NovelToon NovelToon
Kembali Ke Akhir Dunia

Kembali Ke Akhir Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Hari Kiamat / Ruang Ajaib
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Serigala Kecil

Gugur dalam sebuah pemberontakan tepat di hari pelantikannya sebagai jenderal, Ellenoir, mantan prajurit wanita hebat di dunia kuno, kembali ke dunia aslinya, dunia yang sudah hancur. Dengan membawa pedang dan tekad ia bergerak menumpas kejahatan dan zombie.

Sepupu dan tunangan yang selingkuh? Bunuh!
Paman dan Bibi yang licik? Bunuh!
Orang-orang serakah yang berniat jahat? Bunuh!

Meski perjalanan panjang dan berdarah menanti, Elle siap menghadapinya. Bersama orang-orang kepercayaannya, menaklukkan kota miskin yang terbuang, menciptakan sebuah kota aman yang akan menjadi cahaya dimasa depan. Menciptakan sebuah harapan ditengah-tengah keputusasaan.

Mampukah Elle menciptakan harapan ditengah kehancuran? Atau justru gugur dimakan kejinya akhir dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serigala Kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Merekrut

**

Keesokan paginya, ketika semua orang bangun dengan wajah yang terlihat lelah, tapi bersemangat ketika melihat Elle sudah bangun. Terutama Sam, Paman Jergh, dan Avin yang langsung mengelilingi Elle untuk melihat kondisinya.

Pagi hari itu, diselimuti suasana hangat meski langit terlihat kelabu. Selain tim nya sendiri, kini dihadapan mereka berdiri dengan canggung seorang wanita dengan sepasang anak kembar yang terlihat lucu dengan kedua mata bulat dan raut polos.

Sasa bahkan melambaikan tangannya pada Elle, membuat sang ibu sedikit gugup hanya untuk melihat respon Elle padanya. Diluar prediksi, Elle tersenyum lembut pada Sasa, berbeda dengan responnya padanya yang selalu terlihat datar tanpa ekspresi. Meski begitu, ia tetap menghela nafas lega, apalagi ketika Sasa dipanggil untuk mendekat.

Melihat anak perempuannya berlari menghampiri Elle, ia terkejut. Sikap anaknya sebelumnya tidak seberani ini, apalagi pada orang asing yang belum pernah ia temui secara langsung dan mengobrol cukup akrab. Ia menatap aneh pada anaknya yang kemudian perhatiannya teralih, menatap anak laki-lakinya yang menarik ujung bajunya.

"Bu, bisakah aku mengikuti saudara perempuanku kesana?" Tanyanya pelan, mata bulat berair itu membuat sang ibu sulit menolak. Tapi sebelum ia benar-benar menolak, Avin memanggilnya. Akhirnya ia pun mengijinkannya, berikut ia mengikuti untuk mendekat. Masih ada satu hal wajib yang harus ia lakukan. Yaitu meminta maaf pada Elle secara langsung.

"Nona.." Ucapnya begitu sampai dihadapan Elle. Ia langsung membungkuk 90 derajat. "Maafkan aku, nona, aku tidak bermaksud membawa tim kalian ke dalam masalah. Pikiranku sempit, waktu itu aku melihat kalian dan ingin meminta tolong. Tidak menyangka kejadian ini akan sangat berisiko. Maaf aku tidak memikirkan kalian dan bertindak egois." Jelasnya tanpa mengangkat wajahnya. Ia berkata dengan postur yang masih membungkuk.

Elle terkejut. Ia menatap ke kiri dan ke kanan untuk melihat yang lain, meminta bantuan untuk menghadapi wanita didepannya. Tapi yang lain mengabaikannya, sengaja membiarkan Elle agar mengambil keputusan sendiri atas tindakan wanita tersebut yang membahayakan nyawanya.

"Bangunlah, siapa namamu dan berapa usiamu?" Tanya Elle pertama-tama.

"Namaku Shirley nona, usiaku 28 tahun." Balas Shirley seraya kembali berdiri dengan tegak. Menatap Elle dengan tatapan yang masih merasa bersalah.

"Shirley?!" Ucap Elle sedikit terkejut. Membuat Shirley menganggukkan kepalanya dengan bingung ketika melihat reaksinya yang berlebihan. "Maksudmu, Ann Shirley?" Tanyanya lagi.

"Benar, nona. Bagaimana kau tahu?" Tanya Shirley balik terkejut.

"Tidak, aku sepertinya pernah mendengar nama istri dari seorang pengusaha property yang bekerja sama dengan perusahaan keluargaku sebelumnya. Siapa namanya ya? Vincent?" Ucap Elle seraya mengingat.

Sedangkan dalam pikirannya berbeda, Elle tahu namanya, bahkan sejarah keluarganya sebab Ann Shirley adalah seorang wanita kejam yang tidak mengenal ampun dikehidupan sebelumnya. Hanya saja, tidak ada anak kembar disisinya. Juga, sifat kejamnya belum terlihat sama sekali. Elle pikir, besar kemungkinan jika kekejaman Ann Shirley berhubungan dengan kedua anaknya.

Pasti begitu. Pikir Elle yang merasa sangat masuk akal.

"Benar, itu nama mantan suamiku." Ucapnya seraya mengangguk.

Elle mengibaskan tangannya. "Baiklah lupakan itu, aku ingin tahu, kemana tujuanmu selanjutnya dengan dua anak ditangan?" Tanya Elle.

Shirley terdiam. Ia lalu menatap Sasa dan Lio yang sedang bercanda gurau dengan paman-paman disekelilingnya, terlihat senang. Berbeda dengan beberapa hari ke belakang dimana keduanya terlihat ketakutan, dan depresi melihat monster-monster disepanjang jalan pelarian.

"Aku mendengar ada pangkalan yang sudah didirikan di utara kota S. Aku berniat membawa anak-anakku kesana, berharap bisa hidup lebih baik. Meski begitu, aku tidak yakin apakah disana benar-benar aman untuk kami." Jelas Shirley dengan nada ragu.

Elle mengerutkan keningnya. Bukankah ini pangkalan palsu yang didirikan oleh penyintas dari penjara? Ia tahu, ia pernah kesana hanya untuk istirahat dari menjalani misi. Tapi ia beruntung, berhasil lolos sebelum benar-benar terjerat. Ketua timnya cerdas, dapat melihat situasi disana bahkan sempat menyelamatkan beberapa penyintas yang dikurung di sel.

"Tidak, pergilah ke kota A. Pangkalan disana didirikan oleh para tentara. Orang di komunitas tempat kami akan lewat dalam satu hari. Kau harus mengejar jika ingin pergi bersama mereka. Pergi ke ruas jalan kanan, lurus saja dan kau akan bertemu mereka dipersimpangan jika kau cukup cepat." Ucap Elle menyarankan.

"Anu, nona apakah kalian tidak akan pergi ke pangkalan juga?" Tanya Shirley.

"Tidak, kami akan pergi ke kota Q." Balas Elle.

"Kota Q?" Tanya Shirley terkejut.

Elle tersenyum kecil. "Penduduk disana relatif sedikit, sangat cocok untuk mendirikan pangkalan." Balas Elle.

"Kalian mau mendirikan pangkalan sendiri?" Tanyanya lagi, kemudian terdiam.

"Sudahlah, aku memaafkanmu karena Sasa telah menyelamatkanku. Kau mau pergi ke pangkalan sebaiknya bersiap dsri sekarang. Biarkan anak-anak disini sementara kau bersiap." Jelas Elle kemudian beralih pada yang lain. "Ayo sarapan dulu, aku lapar." Ucap Elle.

Shirley akhirnya meninggalkan dua anaknya bersama tim Elle. Ia berjalan menuju van nya sendiri. Tidak banyak yang harus disiapkan, sebetulnya. Jika memang ingin peegi bisa saja langsung pergi. Semuanya ada dalam van kecuali makanan yang tersisa sedikit.

Shirley merasa hampa, ia merasa dirinya enggan untuk meninggalkan tim Elle, terlebih ketika ia melihat dua anaknya yang menunjukkan keceriaan setelah sekian lama tidak ditunjukkan. Hangat, jelas, ia paling mementingkan anak-anaknya.

Pada akhirnya ia menggertakkan gigi, berjalan kembali ke arah tim Elle dengan tangan membawa beberapa daging kalengan ditangannya. Berniat makan bersama mereka.

"Nona, bisakah kami mengikutimu ke utara?" Tanya Shirley setelah ia bertatapan dengan Elle.

Elle menyunggingkan senyumnya. "Oke! Maka bergabunglah." Balasnya.

Inilah yang ia tunggu. Elle sengaja mengungkapkan sedikit rencananya pada Shirley. Dan membiarkan kedua anaknya lebih dekat dengan timnya. Elle akui, dengan tiga orang tambahan yang masing-masing punya kemampuan yang terbangun, Elle punya motif tersembunyi dan egois untuk dirinya dan pangkalan masa depannya.

Selain itu, Elle juga mempertimbangkan dua anak kembar ini. Khususnya kekuatan unik milik Sasa. Ia tidak ingin, ketika Sasa pergi dari timnya, Sasa dan Lio hilang. Elle ingin mempertahankan Shirley yang waras tanpa adanya unsur kekejaman dalam dirinya.

Karena ia pikir, mungkin selama perjalanan menuju pangkalan lah Shirley kehilangan dua anak ini. Jadi, selain motif egoisnya, Elle juga ingin menyelamatkan Sasa dan Lio. Dua anak kecil yang masih mempertahankan kelucuan anak-anak. Disamping sifat pengertian dan berani yang dimiliki keduanya.

Jadi, setelah sarapan selesai. Timnya yang bertambah 3 orang kembali berangkat. Untuk melanjutkan perjalanan melewati daerah yang dipenuhi hewan mutan. Membunuh sekaligus mengumpulkan daging hewan mutan sebagai tambahan perbekalan menuju kota Q.

**

1
azka aldric Pratama
hadir 😁
Windy Hapsarini
lanjut Thor 🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!