NovelToon NovelToon
Time Travel Fotografer Tengil

Time Travel Fotografer Tengil

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Fantasi Isekai / Time Travel / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:15.3k
Nilai: 5
Nama Author: ANWi

Xu Qinqin adalah fotografer abad ke-21 yang terkenal dengan foto-fotonya yang fantastis. Ia dikenal karena citranya yang nakal namun terampil, terkadang membuat modelnya merasa kesal sekaligus terkesan dengan tingkah lakunya.

Tak disangka, setelah tanpa sengaja memotret pria aneh yang mengenakan jubah kuno, Ia justru terlempar ke tubuh istri dari Jenderal Perang tertinggi di Kekaisaran.

Istri yang tidak disentuh suami nya , disakiti oleh ibu sang jenderal , dan dinggap sampah.

"Ck , gini doang ga becus banget! Pelayan macam apa kau!" Sungut Xu Qinqin dengan berkacak pinggang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ANWi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6 : Pindahan

Matahari mulai terbenam di cakrawala barat, memancarkan cahaya jingga melalui pepohonan rindang di pinggiran ibu kota Gozuang. Huo Lu memacu kuda hitamnya melewati sekumpulan pohon lebat dengan akar-akar tajam yang menonjol. Ia sedang dalam misi ke lereng Gunung Qingyun---sebuah gunung yang terkenal dengan para pertapanya yang perkasa, keturunan leluhur.

Para pertapa di sana terkenal karena kemampuan mereka untuk mengusir roh jahat, memperkuat keberuntungan, dan meramal kejadian di masa depan.

Sekitar setengah jam bergulat dengan kuda hitam kesayangan, Huo Lu akhir nya sampai di sebuah gubuk yang tampak asri namun diselimuti gundukan kabut yang tidak wajar. Disana, seorang pria tua dengab janggut putih panjang, yang bernama Guru Han tengah bermeditasi di atas batu besar di sebelah gubuk, menyerap energi qi alam semesta.

Huo Lu dengan sigap turun dari kuda nya dan mengambil tali kuda untuk diikat di pohon terdekat. Ia beranjak ke mendekati Guru Han. Tepat ketika jarak mereka hanya sekitar dua meter, Huo Lu segera memberi hormat dengan tangan tertangkup.

"Guru Han, Huo Lu datang membawa perintah dari kediaman Jenderal Wu. Ada sesuatu yang tidak beres dengan Nona Muda kami , perilakunya berubah drastis. Bicara nya kasar dan ia kehilangan tata krama nya. Nona kami seperti dirasuki roh jahat dari entitas alam lain." Terang Huo Lu.

Guru Han perlahan membuka kelopak mata nya, menampilkan manik cokelat kehitaman yang dalam. Tatapan nya tenang dan segera memainkan janggut putih milik nya. "Perubahan jiwa bisa terjadi karena sang pemilik tubuh merasa terguncang, Huo Lu." Timpal Guru Han dengan suara yang mengayun tenang.

Ia menatap ke arah Huo Lu tajam. Lelaki bernama Huo Lu bertanya lebih lanjut. "Maksud Guru...Nona Muda kami benar-benar kerasukan?" Tanya nya halus.

Guru Han memejam kan mata nya dan menarik nafas ringan. "Aku belum bisa memastikan. Bawa aku kesana, aku ingin melihat langsung." ujar Guru Han singkat sembari mengambil tongkar cendana nya.

***

Sementara itu, di Kediaman Jenderal Wu, suasana semakin memanas. Alih-alih beristirahat dan menunggu keputusan suaminya, Qinqin sibuk memindahkan barang-barangnya ke Paviliun Anggrek, sebuah bangunan luas dengan kolam teratai yang sebenarnya diperuntukkan bagi tamu-tamu terhormat.

"Nona, hamba mohon...Paviliun ini dilarang dimasuki tanpa izin Jenderal!" bisik Xue, wajahnya pucat pasi, tangannya gemetar sambil memegang bantal sutra Qinqin.

"Oh, Xue sayang, jangan rewel. Jenderal Es tadi diam, yang berarti dia setuju. Diam itu emas, kan?" jawab Qinqin dengan ringan. Dia sekarang berdiri di tengah paviliun, mengamati arah sinar matahari. "Wah, sudut ini pasti sangat indah jika di pagi hari. Cahaya jatuh tepat di tempat tidur. Tata letak yang sempurna!"

"Siapa yang memberi izin untuk memindahkan barang-barang rongsokan ini ke sini?!" sebuah suara cempreng hampir membuat Xue menjatuhkan bantalnya.

Nyonya Wu tiba dengan iring-iringan pelayan senior di belakangnya. Wajahnya memerah padam, dan dia menunjuk Qinqin dengan marah---melihat menantu nya menata dan menaruh beberapa barang dari Paviliun di sayap Barat(Paviliun Mawar Hitam, Paviliun yang semula ditempati oleh Qinqin) di depan Paviliun Anggrek.

Qinqin menarik napas dalam-dalam. Dia berbalik perlahan, menatap ibu mertuanya dengan tatapan malas, tatapan yang sangat menjengkelkan bagi Nyonya Wu.

"Nyonya Tua, kau lagi? Tidakkah kau lelah bolak-balik marah marah terus?Apa Nyonya tidak takut tekanan darah mu naik ," kata Qinqin tanpa takut. Dia melipat tangannya di dada, menatap dekorasi Paviliun Anggrek, yang jauh lebih mewah daripada Paviliun nya yang pengap itu.

"Lancang! Kau hanya istri yang tidak berguna, berani-beraninya kau menduduki paviliun ini!" teriak Nyonya Wu. "Pengawal! Seret dia keluar sekarang juga!"

"Coba saja jika kau berani," tantang Qinqin. Dia melangkah maju, mendekati Nyonya Wu sampai mereka hanya berjarak satu langkah. "Dengar, Nyonya. Putra Anda, Jenderal Agung, baru saja mencicipi masakan ku. Dan sepertinya dia mulai menyadari bahwa memiliki istri yang cerdas lebih baik daripada memiliki ibu mertua yang hanya berteriak. Jika Anda menyeret ku sekarang, aku akan memastikan Jenderal Wu Lian kehilangan satu-satunya orang yang dapat memberinya 'pelayanan' terbaik di rumah ini."

Nyonya Wu tersentak, dadanya naik turun karena marah. "Pelayanan? Kau pikir kau siapa, huh?!"

"Aku? Aku Xu Qinqin, pemilik sah paviliun ini mulai hari ini. Dan jika Anda terus mengganggu ku..." Qinqin berhenti sejenak, lalu tersenyum tipis dan licik. "Aku akan memberi tahu seluruh kota Gozuang bagaimana Anda memperlakukan putri Menteri Perdagangan. Kita lihat siapa yang akan lebih malu."

Tepat ketika Nyonya Wu hendak meledak, sebuah suara dalam dan dingin bergema di koridor lagi.

"Keributan apa ini?"

Wu Lian muncul bersama Huo Lu dan seorang lelaki tua berjubah putih yang membawa aroma dupa yang kuat. Mata Wu Lian beralih dari ibunya ke Qinqin, yang berdiri santai di depan Paviliun Anggrek.

***

Happy Reading ❤️

Jangan lupa like, komen, ikuti penulis noveltoon ANWi, vote(kalo ada) dan rate 5 , terimakasih❤️

1
Ai
bagus Qinqin aku suka kecerdasan yg dibalut kelicikan.. pintar itu namanya 🤣
Ai
ayo Qinqin belanja yg banyak kuras hbs uang suamimu🤣
Ai
jenderal dingin akhirnya mencair juga🤣
Mineaa
waaahhh......mertua dajal.....
semoga tuh rencana mertua gagal total.....
😡
ANWi: amin...
total 1 replies
sahabat pena
di apapun tuh mak nya?
ANWi: diapain yaa...
total 1 replies
sasa adzka
di kasih pedang ya thor, biar si ibu mingkem itu mulut🤣🤣🤣🤣
aku menunggu kelanjutan nya thor😍😍
ANWi: pengen nya sih gitu....
total 1 replies
Mineaa
itu si ibu di apain sama jendral es ya.....😁
sasa adzka
aku suka gaya nya Qin Qin... lebih Badas lagi thor MC nya.. lagian kan zaman kuno.. yg hebat d segani... yg lemah mati.. hukum rimba main d sini... bebas Qinqin😍😍😍
semangat up trus thor😍
sasa adzka
eh ada ruang gak neh atau dimensi..
sasa adzka
ninggalin jejak aku...
bar bar gak ya ne MC nya.. suka kali klo dia bisa war😂😂😂😂
azka aldric Pratama
hadir
sahabat pena
waduh Ibu tiri nya kabur ya? siapa yg nolongin? lanjut kak
Ai
jenderal masih gengsi mengakui perasaannya pada Qinqin
Ai
bagus sesuai karakter Qinqin yg sembarangan 🤣
ANWi: wkww bener kak~❤️
total 1 replies
Nurhayati Nurhayati
lanjut thor seruu 🤣
ANWi: siap kak ~❤️
total 1 replies
Ai
suami istri yg kompak🤣🤣🤣
ANWi: hehe bener bgt kak
total 1 replies
Ai
udah gak sabar liat Qinqin ketemu ibu tirinya.. seru ini pasti
Ai
Qinqin mantap.. hajar ibu tirimu qin
sahabat pena
kerjasama yg baik dgn jendral. seperti nya jendral sdh luluh nih. sama istri nya🤣🤣🤣🤣lanjut kak
ANWi: siap kak...❤️
total 1 replies
Mineaa
kereeeeennn.....💪
ANWi: makasi sudah rate 5 kak mineaa~
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!