mencintai mungkin bukanlah sesuatu yang salah....
Tapi....mencintai milik orang lain, apakah itu juga bukan sesuatu yang salah ?!
Xyraisin Collin,
entah dari mana nama itu di peroleh seorang gadis cantik yatim piatu yang tinggal di sebuah yayasan yatim piatu dan akhirnya di nikahi oleh seorang laki laki yang di kemudian hari membawanya keluar dari panti itu.
Namun kehidupan rumah tangga bahagia yang ia impikan nyatanya tak pernah ia dapatkan karena keluarga sang suami yang sama sekali tidak pernah mau menerimanya.
Apalagi ia yang tak kunjung hamil di usia pernikahan mereka yang memasuki usia dua tahun.
Bryan Nikolas Yu,
seorang pria dingin yang tak lagi mau mengenal cinta.
Namun...
tiba tiba ia merasa tertarik dan jatuh hati pada sosok pelayannya yang bertugas merawat sang nenek.
tapi sayang....cintanya jatuh pada orang yang salah,
ia mencintai istri orang.
mampukan Bryan mewujudkan keinginannya memiliki seorang Xyraisin Colins yang notabene adalah istri orang.
CINTA TERLARANG
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 9 nasib
Xyra terus melangkah menembus hujan, benar apa yang di katakan nyonya Laura tadi.
Belum seperempat perjalanan ia menempuh perjalanannya...
Hujan turun dengan derasnya, walau payung yang ia pakai sangat besar dan lebar....
Tapi tetap saja pakaiaannya basah oleh air hujan yang tertampias angin dan kemudian menerpanya.
Jarak pandang Xyra ke depan tak dapat jelas terlihat oleh wanita itu karena jalanan di depan sana yang terhalang derasnya rinai hujan.
Seharusnya Xyra berhenti sejenak untuk berteduh,
Tapi itu tidak ia lakukan....ia harus cepat sampai di rumah dan segera membersihkan rumah juga menyiapkan makan malam untuk keluarganya....
Ah...bukan keluarganya, tapi keluarga suaminya....
Mengingat hal itu, Xyra semakin mempercepat langkah kakinya.
Akhirnya setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam lebih karena hujan lebat.
Xyra sampai juga di rumah.
Pakaiannya nampak basah kuyup.
" masuk lewat pintu belakang saja....nanti lantai rumah bisa bisa kau buat basah semua " ucap ayah mertuanya yang berdiri di teras rumah.
Xyra mengangguk dan segera melangkah ke arah pintu belakang.
Bersamaan dengan itu, Fara yang juga baru pulang kerja nampak baru datang.
Wanita itu juga nampak basah kuyup.
Fara segera memasukkan motornya ke dalam garasi.
" gak bawa mantel kamu Far....?! " tanya pak Wira yang merupakan kakak Farah.
" enggak...kelupaan tadi, aku masuk dulu ya kak..." jawab Fara dan pak Wira mengangguk.
Fara masuk ke dalam rumah begitu saja dengan pakaian yang basah kuyup dan tentu dengan titik titik air yang segera jatuh dan membasahi lantai rumah.
Xyra yang masih bisa mendengar dan melihat hal itu hanya bisa menghela nafas.
Sungguh perlakuan yang menyakitkan...tapi ia bisa apa ?!
Ia hanya tinggal menumpang di sini....
Pukul delapan malam,
Ketika semua orang penghuni rumah Yari tengah asyik menyantap makan malam yang telah di buat Xyra.
Wanita itu justru berada di dalam kamarnya.
Xyra baru saja keluar dari kamar mandi dan hanya memakai handuk yang membungkus tubuhnya dari dada dan hanya sampai di atas lutut saja di buat terkejut ketika tiba tiba sepasang tangan kekar memeluk pingangnya erat dan menciumi pundaknya yang terbuka.
" mas...." suara Xyra lirih, ia tahu siapa yang memeluknya itu meski ia tak melihat orangnya.
" hem...kamu wangi sekali sayang....padahal aku juga makek sabun yang sama kayak kamu,
tapi kenapa sabun ini terasa lebih wangi di pakek kamu...
Emang bedaya kalau wanita cantik itu..." ucap Yari tak henti terus menciumi pundak sang istri.
Laki laki itu baru pulang kerja dan langsung naik ke kamarnya setelah menyapa keluarganya di bawah.
Beralasan tak enak badan, Yari menolak ajakan makan malam ayah dan ibunya
Ia ingin segera melihat sang istri dan mengabarkan kabar gembira kepada wanita itu.
Penjualan sepeda motornya beberapa bulan belakangan sangat melebihi target.
Apalagi hampir semua orang yang membeli motor di showroomnya membayar uang mukanya langsung penuh.
Yari diam diam segera membukakan rekening atas nama Xyra.
Ia ingin sang istri akan memiliki pegangan uang sendiri jika sewaktu waktu terjadi hal buruk kepadanya.
Saldo pertama, ia langsung mengisi rekening sang istri dengan saldo sebesar 45 jt.
" mas bisa aja....mas baru pulang ?! "
" hemm...."
" nggak makan dulu ?! Aku sudah masak...ibu sama ayah mungkin sedang makan malam di bawah "
" iya aku tahu....tapi aku nggak selera makan di bawah.
Aku pengen makan kamu aja " bisik Yari lirih di telinga sang istri dengan bibirnya tak henti menciumi bagian tubuh yang terbuka sang istri.
Tangan laki laki itu bahkan sudah meremas ke sana kemari.
" mas nggak mandi dulu ?! Aku siapkan air hangat..."
" enggak...dingin sayang, aku pengen meluk kamu aja..." jawab Yari.
Perlahan tapi pasti laki laki itu membawa sang istri ke arah tempat tidur.
Kemudian dengan pelan ia mendorong pelan tubuh Xyra ke atas tempat tidur.
Di tariknya handuk yang membungkus tubuh sang istri sehingga kini Xyra nampak polos tanpa sehelai benang.
" mas..." Xyra merengek pelan sambil melengkungkan tubuhnya dan menutupi dua bukit kembarnya yang lumayan besar, padat dan berisi karena malu,
Meski sudah hampir dua tahun menikah, tetap saja Xyra malu jika harus di tatap seperti itu oleh sang suami.
Sementara Yari...
Wajah laki laki itu sontak berkabut gairah melihat pemandangan di hadapannya itu.
Tubuh seputih susu sang istri selalu sukses membuat dirinya seperti kehilangan akal sehat.
Yari mengungkung tubuh Xyra dan menatapnya tak berkedip.
Ia tak pernah merasa bosan menatap wajah cantik sang istri yang seolah mampu menenangkannya itu.
Jemari Yari mulai mengusap dan menjelajahi tubuh sang istri.
Telapak tangan Yari menyentuh kulit Xyra yang terasa sehalus sutra.
Entah bagaimana wanita itu merawat tubuhnya, tapi yang jelas...
Kulit Xyra terasa begitu halus, lembut dan kenyal.
Hingga membuat ia harus kuat kuat menahan diri untuk tidak keluar lebih dulu hanya karena kulitnya yang bergesekan dengan kulit sehalus kulit Xyra.
Yari nampak bergerak pelan dan mulai cepat mengungkung sang istri.
Desahannya terdengar lembut namun jelas.
Hingga beberapa menit kemudian, seperti hari hari yang lalu.
" akhh.... " tak mampu lagi menahan gejolak di dalam dirinya,
Yaripun memuntahkan laharnya di dalam sana dan tubuhnya ambruk memeluk sang istri.
Sementara Xyra...
Dan seperti waktu waktu yang telah berlalu saat mereka bercinta...
Itu juga yang wanita itu rasakan kini...
Sentuhan Yari lembut dan begitu memuja dirinya namun itu saja tidak cukup membangkitkan gairahnya sebagai seorang wanita dewasa.
Ia sudah berusaha keras untuk memprovokasi dirinya sendiri agar ia juga berhasrat.
Namun...
Setelah susah payah ia membangkitkan hasratnya...
Yari justru tak pernah mampu memberinya kepuasan.
Xyra menghela nafas berat, jemarinya mengusap peluh di wajah sang suami.
" aku siapkan air hangat untuk mas ya...mas mandi dulu " ucap Xyra lembut sambil membungkus tubuh polosnya dengan selimut.
cup...
Yari mencium kening sang istri,
" tunggu sebentar...
Mas punya sesuatu untuk kamu " ucap Yari sambil menarik celananya yang teronggok di lantai dengan kakinya.
Tingkahnya membuat Xyra memukulnya pelan, tapi Yari hanya nyengir saja.
Masih dengan berbaring tapi kini ia berada di bawah selimut, Yari menyerahkan sebuah card kepada sang istri.
Xyra menatap card itu penuh tanya.
" apa ini mas ?! "
" ini untuk kamu...pinnya hari pernikahan kita " ucap Yari pelan dan setengah berbisik kepada Xyra.
" tapi mas....ibu akan marah kalau tahu mas memberi ku ini "
" ya jangan kasih tahu ibu dong...beberapa bulan belakangan ini showroom mas rame banget,
dan itu rejeki kamu sayang...simpan ya....
Untuk keperluan kamu pribadi, mas tidak tahu apa yang akan terjadi pada kita di kemudian hari...
Simpan itu untuk kamu ya..." ucap Yari sambil memeluk Xyra dan mencium pelipis wanita itu.
Mata Xyra berkaca kaca...
Sungguh ia bisa merasakan cinta sang suami yang begitu besar padanya.
Karenanya...
Ia tak perduli dengan perlakuan semua keluarga Yari kepadanya,
Atau Yari yang tak pernah bisa memberinya kepuasan di atas ranjang.
Baginya....
Cinta dan kasih sayang suami jauh lebih penting dari apapun.
baru ini q mendukung yg namanya Pelakor
ayo kak up lagi, esmosi jiwa ini aku🤣🤣🙏🙏
Manusia seperti Yati akan sadar,ketika dia sudah di tinggalkan.
dia akan tahu kekurangannya sebagai laki laki normal.
Bener² suami yg cocok jadi hujatan netizen.
Makasih Kak Thara, hari ini udah up 3 kali. aku kasih kopi deh yah biar lancar ide dongeng dan up lagi wkwkwkw
bikin ilfil tahu kelakuan mu yariii!!!
cobalah jadi laki laki gentleman gitu nah..akui kalau km yg gak bisa menghamili istrimu.
jangan diem ajj nyari aman.
kenapa setiap part "Julid" di buku kak Tara ini bikin hati dongkol..mbayangin yg ngomong persis mulutnya ibu² komplek yg suka ghibah.
rasa pengen ku remes mulut mertuanya xhyra
emosi akuhh🤭🙏🙏
yg ada malah bikin Xyxi jengkel.