Candy seorang gadis lulusan SMK harus terjebak dalam sebuah pernikahan dengan seorang CEO muda, Ezza. Lambat laun tanpa disadari cinta mereka perlahan tumbuh sampai lahirlah putra mereka Daffin.
Tetapi restu dari Ibu Ezza tak kunjung didapat sampai ahirnya Candy dijebak ibu mertuanya dan Ezza mempercayai hal itu. Karena merasa sakit hati, Ezza pun menyetujui calon yang dipilihkan ibunya untuk menggantikan posisi Candy sebagai istrinya.
Delima hadir menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Ezza, tetapi ia hanya mengincar harta Ezza. Saat Ezza terjebak rekan bisnis hingga masuk penjara, Delima menjauh.
Saat itulah cinta mereka diuji. Candy yang berjuang demi keluarga besar Hadi Wijaya saat Ezza dipenjara. Ia pun yang memperjuangkan Ezza sampai ahirnya ia bisa keluar dari penjara.
Dengan segala ketulusan cinta Candy akankah mampu mengembalikan kasih sayang dari suaminya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
DELIMA, ULAR BETINA
Happy reading😘
.
.
Kebahagiaan Daffin kini terpancar dari wajahnya. Kedatangan Candy benar-benar menjadi obat mujarab baginya.
"Mom, sehabis ini gak akan ninggalin aku lagi kan?"
"InsyaAllah mama gak akan ninggalin Daffin, asalkan Daffin menjadi anak yang baik dan tidak nakal."
"Yeaayyy ... oke Moms, aku janji," ucap Daffin sambil mengacungkan jari kelingking ke arah mamanya.
Ahirnya Candy pun membalas tautan jari kelingking putranya. Semua yang berada di dalam ruangan itu pun tertawa bersama.
"Kakek ..." seru Daffin melihat kakeknya memasuki kamarnya.
"Hai cucu kesayangan kakek."
"Kek, habis ini Moms tinggal bareng kita kan?"
"Oh tentu sayang."
"Asik, yes ... yes ..."
Candy sempat melihat Luna dan juga ayahnya, mereka mengangguk secara bersama.
Candy ahirnya kembali ke rumah itu atas permintaan ayah mertua dan juga putranya, termasuk dukungan penuh dari sahabatnya Luna.
.
.
Sementara itu di kantor...
"Hoek ... hoek ..."
Ezza sudah dua kali muntah-muntah di kamar mandi. Bukan makanan yang keluar tetapi sebuah cairan berwarna kuning yang keluar. Ia pun memijit pelipisnya yang masih berdenyut.
Sedangkan dari luar kamar mandi, ada seorang karyawan wanita.
"Tok ... Tok ... Pak apa Bapak sakit?" tanyanya dari luar kamar mandi.
Ceklek
Ezza keluar dari kamar mandi. Wanita itu adalah mantan sekretaris Ezza saat menjadi CEO. Ia memandang Ezza dengan wajah prihatin. Ia juga satu-satunya orang kantor yang mengetahui semua masalah mantan Boss-nya itu.
"Maaf pak, sejak kapan bapak seperti itu?"
"Hampir satu bulan ini."
"Sudah periksa Pak?"
"Sudah, tapi obat dari dokter tidak mempan, ha .. ha ..."
"Maaf apa istri bapak hamil?"
"Ma-maksudmu Candy?"
"Iya, memang istri bapak ada berapa?" tanyanya sambil tertawa.
Ezza menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ia sungguh malu pada mantan sekretarisnya itu.
"Tapi kenapa saya yang mual?" tanyanya kebingungan.
"Maaf Pak, bukannya saya sok tau, bapak ingat kan kehamilan saya kemarin, itu gejalanya persis yang dialami bapak," ucapnya sambil tersenyum.
Lalu ia pun menjelaskan pengalaman dari dirinya pada Ezza. Ezza hanya diam serta mencoba memahami perkataan karyawannya itu.
.
.
Berita bahwa Candy telah kembali ke mansion utama sudah sampai ke telinga Delima dan Nyonya Hadi.
Hal itu membuat nyali Delima ciut, tetapi ia punya rencana licik untuk membalas perlakuan keluarga Hadi Wijaya terhadapnya.
"Kalau aku tidak bisa menjadi bagian dari keluargamu, setidaknya aku masih bisa menguras seluruh hartamu kan Mas Ezza, lalu sesudah kau miskin aku bisa pergi, ha ... ha ... ha ..." ucapnya bahagia.
Tawa Delima pun terdengar sampai di lantai bawah. Kebetulan Ezza baru saja pulang dari kantor. Tanpa mengucap salam ia pun naik menuju kamarnya.
Ceklek ...
Delima menoleh, "Mas, sudah pulang ya?" sapanya pura-pura ramah.
"Hmm ..."
Tanpa mau membalas pelukan istrinya, Ezza melengos ke kamar mandi. Ia lebih memilih mengguyur badannya dengan air shower dan menikmati sensasi aroma sabun untuk menghilangkan penatnya.
"Hmm, begini perlakuanmu sekarang, oke, aku gak apa-apa, tapi lihat setelah ini, kamu harus mengemis cintaku," gumam Delima kesal sambil menjejak-jejakkan kakinya ke lantai.
Delima memang tidak pernah mencintai Ezza, baginya uang jauh lebih berharga ketimbang cinta. Tetapi ia harus bersikap manis di depan suaminya agar semua keinginannya terpenuhi.
Malam itu tanpa pamit, ia lebih memilih pergi dari rumah dan pergi ke diskotik.
Sementara itu...
Ezza sudah selesai mandi, ia masih memakai handuk yang melilit tubuh bagian bawahnya sedangkan bagian tubuh atasnya dibiarkan terbuka.
Roti sobek itu terlihat menggoda, belum lagi rambut yang masih ada sisa-sisa air menetes begitu saja semakin membuat ketampanannya berlipat-lipat.
"Dimana wanita itu?" tanyanya sambil mengusap rambutnya yang basah.
Ia terduduk di ranjang sambil memikirkan perkataan sekretarisnya tadi.
"Lebih baik aku menelpon mansion utama," pikirnya.
.
.
Di sebuah diskotik...
"Hai sayang ..." sapa Delima ketika melihat pacarnya datang.
"Hai cantikku ... mmmuuuaaccchhh ..." kecupnya mesra dari lelaki itu.
Mereka pun ahirnya saling melepas rindu karena sudah lama tidak bertemu. Beruntung beberapa hari lalu ia memberi kabar padanya kalau dia sudah pulang dari luar negeri.
"Kamu lama banget si sayang perginya?" ucap Delima manja sambil memainkan dasi milik lelaki itu.
"Maaf ayah menyuruhku pergi untuk urusan bisnis, lagi pula ini untuk hubungan kita sayang."
"Benarkah, hmm aku jadi tambah sayang sama kamu."
Entah sejak kapan lidah mereka sudah saling membelit satu sama lain. Ya begitulah kebiasaan Delima ketika melepas rindu bersama kekasihnya.
"Hmm, sayang kamu bisa bantuin aku ga?"
"Apa itu sayang, katakan padaku."
"Hmm, tapi janji kamu harus bantu aku," ucapnya manja.
"Iya sayang, apa sih yang enggak buat kamu."
"Aku ingin menjebak seseorang..." ucapnya bersemangat.
"Wow, siapakah itu?" tanyanya penasaran.
Delima kemudian menceritakan semuanya pada kekasihnya itu, tetapi tentu saja dengan versi lain yang seolah-olah dirinya dijebak oleh keluarga Ezza.
"Beraninya mereka mengusik kekasihku, mereka tidak takut berhadapan denganku kah?"
"Tenang saja sayang, aku akan membalaskan semua penderitaanmu."
"Hmm, makasih sayang," ucapnya manja sambil bergelayut dan sesekali mencium pipi lelaki itu.
"Aku kangen, boleh gak minta itu," ucap pacarnya sambil menunjuk sesuatu kesukaannya.
Delima tersenyum nakal, tentu saja ia akan mengabulkan permintaan kekasihnya ini.
"Main ke tempat biasa yuk," ajak Delima.
"Oke, come on baby."
Sampai ahirnya mereka pun menghabiskan malam yang panjang di sebuah hotel. Malam yang penuh peluh dan keringat tetapi memberikan sebuah ke-nikmat-an terlarang.
Delima memang pandai menyembunyikan sifat liciknya.
"Oke sayang, sehabis ini aku akan bermain cantik untukmu," ucap Delima sambil membenamkan wajahnya di dalam dekapan pacarnya.
.
.
...⚜⚜⚜...
...Mansion Utama...
Kring ... Kring ... Kring ...
"Hallo, maaf dengan siapa?" tanya salah satu pelayan mansion.
"Ini aku mbak, Ezza, maaf apa Candy ada di mansion?"
"Oh Tuan Ezza, iya, Nyonya Candy baru saja pulang dari rumah sakit bersama den Daffin."
"Benarkah?" ucap Ezza panik hingga berdiri sampai handuknya hampir melorot.
"Astaga, untung aja gak ada yang lihat," batin Ezza.
"Iya Tuan, apa perlu saya panggilkan?"
"Ehm, gak usah biar saya sekarang pergi ke mansion."
"Baik Tuan."
Sambungan telepon mereka terputus, lalu Ezza mulai bersiap untuk pergi ke mansion malam itu juga.
.
.
Keesokan harinya ...
"Mau kemana sayang?"
"Mau pulang, nanti dia cariin aku, gimana?"
"Astaga, setakut itukah kau padanya?"
Delima menunduk.
"Ya sudah, secepatnya akan aku berikan kabar terbaik untukmu."
Delima menengadahkan wajahnya, "Benarkah, sayang?"
"Iya, ini ongkos untuk kamu sayang."
"Gak usah, aku sudah ada kok, lagi pula uangnya sebagian sudah aku transfer ke rekeningku," ucapnya bangga.
"Kamu benar-benar calon istriku sayang."
Ahirnya Delima memilih membersihkan dirinya lalu kembali ke rumah.
Ia pun tak segan-segan mengabiskan uang Ezza dengan sesuka hatinya. Sedangkan Ezza bekerja siang malam demi memenuhi gaya hidup Delima seorang. Bahkan kewajiban memberi nafkah pada Candy dan Daffin ia lupakan.
.
.
...🌹Bersambung🌹...
.
.
...Semoga suka dengan part ini kakak, jangan lupa like, komen, favorit serta rate bintang lima ya.. lope-lope sekebon mawar buat kalian....
salam dari jodohku Cinta Pertamaku 🙏🙏🙏