Sebuah kecelakaan besar membuat hidup Ajeng berubah total. Karena sebuah balas budi dan intrik dari keluarga Demian dan Mahesa dia harus menikah dengan Raka, laki-laki yang diselamatkannya dengan seorang anak kecil.
Ajeng harus terjebak dalam konflik keluarga kaya. Kehadiran Ajeng membuatnya harus menjadi seorang mama untuk anak kecil yang dia selamatkan.
Apakah Ajeng bisa menemukan kebahagiaan dengan menjadi Mama anak itu. Atau dia justru terperangkap masalah dan konflik keluarga kaya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Van Theglang Town, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kisah Bu Rika
Ibu Rika pun akhirnya menceritakan tentang keluarganya.
Bu Rika sebelum menikah dengan Pak Restu Pratama Mahesa, dia menikah dengan seorang pengusaha properti sukses bernama Tanu Kusuma Demian dan mempunyai anak bernama Bayu Demian. Namun setelah melahirkan Bayu, Ibu Rika bercerai dengan Tanu kemudian menikah lagi dengan konglomerat bernama Restu Pratama Mahesa lalu mendapatkan anak bernama Raka Mahesa. Akan tetapi Pak Restu meninggal karena penyakit jantung di saat Raka berusia sepuluh tahun. Dan entah kenapa Bu Rika dan Pak Tanu kembali lagi rujuk dan menikah lagi sampai akhirnya mendapatkan anak bungsu lagi bernama Carla Demian. Sungguh aneh dan luar biasa menurut Ajeng. Nikah, cerai, nikah lagi dengan orang lain punya anak kemudian rujuk lagi dan mempunyai anak lagi. Tapi dengan kecantikan Bu Rika, siapa juga yang akan menolak.
Jadi sebenarnya Raka, Bayu dan Carla adalah anak beda ayah kandung. Hanya Raka sudah menganggapnya Tanu seperti ayahnya sendiri.
Kemudian Bu Rika pun menceritakan tentang menghilangnya Bayu, anak pertamanya.
Lima tahun yang lalu....
>>>> Flash Back On....
Bayu membawa seorang gadis cantik berkerudung ke rumah. Saat itu Bu Rika dan Pak Tanu baru selesai keliling Eropa merayakan anniversary mereka. Mereka terkejut karena Bayu membawa seorang gadis ke rumah.
"Mah Pah, aku bawa Nadia. Dia calon istriku!" kata Bayu mengenalkan gadis berkerudung bernama Nadia.
"Apa, Bayu, apa-apaan ini, siapa dia, darimana asalnya?" bentak Pak Tanu marah.
"Dia dulu teman kampus Bayu, dia tidak punya orangtua, dia anak Panti Asuhan?" jawab Bayu
"Apaa?" seru Bu Rika dan Pak Tanu kompak.
Sementara Nadia hanya menundukkan kepalanya dan merasa ketakutan saat Pak Tanu marah.
"Kalau mamah papah tidak setuju Nadia menjadi menantu di rumah ini, Bayu akan angkat kaki dari sini!" ancam Bayu. Nadia menarik tangan Bayu supaya dia tidak berbicara penuh ancaman seperti itu.
"Kamu kan sudah dijodohkan dengan Salma anak Pak Valentino rekan bisnis papah, kamu jangan mengada-ada!" gertak Pak Tanu.
"Bayu sudah punya pilihan. Dan Bayu tidak akan menikahi Salma. Meskipun papah dan mamah tidak merestui. Bayu akan tetap menikahi Nadia." Bayu dengan mantap mengatakan itu semua tanpa mempedulikan mamah papahnya yang marah.
"Kalau papah dan mamah inginkan pernikahan bisnis, nikahkan saja Salma dengan Raka, pasti dia tidak akan menolak karena dia kan penurut!" kata Bayu semakin membuat kedua orang tuanya kesal.
Pembicaraan itu pun tak menemukan titik solusi. Bayu mengajak Nadia untuk pergi dari rumah. Semenjak itulah Bayu meninggalkan rumah tanpa kabar dan tanpa berita. Sebenarnya Bu Rika ingin mencari Bayu. Tapi Pak Tanu melarangnya untuk mencarinya. Dia berkata, kalau Bayu masih menganggap mereka orangtuanya dia akan kembali. Tapi jika pun tidak, biarkan dia berusaha sendiri dan jangan memberinya hak dari sebagian harta mereka. Bu Rika sedih suaminya malah tega membiarkan Bayu pergi dari rumah tanpa fasilitas apa pun. Diam-diam tanpa sepengtahuan Pak Tanu, Bu Rika mencari tahu keberadaan Bayu lewat beberapa orang kepercayaannya. Namun Bu Rika selalu mendapatkan kabar kalau Bayu selalu berpindah-pindah tempat. Dan kabarnya Bayu sudah menikahi Nadia dan hidup dengan membuka usaha cafe dari hasil tabungannya. Tapi sepertinya Bayu mengetahui kalau dia diintai. Jadinya Bayu sering berpindah-pindah alamat.
>>>>> Flash Back Off..
Karena stress dan tekanan dari Pak Valentino yang marah atas gagalnya perjodohan anaknya Pak Tanu pun jatuh sakit. Pak Tanu selama dua tahun ini sedang di rawat di rumah sakit Singapura. Karena itu Bu Rika pun harus menggantikan posisi Pak Tanu sebagai Presdir perusahaannya itu. Sementara Raka, sejak dia lulus kuliah sinematografi di UCLA, dia menetap di LA dan menjalani karir perfilman di sana. Dan tidak tertarik dalam dunia bisnis perusahaan keluarganya itu. Dia lebih senang bekerja sesuai passion nya menjadi seorang sutradara film.
Pak Tanu ternyata di diagnosis mempunyai penyakit Sarkoma sel retikulum tulang atau sering disebut dengan tumor kanker sumsum tulang. Dan dia harus mendapatkan donor sumsum tulang belakang. Dan satu-satunya yang bisa mendonorkan adalah Bayu. Tapi karena Bayu sudah menghilang tanpa kabar sehingga mereka pun berpacu dengan waktu.Mereka harus segera menemukan Bayu. Karena kondisi Pak Tanu semakin kritis,
Sebulan yang lalu Bu Rika mendapat informasi kalau Bayu ada di sebuah kota di Banten. Bu Rika pun meminta Raka yang kebetulan sedang berada di Indonesia untuk langsung mengecek keberadaan Bayu itu ke sana. Namun ternyata setelah Raka ke sana. Dia menemukan Nadia telah meninggal karena sakit yang di deritanya dan meninggalkan anaknya dengan Bayu. Ya, dia Gea. Sementara Bayu, sudah setahun tak pulang membuat Nadia menjadi sakit-sakitan dan akhirnya meninggal dunia. Menurut cerita dari para tetangganya itu Bayu jarang pulang sejak Gea berumur dua tahun. Katanya pekerjaan dia membuat dia jarang pulang.Namun pekerjaan apa itu tidak ada yang tahu. Dan dari perjalanan pulang Raka membawa anak Bayu kembali ke Jakarta malah mengalami kecelakaan.
Mendengar cerita itu Ajeng menjadi tahu benang merah antara percakapan Raka dengan Randi sebelumnya. Tentang pencarian Bayu dan papahnya yang harus segera operasi dan membutuhkan segera donor. Tapi Ajeng merasa kenapa di saat Pak Tanu membutuhkan mereka baru gencar mencari Bayu. Andaikata mereka cepat mencari mungkin Nadia tidak akan menderita dan sakit.
Tapi satu hal yang masih mengganjal di hati Ajeng saat mendengar semua cerita itu. Bu Rika memintanya agar menjadi ibunnya Gea dan membuat Gea melupakan sosok asli ibunya. Kenapa? Apa mereka masih belum merestui Nadia sebagai menantunya. Ajeng merasa masih ada sesuatu yang disembunyikan Bu Rika.
Dan menjadikan dia sebagai menantu di sini. Ajeng merasa itu terasa janggal. Seorang Nadia saja tidak direstui. Bagaimana dengan dirinya sendiri. Apakah dia pantas menjadi menantu di rumah ini. Dia merasa faktor keberuntungan kalau dia benar-benar dijadikan menantu. Mungkin nenek moyangnya dulu salah satu pahlawan negara sehingga dia beruntung. Tapi kalau sesuatu buruk terjadi padanya gara-gara dia menjadi menantu di keluarga ini. Mungkin nenek moyangnya adalah seorang pengkhianat negara dulunya.
Bersambung.....
Tinggalkan cinta dan dukungannya untuk author ya dengan tinggalkan like, komen, vote, jangan lupa favoritin juga.
mungkin dengan raka jujur di awal ajeng akan mengerti tidak salah paham begini