CERITA PENUH PENGORBANAN,KEBERANIAN DAN CINTA
NO PLAGIAT,BIARPUN CERITA RECEH GUE GAK RELA DIPLAGIAT
YANG PLAGIAT,MATANYA BISULAN
Nagara,bocah jalanan yang diangkat anak oleh Ilham dan Reina saat dia berusia 9 tahun,kini tumbuh menjadi pria yang mandiri,kuat dan juga sangat menyayangi keluarga angkatnya.Terutama pada putri keluarga Samudera yang merupakan adik angkat sekaligus tuan putri kesayangannya.Bahkan Nagara rela melakukan apa pun untuk gadis itu.
Hingga sikap protektif serta posessife Nagara perlahan lahan membuat sang gadis salah paham dengan semua perlakuannya.
Akankah ikatan persaudaraan mereka tetap terikat kuat,Apa yang akan terjadi saat salah satu dari mereka mengungkapkan perasaannya yang selama ini dipendam.
'Mencintai namun tidak dapat memiliki' akankah kalimat itu akan menjadi kenyataan dalam hidup mereka atau malah sebaliknya.Siapa jati diri Nagara sebenarnya?mampukah dia mengungkap semuanya?
Yuk dibaca aja
SEQUEL dari cerita GEGANA SANG PENJINAK HATI
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defri yantiHermawan17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Canggung 2
"A-Abang,"
Lovy menggigit bibir bawahnya sedikit keras karena gugup saat dia memanggil Nagara yang tengah sibuk mencuci mobil Jeep hitam kesayangan Papanya itu,yang kebetulan bentuk serta warnanya sama dengan mobil Jeep miliknya.
"Hm,apa?"
Dug Dug Dug
Detak jantung Lovy berdetak hebat saat mendengar suara datar dan singkat yang dikeluarkan oleh pria yang masih terlihat jelas tengah mengacuhkannya selama beberapa hari ini.
"Mammnhhfkjbgjnkkgg,"
"Hah,"
Gara mengerenyitkan dahinya mendengar gumaman tidak jelas yang keluar dari bibir tipis gadis yang tengah memilin jari jari tangannya itu.
"Bicara yang jelas!"
"Mami nyuruh Abang makan siang!"
Nagara yang tadinya terlihat acuh tak acuh langsung menoleh kearah belakang tubuhnya agar dia bisa melihat gadis yang beberapa hari ini dia hindari agar gadis itu bisa terbiasa tanpanya.
"Tidak perlu meninggikan suara kamu Cinta,"
Lovyna berdecak kesal sembari menghentakan kedua kakinya kesal karena pria itu masih saja bersikap dingin padanya.Padahal dia tidak tahu pasti apa kesalahannya,karena selama ini Gara tidak pernah bersikap seperti itu padanya selama dia hidup 19 tahun ini.
"Abang kayak gituh sama Vy,Vy gak suka!"
Gara menghela nafasnya kasar saat mendengar pekikan keras gadis itu sembari berlari cepat masuk kedalam rumah mereka.
"Maaf Cinta,mulai saat ini kamu harus terbiasa tanpa Abang.Abang tidak mau kamu terus bergantung sama Abang,karena kita tidak akan mungkin terus bersama kan?karena hal itu tidak akan pernah mungkin terjadi."
Gara menatap sendu punggung kecil yang semakin menghilang dibalik pintu masuk rumahnya yang berada tepat dihalaman samping.
Sedangkan didalam rumah sana,Lovy terus saja menggerutu kesal pada Gara karena pria itu tidak merespon atau menghentikan langkahnya saat dia marah padanya tadi.
"Abang kenapa sih?salah aku apa coba sampai dia kayak gituh?biasanya kan kalau Abang marah gak lama,paling lama sejam gak nyampe berhari hari kayak gini."
Lovy terus saja bermonolog sendiri sampai tidak terasa kalau dia sudah sampai di ruang makan.Disana hanya ada Reina samg Mami,karena Adik kembar serta Papanya masih dalam kegiatan masing masing diluar rumah.Ilham yang tengah bertugas dengan anggota Tim binaannya yang dia beri nama Tim Elang Hitam,yang merupakan Tim termuda yang dia bentuk bersama rekan rekan seperjuangannya yaitu Dimas dan yang lainnya.
Sedangkan Ragata,pria muda itu beralasan akan pergi kerumah temannya untuk mengerjakan tugas kuliah.Entah itu benar atau tidak hanya dia dan Tuhan yang tahu.
"Loh Kak,Abang kamunya mana?"
Dengar kasar Lovy menggeser kursi yang ada dihadapannya hingga membuat Reina merasakan ngilu diarea giginya.
"Lagi pacaran sama mobil terus sama air juga,udah ah Vy mau makan duluan keburu laper kalau nungguin Abang mah."
Reina mengerenyitkan dahinya mendengar ucapan putrinya itu.Dia merasa kalau Lovyna sedang tidak dalam mood yang baik saat ini.Tapi tidak seperti biasanya,gadis itu selalu bersemangat ketika membahas Nagara.Tapi kali ini sepertinya kedua anaknya itu sedang tidak dalam keadaan baik baik saja.
"Kamu marahan sama Abang,Kak?"
Suapan Lovy terhenti saat mendengar ucapan sang Mami,gadis cantik itu menghela nafasnya kasar tanpa menghentikan kunyahan pelan didalam mulutnya.Wajahnya kembali menyendu saat mengingat hal itu,Lovy juga tidak tahu kenapa dia dan Kakaknya itu terlihat semakin jauh beberapa hari ini,padahal kemarin kemarin baik baik saja.
Lovy memejamkan kedua matanya,dia bertekad dalam hati kalau nanti dia akan bertanya langsung pada yang bersangkutan agar lebih jelas.Agar dia tidak bertanya tanya lagi kenapa mereka berdua seolah olah tengah membangun jarak,lebih tepat Nagara yang perlahan lahan tengah membangun jarak diantara mereka berdua tanpa Lovy sadari.Dengan senyuman tipis yang menghiasi bibirnya,Lovyna menggelengkan kepalanya pada sang Mami.
"Enggak Mi,kita baik baik aja kok.Mungkin Abang lagi sibuk aja sekarang makanya Abang belum sempat makan,nanti biar Vy yang nyiapin makan buat Abang kalau dia gak sempet makan bareng kita."
Mereka berdua tidak tahu,kalau dibalik pintu ruangan antara ruang makan dan ruang keluarga Nagara mendengar semua percakapan keduanya dengan jelas.
"Maafkan Abang, Cinta."
benernya kalau kaya gitu mah si Ilham gk usah bawah anak buahnya sama si Ali ali ini....
tak kusangka, mudanya Luan di sini ganteng bingit 😆
merasa tertampar otak aku mikirin semua itu
aku merasa terdzalimi
mendadak ngefans sama Luan 🤭
otakmu ternoda ya Raga 🤣
sampai ke anak cucu