NovelToon NovelToon
Selingkuh Terindah

Selingkuh Terindah

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / CEO / Selingkuh / Cinta Terlarang / Dark Romance / Konflik etika
Popularitas:36.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mizzly

Tasya Prameswari hanya ingin Dicky, putranya bisa kembali ceria seperti dulu, namun sebuah kecelakaan merenggut kesehatan anak itu dan menghancurkan keharmonisan rumah tangganya bersama Setyo Wirayudha.

Sang mertua hanya mau membiayai pengobatan Setyo, namun tidak dengan Dicky. Tak ada yang mau menolong Tasya namun ​di tengah keputusasaan, Radit Kusumadewa datang membawa solusi. Pria kaya dan berkuasa itu menuntut imbalan: Tasya harus mau melayaninya.

Pilihan yang sulit, ​Tasya harus melacurkan diri dan mengkhianati janji sucinya demi nyawa seorang anak.

Bagaimana jika hubungan yang dimulai dari transaksi kotor itu berubah menjadi candu? Bagaimana jika Tasya merasakan kenyamanan dari hubungan terlarangnya?

Note: tidak untuk bocil ya. Baca sampai habis untuk mendukung author ya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mizzly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seorang Kusumadewa

"Apa? Mau pinjam Rp 100.000.000,- untuk pengobatan anakmu?" Ibu Welas geleng-geleng kepala, wajahnya memerah bak kepiting rebus. "Lebih baik kusembuhkan anakku daripada meminjamkanmu uang sebanyak itu. Kesehatan Setyo lebih penting daripada anakmu!"

Tasya sudah menebak kalau akan mendapat penolakan dari Ibu Welas, namun ia tetap berusaha. "Bu, kondisi Dicky lebih parah dari Mas Setyo. Dicky harus segera dioperasi atau nyawanya tak akan bisa diselamatkan. Tolong aku, Bu, aku mohon. Dicky adalah cucu Ibu, bisakah Ibu-"

"Cucu? Hei, anak itu bukan cucuku!" Suara Ibu Welas memekik tinggi. "Enak saja kamu bilang dia cucuku! Anak itu bukan anak kandung Setyo. Jelas dia bukan cucuku. Cih, tak akan mau aku mengakui anak itu sebagai cucuku sampai kapanpun!"

Ucapan Ibu Welas sangat menyakiti hati Tasya, meskipun semua kenyataan itu benar adanya. Dicky bukanlah anak kandung Setyo, bukan pula anak yang Tasya lahirkan dari rahimnya. Dicky adalah anak dari almarhumah Ratih -kakak kandung Tasya- yang sudah Tasya anggap sebagai anaknya sendiri.

Tasya mengesampingkan rasa sakit hati yang ia rasakan. Kesembuhan Dicky adalah prioritas utama Tasya saat ini, bukan perasaannya. "Bu, aku mohon sekali ini saja, demi keselamatan Dicky. Aku akan ganti uang Ibu dengan mencicil dari uang gajiku setiap bulan. Aku mohon, Bu. Ibu pasti punya uang sebesar itu. Tolong aku, Bu."

Ibu Welas mendengus sinis. "Jangankan uang Rp 100.000.000,-, lebih dari itu pun aku punya!" Ibu Welas menyombongkan kekayaannya pada Tasya. Ia lalu kembali menatap Tasya dengan tatapan merendahkan. "Namun aku tak sudi membiayai anak yang bukan darah dagingku sendiri. Lebih baik kugunakan untuk berobat Setyo, yang sudah jelas anak kandungku."

Tasya berlutut seraya memeluk kaki Ibu Welas, meminta belas kasih dari sang mertua. Ia berharap, Ibu Welas akan tergugah hatinya. "Aku mohon, Bu. Tolong selamatkan anakku. Aku mohon." Air mata Tasya sudah membuat pandangannya kabur. Ia tak peduli sudah menjadi tontonan banyak orang. Ia hanya memikirkan keselamatan Dicky.

"Kalau sejak awal dia dititipkan di panti asuhan, dia tak akan menyusahkanmu sampai sejauh ini. Jangan-jangan dia yang selama ini menjadi penghalang kamu dan Setyo punya anak sendiri, pembawa sial." Ibu Welas menepis tangan Tasya dengan kasar. "Urus sendiri anak angkatmu itu, jangan minta tolong padaku. Masih untung aku mau membiayai semua pengobatan terbaik untuk anakku, Setyo. Minggir!"

Ibu Welas menghempaskan tangan Tasya dengan kasar lalu pergi meninggalkan Tasya yang masih berlutut sambil menangis. Ia tak peduli kalau orang-orang yang melihat kejadian ini menganggapnya kejam dan tak punya hati. Ia lebih peduli anaknya sendiri.

Beberapa ibu-ibu mendekati Tasya dan mencoba menghiburnya. Bahkan orang yang tak mengenal Tasya, amat peduli dengan penderitaannya namun mertuanya sendiri malah begitu kejam padanya. Tasya ingin menangis lebih lama namun logikanya menolak. Semakin lama ia mengulur waktu, keselamatan Dicky taruhannya.

Tasya menghapus air mata di wajahnya dengan kasar. Ia pergi ke bagian administrasi kembali, berusaha melakukan negosiasi. Semua uang tabungannya ia berikan dan berjanji akan mencari kekurangan biaya secepatnya, entah darimana.

Melihat Tasya yang nampak menyedihkan, petugas administrasi berusaha menolong. Petugas tersebut berbicara dengan pihak rumah sakit yang pada akhirnya menyetujui akan melakukan operasi terlebih dahulu dan memberikan tenggat waktu Tasya melunasi sisa uang muka secepatnya.

.

.

.

Tasya mencoba menghubungi satu persatu kenalannya untuk meminjam uang. Di antara semua yang Tasya hubungi, hanya sahabatnya Lilis, yang mau meminjamkan sebesar lima juta. Masih kurang banyak.

"Maaf ya, Sya. Aku hanya punya uang simpanan segitu. Kalau aku punya lebih, aku pasti akan menolong kamu," kata Lilis dengan nada penyesalan.

"Tak apa, aku mengerti, Lis. Kamu juga banyak pengeluaran. Maaf ya kalau aku selalu menyusahkanmu," kata Tasya, tak enak hati.

"Jangan bilang begitu, Sya. Sebagai sahabatmu, aku memang harus menolong. Keadaan Mas Setyo dan Dicky sekarang bagaiamana, Sya?" tanya Lilis.

"Mas Setyo operasinya berhasil. Hanya perlu pemulihan pasca operasi. Operasi Dicky yang sempat tertunda karena aku tak kunjung membayar biaya, mengalami sedikit kendala." Tasya kembali terisak mengingat keadaan Dicky saat ini. "Dicky sekarang di NICU, Lis. Doakan Dicky ya, Lis."

"Ya Allah, Sya. Yang sabar ya. Aku pasti akan doakan Dicky. Nanti sepulang dari tugas kantor, aku baru bisa jenguk ya." Lilis seakan baru ingat sesuatu. "Sya, kamu tidak coba pinjam ke kantor saja?"

Tasya seolah mendapat jalan keluar dari masalahnya. "Pinjam ke kantor? Memang bisa, Lis?" Secercah harapan mulai timbul dalam hatinya.

"Coba saja. Atau kamu bicara langsung deh dengan bos baru kita," jawab Lilis.

"Bos baru kita? Maksud kamu Pak Radit Kusumadewa?" tanya balik Tasya. Beberapa minggu lalu terdengar kabar kalau ada pergantian kepemimpinan dari Richard Kusumadewa kepada Radit Kusumadewa anaknya. Tasya belum bertemu langsung dengan pemimpin barunya namun Lilis yang bekerja sebagai team leader sudah sering bertemu.

"Iya. Walau dia agak tengil dan playboy tapi orangnya lumayan royal. Kami saja sering ditraktir. Uang segitu sih bagi seorang Kusumadewa tak ada artinya, Sya. Aku punya nomor ponselnya nih. Kalau kamu mau, aku bisa kasih kamu, bagaimana?" usul Lilis.

"Boleh, Lis. Mau Kusumadewa atau presiden sekalipun akan aku hubungi demi bisa menyelamatkan nyawa Dicky." Secercah harapan kembali timbul di dalam hati Tasya.

"Aku kirim kontaknya ya, Sya. Semangat! Kamu itu ibu yang baik buat Dicky, Tuhan pasti akan membantu kamu!" kata Lilis menyemangati.

"Terima kasih banyak ya, Lis. Kamu memang sahabat terbaikku." Setelah Lilis memberikan nomor ponsel Radit Kusumadewa, tanpa pikir panjang Tasya langsung menghubunginya.

Tentu saja panggilan Tasya tak langsung diangkat oleh Radit yang menganggap nomor tak dikenal yang menghubungi berasal dari marketing tak jelas. Dengan sabar, Tasya kembali menghubungi. Pada panggilan keenam, Radit akhirnya mau mengangkat teleponnya.

"Selamat malam, Pak Radit," sapa Tasya dengan sopan.

"Ma... lam. Darimana ya? Kalau mau menawarkan sesuatu, aku tidak mau," tolak Radit dengan tegas.

"Bu-bukan, Pak. Aku bukan mau menawarkan sesuatu," jawab Tasya cepat. Bisa menghubungi orang penting macam Radit adalah kesempatan langka, ia tak mau Radit menutup telepon sebelum ia mengutarakan maksudnya.

"Lalu?"

"Aku Tasya, Pak."

"Tasya? Tasya siapa?" tanya Radit. "Tasya Farasya?"

"Bukan, Pak. Aku salah seorang karyawan di perusahaan Bapak. Aku dari bagian admin gudang, Tasya Prameswari." Suara Tasya terdengar agak gugup karena grogi bicara dengan seorang Kusumadewa yang terkenal amat kaya raya.

"Tasya Prameswari?" Kening Radit berkerut. "Bagian admin gudang? Ada apa ya?"

"Bisa... aku bertemu, Bapak? Aku mau minta tolong, anakku kecelakaan dan butuh biaya operasi. Bisa tolong pinjamkan aku uang, Pak? Aku-"

"Bagaimana aku bisa yakin kalau kamu itu benar karyawanku?" potong Radit.

"Aku benar karyawan Bapak. Aku tidak bohong-"

"Kalau begitu... temui aku sekarang. Akan kukirimkan alamatku."

"Temui... Bapak?"

"Iya. Di apartemenku."

Tasya diam sejenak. Biaya operasi Radit harus dibayar secepatnya jika ingin pengobatan Radit dilanjutkan. "Baik. Aku akan datang ke apartemen Bapak sekarang."

****

1
EmakKece
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Mawar Hitam
Untung sdh dapT jatah ehm jadi papi Richard gak marah..
yeni NurFitriah
Tasya bakalan banyak ketawa juga kalo jadi bagian keluarga Kusumadewa yg pada sengklek,Tasya bakal ikut sengklek apalagi kalo bergaul sama Maya🤭
Eka Marliyani
diawal nyesek diakhir lucu
yeni NurFitriah
🤣🤣ah Aq terhibur kalo udah nyeritain keluarga Kusumadewa,masih mending Radit nyuri Singkong goreng Pi...lah istri orang juga di curi Pi..😅hukum tuh anakmu Papi..
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
ibumu menolong pengobatanmu ya sudah kewajibannya sebagai orang tua dari pihak laki2 lah, apalagi kamu anaknya
☠ᵏᵋᶜᶟҼɳσᵇᵃˢᵉ ¢ᖱ'D⃤ ̐
dari sini udah tahu klo Setyo anak yg takut ma orang tua
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
benar sya,banyak halangan di hubungan rumah tangga mu,mertua yang toxic dan adanya pelakorrr.. lebih baik pergi menjauh
Mommy'ySnowy 💕
jngankn singkong org,, bini org aja radit ajak kabur..🤭🤣🤣🤣
υɐnſɐnH🎐ᵇᵃˢᵉ𝐙⃝🦜
Mertua Lucknut memang
Nanysetyarsi24 Nanyse24
gantian rebutin singkong goreng
Wanita Aries
gak ank gk bpk sama tengilnya🤣

huhhh emaknya setyo pngen tak jitak
Dien Elvina
pasti ibunya s Setyo dan Siska bersorak gembira...pas Tasya pergi dari rmh nya 🤭
Dien Elvina
nah gitu Sya, pergilah dari rmh neraka itu ..carilah kebahagiaan mu ..tapi janganlah lupa ceraikan dulu s Setyo gendeng 🤣
Dien Elvina
wkwkwk rasain Lo Pi, singkong goreng nya d bawa kabur Radit 🤣
dari dulu keluarga Kusumadewa anggota keluarganya pada sengklek 🤣 tapi aku suka, keliatan nya jadi hangat ..antara anak dan ortu gak ada jaim nya 🤣
tehNci
Hahaha....lucu banget Icad sama Radit. Keluarga yg sangat hangat. Konglomerat yg lagi rebutan singkong goreng🤣🤣🤣🤣
Irma
good job sya mingat dari rumah mertua yg seperti meraka ,urus surat ceraimu dan kembali kepelukan Radit pasti mendapatkan kebahagiaan mempunyai mertua yg baik hati dan suami penyayang seperti radit
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
Apa kabar dengan keluarga Leo ya...kangen sama mereka
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
🤣🤣🤣🤣🤣
eka perwita
yess ayo cerai Tasya, mommy adel psti syok klo tau Radit jd pebinor 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!