepat, Aydan memang mencari pasangan yang tidak bekerja. Lanjutkan kepengangguranmu.” katanya.

Ish kurang asem!

“Ayo kita masuk.” ajaknya ketika pasien terakhir keluar.

Dia sudah berjalan lebih dulu, dan Aku hanya mengekori lelaki jangkung itu dari belakang.

“Tidak terlalu banyak pasienmu hari ini.” ujar Kak Jonie saat membuka pintu kepada Mas dokter, dia langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan lelaki yang kini memakai masker medis.

“Alhamdulillah, semoga tidak bertambah lagi orang yang punya penyakit seperti itu.” jawabnya tanpa menoleh, dia masih sibuk dengan laptopnya.

“Istirahat dulu dokter Aydan, makan siang dulu.” kata Kak Jonie.

“Memangnya sudah jam makan siang?” dia bertanya, tapi dia juga langsung menoleh ke arah jam dinding yang berada tepat di atasku dan—melihatku.

Dia terkejut saat melihatku. Dia membuka kacamatanya dan mengucek matanya berkali-kali, dan melihatku sekali lagi.

“Lo nggak sedang berkhayal, Aydan. Pacar lo memang datang, nganterin makan siang buat lo.” ucap Kak Jonie sarkas.

Mas dokter terlihat salah tingkah, telihat bingung, dia kenapa?

“Mas dokter ini bekalnya.” kataku dan meletakkan wadah bekal ke atas meja.

“Tidak perlu,” jawabnya datar. “Bawa pulang lagi makanan itu, Aku bisa beli nanti.”

Aku tertegun sesaat dengan ucapannya, “Serius?” tanyaku. “Ini dari Ummi loh, Mas dokter. Dinda cuma nganterin aja.”

“Iya Aku tahu, tapi siapa yang tahu kamu sudah mencampuri sesuatu ke dalamnya.”

Kini Aku dan Kak Jonie tertegun, kami saling lirik sekilas. Apa maksudnya?

“Aydan ngak usah bercanda, nggak lucu. Lagipula jarak rumah lo dan rumah sakit lumayan jauh loh! Hargailah pengorbanannya.” Kak Jonie menasehati.

Aku mengangguk setuju.

Dia diam saja dan melanjutkan pekerjaannya.

“Kalian sedang bertengkar?“ tanya Kak Jonie kepadaku.

Aku hanya mengendikkan bahu. Sontak lelaki itu langsung tertawa. “Ternyata lucu ya kalau Aydan punya pacar, yang ngambekan dia bukan pacarnya.”

Mas dokter sontak mendelik temannya.

“Ya udah deh, Dinda mau langsung pulang aja.” putusku, “Kak Jonie, Dinda pamit ya—”

Brak!

Mas dokter sengaja menjatuhkan kalender meja saat Aku akan bersalaman dengan Kak Jonie. “Sudah nggak usah basa-basi, kalau mau pulang, langsung pulang aja sana!” katanya datar, tapi menyakitkan.

“Aydan! Are you okay?” tanya Kak Jonie, Aku lihat dia pun terkejut sama sepertiku.

Tanpa menunggu waktu lama, Aku langsung keluar dari ruangan itu.

Bruk! Aku menutup kasar pintu ruangannya, Aku yakin mereka terkejut karena suara pintu cukup kuat.

Entah kenapa dadaku sesak. Sebelum pulang, Aku akan menenangkan diri terlebih dahulu di taman rumah sakit. Sekuat tenaga Aku menahan air mataku agar tidak jatuh.

Ya! Kim Dinda memang secengeng itu.

Aku membuka ponselku untuk mengalihkan pikiranku yang sedang kusut, namun balasan dari Aira membuat hatiku berdenyut lagi. Aku tadi memang sempat berfoto di ruangan Mas dokter saat Kak Jonie masih berbicara dengannya.

“Ra, Aku nggak mau lanjutin lagi—”

Aku menarik napas pelan, “Dari pada Aku terlihat bodoh mengejar-ngejar dia, lebih baik Aku mencari pekerjaan untuk ongkos nonton konser. Yang penting Aira sudah membelikan tiketnya.” Aku bergumam, kuhembuskan napas berat yang masih terasa sesak di dada. “Dia pikir dia siapa? Huh!”

Setelah merasa benar-benar tenang, Aku segera pulang ke rumah. Aku tidak mau pulang dalam keadaan menangis, Aku tidak mau terjadi sesuatu dengan diriku sendiri, soalnya konser BTS sebentar lagi, kalau Aku kecelakaan ‘kan rugi!

Sampai di rumah betapa senangnya Aku saat melihat mobil Ayahku sudah terparkir di halaman. Setelah memarkirkan motorku, Aku langsung mencari ibu Elyana.

“Ibu... Ibu... Yuhu... ” teriakku saat masuk ke dalam rumah. Aku tahu kanjeng ratu pasti berada di dapur, tapi emang dasar saja.

“Ada apa sih Dinda Dahayu teriak-teriak?”

Kupeluk erat wanita yang bertubuh berisi itu, Aku sangat merindukannya, aroma tubuhnya, omelannya, “Ibu mana oleh-olehnya?”

Ibu yang tengah mengemil rengginang menghentikan kunyahannya. “Dinda, ibu pulang kampung untuk melayat bukan jalan-jalan.”

Aku hanya cengengesan dengan jawaban ibu, tapi—

“Punya kamu ibu simpan di lemari.” katanya.

Kan? Walaupun ngomel dulu, tetap ada oleh-oleh untuk putri tercintanya ini.

“Nanti sore kamu antarkan untuk ustadzah Laila.” titah kanjeng ratu.

Aku terdiam, biasanya Aku akan senang jika di suruh ke sana tapi tidak untuk kali ini.

“Nanti sore Dinda mau joging, bu.” tolakku. Aku belum mau bertemu manusia menyebalkan itu.

Ibu mencibir, “Sama siapa? Ada Aira aja kamu banyak ntarsok-ntarsok dan berakhir hanya rencana.”

“Dinda mau joging sama Bagas.” Aku menjawab cepat.

Ibu menghela, “Terserah, pokoknya nanti kamu mampir dulu ke rumah Ustadzah Laila.”

Ish ibu memang suka maksa! Bibirku refleks mengerucut. Semenolak-nolaknya Aku dengan perintah ibu, Aku akan tetap melaksanakannya.

Saat sore tiba, dengan memakai baju joging, Aku membawa oleh-oleh untuk Ummi Lailatul. Aku berharap manusia kulkas tidak ada di rumah. “Gas, lo jalan duluan.” kataku saat memasuki halaman rumah besar itu.

Bagas hanya menurut, Aku hanya mengikutinya dari belakang. “Panggil, Gas!”

“Assalamu'alaikum.” teriak Bagas setelah memencet bel.

Di belakang punggung Bagas, Aku memejamkan mata, belum siap jika yang membuka pintu lelaki itu.

Ceklek! “Cari siapa?”

Aku langsung melemaskan bahu, ‘Kenapa harus dia sih yang buka pintu?”

“Din, ini orangnya.” ujar Bagas.

Aku berdiri membelakangi pintu, dan mengulurkan oleh-oleh dari ibu, “Bilang aja untuk Ummi dari ibuku.” kataku ketus.

“Siapa Dan?”

Aku terkulai, ‘Kenapa Ummi baru keluar? Kenapa nggak dari tadi atau nggak usah sama sekali?’

Perlahan Aku berbalik dan memberikan senyum terbaikku.

“Oh Dinda? Kenapa nggak disuruh masuk Aydan?” tanya Ummi Lailatul.

Bukannya menjawab lelaki itu nyelonong masuk ke dalam rumah.

Aku mendengus pelan agar wanita paruh baya itu tak mendengar. “Nggak papa Ummi, Dinda juga hanya sebentar, nggak bisa lama. Dinda mau joging sama Bagas.”

Ummi Lailatul menggariskan bibirnya.

Aku mengulurkan plastik besar ke hadapan wanita itu, “Ummi, ada sedikit oleh-oleh dari ibu.”

Netra teduh Ummi Lailatul berbinar, dia menerima bingkisan yang Aku ulurkan, “MasyaAllah, terima kasih, kenapa harus repot-repot sekali?”

“Kata ibu yang berterima kasih banyak itu kami Ummi, karena selama dua malam sudah menampung Dinda di rumah Ummi. Maaf Dinda merepotkan.” ucapku sungguh-sungguh.

Ummi Lailatul menggeleng, “Kamu nggak merepotkan sama sekali, Ummi malah senang ada kamu.”

Aku hanya tersenyum tipis.

“Oh iya, terima kasih ya untuk bekalnya Aydan, kalau nggak ada Dinda mungkin Aydan belum makan sampai sekarang. Karena setelah pulang dari bengkel, mang Supri izin pulang karena mau mengantarkan istrinya melahirkan.” ujar Ummi Lailatul.

Aku terdiam, ‘percuma juga Ummi, orang itu juga nggak mau makan bekalnya karena Aku yang mengantarkan.’ ucapku dalam hati.

“Aydan bilang makanan hari ini lebih enak karena masih hangat, mungkin karena diantar dengan motor jadi lebih cepat sampai.”

***

1
Sari Saputri
kim Taehyung kw sang suami antah berantah (kata kim dinda) tolong jangan membuat usaha kim dinda sia2 😄
Sari Saputri
abi mertua tau aja kesukaan menantu nya
Sari Saputri
woaahahahahahaa...🤣
Sari Saputri
Eaaaa.... kim dinda tolong di ingat2 /Joyful/
Fitra Sari
lanjut donkk
Tinta Kuning: wait...
total 1 replies
Sari Saputri
derita suami kedua, kim Taehyung segala galanya mas dokter kim Taehyung kw tolong maafkan kim dinda🤭 di mohon sabar dan ikhlas nya
Sari Saputri
tamu yang di usir 🤣
Sari Saputri
si pacar posesif dan si pacar yang menuruti semua kemauan asal senang
Sari Saputri
sat set sekali Aira dan kak jonie dah langsung pacaran aja
Sari Saputri
kim Taehyung kw sudah bisa gombal-gambil yahh sekarang. semakin hari apakah semakin tergodakah kim dinda 🤣
Sari Saputri: kim Taehyung meresahkan 😄
total 2 replies
Sari Saputri
jadilah pasien teladan kim dinda 🤭
Sari Saputri: mon maaf kim dinda di
total 2 replies
Sari Saputri
Allaahu Akbar 😄
Sari Saputri
ingat kim dinda, kamu wanita bersuami
Tinta Kuning: wkwkwkkw 🤣
total 1 replies
Sari Saputri
kasihan kim dinda gak bisa mengekspresikan ke absurd nya hanya mengandalkan jempol itupun di kalahkan langsung oleh kelingking ibu El 🤣
kim dinda minggu depan akan ada resepsi ngak ada bantahan kah, jadi sudah sangat legowo
Sari Saputri: hayuklah, gaskeun thor
total 2 replies
Sari Saputri
hahahahahaa.... iya lagi 🤣
Sari Saputri
ciyyeeee kim dinda di gendong mas dokter kim Taehyung kw, lanjut lagi thorr...
double up dong😍
Sari Saputri: /Heart/
total 2 replies
Sari Saputri
aaiisshhhh.... kalau masalah duit gak bisa di tolak 🤣
Sari Saputri
hahahaaaa.... maafkan readermu ini yah author yang selalu hahahahaaa... tiap baca kim dinda
Tinta Kuning: takpa takpa, di sini Kim Dinda memang hadir untuk menghibur para readers🤭
total 1 replies
Sari Saputri
baru engeh yang satu dokter khusus pria dan yang satunya khusus wanita 😄
Sari Saputri
TO THE POINT sekali kamu kim dinda, apakabar Aira tetiba langsung di sodori kim dinda untuk jadi pacarmu 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!