apa jadinya jika seorang santri pondok pesantren diharuskan bersekolah disekolah umum. annasya semenjak ayahnya meninggal dia harus menikah muda kemudian pindah sekolah ke sekolah umum.
araf abinaya diusianya yg masih 18 tahun dia harus menikah dengan seorang gadis anak dari sahabat ayahnya. akankah cinta berpihak pada mereka? akankah annasya merasakan kebahagiaan yang tidak pernah ia dapatkan selama ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rulinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 12
Setelah sampai diapartemen nasya segera membereskan kamar bersama araf. sedangkan bi tini membereskan yang diluar.
Karena sudah sangat lelah araf duduk di tepi tempat tidur dia melihat pada nasya yang masih mengelap meja, "sya..." panggil araf
Nasya menengok, "ya mas"
"udah waktunya makan malam"
"ywd aku masak dulu"
"ga pesen online aja sya simple, kamu sama bi tinah kan pst udah lelah"
"ya udah terserah mas aja aku ikut" ucap nasya sambil tersenyum
Araf mengambil handphonenya dan memesan makanan lewat aplikasi online.
"mas aku mandi duluan ya"
"iya, aku keluar dulu ya mau liat bi tini lagi apa"
"iya mas"
****
"waahhh.... udah rapi banget ruang tamu makasih ya bi" ucap araf pada bi tini
"iya den, aden mau makan apa nanti bibi buatin" ujar bi tini yang masih memegang gagang pel
"ga usah bi, saya udah pesen makanan nanti juga datang. bibi mandi aja dulu, nanti bibi tidur dikamar ini ya" tunjuk araf pada kamar yang ada disebelah kamarnya
"bibi nginep den?" tanya bibi bingung
"iyalah bi ga mungkin bibi aku suruh pulang dah malam, besok siang aja aku anter sama nasya pulangnya sekalian kita belanja" ucap araf
"yaudah den kalau gitu bibi mandi dulu"
"iya"
Tidak lama kemudian pesanan datang, araf membuka pintu dan menerima pesanan setelah diletakkan dimeja makan araf beranjak kekamarnya. Dilihatnya nasya tak ada dikamar, "mungkin di kamar mandi" gumam araf. dia pun melangkah ke arah kamar mandi.
Saat araf membuka pintu kamar mandi nasya menengok, araf langsung melongo takjub, sudah seminggu araf menjadi suaminya dia baru melihat nasya membuka kerudungnya. Nasya yang sedang mengeringkan rambut panjangnya sungguh sangat cantik. Araf pun berdiri mematung apalagi saat melihat senyum cantik nasya dia sungguh sangat terpesona
"mas...." panggil nasya
Nasya melangkahkan kakinya ke arah araf, "mas..." panggil nasya sambil mengguncang pundak araf. Araf terkejut kemudia menjawab, "ahhh iya sya..."
"mas mau mandi?" tanya nasya yang diangguki araf.
"ya udah mandi sana handuknya udah aku siapin. aku keluar dulu siapain baju kamu"
"makanan udah dateng sya..."
"iya nanti q rapiin di meja" ucap nasya yang berlalu melewati araf. Araf mencium wangi nasya sungguh otaknya seperti tersetrum membayangkan hal-hal gila.
Nasya menatap pada suaminya, "kok masih bengong mas katanya mau mandi?"
"i.... iya... sya" araf pun beranjak langsung ke kamar mandi.
Setelah nasya memakai kerudungnya dia beranjak keluar. Dia melihat bi tini sedang merapikan makanan dimeja makan.
15 menit kemudian araf sudah bergabung dengan mereka di meja makan. setelah makan bersama araf beranjak ke ruang tengah menonton tv, sedangkan nasya membantu bi tini mencuci piring. Nasya mendekat pada araf yang sedang menonton bola, "mas...." panggil nasya
Araf menengok, "apa sayang?"
"mau teh?"
Araf tersenyum dan mengangguk, saat nasya sedang membuat teh bi tini datang, "non..."
"ya bi ada apa?"
"bibi boleh istirahat duluan?"
Nasya tersenyum, "boleh dong bi, yaudah bibi tidur ya besok baru diantar kerumah mami"
"makasih non"
"sama-sama bi"
Nasya membawa teh kepada araf, "ini mas tehnya"
"makasih ya sayang"
"aku kekamar duluan ya mas. aku mau tidur"
"iya sayang"
Sesampainya nasya dikamar dia langsung merebahkan diri diatas kasur. Nasya meringkuk menahan sakit perut yang sejak tadi dia tahan. Nasya menangis sambil menggigit bibir bawahnya. Dia meremas sprei sambil mencoba mengolah nafas
Araf yang merasa feelingnya tidak enak dia langsung mematikan tv dan masuk ke dalam kamar. Dilihatnya nasya sedang meringkuk membelakanginya. Araf pikir nasya sedang tertidur dia pun merebahkan dirinya disamping nasya. Saat hendak memeluk nasya didengarnya nasya sesenggukan di pun membalikkan tubuh nasya dengan rasa khawatir
"sya kamu kenapa?" tanya araf panik
Nasya menghadap pada araf, "perutku sakit banget mas" ringis nasya
"kita kedokter ya" saat araf hendak mengangkat tubuh nasya, nasya menolak
"aku gapapa mas" ucap nasya
"gapapa gimana kamu kesakitan gini sampe pucat kok"
"udah biasa mas tiap bulan nanti juga pergi sendiri"
"maksudnya?" tanya araf bingung
Dengan wajah merah menahan malu nasya berucap, "tamu bulanan mas"
"ya Allah sya. aku kira kenapa. ya udah aku ke apotik dulu cari obat untuk kamu. sabar ya"
Nasya menarik tangan araf yang ingin betanjak, "mas minta tolong sama bibi ja. sekalian bilang bibi minta tolong beli pembalut"
"bibi dah tidur sya biar aku aja"
"malu lah mas masa cowo beli pembalut" ucap nasya
"udah diem disini aku pergi dulu" nasya mengangguk
\*\*\*
Setelah 30 menit araf datang dilihatnya nasya pucat dan keringat dingin. Setelah araf memberikan minum dan obatnya nasya segera meminumnya.
"mas makasih banyak ya" ucap nasya yang sudah lebih baik
"iya sayang. kamu setiap bulan begini sya?"
Nasya mengangguk, "maaf ya mas sudah merepotkan"
"ga lah, jangan bilang begitu. Udah tugas aku sebagai suami"
Nasya tersenyum araf pun mengecup puncak kepala nasya yang sudah melepas jilbabnya
"ga nyangka ya istriku cantik banget kalau ga pakai jilbab"
"gombal ....."
"serius ...."
"kalau aku cantik mas ga akan berbuat mesum ditoilet. ada aku yang halal mas ga sentuh. malah nyentuh yang haram" ucap nasya sambil memandang ke arah lain
"maaf sayang aku janji ga akan main-main lagi" ujar araf sambil mengacungkan jari telunjuk dan jari tengahnya
Nasya tersenyum
"jadi mas boleh nih sentuh kamu?" tanya araf mencoba menggoda nasya
"loh emang selama ini mas ga sentuh aku?" tanya nasya heran
"bukan itu syaaa"
"terus?"
"plos banget sihhh istriku iniiii bikin gemessss banget" ujar araf sambil mencubit pipi nasya
"ihhhh sakit masss" ucap nasya sambil mengelus pipinya yang dicubit gemas araf
"udah sana istirahat mesumnya lanjutin kalau kamu udah selesai kedatangan tamu aja" araf beranjak dari twmpat tidur
"mas mau kemana?"
"mau nonton bola"
"disini ja mas temenin aku, sambil nonton" ujar nasya sambil menepuk kasur disampingnya
"nanti kamu keganggu sayang"
"ga mas"
"beneran nih?"
Nasya mengangguk, araf pun duduk disamping nasya yang merebahkan tubuhnya kemudian memejamkan matanya. Araf menyalakan tv. Baru mulai menonton hp-nya berbunyi. grup dari temannya
grup kunyuk
daffa:
woiii dah pada tau belum kalau video karen labrak nasya dah kesebar
fariz:
seriusan?
david:
iya gue juga liat digrup sekolah sama ig
daffa:
keren banget emang nasya (emot jempol)
david:
ga nyangka ya nasya polos begitu bisa ganas juga
araf:
berisik lu semua ga sopan ngomongin bini orang depan suaminya
daffa, fariz, david
kaburrrrrr
mau belikan rumah utk kamu.
tapi kama Erika masih merayu2 Araf.
dasar perempuan nga punya harga diri