Angelina kembali ke negaranya untuk bertemu kakaknya Stella yang telah hilang kontak dengannya. Tapi sebuah berita mengejutkannya, kakaknya telah meninggal dalam sebuah kecelakaan.
Selain itu ia terpaksa menikah dengan pria kejam bernama You karena harus menggantikan kakak dari ayahnya yaitu Bella yang mengalami kecelakaan parah tepat sehari sebelum pernikahannya.
Tak di sangka, pernikahan yang ia jalani adalah pernikahan yang dilandasi balas dendam, dendam untuk Bella kini dilampiaskan padanya.
Bagaimanakah jalan keluarnya? Adakah bahagia untuk Angelina?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
..12. Tolong
"Waktumu 1,5 menit lagi!!" Tiba-tiba suara dingin mencekik dari mulut You mengagetkan Angelina yang belum selesai melakukan perban pada kedua kakinya.
'Astaga,,, Apa yang harus kulakukan? Serpihan kaca yang ada di kakiku mungkin tidak bersih, jadi kalau aku menggunakannya untuk berdiri maka bisa jadi serpihan kaca itu semakin dalam menusuk daging ku.' Angelina dengan cemas terus membalut kaki nya.
Baru saja ia selesai membalut kakinya kala ia mengangkat wajahnya dan melihat You ini berjalan ke arahnya.
'Sial..!!' umpat Angelina dalam hati sembari memegangi gaunnya yang terasa semakin longgar di tubuhnya.
"Minum ini!!" Ucap You menyerahkan segala anggur pada Angelina.
Angelina melihat anggur Itu dan dia menebak bahwa di dalam minuman itu pastilah terdapat obat yang sudah diatur oleh pria itu.
"Baik,," jawab Angelina mengulurkan tangannya dengan gemetaran untuk mengambil gelas itu.
Saat You melepaskan gelasnya, Angelina juga sengaja melemahkan pegangan tangannya hingga jelas itu terjatuh, anggur membasahi gaun pengantin yang masih dikenakan oleh Angelina.
"Ah,, tanganku licin," kata Angelina menatap cemas pada gelas yang sudah pecah dan anggur yang telah membasahi gaunnya.
Gaun pengantinnya yang basah akibat gelas itu masih jauh lebih baik ketimbang dia harus meminum minuman yang telah diberi obat oleh pria sialan di depannya!!
"Heh,, pandai bersandiwara!!!" You tertawa kecil sembari menatap jijik pada perempuan di depannya lalu tanpa aba-aba dia menunduk membawa Angelina ke gendongannya.
Ketika dia pikir dia akan mengangkat perempuan itu dengan mudah, ternyata Angelina menggunakan kekuatannya melawannya.
"Pria sialan!! Rasakan ini!!" Teriak Angelina mengulurkan tangannya memberi pukulan pada wajah You.
Pukulan yang keras dari Angelina membuat bibir pria itu mengeluarkan darah segar.
"Ha ha ha.... Menarik!! Jadi kau ingin bermain kasar ya!!" Wajah You tampak mengandung kemarahan saat pria itu kembali mendekati Angelina lalu dengan kekuatannya memelintir kedua tangan Angelina ke belakang.
'Sialll!! Ternyata dia sangat kuat!!' tanpa sadar Angelina meneteskan air matanya merasakan kesakitan di tangannya apalagi ketika dia mendengar suara resleting gaun pengantinnya yang ditarik dengan kasar.
"Tidak!!! Jangan!!!" Teriak Angelina berusaha meronta ronta, tetapi ternyata kekuatan pria itu tidak sebanding dengan kekuatannya.
"Diam sialan!!!" Ucap You menarik rambut panjang Angelina kebelakang hingga perempuan itu mendongak menatap pria yang menatapnya dengan penuh dendam kemarahan.
"Apa yang kau mau?? Mengapa begini padaku??" Angelina bertanya sembari meneteskan air matanya.
Baginya, tubuhnya adalah hal yang paling berharga baginya, tentu saja tidak boleh dijamah oleh sembarang pria.
Apalagi seorang pria kasar seperti You dan merupakan suami dari orang yang paling ia benci, Bella!
"Yang kuinginkan,, aku menginginkan kau hidup tersiksa bersamaku!!" Ucap You melepaskan tarikannya pada rambut Angelina lalu dengan cepat mengangkat perempuan itu dan membantingnya ke tempat tidur.
Angelina yang terhempas langsung berusaha menjauh dari pria itu ketika dia terkejut Ternyata menarik gaun pengantinnya hingga gaun pengantin itu merosot sampai pinggangnya.
"Tidak!!!" Angelina dengan panik menarik selimut menutupi tubuhnya sebab dadanya yang hanya menggunakan bra kini terekspos di depan You.
"Percuma saja!!!" You dengan cepat naik ke ranjang menyibak selimut itu dan menindih Angelina.
Dua tangan Angelina di di letakkan di kepala perempuan itu lalu dengan brutal You menciumi Angelina sembari menahan dagu perempuan yang terus memberontak di bawahnya.
Air mata yang mengalir dari mata Angelina semakin banyak tatkala pria itu memperlakukannya dengan sangat kasar bagai seorang perempuan murahan yang tak bernilai.
'Tolong,,,' rintih Angelina dalam hati meski dia tahu tidak ada satupun orang yang bisa menolongnya.