Alvin yang memiliki profesi sebagai seorang dokter di jodohkan oleh orang tuanya dengan seorang gadis yang masih menduduki bangku SMA.
gadis itu bernama Zea. Zea memiliki sifat yang sangat polos, bahkan teramat polos.
sedangkan Alvin yang memiliki sifat dingin, dan sangat cuek
lambat laun, cinta tumbuh di antara mereka. akan kah keduanya tetap bersama? atau akan pisah?
kepo dengan kisahnya? tetap disini, dan ikuti ceritanya!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizki Nabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab : 12 gelud mulu
Alvin menepuk jidat. Seakan-akan ia akan mati muda sepertinya
"Astaga Zea! Segini banyaknya masih belum cukup juga? "Tanya Alvin sambil mengangkat semua belanjaan Zea
Zea mengangguk.
"Ini masih belum seberapa sih Om!" Jawab nya
"Kamu mau morotin saya atau gimana?" Tanya Alvin yang sudah mulai emosi
"Ngerepet mulu sih,Om? Ya udahlah kita pulang aja". Lalu Zea keluar dari Mall itu
"Panggil Zea dong Om! Duh gak pekaan banget sih! Kan malu kalo tiba-tiba Zea balik lagi". Batinnya berharap Alvin akan memanggilnya
"Gak jadi belanja katanya, tapi udah sampe segini banyak". Batin Alvin
Kaya nya Alvin bisa mati muda kali ya, ngadepin bini kaya Zea gitu.
"Astaga! Kaya mana aku bawanya ini?" Gumam Alvin
Alvin sama sekali gak bergerak dari tempatnya. Asal diangkat, jatuh satu.begitu seterusnya.
Alvin marah, dan akhirnya ia kembali ke mobil tuk memanggil Zea
"Woy, bocil!" Teriak Alvin sambil mengetuk kaca mobil
"Apa? "Tanya Zea cuek
"Bantuin saya dong? Enak banget kamu di sini nyantai". Omel Alvin
"Aduh, Om! Badan Zea sakit semua nih".
"Pilih bantuin, atau saya tinggal kan semua barang-barang kamu itu?" Ancam Alvin
"Is! Ya udah deh". Lalu Zea keluar dari mobil dan mengangkat barang belanjaannya kedalam mobil
"Katanya laki, tapi ngangkat beginian aja ga bisa". Sindir Zea
"Bukan gak bisa, tapi ribet!" Sahut Alvin
"Idih! Angker juga yah mall ini? Masa siang bolong ada suara tapi gak ada orang nya". Jawab Zea seakan-akan mengatakan Alvin itu setan
"Astaga! Setelah banyak nya dia menghabiskan uangku, dan sekarang dia bilangin aku setan? Cobaan macam apa ini?" Gumam Alvin
"Udah, ga usah ngedumel di situ! Buruan masuk, Zea laper".
"Kita pulang aja yuk?" Ajak Alvin mengalihkan agar Uang nya tak benar-benar terkuras hari ini
"Gak mau! Zea mau makan di resto yang mahalan itu". Kekeh Zea
"Tapi, mama kasian loh dirumah. Mana udah masakin banyak lagi". Ucap Alvin mempengaruhi pikiran Zea
Zea terdiam dan menyimak setiap perkataan Alvin
"Emang kamu tega liat mama sedih?"
Zea menggelengkan kepala nya
"Ya udah, jadi makan nya? "Tanya Alvin
"Gak jadi deh, makan di rumah aja". Sahut Zea
"Huft! Sukur deh, ga jadi keluar duit ku hihihi ".batin Alvin sambil cekikikan
"Gak sia-sia aku acting ah, kaya nya cocok aku kalo jadi pemain di indosiar". Batinnya lagi
"Yakin mau pulang?"
"Iya! Mama kasihan gak ada temannya". Jawab Zea
Saat di perjalanan Zea melihat ada yang jual gulali. Dia tak meminta, cuman kalo dilihat kayanya dia pingin deh.
"Alvin peka gak ya kali ini?"
Alvin menepikan mobilnya.
"Loh, kok berhenti Om?" Tanya Zea heran
Alvin tak menjawab, ia segera turun dari mobil
Kira-kira mau ngapain ya?
"Nah!" Alvin memberikan sebungkus gulali kepada Zea
"Ih, Om baik banget deh! Zea jadi terhura". Ucapnya lalu segera membuka gulali dan memakannya
"Terharu, bukan terhura". Protes Alvin
"Suka-su..."ucapan Zea langsung di potong oleh Alvin
"Suka-suka Zea dong! Mulut-mulut Zea gitu kan?"
"Itukan rumus Zea, kok Om ambil? "
"Saya hanya memperjelas."
"Om mau?" Tawar Zea
"Gak! Itu gak bagus buat gigi". Jawab Alvin
"Alay bener! Sikat gigi juga ilang, dasar alay". Cibir Zea
Bersambung....
secara SMP ajah udah ada pembahasannya reproduksi
ekhh malah ending padah asik.lycu ceritanya.