Hai, ceritanya aku revisi lagi ya! ada beberapa kalimat yang di tambah dan di hilangin!
Laura Hendrik wanita cantik yang berusia 21 tahun, terpaksa menikah dengan pria asing karena kesalah pahaman dari warga yang mengira mereka tengah kumpul kebo.
Namun bagaimana jika orang asing itu adalah Arvin Indorto, musuh bebuyutan nya sejak kecil? apakah akan tumbuh benih cinta di antara mereka? atau pernikahan mereka akan kandas begitu saja?
Tidak ketinggalan sosok pria tampan yang selalu membuat hati Laura menghangat, kisah cinta segitiga antara mereka akan di mulai!
Yuk ikutin kisahnya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dina yuwita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keputusan Final
"Keyla? Sisil?" seru keduanya saling menunjuk satu sama lain saat Sisil masuk ke dalam kontrakan Arvin. ada pancaran kebahagian di mata keduanya, termasuk Kenzo dan Ben. karena kesibukan kerja dan keluarga masing-masing, membuat mereka semua jarang sekali berkumpul. walau begitu, koneksi melalui sosmed tidak pernah putus di antara mereka.
"Astaga naga, gue kangen banget sama Lo. gila, Lo makin cantik njir" celetuk Keyla dengan bahasa gaul.
"Lo mau muji apa ngeledekin gue sih?" ketus Sisil melepas pelukan.
"Gimana kabar Lo?" tanya Kenzo menjabat tangan sahabatnya.
"Lo liat sendiri, gue masih sehat" jawab Ben terkekeh.
Mereka berempat terus berbicara, seakan lupa apa yang terjadi dan penyebab mereka bisa bertemu. sedangkan orang-orang yang berada di sana hanya melongo melihat keakraban mereka, termasuk Laura dan Arvin.
"Jadi dia spesies alien tengil sok kegantengan itu" batin Laura menoleh wajah Arvin yang ternyata musuh bebuyutan nya sejak kecil.
"Jadi dia boneka mampang tukang ngadu dulu...pantesan nggak asing" batin Arvin juga menatap sinis ke arah Laura. wajah mereka melengos kesamping saat tidak sengaja bertatapan, dengan ekspresi yang sama-sama jijik.
"Ekhem...maaf Pak, Buk, bisa kita lanjutkan sidangnya?" ucap Pak RT menyela reunian mendadak empat orang yang tidak sadar tempat itu. mendengar perkataan ketua RT membuat otak mereka langsung kembali bekerja.
"Hahaha maklum, kita jarang ketemu" kata Keyla cengengesan
"Iya Pak, sekalinya ketemu gara-gara masalah anak—" mata Sisil membola saat menyadari sesuatu.
"Anak!" dua wanita yang tidak lagi muda itu memekik bersamaan.
Ketua RT pun mengatakan apa yang menjadi penyebab mereka di panggil kemari, sekaligus mempersilahkan Laura dan Arvin untuk menjelaskan yang sejujurnya kenapa bisa mereka berada dalam satu atap dengan sehelai handuk di badan. setelah Arvin maupun Laura menceritakan kronologi yang sebenernya, mereka di buat heran dengan sikap Keyla yang tiba-tiba menangis terisak.
"Hiks Momy nggak nyangka kamu kayak gini Vin" tangis Keyla pecah di pelukan Ben.
"Momy nggak mau tau, kamu harus nikahin Laura sekarang!" sambung Keyla membuat semua yang ada di sana terkejut.
"Momy! aku sama Laura udah jelasin semuanya, kenapa malah harus nikah!" sentak Arvin melotot tak habis fikir dengan perkataan Momy nya.
"Kalo Tante nggak percaya saya berani sumpah. saya bener—" belum selesai bicara, perkataan Laura lebih dulu di sela oleh mom Keyla.
"Pak RT anak saya ini emang cabul, bahkan di handphone dia banyak foto yang nggak senonoh...jadi silahkan nikahkan mereka berdua Pak. saya takut kalo sampai ada kecebong nyangkut di perut anak temen saya hiks hiks bapak tau sendiri kan anak jaman sekarang" ucap Keyla masih dengan Isak tangis nya.
Bukan tanpa alasan Keyla melakukan hal ini, dia hanya ingin Arvin berubah jika sudah menikah. lagi pun, Keyla mengingat jika dulu dirinya dan Sisil pernah mengatakan ingin menjodohkan anak-anak mereka jika sudah besar. tapi tanpa Keyla sadari, jika keputusan nya ini akan menjadi bumerang dan kesakitan luar biasa yang akan di rasakan dua insan kedepannya nanti.
BRAK
"Ini nggak lucu Mom, aku nggak pernah nyentuh dia sedikitpun!" bantah Arvin dengan nada tinggi, sambil menendang meja saking kesalnya.
"Terus ini apa? Kalo memang kamu nggak pernah nyentuh anak Tante, apa huh? " bentak Sisil menunjuk leher Laura yang merah. awalnya Sisil tidak setuju dengan perkataan sahabatnya, tapi matanya tidak sengaja menangkap sesuatu yang di yakini bahwa itu adalah stempel cinta yang di berikan Arvin pada anaknya.
"Ma, ini di gigit nyamuk bukan karena—
"Diam! Jangan nutupin apapun dari Mama, Mama ini pernah muda dan tau mana yang di gigit nyamuk mana yang enggak. pergaulan kalian jaman sekarang emang pada nggak bener!" Laura tertegun, baru kali ini dia mendapat bentakan dari sosok perempuan yang selalu berkata lembut kepadanya.
"Wah ini nggak bisa di biarin lagi pak RT, secepat nya kita nikahin aja mereka" seru bapak berperut buncit yang mendapat anggukan dari warga lainnya.
"Pa, Papa percaya kan sama aku?" Laura beranjak menghampiri dan menggenggam erat tangan sang Papa. Kenzo mengangguk, mempercayai jika putri semata wayangnya masih suci. baik Kenzo maupun Ben sama-sama mencoba menjelaskan, tapi tatapan tajam dari istri mereka masing-masing membuat nyali mereka menciut. gawat lah kalo sampe belut mereka di anggurin tiap malam.
"Terserah kalian mau percaya atau nggak!" setelah mengatakan itu, Arvin bangkit hendak keluar dari tempat membagongkan itu.
"Selangkah lagi kamu keluar, maka siap-siap nama kamu juga keluar dari kartu keluarga dan di coret dari alih waris!" ancam Keyla dengan seringai licik di sudut bibirnya. Arvin mengumpat dengan menyebut semua hewan yang berada di kebun binatang. namun....
"Oke! besok panggil penghulu kesini, aku akan nikahin Laura" ucap Arvin berbalik dengan suara yang lantang, entah apa yang membuat pria itu berubah pikiran. apa karena ancaman dari Momy nya atau memang ada hal lain di otaknya.
Sontak saja Laura tidak terima dengan jawaban Arvin yang menurutnya sangat konyol. berbagai perdebatan sengit pun Laura lakukan, sekalipun itu dengan orang tuanya sendiri. hingga jam 23. 35 Laura dan kedua orang tuanya berjalan keluar dari kontrakan Arvin.
"Kalo aja Lo nggak nerobos masuk, semuanya nggak bakalan kayak gini" bentak Laura dengan suara kecil saat akan melewati Arvin.
"Kalo aja Lo nggak teriak, semuanya juga nggak bakalan kayak gini" balas Arvin tidak kalah sengitnya.
"Pokoknya gue nggak mau nikah sama spesies alien kayak Lo"
"Lo pikir gue mau nikah sama boneka mampang kayak Lo? Ogah!"
"Terus kenapa Lo setuju anj*ng" umpat Laura saking kesalnya. jika dia tidak mau menikah, lalu kenapa tadi bilang iya.
"Lo akan tau besok" jawab Arvin dengan santai.
"Asu"
"Lo yang Asu"
Di dalam kamar, Arvin sedang berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon. pandangan nya tidak lepas dari kartu Blackcard dan kunci mobil di tangan. ya, Arvin barusan meminta agar seluruh fasilitas nya di kembalikan sebagai imbalan dari pernikahan mendadak ini.
Cup
"I'm come back Baby" gumam Arvin mengecup sebuah foto wanita berbikini di atas kasur yang di kirim oleh salah satu wanita nya.
*
*
*
Dukung karya aku dengan cara 👇
🌳 Like 👍
🌳 Komen Sebanyak-banyaknya 🥰
🌳 VOTE
🌳 Hadiah🙈
🌳 Rating ⭐⭐⭐⭐⭐