NovelToon NovelToon
Gadis Cupu Pemikat Hati

Gadis Cupu Pemikat Hati

Status: sedang berlangsung
Genre:Pembantu / Diam-Diam Cinta / Romantis / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miftah_005

"aku janji bakal menghilang dari kehidupan kamu untuk selama-lama nya" ucap Viona dengan nada bergetar

kehidupan Viona benar-benar sangat menyedihkan, selain miskin, gadis itu juga hanya mempunyai seorang ibu yang sudah sangat tua renta

tetapi ia mempunyai cita-cita yang sangat tinggi, hingga akhirnya Viona bertemu dengan laki-laki yang akan merubah seluruh hidup nya

bagaimana kelanjutan ceritanya???

mari kita simak........

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miftah_005, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27(Bella pingsan)

20 menit pun berlalu, kini kaki Bella sudah bisa di gunakan untuk berjalan, meskipun seringkali terjatuh, gadis itu tak menyerah, ia ingin secepat nya Viona bisa di temukan

"Kok gue pengen Viona cepet ketemu ya? Kenapa tiba-tiba gue jadi peduli kayak gini?" Batin nya bingung

"T-olong! S-akitt!" Rintih seseorang yang membuat semua orang saling menatap satu sama lain

"K-ayak nya itu bukan suara manusia deh"

Aurel memeluk Bella dengan erat, bayangan tentang film horor yang sering ia tonton mulai memenuhi kepala gadis itu

"Ini mah emang beneran suara manusia, maka nya jangan keseringan nonton horor, jadi parno gini kan" Ejek Radit

Cakra sendiri tak menghiraukan obrolan mereka, ia lebih memilih berjalan ke depan untuk mencari dari mana arah sumber suara itu

"Arah nya tadi dari sini, tapi kok tempat nya semakin suram ya"

Ia melihat banyak sekali tanaman merambat yang memenuhi jalan di depan nya, laki-laki itu mencoba menarik satu tanaman dengan sekuat tenaga, tetapi seperti nya akar itu sangat lah kuat, hingga membuat tangan Cakra menjadi perih dan kemerahan

"Ini mah kalo gak pake benda tajam kayak nya gak bakalan bisa deh, liat aja tuh akar nya, gede-gede banget, mana ngumpul jadi satu lagi" Tunjuk Radit

"Terus gimana dong? Kalian bawa pisah atau cutter enggak?" Ucap Aurel dengan wajah nampak panik

"Kalau cutter aku bawa, tapi kayak nya gak bakalan bisa deh, yang ada nanti malah patah"

Radit menunjukan 2 cutter yang ia ambil dari dalam tas milik nya, laki-laki itu memang sengaja membawa benda tajam untuk berjaga-jaga

"Kalau enggak, kita balik aja deh ke jalan yang awal tadi" Ajakin Aurel yang sudah bersiap-siap dengan tas nya

"Lah? Kok balik sih, kita ke sini kan mau nyari Viona"

Radit mencengkram tangan Aurel dengan kuat, sehingga membuat gadis itu kesulitan untuk bergerak

"Ihhh, lepas! Gue mau pulang!"

Aurel mencoba melepaskan diri, tetapi karena tenaga yang ia miliki tak sebanding dengan Radit, membrontak hanya akan membuat tangan nya semakin sakit

"Kalau mau pulang, emang nya elo tau arah jalan nya?"

Pertanyaan dari Cakra membuat gadis itu terdiam, ia sama sekali tak bisa mengingat jalanan mana yang telah mereka lewati

Karena memang tidak ada jalan khusus, mereka berjalan di atas semak-semak belukar yang tinggi nya hampir sepinggang badan orang dewasa

"Udah lah Rel, sekali ini aja jangan egois!" Tekan Bella dengan nada lelah

"Hmm"

Akhirnya Aurel mengikuti kembali jalan yang di pimpin oleh Cakra, laki-laki itu berusaha membuka jalan dengan benda-benda yang ia bawa, dan sedikit demi sedikit akar-akar itu mulai terbuka yang membuat semua orang menghela nafas lega

"T-olong.."

Suara itu kembali terdengar, tetapi kali ini sangat lirik seperti orang yang sudah tidak bertenaga lagi

Cakra dan Radit memotong akar-akar itu dengan sekuat tenaga, tak jarang tangan kedua nya terkena goresan pisau karena terlalu tergesa-gesa dan tak memperhatikan akar yang mereka potong

"Kalian jangan liat depan terus, fokus sama pisau nya" Omel Bella

Gadis itu berusaha membantu sebisa mungkin, akar-akar yang sudah terpotong Bella kumpul kan jadi satu agar menjadi tanda untuk mereka

Sedangkan Aurel sendiri sibuk dengan ponsel nya yang sama sekali tidak bisa berfungsi

"Ini hp gue kenapa sih, perasaan waktu berangkat baik-baik aja deh!" Kesal nya

Sudah berapa kali ia mencoba menghidup kan menu pada tombol samping ponsel, tetapi tetap saja benda pipih itu tidak mau menyala

"Gak usah ngurusin hp dulu, mending bantuin gue angkat akar-akar yang udah ke potong, biar kita bisa lebih enak nanti jalan nya" Omel Bella

Mau tak mau akhirnya Aurel menaruh ponsel nya kembali ke dalam tas, tangan gadis itu mulai meraih akar-akar pohon dan mengumpulkan nya menjadi satu

Detik jarum pada jam tangan terus bergerak, langit terlihat pekat seperti akan pecah, angin berhembus pelan membawa dingin yang menusuk

Ke-empat orang itu masih sibuk dengan akar pohon yang belum habis, rasa lelah dan letih mulai menyelimuti tubuh mereka, baju yang awal nya kering kini nampak sedikit basah karena keringat terus keluar tanpa henti

"Hufzz, akhirnya selesai juga!"

Rasa puas kini terpancar jelas di wajah mereka ber-empat

"Yang cewek jalan duluan" Titah Radit sembari mengemasi barang-barang yang sempat ia keluar kan

"Ini arah nya kemana?" Tanya Bella bingung

"Biar gue aja yang di depan, nih bentar lagi juga selesai"

Setelah memasukan barang terakhir nya, kini Cakra menetukan jalan yang akan mereka lewati

Dari kejauhan sayup-sayup terdengar seperti ada suara yang memanggil nama mereka

"Cakra"

"Radit"

"Bella"

"Aurel"

Ke empat nya pun serempak menoleh ke belakang

"K-alian denger juga?" Tanya Aurel memastikan

"Kayak nya sih halusinasi kita aja, udah fokus jalan, gak usah noleh ke belakang lagi" Titah Cakra

Ia sempat melihat seperti ada orang yang sedang mengintai dari balik pohon beser, tetapi Cakra berusaha tenang agar tidak membuat mereka semua menjadi panik

Kaki mereka terus melangkah maju, perasaan takut kini mulai datang bersamaan dengan daun-daun pohon yang mulai berguguran

Hingga tiba-tiba...

Tack... Tack... Tack...

Busur panah melesat hampir mengenai wajah Cakra yang membuat kedua gadis itu menjerit ketakutan

Akhhhh....

"I-tu apa tadi?"

Tubuh Bella bergetar hebat, nafas nya pun mulai tercekat di tenggorokan, kedua kaki gadis itu terasa sangat lemas, hingga tak sanggup menopang berat tubuh nya lagi

Brukk...

"Bell! Bella!" seru Aurel

ia mencoba membangunkan tubuh Bella yang mulai terasa dingin

"ini gimana? Bella pingsan!"

Radit segera menggendong tubuh Bella yang sudah sangat lemas

"ayok buruan lari!!" titah Radit yang membuat Aurel gugup

Cakra meraih tangan gadis itu dan menarik nya dengan kuat, Aurel yang tak siap pun hanya bisa pasrah dengan tubuh yang terombang-ambing

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!