Menikah karena terpaksa dengan Mario asisten dari saudaranya. Untuk menutupi aib dirinya dan juga keluarganya.
Membuat Valery memperlakukan Mario dengan semena mena.
Mario yang tidak mempermasalahkan perlakuan Valery terhadapnya. Menerima dengan ikhlas karena Mario tahu sifat Valery apalagi Valery sedang mengandung.
Disaat keduanya sudah tumbuh rasa cinta. Disitulah terjadi ke salah pahaman. Membuat Mario langsung keluar dari rumah dan meninggalkan Valery. Dan Valery begitu kehilangan sosok Mario pria yang sudah merubah dunianya.
Akankah keduanya bersatu lagi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
12 Batu
“Ke mana orang ini dari kemarin tidak pulang, ponsel juga tidak bisa di hubungi awas saja kalau pulang,” ucap kesal Lery pasalnya sudah dua hari Mario tidak pulang ke rumah. “Mbak!” panggil Lery pada asisten rumah tangga nya setelah dirinya selesai menyantap makan malamnya.
“Iya non,”
“Nanti kalau Mario pulang langsung suruh ke kamarku,”
“Baik nona,” sambung asisten rumah tangganya bertepatan dengan Mario yang baru saja masuk ke dalam rumah.
“Wow hebat sekali Mario. Dari mana saja kamu baru pulang? Rumahku ini bukan tempat kos yang bisa kamu masuki seenak jidat kamu,”
“Maaf Lery. Aku tidak ingin berdebat. Aku lelah aku butuh istirahat,” ucap Mario yang langsung menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Lery yang terdapat dilantai dua.
“Seharusnya kamu memberi tahuku kalau kamu tidak pulang. Jangan membuat aku kuatir,” ucap Lery yang langsung menutup mulutnya ketika mengikuti Mario dari belakang. Membuat Mario langsung menghentikan langkah dan membalik tubuhnya menghadap ke arah Lery. “Maksud aku. Kalau tidak ada kamu tidak ada yang aku suruh jika di tengah malam aku menginginkan sesuatu,” jelas Lery sambil menatap Mario.
“Maaf Lery. Kemarin aku harus keluar kota karena saudaraku ada yang sedang sakit. Dan di sana sinyal ponsel sungguh sudah jadi aku tidak bisa menghubungi sekali lagi maaf,”
“Oke tapi lain kali kamu memberi tahuku,” sambung Lery sambil memegang kening Mario saat dirinya merasa ada yang berbeda dengan Mario.
“Ya ampun Mario kamu demam?”
“Aku hanya butuh istirahat Lery. Biarkan aku masuk ke dalam kamarku,”
“Baiklah kamu istirahatlah. Aku akan membawakan makanan ada obat ke kamarmu,” ujar Lery membuat Mario langsung mengangkat satu alisnya mendapati perubahan pada Lery.
“Terima kasih Lery tapi...”
“Aku melakukan ini untuk membalas kebaikanmu tempo hari. Jadi jangan berpikir yang macan-macam. Lagian kalau aku menyuruh mbak nanti mbak curiga dan melapor kepada mommy karena kita tidur di kamar yang terpisah,” jelas Lery memotong perkataan Mario kemudian dirinya langsung turun dan meninggalkan Mario.
“Aku kira batu sudah mulai melunak. Tapi aku salah batu tetaplah batu,” gumam Mario yang langsung masuk ke dalam kamarnya.
“Mario makanlah dulu makanan ini. Dan segara minum obat,” ucap Lery saat sudah berada di dalam kamar Mario dan meletakkan nampan yang berisi makanan dan juga obat di atas meja di samping tempat tidur Mario.
“Terima kasih nanti aku akan memakannya sekarang aku ingin tidur,” sambung Mario yang sudah merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan mata yang terpejam.
“Mario cepat bangun makan makanan ini dan langsung minum obat. Aku tidak ingin melihat kamu sakit dan merepotkan aku. Dan kalau kamu masih sakit siapa yang bisa aku suruh-suruh. Cepat bangun!” perintah Lery sambil menarik tangan Mario untuk duduk.
“Keluarlah Lery aku hanya ingin beristirahat,”
“Tapi sebelum istirahat kamu makan dan minum obat,”
“Oke,” sambung Mario singkat yang langsung beranjak dari duduknya dan menyantap makanan yang Lery bawa tidak ingin berdebat lagi dengan Lery.
“Bagus setelah itu minum obatnya. Agar besok kamu siap menjadi kacung. Karena sekali kacung kamu tetap kacung. Dan jangan pernah berharap akan menjadi tuan di rumah ini ingat itu,” ucap sinis Lery sambil mengangkat sebelah sudut bibirnya dan langsung meninggalkan kamar di mana Mario berada membuat Mario hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil melempar sendok yang berada di tangannya kemudian dirinya langsung merebahkan tubuhnya.
*Like*Komen*Bersambung.............
ini to...
kpn lak wesss ndang....
rono rene...mario...