cerita ini adalah cerita seorang anak gadis tere yang tinggal dengan ibu tirinya, semua yang dilakukannya salah, karna terpaut beberapa taun dengan ibu tirinya, ibu tirinya yang sebenarnya baik tidak pernah harmonis dan selalu menganggap salah tere, hingga pada akhirnya ada laki2 yang umurnya jauh lebih tua, dia seorang camat didaerah xxx dia tampan, gagah, postur tubuhnya sangat bagus,sebutlah namanya adlan, bapak adlan lebih tepatnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon arbeiy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
malam pertama
"halo, sudah makan!!! " tanya Adlan dari ponsel Tere
"hmm, sudah pak, bapak sudah makan juga!! " tanya Tere dengan suara serak
"sudah, kenapa suaranya habis nangis??? “tanya Adlan.
"ponselku ketinggalan di kantin tadi, ternyata Dian yang nemuin, terus nemuin foto kita!! " cerita Tere
"terus??? " tanya Adlan.
"aku takut dia kasih ke Putra pak, aku takut Putra ngejauhin aku aja!! " ucap Tere sendu.
"kamu sedih???, kalau kamu sayang kenapa kamu gak Terima aja cinta Putra?? " ucap Adlan menahan kecewanya.
"tidak pak, saya takut Putra kecewa kalau dia tau kita sudah nikah, aku belum siap cerita!! " ucap Tere.
"hmmmm, repot juga,nanti pulang kampus langsung pulang ya, saya sudah di rumah, kangen!! " ucap Adlan.
"ia pak, nanti saya pulang!! " ucap Tere
"hmmmm, anak kecil ini bisa saja bikin saya kecewa, tapi saya senang lihat senyum dia, saya tidak mau merubah senyumnya!!"tersenyum dan bergegas mandi.
selang beberapa lama ponsel Adlan berdering ternyata ponsel itu dari sahabat karibnya.
"broooo, saya dikota xxxx, kalau sempet ayo ke cafe xxxx, kita ngopi!! " ucap Andre sahabatnya
"oke, saya ke sana!!" ucap Adlan.
"jangan lupa bawa istri mungilmu ya!! " ucap Andre lagi.
"dia kuliah ndree, nanti kalau bisa saya suruh kesini menyusul!! " kata Adlan.
Andre dan Adlan akhirnya bertemu di sebuah cafe, Adlan juga sudah menghubungi Tere untuk langsung menuju cafe dengan ojek online, agar pulang bersama Adlan.
Adlan dan Andre berbincang-bincang lama tidak bertemu face to face, karena sama-sama sibuk.
"saya berangkat sekarang ya pak ke cafe yang bapak maksud tadi!! " ucap Tere lewat chat
"ia hati-hati ya!! " Adlan membalas
Tere menuju cafe tempat mereka janjian, ketika hendak sampai Tere kebelet untuk ke belakang, lalu dia pergi ke toilet.
"ia shayank, aku ketemu sahabatku, dia sudah nikah,kenapa gak undang-undang ternyata nikah sederhana karena si cewek masih kuliah, hmmm akhirnya orang sebaik dia dapet jodoh juga, kalau buka karena Adlan mungkin dulu kita sudah luntang lantung di jalan, semoga saja wanita yang dipilihnya adalah wanita yang baik juga, ya sudah sayang ya, aku gak enak sama Adlan, nanti kalau sudah kembali ke hotel aku telfon lagi!!!"terdengar suara pria menelfon.
Tere tertarik mendengar percakapan pria itu karena menyebut nama Adlan, Tere berpikir apakah yang dimaksud pria itu adalah Adlan suaminya.
setelah percakapan itu terhenti Tere ke toilet, lalu bergegas menemui Adlan.
"Hai, ini istriku!! "ucap Adlan ketika melihat Tere
" Andre!! "menyalami Tere
" Tere om!! "ucap Tere.
" hmmm, cantik, pintar milih pasangan broo, cepet dapat momongan yah!! "ucap Andre.
" duduk!!"perintah Adlan
mereka mengobrol dengan asyiknya, sekarang anakmu sudah berapa bro?? "tanya Adlan.
" anakku sudah 3,paling tua sudah kuliah di Universitas harapan!! "ucap Andre.
" bukannya itu fakultas mu Tere??? "tanya Adlan.
" ia, benar sekali!! "ucap Tere singkat.
" o iya Tere jangan ditunda punya momongan ya, ibunya sudah berharap itu!! "ucap Andre.
" hah, I..... I... ya om, in sha Allah!! "menatap Adlan malu.
" ia ya, kenapa pak Adlan tidak pernah menuntut haknya kepadaku, kasian juga sebenernya dengan dia ikhlas gitu, kenapa saya yang gak tega ya!! "menunduk melamun
" Tere, Tere ayo pulang, masih mau disin?? "ajak Adlan.
Adlan dan Andre akhirnya saling berpamitan pulang,selama di mobil
" Tere, boleh tanya sesuatu gak pak?? "tanya Tere masih canggung dan malu.
" dosa tidak seorang istri tidak melaksanakan kewajibannya, sementara istri itu belum siap??? “tanya Tere tidak berani pada intinya.
"kewajiban yang mana dulu Tere??? “Adlan menggoda Tere dengan pura-pura polos.
" hmmmm, itu tugas istri pak!! "ucap Tere canggung.
" kenapa kamu tanya itu??? “tanya Adlan.
"hmmm, saya kasian sama bapak aja, kalau bapak belum nerima hak dari saya, tapi????? “Tere terhenti.
" tapi apa???, tapi kamu belum siap karena mencintai Putra??? “ucap Adlan pada intinya!!
Adlan diam menahan kecewa.
tere sekali itu terdiam dan terpaku adlan mengucapkan kata itu, rasa bersalah, tidak tega berkecamuk dalam pikiran Tere,
" hmmmm, kasih saya waktu pak!! "ucap Tere pelan.
Adlan hanya menoleh dan tersenyum saja pada Tere, hati Tere tambah berkecamuk dengan sikap Adlan.
" dueeeccch, kenapa saya tanya itu sich ke pak Adlan, kenapa saya jadi ngerasa salah gini ya!! "gumam Tere
sesampainya di rumah, Tere biasanya langsung bersama-sama menuju kamar Adlan, sekarang dia memilih langsung menuju ke kamarnya sendiri, Adlan tahu Tere sedang bingung membiarkan Tere mengintropeksi dirinya.
sudah seminggu lamanya Tere dingin dengan Adlan, dia memikirkan dan mengintropeksi dirinya, sampai pada akhirnya Tere ke kamar Adlan.
"hmmmm, pak belum tidur, saya boleh tidak tidur disini lagi?? " ucap Tere.
"silahkan, ini kan kamarmu juga!! " ucap Adlan tetap dengan gagah dan senyum manisnya.
Tere merapat ke sebelah tubuh Adlan, Adlan sebenarnya mengerti hanya membiarkan Tere dengan sikap anehnya itu.
"mau dipeluk??? “toleh Adlan
tere mengangguk.
" sini!! "Adlan memeluk Tere.
" kalau pak Adlan mau, lakuin saja!! "ucap Tere.
" lakuin apa??? “ucap Adlan dengan mata terpejam sambil memeluk Tere.
"hmmmm, itu,,,!! " Tere kaku karena malu
"itu apa!! " ucap Adlan dengan senyum geli
"yaaaa, hak buat pak Adlan!! ucap Tere terbata
Adlan membalik tubuh Tere mengarah ke Adlan sehingga saling berhadapan.
" kamu yakin??? "tanya Adlan.
" III ya,,,,!! "ucap Tere kaku.
" Putra??? “tanya Adlan.
"lupakan Putra, tapi pakai ini ya!!! " menunjuk alat kontrasepsi.
Adlan mengambil alat itu dan tersenyum geli, wajah Adlan langsung perlahan mendekat ke wajah Tere, bibir mungil Tere lalu dilumat oleh bibir Adlan, Tere tercengang kaget karena Tere tidak pernah ciuman, dulu pernah itu pun Putra mencurinya dari Tere.
Tere tercengang berusaha mengikuti arah bibir dan lidah Adlan, sampai akhirnya Adlan menindih tubuh Tere yang mungil, Tere yang masih kaku, jantungnya terasa mau lepas,
Tere berkeringat di ruangan ber AC, Adlan perlahan membuka kancing baju Tere, lalu menciumi tiap jenjang leher Tere, Tere mendesah pertanda Tere juga sudah menikmati permainan Adlan.
dikecup leher Tere, hingga membekas tanda merah di dada, lalu Adlan juga menciumi seluruh bagian tubuh Tere,
"kamu benar-benar siap shayang!! " ucap Adlan pelan
Tere hanya mengangguk
"kalau kamu siap, berarti kamu juga siap punya anak kan!! " tanya Adlan lagi.
sekali lagi Tere mengangguk.
kegiatan tadi Adlan lanjutkan, helai demi helai baju Adlan tanggalkan.
"setelah ini jangan kecewakan aku!! " ucap Adlan mencium kening Tere.
adegan ranjang mereka sudah sampai puncaknya, Tere yang kelelahan akhirnya tertidur.
Adlan merasa bahagia dan senang, karena Tere sudah melaksanakan kewajibannya, hampir setahun setelah menikah Adlan tidak menyentuh Tere karena janji adlan sendiri.
keesokan harinya Tere sudah bangun, Adlan juga sudah bersiap pulang untuk kerja.
"sudah bangun!!! " sapa Adlan.
"auwwwwww, ssstttttttt!!! " melihat kearah badannya dan banyak darah.
"maaf untuk tadi malam, kamu mau mandi??? “tanya Adlan lagi.
"tidak apa-apa sekarang pak Adlan senang!! " tanya Tere melihat senyum Adlan.
"kok tanya itu!!" sambil membantu Tere bangun.
Tere menatap Adlan yang sedang menggendongnya ke kamar mandi, tatapan Tere melihat pria yang sudah banyak berjasa padanya sekarang ternyata jadi suaminya.
"semoga saya bisa melupakan Putra!! " gumam Tere.
Adlan membopong tere ke kamar mandi, disaat dikamar mandi entah kenapa hasrat Adlan muncul lagi, Adlan lalu mencium bibir Tere dengan sangat nikmat, dia membuka kancing seragam yang ia tadinya hendak berangkat ke kantor sekarang sudah tak dikenakannya lagi.
"pak, yang tadi malam masih sakit!! " ucap Tere meringis membayangkan rasa sakitnya.
"nanti juga terbiasa sayang!!"Adlan terus mencium bibir Tere.
seragamnya basah terkena shower air yang Adlan hidupkan, mereka akhirnya mandi berdua, Tere sekarang sudah pasrah, Tere berpikir dia akan menghadapi apapun yang terjadi jika suatu saat nanti Putra mengetahuinya agar Adlan tidak kecewa dengan dirinya.
Tere dan Adlan selesai mandi, Adlan membopong Tere ke ranjang, dan mengeringkan rambut juga mengambilkan baju.
Mohon bantuannya kak🙏